NovelToon NovelToon
God Killer

God Killer

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:770
Nilai: 5
Nama Author: Franzzz

Para dewa tidak membawa kedamaian-mereka membawa penindasan.

Di bawah kekuasaan Vasilias, langit menginjak manusia tanpa ampun. Ketika Dewa Matahari sejati dijatuhkan dan seorang wanita manusia dibunuh demi menjaga "kemurnian", seorang anak lahir dari pengkhianatan.

Setengah dewa. Setengah manusia.
Dan penuh dendam.

Dengan api matahari dalam darahnya, ia bangkit untuk memburu para dewa-termasuk pewaris palsu langit, Filius.

Namun semakin dekat pada balas dendam, ia mulai menyadari:

Tidak semua dewa layak dibunuh.
Dan tidak semua manusia layak diselamatkan.

Ketika langit mulai retak, satu pertanyaan tersisa-

Apakah ia akan menghancurkan para dewa...
atau menjadi yang paling kejam di antara mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Franzzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

(ARC 1) Chapter 10: Jalan Yang Dipilih

Malam turun tanpa suara.

Api kecil menyala di depan gubuk, berkerlap-kerlip pelan. Biasanya, suasana seperti ini terasa tenang.

Namun tidak malam ini.

Grachius duduk diam.

Tatapannya tertuju pada api di hadapannya, namun pikirannya berada jauh di tempat lain.

Angin malam bergerak perlahan melewati hutan, menggoyangkan dedaunan dengan suara halus yang hampir menyerupai bisikan.

Di seberangnya, Purus duduk tanpa berbicara.

Tidak mendesak.

Tidak mengganggu.

Hanya menunggu.

Dan akhirnya—

“Aku membenci mereka.”

Suara Grachius pelan.

Namun jelas.

Api kecil di antara mereka bergoyang tipis.

“Para dewa.”

Tangannya terlipat di depan lututnya. Jari-jarinya saling menggenggam perlahan, seolah menahan sesuatu agar tidak keluar.

“Mereka membunuh keluargaku.”

Hening sejenak.

Grachius mengangkat pandangannya sedikit.

“Namun kau juga dewa.”

Tatapannya berpindah pada Purus.

“Dan aku…”

Ia berhenti.

Napasnya perlahan turun.

“…bahkan bukan manusia sepenuhnya.”

Api kembali berkerlap-kerlip pelan.

Grachius menunduk lagi.

“Jadi aku ini apa?”

Tidak ada emosi besar dalam pertanyaan itu.

Tidak ada kemarahan.

Justru karena itulah pertanyaan itu terasa lebih berat.

Purus memperhatikannya beberapa saat.

Lalu berkata—

“Kau terlalu sibuk mencari siapa dirimu, padahal kau sudah tahu siapa dirimu.”

Grachius sedikit mengernyit.

“Memangnya itu salah?”

“Tidak.”

Purus menatap api kecil di antara mereka.

“Namun itu tidak selalu menjelaskan isi.”

Angin malam berhembus pelan.

Grachius diam cukup lama sebelum kembali berbicara.

“Kalau aku membunuh mereka…”

Tatapannya kembali pada api.

“…apa itu salah?”

Purus tidak langsung menjawab.

Hutan terasa semakin sunyi.

“Aku juga membenci sebagian dari mereka.”

Kalimat itu membuat Grachius sedikit mengangkat kepalanya.

Namun Purus melanjutkan—

“Namun tidak semua dewa sama.”

Grachius tertawa kecil.

Pendek.

Dingin.

“Itu tidak mengubah apa pun.”

Tatapannya perlahan berubah lebih tajam.

“Kebencianku tetap ada.”

Purus tidak membantah.

Karena beberapa emosi memang tidak bisa dihapus hanya dengan kata-kata.

“Aku tidak akan menghalangi jalanmu.”

Grachius sedikit terdiam mendengar itu.

Purus mengangkat pandangannya.

“Kalau kau ingin memburu para dewa… lakukan.”

Api memantulkan cahaya tipis di mata tenangnya.

“Namun balas dendam selalu memiliki akhir.”

Hening.

“Dan ketika hari itu tiba…”

Tatapan Purus tertuju langsung pada Grachius.

“…kau harus menentukan akan menjadi apa.”

Suasana mendadak terasa lebih berat.

Grachius tidak langsung menjawab.

Karena untuk pertama kalinya—

ia tidak memiliki jawaban.

Selama ini, semuanya terasa jelas.

Mereka membunuh keluarganya.

Maka ia akan membunuh mereka.

Sederhana.

Namun setelah itu…?

Ia tidak pernah memikirkannya.

Tatapannya perlahan turun pada tangannya sendiri.

Tangan yang bisa menggunakan Zhànqì.

Tangan yang bisa membunuh.

Dan di dalam dirinya—

sesuatu yang lain ikut bergerak.

Panas.

Gelap.

Diam.

Namun selalu ada.

Grachius perlahan berdiri.

“Aku ingin sendiri sebentar.”

Purus hanya mengangguk kecil.

Tidak menahan.

Grachius melangkah menjauh dari cahaya api.

Masuk ke dalam hutan malam.

...—...

Hutan terasa berbeda saat malam benar-benar turun.

Cahaya bulan menembus sela-sela pepohonan dalam garis-garis pucat. Udara dingin menyentuh kulit, membawa aroma tanah dan kayu basah.

Langkah Grachius pelan.

Tenang.

Namun pikirannya tidak.

Ia berhenti di sebuah area terbuka kecil di antara pohon-pohon tua.

Lalu duduk bersila.

Matanya menutup perlahan.

Napasnya teratur.

Dan dunia di sekitarnya mulai menjauh.

Suara angin.

Daun.

Serangga malam.

Semua perlahan menghilang.

Grachius masuk lebih dalam.

Ke dalam dirinya sendiri.

Dan di sana—

ia menemukannya lagi.

Kegelapan itu.

Tidak berbentuk.

Tidak memiliki wajah.

Namun terasa hidup.

Diam di kedalaman Qi miliknya seperti sesuatu yang sedang tidur dengan satu mata terbuka.

Panasnya tidak membakar.

Namun cukup untuk membuat ruang kesadarannya terasa berat.

Dulu, Grachius selalu mencoba menjauhinya.

Menekannya.

Menghindarinya.

Namun malam ini—

tidak.

Ia berdiri di hadapan kegelapan itu dalam diam.

Tidak takut.

Tidak melawan.

Beberapa saat, tidak ada apa-apa.

Lalu Grachius membuka mulutnya pelan—

“…kau bagian dari diriku.”

Kegelapan itu bergerak tipis.

Bukan seperti makhluk.

Lebih seperti… riak kecil di permukaan air hitam yang tidak memiliki ujung.

Grachius tetap diam.

Ia bisa merasakan sesuatu dari sana.

Kemarahan.

Kebencian.

Keinginan menghancurkan.

Namun juga—

kesedihan yang sangat dalam.

Dan untuk pertama kalinya—

Grachius tidak mencoba menyangkalnya.

Karena semua itu memang miliknya.

Bukan sesuatu yang dipaksakan dari luar.

Bukan kutukan yang asing.

Melainkan bagian dari dirinya sendiri.

“Kau tidak akan mengendalikan ku.”

Suaranya tenang.

“Namun aku juga tidak akan membuang mu.”

Kegelapan itu kembali bergerak pelan.

Tidak agresif.

Tidak menolak.

Seolah… mendengar.

Grachius menarik napas perlahan.

Lalu melanjutkan—

“Aku tidak akan menjadi seperti mereka.”

Suasana di dalam kesadarannya berubah sedikit.

Tidak lebih terang.

Namun tidak seberat sebelumnya.

“Aku tidak akan membunuh hanya karena aku bisa.”

Hening.

“Aku tidak akan menjadi monster hanya karena aku membenci monster.”

Dan untuk pertama kalinya—

kegelapan itu benar-benar diam.

Bukan karena tertidur.

Melainkan… menerima.

Grachius membuka matanya perlahan.

Hutan malam kembali muncul di sekelilingnya.

Angin bergerak pelan melewati pepohonan.

Namun sesuatu di dalam dirinya terasa berbeda sekarang.

Tidak lebih ringan.

Namun lebih… jelas.

Ia berdiri perlahan.

Lalu kembali berjalan menuju gubuk.

...—...

Api di depan gubuk kini lebih kecil dari sebelumnya.

Hampir padam.

Purus masih duduk di tempat yang sama.

Seolah tidak pernah bergerak.

Grachius berhenti beberapa langkah dari api.

Kemudian duduk kembali.

Beberapa saat, tidak ada yang berbicara.

Lalu—

“Aku masih belum tahu aku ini apa.”

Suaranya rendah.

Namun lebih tenang.

“Aku juga belum tahu akan menjadi apa nanti.”

Api kecil memercik pelan.

“Tapi aku tahu satu hal.”

Tatapannya lurus ke depan.

“Aku tidak akan membunuh tanpa alasan.”

Angin malam bergerak tipis.

“Aku juga tidak akan membunuh orang yang tidak bersalah.”

Hening.

Purus menatapnya cukup lama.

Lalu hanya berkata—

“Buktikan.”

Satu kata.

Namun lebih berat dari ancaman apa pun.

Grachius tidak membalas.

Ia hanya menatap api kecil di hadapannya.

Perlahan—

cahaya itu meredup.

Berkurang sedikit demi sedikit.

Hingga akhirnya—

padam.

Dan di tengah malam yang sunyi itu—

sesuatu mulai berubah.

Bukan dunia.

Belum.

Namun langkah Grachius—

tidak lagi sepenuhnya digerakkan oleh kebencian.

Tidak lagi hanya oleh emosi.

Untuk pertama kalinya—

ia mulai berjalan karena pilihannya sendiri.

Dan jalan itu…

baru saja dimulai.

...A Novel By Franzzz...

1
Manusia Ikan 🫪
nih, aku kasih gift iklan biar semangat😎👍
Manusia Ikan 🫪
heh
Manusia Ikan 🫪
ini baru Nama yang keren v:
Manusia Ikan 🫪
:v kalau aku sih gk masalah
Manusia Ikan 🫪
Nama yang unik🧐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!