NovelToon NovelToon
Suami Dadakan Untuk Cantika

Suami Dadakan Untuk Cantika

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Perjodohan
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: Anjay22

Cantika perempuan miskin dari desa ,karena salah paham warga hingga dipaksa menikah dengang pria yang baru ia kenal,dan Cantika tidak menyangka kalau suami dadakannya adalah CEO, bagaimana Cantika menjalankan rumah tangga dadakannya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjay22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebobrokan Viona di belakang Arka

Viona keluar dari apartemen Arka dengan hati mendidih. Gaun merahnya yang tadi terasa memesona kini terasa seperti kain lap yang menempel di tubuhnya yang panas oleh amarah dan hasrat yang tak terpuaskan. Hak sepatunya berderak keras di koridor apartemen mewah itu.

Viona tersenyum tipis, tapi senyum itu penuh dendam. Ia segera memesan taksi online agar sopir pribadinya tidak tahu ke mana ia pergi. Sepanjang perjalanan menuju hotel bintang lima di pusat kota,ia merasakan suhu tubuhnya semakin memanas,apalagi saat ia membayangkan apa yang akan terjadi sesampainya dihotel.

“Arka,kamu kaya,tampan,tapi sayang kamu sangat dingin,jadi jangan salahkan aku mendapatkan kehangatan dari orang lain." gumamnya dengan tersenyum tipis. Tubuhnya terasa panas, hasrat yang tadi ia tumpahkan pada Arka kini semakin membara dan tak terbendung.

Sesampainya di hotel, Viona langsung naik ke lantai 12 tanpa mendaftar di resepsionis. Ia sudah hafal jalannya. Pintu suite 1203 terbuka begitu ia mengetuk dua kali. Di balik pintu berdiri seorang pria tinggi, berbadan atletis, dengan rambut sedikit acak-acakan dan senyum nakal yang selalu berhasil membuat lutut Viona lemas.

“Rey …” panggil Viona dengan suara parau. Ia langsung masuk dan menutup pintu di belakangnya dengan kaki.

Rey, pacar selingkuhannya yang sudah hampir setahun ini, langsung meraih pinggang Viona dan menariknya ke dalam pelukan. “Lama banget, Vi. Aku kira malam ini kamu nggak bisa lepas dari tunanganmu yang sok suci itu.”

Viona tidak menjawab dengan kata-kata. Ia langsung mencium Rey dengan ganas, lidahnya menari liar di dalam mulut pria itu. Tangan Rey yang besar dan kasar langsung merayap ke punggung Viona, menarik ritsleting gaun merah itu turun dengan satu gerakan cepat. Kain gaun meluncur jatuh ke lantai, meninggalkan Viona hanya dengan bra dan celana dalam hitam yang tadi sudah ia perlihatkan pada Arka.

“Kamu marah ya?” tanya Rey di sela ciuman, suaranya parau karena nafsu. “Arka lagi-lagi nolak kamu?”

Viona mengangguk sambil menggigit bibir bawah Rey. “Dia brengsek. Aku sudah membuka bajuku di depannya, aku sudah merayu dengan segala cara, tapi dia tetap dingin seperti es. Aku capek, Rey. Aku butuh yang benar-benar bisa bikin aku puas malam ini.”

Rey tertawa rendah, suaranya penuh kemenangan. Ia mengangkat tubuh Viona dengan mudah dan membawanya ke ranjang king-size yang luas. “Tenang, Sayang. Malam ini aku akan kasih kamu yang Arka nggak bisa kasih. Aku akan bikin kamu lupa nama tunanganmu itu.”

Tanpa banyak bicara lagi, Rey melepas kemejanya sendiri, memperlihatkan dada bidang dan perut six-pack yang terbentuk sempurna karena rutin berolahraga. Viona menatapnya dengan mata lapar. Berbeda dengan Arka yang selalu menjaga jarak, Rey selalu siap memberikan apa yang ia inginkan. Tangan Viona langsung merayap ke celana Rey, membuka ikat pinggangnya dengan gerakan tidak sabar.

Rey mendorong Viona hingga terbaring di ranjang. Ia melepas bra Viona dengan satu tangan, lalu mencium dada montoknya dengan rakus. Lidahnya berputar di puncak dada Viona, membuat wanita itu mendesah keras. “Ah … Rey … lebih keras …”

Rey tersenyum di kulit Viona. “Kamu memang liar kalau sudah sama aku.” Ia turun lebih rendah, mencium perut rata Viona, lalu melepas celana dalamnya dengan gigi. Viona menggeliat, pinggulnya terangkat karena sensasi yang langsung menjalar ke seluruh tubuhnya.

Malam itu, Rey memperlakukan Viona seperti seorang ratu yang haus kasih sayang. Ia mencium setiap inci tubuh Viona dengan penuh nafsu, tangannya yang terampil menjelajahi titik-titik sensitif yang membuat Viona berteriak dan menggeliat tak terkendali. Ketika Rey akhirnya menyatukan tubuh mereka, Viona merasa dunia berputar. Gerakan Rey kuat, ritmis, dan penuh perhatian pada kenikmatan Viona. Ia tahu persis bagaimana cara membuat Viona mencapai puncak, berulang kali.

“Rey … lebih cepat … ya, seperti itu …” desah Viona sambil mencengkeram punggung Rey yang berkeringat. Tubuh mereka bergerak selaras, suara napas tersengal dan desahan memenuhi suite hotel yang mewah itu. Viona merasa setiap sentuhan Rey membakarnya dari dalam. Berbeda sekali dengan Arka yang selalu menolaknya, Rey memberikan kepuasan yang ia inginkan tanpa ragu.

Mereka berganti posisi berkali-kali. Kadang Viona di atas, mengendalikan ritme dengan pinggulnya yang bergerak liar. Kadang Rey yang mendominasi, membuat Viona menjerit nama pria itu berulang-ulang. Keringat membasahi seprai sutra. Bau parfum mahal Viona bercampur dengan aroma maskulin Rey. Malam itu, Viona merasa benar-benar dicintai sebagai perempuan, bukan sebagai trofi yang harus dijaga jaraknya.

Setelah hampir satu setengah jam penuh gairah, Viona mencapai puncak untuk yang kelima kalinya. Tubuhnya mengejang hebat, jari-jarinya mencengkeram bahu Rey erat-erat. Rey juga mencapai klimaks tak lama kemudian, tubuhnya ambruk di atas Viona dengan napas tersengal.

Mereka berbaring berdampingan, tubuh polos masih saling menempel. Viona menatap langit-langit kamar hotel sambil tersenyum puas. “Kamu selalu bisa bikin aku seperti ini, Rey. Arka … dia nggak pernah bisa. Dia selalu bilang tunggu sampai menikah, hormati aku, bla bla bla. Padahal aku cuma butuh disentuh dengan benar.”

Rey tertawa pelan sambil mengelus rambut Viona yang acak-acakan. “Dia bodoh kalau nolak kamu. Tubuhmu ini … surga, Vi. Aku nggak pernah bosan.”

Viona berbalik, menyandarkan dagunya di dada Rey. “Kamu tahu kan, ini harus tetap rahasia. Keluargaku, keluarga Arka, semua orang nggak boleh tahu. Aku masih butuh Arka untuk status dan masa depan. Dia kaya, punya nama besar. Tapi untuk kepuasan … aku punya kamu.”

Rey mengangguk, jarinya menyusuri punggung Viona yang masih berkeringat. “Aku tahu aturannya. Aku cukup senang jadi tempat pelarianmu. Asal kamu tetap datang ke aku setiap kali Arka bikin kamu frustrasi.”

Viona mencium bibir Rey lagi, kali ini lebih lembut. “Malam ini kamu bikin aku lupa segalanya. Terima kasih.”

Mereka kembali berpelukan, kali ini dengan lebih tenang. Rey menyalakan rokok dan mengisapnya pelan sambil Viona bercerita tentang penolakan Arka tadi malam. Rey mendengarkan sambil tertawa kecil, sesekali mencium bahu Viona. Tak lama kemudian, hasrat mereka bangkit lagi. Malam itu masih panjang. Rey kembali menyatukan tubuh mereka, kali ini dengan lebih lambat dan penuh permainan, seolah ingin membuktikan bahwa ia memang jauh lebih mampu memuaskan Viona daripada tunangannya.

Di luar hotel, malam Jakarta berlalu seperti biasa. Tak seorang pun tahu bahwa Viona, tunangan Arka yang selalu tampil sempurna di depan publik, sedang berada di pelukan pria lain, mendapatkan kepuasan yang ia rindukan. Sementara Arka di apartemennya masih berusaha menenangkan Cantika yang terluka, Viona justru sedang menikmati malam penuh gairah bersama selingkuhannya.

Ketika jam menunjukkan pukul dua dini hari, Viona akhirnya bangkit dari ranjang. Tubuhnya terasa lemas tapi puas. Ia mandi sebentar, merapikan rambut dan makeup-nya agar tidak terlihat mencolok. Rey mengantarnya sampai pintu suite dengan pelukan hangat.

“Kabari aku kalau lagi butuh aku lagi ya,” bisik Rey di telinga Viona.

Viona tersenyum. “Pasti. Kamu memang yang terbaik untuk ini.”

Ia keluar dari hotel dengan langkah lebih ringan. Di dalam taksi yang membawanya pulang ke rumah orang tuanya, Viona menatap ponselnya. Ada pesan dari Arka: “Sudah sampai rumah? Hati-hati.”

Viona hanya membalas singkat: “Sudah. Tidur ya, Baby.”

Ia mematikan ponsel dan tersenyum sinis. Arka tidak akan pernah tahu apa yang baru saja ia lakukan. Dan Viona berniat menjaga rahasia ini rapat-rapat, setidaknya sampai ia bosan dengan permainan ini.

Sementara itu, hasratnya yang tadi memuncak karena penolakan Arka kini sudah terpuaskan sepenuhnya. Rey berhasil membuatnya merasa seperti perempuan yang diinginkan, dicintai, dan dipuaskan. Sesuatu yang tidak pernah Arka berikan padanya.

Malam itu, di dua tempat berbeda, dua wanita sedang merasakan luka yang berbeda. Cantika menangis karena merasa seperti aib yang disembunyikan. Viona tersenyum karena merasa seperti ratu yang baru saja dimahkotai di ranjang selingkuhannya.

Dan Arka, yang berada di tengah-tengah, belum menyadari bahwa kebohongan yang ia bangun mulai memiliki celah yang semakin lebar.

1
Nadia Zalfa
double up thorr. ..suka sama ceritanya cantika😍
MayAyunda: diusahakan kak🙏
total 1 replies
Lovelynzeaa🌷
lanjut thor, up yg bnyk
MayAyunda: di usahakan kak ..🙏🙏
total 1 replies
Alex
semoga segera kebongkar kebusukan mu viona dan Cantika gak sedih lagi arka gak bngung lagi 🥰
MayAyunda: iya kak
total 1 replies
Bu Dewi
lanjut kak
MayAyunda: siap kak😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!