seorang wanita cantik turun dari motor merapikan rambut panjang yang sedikit berantakan tertiup angin,lalu ia melangkah menuju fakultasnya,karna melangkah sambil menunduk melihat handphone kakinya tersandung batu, tubuhnya tersentak ke depan Aluna memejamkan mata karna dia yakin tubuh nya sebentar lagi akan mencium tanah, tapi setelah beberapa saat dia tidak merasakan sakit justru dia merasa tubuh nya ada yang menahan, saat Aluna membuka mata pandangan nya berhenti pada sorot mata tajam nan dingin..
penasaran dengan ceritanya? yuk lanjut baca🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen kaka Agustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Aluna mulai melakukan pekerjaan nya
menjadwalkan kegiatan2 Alfian
Dari mulai meeting di kantor, di luar kantor dan jadwal makan sing hingga pulang kantor
Semua Aluna catat di bukunya
Setelahnya dia mulai memeriksa beberapa file yang ada di atas mejanya
Matanya fokus melihat detail kata dalam file2 itu
sesekali mencoret bagian yang tidak sesuai
Lalu memperbaiki nya, agar nanti Bagain divisi tersebut tinggal mengulangnya saja.
Tidak terasa waktu sudah menunjukan jam makan siang
Aluna melihat jam , membereskan file
Lalu memanggil kepal divisi
"keruangan ku sekarang" ucapnya melalui telepon
Tidak lama ketukan di pintu terdengar
"masuk" ucapnya
Pintu terbuka , lalu masuk seorang wanita muda
"ibu memanggil saya" katanya
Aluna mengangguk lalu menyerahkan file yang tadi dia periksa
" ini sudah aku tandai Bagian mana yang salahnya , kamu perbaiki lagi sebelum pulang harus sudah selesai,karna besok akan aku serahkan ke bos" jelasnya
Wanita itu mengangguk kalau menerima nya
"iya Bu ,kalau begitu saya permisi" ucapnya
Lalu melangkah keluar .
Aluna menghela nafas lega, dia berdiri mengambil ponsel dan dompet
Melangkah keluar menuju ruangan Alfian
Tok..tok..
Aluna mengetuk pintu pelan
terdengar suara berat dari dalam
"masuk"
Dia membuka pintu perlahan ,lalu melangkah mendekati Alfian
"mas" sapanya, lalu Luna menutup mulut
"maaf, maksud ku pak" ulangnya lagi.
Alfian tersenyum mendengarnya
"tidak apa-apa sayang, kalau sedang ber2an jangan terlalu formal, panggil seperti biasa saja" ucapnya lembut
Lalu berdiri menghadap Aluna
"bagaimana hari pertama kerja?" tanyanya
"menyenangkan" jawabnya tersenyum manis
Alfian ikut tersenyum tipis "baguslah, ingat jangan terlalu di forsir kalau capek istirahat lah"
"mana boleh seperti itu mas, jangan pilih kasih,itu tidak adil untuk karyawan lain, " jawabnya
"oke,oke, terserah tuan putri saja" ucapnya lembut
Mereka tertawa kecil
Lalu melangkah keluar ruangan
"mau makan dimana sayang" tanya Fian
Aluna tampak berpikir sebentar " bagaimana kalau di kantin saja mas, " jawabnya
"kamu yakin" tanyanya
"huum, aku ingin tau seluk beluk kantor kamu " jawabnya
mereka memasuki lif menuju lantai bawah
Sesampainya di kantin Alfian mencari tempat duduk yang agak jauh dari keramaian
Semua orang menatap ke arah Aluna dan Alfian
Bagi mereka jarang sekali bos makan di kantin, tapi mulai hari ini sepertinya
Bos mereka akan sering makan di kantin
benar2 the power of love.
Alfian membukakan kursi untuk Aluna duduk
setelahnya dia juga duduk.
yang Alfian lakukan tidak luput dari pandangan semua karyawan yang ada di kantin.
"mau makan apa sayang, biar aku yang pesan" tanya Fian lembut
Aluna menatap sekitar,
Kondisi kantin sedang ramai, tadinya dia ingin pesan sendiri dan melihat2 tapi karna antrian sangat panjang dan lagi dia masih baru
Jadi agak sedikit canggung.
hampir semua karyawan makan siang di kantin.
"sama kan saja mas" jawabnya
Alfian Lalu bangkit berjalan menuju STAN rice bowl chicken teriyaki
Dia memesan 2 porsi dan 2 botol air mineral
Tidak sampai 10 menit Alfian sudah kembali
"loh mas, cepat sekali" tanya Aluna heran
Alfian tersenyum mendengarnya
"iya sayang, karna aku tidak mau kamu menunggu lama" jawabnya
Padahal yang sebenarnya para karyawan memberi dia jalan untuk pesan lebih dulu
Lagian mana berani bawahan mengantri di depan bos mereka.
Aluna makan dengan tenang begitu pula Alfian
Sesekali mereka mengobrol ringan.
Setelah selesai makan
Mereka kembali ke ruang kerja
Alfian mengantar Aluna kedalam ruangan nya
lalu dia pun kembali keruang nya sendiri
......................
di dalam toilet terdengar suara orang yang sedang mengobrol
"kau tau aku kesal sekali melihat calon istrinya pak Alfian" ucap salah satu diantar mereka
teman nya menatap heran
"memang nya kau ada Maslah apa dengan Bu aluna" tanyanya
"tidak, seharusnya aku yang menjadi calon istri pak Alfian , bukan dia"jawabnya
"sudahlah jangan terlalu berharap,dan jangan coba2 melakukan sesuatu yang merugikan mu" peringat teman nya
"seharusnya kau membantuku , bukan malah ceramah" ucap nya sinis , lalu pergi meninggalkan teman nya.
'" justru karna aku teman mu lus, " ucapnya lirih
Lalu dia juga melangkah keluar dan kembali ke divisi nya.
......................
aluna merasa sangat mengantuk
Dia berniat membuat kopi
Tapi sebelum ke pantry dia masuk keruangan Alfian terlebih dahulu
Pintu terbuka pelan aluna melongokan kepalanya
Alfian menoleh saat ada yang membuka pintu
dia kira karyawan lain ternyata calon istrinya
"hei sayang, ada apa? Tanyanya
Aluna melangkah masuk
"apa mas mau kopi? ,sekalian aku juga mau bikin" tawarnya
Alfian tersenyum tipis " boleh sayang" jawabnya
Lalu Aluna keluar dan melangkah menuju pantry
Dia membuat 2 cup coffee
Setelah selesai dia hendak berbalik
Tapi tubuhnya sengaja di tabrak seseorang yang baru datang
Kopi itu tumpah mengenai tangan nya
Luna hanya meringis kecil
Untung saja kopinya tidak jatuh dan yang tumpah juga hanya seperempatnya.
"oh Bu Aluna maaf saya tidak sengaja " ucapnya berpura-pura khawatir
Aluna tersenyum miring, jelas dia tau,
Bahwa wanita itu sengaja menyenggolnya
" lain kali hati2" jawab Aluna datar
lalu melangkah keluar dari area pantry .
Wanita itu tersenyum licik,
'ini baru permulaan aluna' batin nya
......................
Aluna masuk kedalam ruangan Alfian
"ini mas kopinya" ucapnya sambil meletakan kopi di meja
"iya sayang, " Alfian melangkah mendekati Aluna dan ikut duduk di sampingnya
Alfian memperhatikan raut wajahnya
"kenapa sayang, seperti nya kamu tampak kesal?" tanyanya
Aluna menghela nafas berat
"tidak, hanya insiden kecil saja" jawabnya
Alfian tidak puas mendengar jawaban kekasihnya
Dia memperhatikan Aluna , Lalu tatapannya turun ketangan Aluna yang memerah dan sedikit melepuh
Dia lalu memegang tangan Aluna
"ini kenapa " tanyanya
"kena air kopi , tidak apa-apa nanti juga sembuh" jawabnya
Alfian terdiam jelas ada yang di sembunyikan Aluna..
Pasti sudah terjadi sesuatu
Dia lalu melangkah menuju meja kerjanya membuka laptop dan melihat cctv pantry
Tangan nya mengepal menahan emosi
lalu tatapan nya tertuju ke arah Aluna
Dia mengambil salep di laci kerjanya
Mengoles lembut di luka itu
" lain kali harus hati-hati sayang " ucap nya lembut
" iya mas, maaf sudah membuat mas khawatir" jawabnya
Alfian tidak menjawab , dia fokus melihat luka di tangan Aluna.
"ya sudah aku kembali ke ruangan dulu, masih ada 1 berkas lagi yang belum di cek" ucapnya
Alfian mengangguk lalu tersenyum tipis
Aluna melangkah keluar
Dan mesuk keruangan nya.
......................
di ruangan nya Alfian menelpon kepala HRD
Untuk segera ke ruangan nya
tidak lama ketukan di pintu terdengar
" masuk"
kepala HRD masuk , menunduk hormat
"ada yang bisa saya bantu pak" ucapnya
"turunkan jabatan Lusi menjadi staf biasa" ucapnya tegas
kepala HRD itu terkejut
Lalu mengangguk
"keluar" ucap Alfian
Dia melangkah keluar
Dan kembali keruangan nya
Di sepanjang jalan dia bertanya2
kesalahan apa yang sudah Lusi perbuat
sehingga pak Alfian begitu marah
Jelas terlihat oleh nya tadi
wajah Alfian yang memerah rahang mengeras dengan otot2 yang menonjol di bagian pelipis.
Lalu kepala HRD itu berpapasan dengan Vika teman Lusi
"Vika tolong kamu panggil Lusi, suruh dia keruangan saya sekarang" ucapnya
Lalu masuk kedalam ruangan nya.
udah baca ceritanya malah berhenti di tengah jalan lagi...
awas aja... 😤😤