NovelToon NovelToon
Duri Dalam Pernikahan

Duri Dalam Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Diam-Diam Cinta
Popularitas:21.4k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

Apa yang paling menyakitkan dari pengkhianatan?

Bukan saat musuh menusukmu dari belakang, tapi saat orang yang kau anggap saudara justru merebut duniamu.

​Kinanti harus menelan kenyataan pahit bahwa suaminya, Arkan, telah menikahi sahabatnya sendiri yang bernama Alana, di belakang punggungnya. Kini, dengan kehadiran anak di rahim Alana, Kinanti dipaksa untuk berbagi segalanya.

​Tapi, Kinanti bukan wanita yang akan diam saja. Jika mereka ingin berbagi, Kinanti akan memastikan mereka menyesali keputusan itu.

Kita simak kisah selanjutnya di Cerita Novel => Duri Dalam Pernikahan.
By - Miss Ra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 22

Malam di Jakarta tidak pernah benar-benar gelap, namun di kediaman Wiratama, cahaya lampu kristal yang memantul di lantai marmer terasa menyilaukan dan hambar. Pukul dua dini hari, suara deru mobil sport yang mengerem mendadak di depan lobi rumah memecah keheningan yang kaku.

Pagar besi raksasa setinggi empat meter yang mengelilingi rumah itu berdenting pelan saat menutup otomatis, sebuah gerbang yang dirancang bukan hanya untuk menghalau orang asing masuk, tapi untuk memastikan tidak ada penghuninya yang bisa keluar tanpa izin.

Arkan turun dari mobil dengan langkah terhuyung. Jas Bespoke seharga puluhan juta yang ia banggakan kini tampak menyedihkan, kancingnya terbuka, dan aroma alkohol yang tajam menguar dari tubuhnya.

Di tangannya, ia masih menggenggam ponsel yang layarnya retak, layar yang terakhir kali menampilkan foto boks bayi Arjuna.

"Kinanti! Keluar kamu, Kinanti!" teriak Arkan, suaranya bergema di ruang tamu yang luas dan kosong.

Ia tersandung kaki meja jati, membuatnya terjatuh berlutut di atas karpet Persia. Ia merasa seperti pecundang yang paling hina. Bayangan Alana yang memikul beban berat di pasar Tegal terus berputar di kepalanya seperti film horor.

Kinanti muncul di puncak tangga. Ia tidak mengenakan piyama, ia masih mengenakan gaun sutra berwarna champagne yang dingin, memegang segelas anggur putih seolah-olah ia memang sedang menunggu kepulangan suaminya.

Ia turun perlahan, suara ketukan hak sepatunya di atas anak tangga marmer terdengar seperti detak jam menuju eksekusi.

"Kamu terlambat tiga jam, Arkan. Dan baumu seperti selokan," ujar Kinanti tenang, suaranya sangat stabil, kontras dengan kondisi Arkan yang berantakan.

"Aku bukan robot, Kinanti!" Arkan berteriak sambil mencoba berdiri, meski ia berakhir bersandar pada pilar besar di tengah ruangan. "Aku merasa seperti boneka yang kamu gerakkan dengan benang emas!"

Kinanti sampai di anak tangga terakhir. Ia tidak mendekat, ia menjaga jarak yang cukup untuk menunjukkan martabatnya. "Kamu diam bukan karena takut padaku, Arkan. Kamu diam karena kamu mencintai kenyamanan ini lebih dari wanita itu. Jangan limpahkan rasa bersalahmu padaku."

"Aku benci hidup ini! Aku benci rumah ini! Ini bukan rumah, ini penjara!" Arkan meraung, merobek dasi sutranya dan melemparnya ke lantai. "Aku ingin hidup bebas, Kinanti! Aku ingin menjadi manusia lagi!"

Kinanti menyesap anggurnya, matanya menatap Arkan dengan kelembutan yang mematikan. "Bebas? Silakan, Arkan. Pintu gerbang itu tidak dikunci dari dalam. Kamu bisa keluar sekarang juga."

Kinanti berjalan menuju meja kerja kecil di sudut ruangan, mengambil sebuah map transparan yang berisi akta kelahiran Arjuna yang baru.

"Tapi sebelum kamu pergi, ingat ini," suara Kinanti mendingin. "Cinta yang kamu agung-agungkan itu tidak bisa membayar segalanya."

Kinanti meletakkan akta itu di bawah lampu meja, membuat nama 'Kinanti Wiratama' sebagai ibu kandung terlihat sangat jelas.

"Di luar sana, kamu bukan siapa-siapa tanpa namaku di belakangmu. Kamu akan menjadi sampah di jalanan, pria pengangguran dengan catatan hitam karena telah mengkhianati istri sahnya. Alana tidak akan melihatmu sebagai pahlawan, dia akan melihatmu sebagai beban tambahan di pundaknya yang sudah luka."

Arkan terdiam. Napasnya memburu, keringat dingin membasahi pelipisnya. Kata-kata Kinanti seperti pisau bedah yang menguliti harga dirinya hingga ke tulang. Ia menatap jas mahalnya yang kini tergeletak di lantai, simbol kekuasaan yang ternyata adalah baju besi yang merantai jiwanya.

"Pilihannya selalu ada di tanganmu, Arkan," Kinanti melangkah mendekat, aroma parfumnya yang mahal mulai mendominasi penciuman Arkan, mengusir bau alkohol. "Jadilah ayah yang hebat dan suami yang terhormat di istana ini. Nikmati jabatan Direktur Utamamu, nikmati penghormatan dunia, dan besarkan Arjuna sebagai pangeran."

Kinanti berhenti tepat di depan Arkan, menyentuh rahang suaminya dengan jemari yang dingin.

"Atau, jadilah sampah di selokan bersama Alana. Kehilangan anakmu, kehilangan namamu, dan kehilangan setiap rupiah yang pernah kamu banggakan. Mana yang lebih menyakitkan, Arkan? Menjadi manusia yang kaya, atau menjadi manusia yang membusuk di trotoar?"

Ruangan itu mendadak sunyi. Arkan menatap mata Kinanti yang tak memiliki celah empati. Ia merasa lumpuh. Secara fisik ia jauh lebih kuat dari Kinanti, ia bisa saja meronta atau pergi begitu saja. Namun, mentalnya telah lumpuh oleh ketergantungan finansial dan ego yang tak ingin jatuh miskin.

Lutut Arkan gemetar. Keberanian mabuknya menguap, digantikan oleh kenyataan pahit bahwa ia adalah seorang pengecut yang lebih takut pada kelaparan daripada pada dosa.

Perlahan, Arkan jatuh berlutut di hadapan Kinanti. Tangannya mencengkeram ujung gaun sutra istrinya. Ia mulai menangis sesenggukan, suara tangis seorang pria yang baru saja menyerahkan sisa harga dirinya untuk ditukar dengan status sosial.

"Maafkan aku, Kin... maafkan semua kesalahanku," isak Arkan, wajahnya terbenam di kaki Kinanti. "Aku tidak ingin pergi... Aku hanya ingin semuanya kembali lagi seperti dulu... tolong jangan ambil Arjuna... jangan ambil posisiku..."

Kinanti tersenyum, sebuah senyum yang tidak sampai ke mata, namun penuh dengan kepuasan kemenangan. Ia membelai rambut Arkan dengan gerakan mekanis, seperti seorang sipir yang sedang mengelus kepala tahanan yang baru saja menyerah setelah mencoba melarikan diri.

"Anak pintar," bisik Kinanti. "Sekarang, berdirilah. Bersihkan dirimu. Besok pagi kamu harus memimpin rapat besar. Pastikan wajahmu terlihat seperti pria yang memiliki segalanya, karena memang itulah peran yang harus kamu mainkan selamanya."

Arkan berdiri dengan sisa tenaga yang ada. Ia tidak lagi menentang. Ia mengambil jasnya dari lantai, menyampirkannya di lengan, dan berjalan menuju tangga dengan punggung yang membungkuk, terbebani oleh beratnya emas yang kini merantai hidupnya.

Di bawah lampu kristal yang bersinar dingin, Kinanti menatap punggung suaminya dengan tatapan kosong. Ia telah memenangkan segalanya.

Suaminya telah menjadi tahanan sukarela, dan rahasianya terkunci rapat di balik pagar besi yang tinggi. Di rumah ini, kebahagiaan mungkin tidak pernah ada lagi, tapi kekuasaan mereka mutlak.

Malam itu, Arkan resmi menjadi bayangan di rumahnya sendiri. Seorang sipir telah berhasil menaklukkan satu-satunya tahanan yang mencoba memberontak, dan kini, sunyi kembali menguasai istana Wiratama, sebuah sunyi yang lebih mengerikan dari kematian.

...----------------...

To Be Continue ....

1
Arieee
bagus👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Oma Gavin
ceraikan saja Arkan biar bahagia sama selingkuhan pastinya kere dan alana ngga bakalan lagi mau sama arkan tujuan alana ngerebut arkan hanya kekayaan
stela aza
❤️❤️❤️
stela aza
Thor ini jadinya gimana hubungan Arkan dan Kinanti mau lanjut apa di gantikkan sama dewa ,,, kalau emang Ama Arkan mau the end buruan selesai kan hubungan mereka,,, soale wis bosen part Arkan dan Kinanti,,,
Siti Zaid
Author lanjut..kesian pulak pada arkan...tapi itulah harga yg harus dia bayar kerana pengkhianatan nya pada kinanti...
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
pokoknya ya kinanti kamu jangan mudah terbujuk rayu sama arkan kalau bisa kamu siksa arkan sehancur2nya, jangan kalah dr arkan, ceraikan ðlm diam saja, biar dia tdk bisa berkata2 lagi dan jd gembel
Agus Tina
baguus ...
Maria Magdalena Indarti
author makasih ada Dewa untuk warnai hidup Kinanti
Maria Magdalena Indarti
penghianat tetap penjahat.
ga punya hati. .. tetap berselingkuh
Tunggu hukum karma selanjutnya
Maria Magdalena Indarti
wow Kinanti luar biasa. Libas abis kel Hadiningrat... Arkan.. .. ya hianati malah mau berjaya
Maria Magdalena Indarti
horeee... Kinanti sdh sedia payung sblm ujan.
Maria Magdalena Indarti
wah... wah... penghianat akan menang nih.
Kinanti yg dihianati kalah. ga setuju
Siti Zaid
Semoga Arkan menyedari kesalahan nya pada kinanti..walau berkemungkinan mereka akan berpisah juga pada akhirnya...
Maria Magdalena Indarti
kinanti tetap kuat
Maria Magdalena Indarti
lanjut Kinanti
Kale
suka pemeran kinanti,,tanpa airmata,gk menyek" meskipun pernikahannya hancur👍
Maria Magdalena Indarti
mantap Kinanti pegang kendali
Siti Zaid
Author..terima kasih selalu update cerita nya👍👍👍
Agus Tina
Bagus

.👍
Siti Zaid
Alana..nikmati lah rasa bahagia kamu sebelum derita musnah kan seluruh hidup kamu dan juga Arkan😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!