NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Mama (Single Mommy).

Jodoh Pilihan Mama (Single Mommy).

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:12.5k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

Di usianya yang sudah genap dua puluh tujuh tahun Sandi Atmojo belum sedikitpun memikirkan tentang pernikahan sehingga kedua orang tuanya jadi khawatir putranya tersebut akan memilih hidup Single seumur hidup. Untuk mencegah hal itu sampai terjadi, sang mamah terus memaksanya untuk mencari calon istri, namun jawaban Sandi tetap sama, yaitu belum berniat menikah sebab belum memiliki calon. "Jika kamu tidak sanggup mencari calon istri, biar mama yang akan mencarikan calon istri untuk kamu." Pada akhirnya sandi tak dapat menolak lagi, dan membiarkan mamah mencarikan calon istri untuknya. Akan tetapi, Sandi tak menyangka jika pilihan mamahnya adalah seorang wanita yang berstatus single Mommy.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17.

Sepeninggal ibu, tinggilah Vania dan Sandi di kamar tersebut. Berduaan di dalam satu kamar dengan pria itu, berhasil mengingatkan Vania pada kejadian yang susah payah ingin dilupakannya. Tanpa sadar tubuh Vania bergetar hebat ketika melihat Sandi mulai melepas kancing kemeja yang dikenakannya.

Tanpa disadari oleh Vania rupanya reaksi tubuhnya tersebut terlihat oleh Sandi.

"Tidak perlu takut karena saya tidak berminat menyentuhmu!. " Sandi berpikir reaksi yang ditunjukkan oleh tubuh Vania diakibatkan oleh rasa takut hendak disentuh olehnya, hingga Sandi pun melontarkan kalimat seperti itu.

"Lagipula, saya belum yakin apakah alasanmu bersedia menikah denganku benar-benar demi memberikan figur seorang ayah untuk putrimu, atau justru memiliki maksud dan tujuan tertentu." Awalnya Vania berusaha mengabaikan perkataan Sandi, namun mendengar Sandi kembali mengatakan kata-kata yang terdengar memojokkan dirinya, Vania lantas mengarahkan tatapan tajam pada pria itu lalu berkata.

"Jika saya memiliki maksud dan tujuan tertentu, saya pasti sudah melakukannya sejak lama. Tidak perlu menunggu hingga bertahun-tahun." Dengan nada kesal Vania melontarkan kalimat tersebut dihadapan Sandi.

"Apa maksudmu?." Sandi nampak bingung dengan perkataan Vania barusan.

"Sudahlah, lupakan! Tidak penting." Vania berlalu begitu saja meninggalkan Sandi.

Sandi terus menatap punggung Vania hingga menghilang dibalik pintu kamar mandi.

"Apa maksudnya bicara seperti itu?." Sandi jadi kepikiran dengan ucapan Vania.

Vania menyalakan kran wastafel agar suara tangisannya tak sampai kedengeran oleh Sandi.

"Ya Tuhan, mengapa engkau kembali mempertemukan aku dengannya?." Gumam Vania di sela Isak tangisnya.

Sudah setengah jam berlalu, namun Vania belum juga keluar dari kamar mandi.

"Apa dia terluka dengan kata-kataku tadi? Apa mungkin perkataanku tadi sudah keterlaluan?." Sungguh, Sandi tidak menyangka jika perkataannya tadi akan melukai hati Vania.

"Ceklek." Pintu kamar mandi terbuka, dan Vania nampak keluar dari dalam sana.

Melihat wajah sembab Vania, Sandi jadi yakin jika perkataannya tadi telah melukai hati Vania. Ingin meminta maaf namun mulutnya terasa berat untuk berucap.

Vania mengambil baju dari dalam lemari dan kembali ke kamar mandi untuk mengenakannya. Setelah berpakaian lengkap, Vania kembali meninggalkan kamar mandi.

Menyaksikan Sandi tengah mengobrol dengan seseorang melalui sambungan telepon, Vania pun berlalu tanpa berpamitan. Ia hendak ke kamar putrinya.

Vania betah berlama-lama di kamar Sesil, bahkan setelah selesai makan malam Vania kembali lagi ke kamar putrinya.

"Papah...." Sesil bangkit dari duduknya dan menghampiri Sandi ketika menyaksikan keberadaan pria itu berdiri di ambang pintu kamarnya. Vania pun ikut menoleh ke arah Sandi.

"Jam segini kenapa belum tidur, sayang?." Sandi membawa tubuh mungil Sesil ke dalam gendongannya.

"Tadi Sesil masih ngobrol sama mamah, pah." Jujur Sesil.

"Begitu rupanya." Sandi mengangguk paham seraya memandang wajah cantik nan menggemaskan bocah perempuan itu, Melangkah mendekat ke ranjang lalu merebahkan tubuh Sesil di sana.

"Sudah larut malam, sebaiknya sekarang anak cantiknya papah tidur ya!."

Sandi mengambil buku cerita dari atas nakas kemudian ikut naik ke ranjang bersama Sesil. Sandi duduk bersandar pada hearboard ranjang dan mulai membacakan bucu cerita sebagai pengantar tidur. Usapan lembut tangan besar Sandi pada puncak kepala Sesil, membuat bocah itu tak butuh waktu lama untuk memasuki alam bawah sadarnya.

Untuk kesekian kalinya Vania dibuat terpaku atas sikap dan perlakuan lembut Sandi terhadap Sesil.

Setelah mendengar suara hembusan napas Sesil terdengar teratur pertanda Gadis kecil itu telah terlelap, Sandi lantas turun dari ranjang dan tak lupa merapikan posisi selimut yang menutupi tubuh Sesil.

"Sesil sudah tidur, sekarang kembalilah ke kamar!." Sandi tidak ingin sampai memancing huru-hara dengan ibunya, jika sampai membiarkan Vania tidur di kamar Sesil di

malam pertama mereka.

"Sebentar lagi."

"Mau jalan sendiri atau perlu saya gendong kayak Sesil?." Kata Sandi seraya melirik pada Vania.

"Saya bisa jalan sendiri." Cetus vania, sebelum sesaat kemudian berlalu meninggalkan kamar putrinya.

Setibanya di kamarnya, Vania berjalan ke arah lemari hendak mengambil piyamanya.

"Sampai kapan kau akan terus berdiri di sana?." Tegur Sandi melihat Vania masih betah berdiri di depan lemari yang pintunya nampak terbuka.

"Apa susahnya Vania, tinggal pilih salah satunya!." Batin Vania meyakinkan diri ditengah keraguan yang menyelimuti hati.

Vania mengambil salah satu pakaian tidur yang tersusun rapi di dalam lemari kemudian berlalu menuju kamar mandi untuk mengganti pakaiannya. Ya, Vania sungkan menggunakan ruang ganti di kamar itu. Takut dianggap lancang oleh pemilik kamar.

Beberapa saat kemudian, Vania nampak keluar dari kamar mandi dengan mengenakan pakaian tidur berbahan satin lengkap dengan Robe (jubah) dengan bahan serupa. Vania mencoba untuk bersikap biasa saja.

Sebagai pria normal, bohong jika Sandi mengatakan penampilan Vania saat ini tidak menarik, apalagi wanita itu memiliki kulit putih bersih serta bentuk tubuh yang indah.

"Naik ke ranjang! Saya tidak ingin sampai dicap sebagai suami jahat karena membiarkan istri saya tidur di sofa."

Sejujurnya, tidur di sofa rasanya pasti tidak akan nyaman, dan tidak menutup kemungkinan besok pagi badannya akan terasa sakit semua. Hal itu mampu membuat Vania berpikir sejenak.

"Kalian sudah menikah, lalu apa salahnya hanya sekedar berbagi ranjang, Vania." Dalam hati Vania menekankan kata 'sekedar berbagi ranjang' karena sebelumnya Sandi telah mengatakan tidak berminat menyentuhnya.

Setelah mempertimbangkannya, akhirnya Vania naik ke ranjang, merebahkan tubuhnya di sisi tempat tidur yang kosong di samping suaminya itu.

Malam pengantin yang seharusnya menjadi malam paling indah bagi pasangan pengantin baru, justru di lewatkan begitu saja oleh Sandi dan Vania. Tak ada adegan pelukan layaknya cerita di novel. Baik Sandi maupun Vania tetap anteng pada posisi tidur masing-masing, hingga pagi menjelang.

Jika pasangan pengantin baru akan mengambil cuti lama untuk menikmati masa-masa indah, berbeda dengan pasangan Sandi dan Vania. Karena faktanya pagi ini keduanya sudah terlihat rapi dengan pakaian kerja masing-masing. Awalnya ibu sempat protes namun dengan berbagai macam alasan akhirnya Sandi berhasil meyakinkan ibu bahwa mereka memang harus kembali bekerja hari ini juga.

Sesuai permintaan ibu, pagi ini Sandi dan Vania berangkat kerja bersama.

Mengingat pernikahan mereka tidak diketahui oleh pegawai hotel Admodjo Group, Vania lantas meminta diturunkan beberapa meter dari gedung hotel. Sandi pun setuju.

"Selamat pagi, Nona Vania."

"Pagi, pak."

Dari jarak beberapa meter, Sandi menyaksikan Vania tersenyum pada security yang bertugas jaga di depan pintu utama hotel. Entah mengapa, ada perasaan kesal dihati Sandi melihat Vania tersenyum lepas seperti itu pada pria lain.

"Selamat pagi, tuan." Sama seperti pada Vania, security pun menyapa Sandi saat bosnya tersebut memasuki pintu utama hotel.

"Pagi."

"Tumben wajah tuan Sandi jutek begitu. Apa mungkin beliau lagi ada masalah?." Batin security, mengingat sikap Sandi pagi ini tidak seramah biasanya.

Sandi terus mengayunkan langkah melintasi lobby menuju ke arah lift yang akan mengantarkannya ke lantai di mana ruangannya berada. Seperti biasa, kedatangan pria itu selalu mampu menjadi pusat perhatian para pegawainya. Bukan hanya karena ketampanannya, tapi juga karena kepribadiannya yang begitu berkarisma.

1
secret
thorr kok blm up sii😭
Syarifah
🤭🤭🤭
Lusi Hariyani
nah gitu dong sandi cr th ttg istrimu
secret
ga habis2 si manajer tuaa bikin ulah, liat aja bntr lg kena depakk
Lia siti marlia
cie cie yang di kasih dukungan sama pak bos plus suami ayo vania robek tuh mulut c wanita lemes 🤭🤭🤭
Felycia R. Fernandez
Naah lho...
Sandi pasti akan dukung Vania.
lagian apa urusannya sama Atika kalau pun ada kejadian jebak menjebak antara Vania dan Harto.
Atika melabrak seolah dia istri sah Harto 😆😆😆😆
Felycia R. Fernandez
naaah kan...
Nurminah
double up thor
Felycia R. Fernandez
Pasti bingung ini tentang data2 diri Sesil...mana akte kelahiran nya??
Lusi Hariyani
kpn terungkap y kakak klo sesil mmg ank kandung sesil
Nurminah
lanjutkan
secret
ehh ehh pmksdd ayo mandii😂😂 lanjuuttt thorrr, semangaaattt
Lia siti marlia
eh eh jangan mau di ajak mandi bareng vania entar kelar mandinya sampe zduhur lagi 🤭🤭keburu sesil ngamuk deh😄
Lusi Hariyani
jujur vania sm sandi
Lia siti marlia
hahaha vania panik di berondong pertanyaan sama anaknya dan mamah mertua 🤭 eh sandi malah senyamsenyum ce ile yang abis gali harta karun 😄😄😄😄
Nittha Nethol
lanjut thor upnya biar GK lupa sama ceeitanya
secret
huhuuu bacanyaa kecepetan apa yaa, tau2 dah abiss ajaa😭 ihhh gemeeshh bgt sm kalian yg suka ngmg dlm hati, gmna mau tau perasaan masing2🤭
Nurminah
double up thor
Ariany Sudjana
heh Natalie, kamu bilang Vania murahan? bukannya kamu yang pelacur murahan yah🤣🤣😂😂 Vania itu perempuan baik-baik, dan dia jalan sama suaminya, yang sah dan satu-satunya, dan kamu kalah kelas dibanding Vania, kelas kamu itu hanya pelacur murahan 🤣🤣😂😂
secret
ga dong vaniaa, justru sandi dah mulai kepicut aplg klo dah tau kebenaran nnti yakinn bkl bucinnn😁
ditunggu lagiii upnyaaa thorrrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!