NovelToon NovelToon
Sistem Gadis Kaya Raya

Sistem Gadis Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:18.1k
Nilai: 5
Nama Author: SiPemula

[Ding!]

[Sistem telah menyatu dengan Host baru.]

[Selamat Host mendapatkan hadiah perkenalan 10.000.000.000 rupiah.]

[Terdapat tugas Sistem yang harus Host selesaikan: Habiskan seluruh uang selama 1 jam untuk mendapatkan hadiah rabat 10 kali lipat dari uang yang Host habiskan.]

*

Karina baru saja dipecat dari perusahaan dengan uang pesangon terkena potongan hingga 50 persen.

Di bawah panas teriknya sinar matahari pagi, Karina yang baru melangkah keluar dari tempatnya bekerja, tiba-tiba suara lembut muncul dalam pikirannya, dan sejak saat itu hidupnya berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemunculan Keluarga Adrian

"Sebenarnya darimana datangnya kekayaan mereka? Apa jangan-jangan mereka mendapatkan kekayaan itu dengan cara yang kotor?"

Setelah kepergian Karina, Leo menjadi orang pertama yang membuka suara.

"Black Sovereign, Celestial Plate, Aurora Grand Mall, dan mungkin masih ada usaha lainnya yang belum kita ketahui~"

"Dari situ saja uang yang mereka dapatkan sudah sangat banyak, ngapain juga mereka harus menggunakan cara kotor untuk mendapatkan uang?"

Samuel mengingatkan Leo tentang usaha milik Karina, membuat Leo seketika terdiam.

Memiliki banyak usaha yang sedang berada di puncak kepopuleran, jelas penghasilan Karina tak main-main, dan di titik ini Celine menjadi orang yang paling tidak terima kalau semua kekayaan itu hanya dinikmati Karina dan orangtuanya. Dia merasa ada haknya di kekayaan yang selama ini mereka nikmati.

'Kenapa Karina yang bukan cucu kesayangan Kakek dan Nenek bisa hidup mewah sementara aku nggak bisa hidup sepertinya, padahal aku adalah cucu kesayangan kelurga?~'

'Awas saja kau Karina, begitu semua yang saat ini kau miliki menjadi milikku, bahkan aku nggak akan membiarkan kau menggunakan selembar kain pun untuk menutupi tubuh busukmu!'

Celine bicara dalam hati, menunjukkan sikap asli yang selama ini tak pernah ditunjukkan pada orang lain, dimana selama ini dia senantiasa menunjukkan sikap sebagai wanita yang lemah-lembut, baik, dan juga polos.

"Kak Leo, Kak Samuel, Kak Felix, ini sudah mulai panas, apa nggak sebaiknya kita pulang?"

Melihat cuaca yang memang sudah mulai panas dan mereka tak ingin sang adik kesayangan kepanasan, mereka semua setuju pulang, meski sebenarnya mereka masih ingin tebar pesona di taman kota, apalagi pagi ini banyak gadis muda cantik berkeliaran di taman yang semakin siang justru semakin ramai.

Sayangnya mereka harus pulang, mengubur keinginan yang hari ini belum terwujud.

*

Meskipun sudah berlari sejauh lebih dari 50 kilometer, Karina sama sekali tak merasa lelah, dan begitu tiba di rumah, dia langsung saja bersih-bersih lalu lanjut membantu ibunya menyiapkan sarapan.

Ibu dan putrinya itu tertawa bersama di dapur, sementara Adrian menyaksikan semua itu dari jauh sembari tersenyum.

Apa yang dilihatnya saat ini adalah sesuatu yang ingin disaksikannya sejak lama, tetapi karena ulah licik dua keluarga yang saling bekerjasama untuk membuatnya jatuh, dalam beberapa tahun terakhir ini dia hanya bisa melihat kebahagiaan semua di kelurganya.

Adrian sudah lama tau siapa penyebab kebangkrutan usahanya, bahkan keluarga kandungnya sendiri terlibat dalam peristiwa yang menghancurkan kebahagiaan keluarganya.

"Hmmm, nggak biasanya mereka menghubungiku!"

Melihat nama Ayah yang muncul di layar ponselnya, Adrian enggan menerima panggilan telepon yang sedang berlangsung.

"Siapa Mas?" tanya Sophia mendengar nada dering yang berasal dari ponsel suaminya.

"Ayah mertuamu," jawab Adrian, "abaikan saja!" imbuhnya sembari menunjukkan senyuman hangat dan lembut pada Sophia juga Karina.

Kedua wanita itu mengangguk, tapi panggilan telepon terus berulang, dan akhirnya setelah lima kali panggilan telepon masuk ditambah Karina meminta untuk dijawab, Adrian akhirnya menjawab panggilan telepon, tapi tak lupa dia mengeraskan suara ponselnya, supaya Karina dan Sophia ikut mendengar apa yang dibicarakan oleh orang yang berkali-kali melakukan panggilan telepon.

"Apa kau ingin menjadi anak durhaka?"

Terdengar suara orang marah-marah yang sangat mengganggu pendengaran.

"Tidak perlu marah-marah! Kalau ada yang ingin dibicarakan denganku, segera saja bicara! Kalau menghubungiku hanya karena ingin marah-marah, aku akan mengakhiri panggilan ini sampai disini!"

Adrian merasa dulu dia terlalu lembek dalam menghadapi keluarganya yang berkali-kali membuatnya merugi dengan ulah mereka, tetapi mulai sekarang hal seperti itu tak akan pernah terulang kembali, apalagi setelah dia kembali melihat kebahagiaan keluarganya yang telah lama hilang.

"Aku dengar dari kelurga Pratama kalau cucuku kini telah menjadi pengusaha sukses. Apa dia nggak ingin membagi kebahagiaan itu denganku, kakeknya?"

"Kakeknya? Apa yang barusan itu anda salah bicara?" ujar Adrian, "aku masih ingat dulu anda yang memutuskan hubungan keluarga dengan kami, bahkan waktu itu saat aku meminjam uang untuk biaya pengobatan putriku, anda menolak memberi pinjaman dan nggak mengakui putriku sebagai cucu anda. Jadi, sekarang ini cucu mana yang anda maksud?"

Semua yang terjadi di masa lalu masih diingat sangat jelas oleh Adrian, dan setelah dia selesai bicara, belum juga terdengar balasan dari pria yang menghubunginya.

"Nak, lupakan apa yang terjadi di masa lalu, dan mari kita membuka lembaran baru dengan memperbaiki hubungan yang lama terputus!"

Suara yang begitu lembut menggantikan suara yang sebelumnya terdengar arogan, tapi kelembutan itu bagi Adrian sudah sangat terlambat, apalagi begitu mengingat kerjasama orangtuanya sendiri dengan keluarga Pratama yang membuatnya kehilangan sesuatu yang dibangunnya dari bawah.

"Sayangnya aku tidak ingin melupakan apa yang telah terjadi di masa lalu, dan sampai kapanpun aku nggak akan pernah melupakannya!" ucap Adrian tegas.

"Kalau sudah tidak ada lagi yang perlu dibicarakan, kita akhiri saja semuanya sampai disini!"

Tanpa menunggu balasan dari orang yang menghubunginya, Adrian langsung mengakhiri panggilan telepon, dan saat itu juga dia melihat dua wanita yang sangat disayanginya mengacungkan empat jari jempol padanya.

"Ayahku memang hebat!" puji Karina, puas dengan ketegasan ayahnya.

"Suamiku hebat, tapi apa mereka akan berhenti sampai disini?~"

"Aku merasa mereka akan sama seperti keluarga Pratama, terus mengganggu kita!"

Bukannya ingin menjelekkan keluarga suaminya, tapi Sophia tau pasti tabiat keluarga suaminya dan keluarganya sama persis, bahkan mereka berdua sama-sama anak korban kurangnya kasih sayang keluarga.

"Ibu, Ayah, selama kita kuat, mereka nggak akan berani macam-macam kepada kita!" ucap Karina, tau pasti apa yang harus dilakukan untuk membuat keluarganya semakin kuat.

Dengan mereka menjadi sosok kuat, ke depannya tak akan ada yang berani berbuat macam-macam pada mereka, terutama mereka yang berasal dari keluarga besar Ibu ataupun Ayahnya.

'Aku juga akan berusaha bertambah kuat, hingga akhirnya nggak ada lagi kekuatan di luar sana yang berani berbuat macam-macam padaku!' batin Karina.

"Kita bersama-sama akan menjadi lebih kuat hingga akhirnya tak akan ada siapapun di luar sana yang berani mengusik keluarga kita!”

Sebagai seorang kepala keluarga, Adrian merasa saat ini masih terlalu lemah, tapi jika hanya untuk menghadapi kedua kelurga, baik keluarga Pratama ataupun keluarga besarnya, dia yakin mampu menghadapi mereka.

Sementara itu Karina yang memiliki banyak persediaan Pil yang bisa memperkuat dirinya juga kedua orangtuanya, dia akan memberikan beberapa Pil hadiah dari Sistem pada mereka, dan dia juga berencana menyatukan seluruh hadiah yang berguna untuk memperkuat dirinya.

Banyak hadiah luar biasa pemberian Sistem yang belum menyatu dengan tubuhnya, termasuk keberadaan Akar Spiritual, dimana bagi seorang Kultivator, keberadaan Akar Spiritual sangatlah penting.

'Sepertinya malam ini akan menjadi malam yang panjang, dan aku nggak tau apa yang akan terjadi nanti setelah malam ini berlalu!' batin Karina.

1
SENJA
buseet ada hukuman juga , ga main2 lagi hukumannya 🤣
SENJA
nyesel juga percuma! telat
Aeriah Kayla
saya suka dengan karakter MC yang gak menye" kebanyakan ngomong. lanjut ya thor
Wahyuningsih
mampus kluarga dajal emang
Wahyuningsih
kluarga tocix ya kyk gtu gk punya malu
Wahyuningsih
💪💪💪💪💪💪 thor
Wahyuningsih
paling klau q thor nafasnya senin kamis 😅😅😅
Aydin Syam
sangat bagus skli ceritanya dan membuat kita slalu penasaran setiap episodenya, semangat Thor jngn lupa update
Sunarti
secangkir kopi untukmu kak ☕☕☕ lanjutkan kak semangat 💪💪💪
SENJA
ngga cari musuh, musuh datang sendiri 🤣
RaMna Hanyonggun Isj
Kasih banyak update nya. sekali update 50 episode kha
mygood heart
sistem bego mc tolol knp punya sistem di bilang2 sm org tdk seru lg harusnya itu jadi rahasia OON
SENJA
buseh cuma gitu doang hadiahnya gede😤🤣
Sribundanya Gifran
lanjut up yg banyak thor💪💪💪😍
SENJA
laaah ada yang salah sama otak ini ibu 😤
SENJA
idiih najis deh orang2 ini 😤
Sribundanya Gifran
lanjut
Marsya
hah......,dasar kluarga be...na...luuuuuuuu
SENJA
kok menderita karena salah sendiri malah nyalahin orang lain 🤣
SENJA
keberuntungan apa? makanya kalau punya hutang dibayar 😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!