NovelToon NovelToon
The End Of Before

The End Of Before

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di usia 27 tahun, Vivian Wheeler mengira hidupnya sempurna—hingga ia mendapati dirinya menjadi "pelakor" tanpa sengaja dalam satu hari yang sama.

Setelah memergoki pengkhianatan George, Kekasihnya, yang ternyata telah beristri, Vivian kembali dihantam badai saat dituduh sebagai selingkuhan oleh seorang remaja histeris yang mengamuk hingga merusak mobil Porsche-nya.

Penyebabnya? Logan Enver-Valerio, pemuda 20 tahun yang angkuh, menggunakan foto Acak Vivian sebagai alasan palsu untuk memutuskan Moana.

Tak terima dihina "wanita tua" dan dijadikan tameng, Vivian mendatangi kampus Logan dengan penampilan yang menipu usia, siap memberi pelajaran pada bocah ingusan tersebut.

Pertarungan ego antara sang pewaris tegas dan brondong ini pun dimulai. Siapakah yang akan menyerah saat mulai mencampuradukkan dendam dan obsesi?

🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#20

Malam telah sepenuhnya mengambil alih Los Angeles. Di dalam apartemen Vivian yang elegan, cahaya dari lampu-lampu jalanan di bawah sana membiaskan bayangan panjang yang menari-nari di dinding marmer. Suasana di ruang tengah itu begitu sunyi, namun penuh dengan ketegangan emosional yang pekat, seolah udara sendiri bergetar karena pengakuan jujur yang baru saja meluncur dari bibir Logan.

Vivian menarik napas panjang, mencoba menjernihkan pikirannya yang mulai berkabut. Ia menatap Logan yang masih berlutut sambil memeluknya, seorang pria yang tampak begitu perkasa namun sekaligus begitu rapuh di bawah tatapannya.

"Logan, dengarkan aku baik-baik," suara Vivian terdengar tenang namun mengandung beban kedewasaan yang nyata. "Aku sudah dewasa. Umurku dua puluh tujuh tahun. Aku berada di fase hidup di mana aku tidak lagi butuh waktu untuk sekadar bermain-main atau mengejar sensasi sesaat. Usiaku bukan lagi usia yang muda untuk melakukan eksperimen hati."

Logan tidak menyela. Ia mendengarkan dengan seksama, matanya tertuju pada bibir Vivian yang bergerak, merekam setiap kata seolah itu adalah hukum yang harus ia patuhi.

"Ketakutanku bukan pada apa yang kita rasakan saat ini," lanjut Vivian, suaranya sedikit bergetar. "Ketakutanku adalah saat kita menjalankan sebuah hubungan yang lebih dari sekadar kontrak ini, aku mungkin akan ditinggalkan. Kau masih muda, Logan. Duniamu masih akan berkembang luas. Suatu hari nanti, kau mungkin akan menemukan seseorang yang seumuran denganmu, seseorang yang memiliki jalan hidup yang sama. Atau yang lebih buruk... orang tuamu mungkin tidak akan pernah setuju jika putra tunggal mereka menjalin hubungan serius dengan wanita yang jauh lebih tua."

Logan meraih tangan Vivian, menggenggamnya dengan jemari yang kokoh namun hangat. "Tapi sungguh, Vivian... aku ingin memulainya bersamamu. Aku tidak sedang mencari pelarian."

Logan menelan ludah, mencoba mencari kata-kata yang tepat untuk meyakinkan wanita di depannya. "Ya, aku mengakuinya. Awalnya aku pernah berpikir akan seru jika bermain-main denganmu, melihat bagaimana seorang wanita karier yang dingin bisa kehilangan kendali. Tapi malam itu... mimpi buruk itu mengubah segalanya. Melihatmu dalam bahaya, bahkan dalam mimpi sekalipun, membuatku menyadari sesuatu yang sangat menakutkan. Aku benar-benar takut jika kau meninggalkanku, Sayang. Aku takut kehilangan satu-satunya cahaya yang mulai menerangi kegelapan di kepalaku."

Melihat keseriusan yang membara di mata Logan, tembok pertahanan Vivian akhirnya runtuh sepenuhnya. Ia melihat kejujuran yang murni, sebuah tekad yang melampaui usia kronologis pria itu. Vivian mengangguk pelan, sebuah tanda menyerah pada takdir yang mulai mereka rajut bersama.

Melihat anggukan itu, darah di tubuh Logan seolah mendidih. Sebagai laki-laki yang masih memiliki semangat menggebu-gebu, Logan tidak lagi mampu menahan gejolak di dadanya. Ia memajukan wajahnya, menjembatani jarak yang tersisa, dan mencium Vivian untuk kedua kalinya.

Ciuman ini berbeda dari yang pertama. Jika yang pertama adalah sebuah klaim kekuasaan, maka ciuman kali ini adalah sebuah janji. Logan menciumnya dengan seluruh jiwa yang ia miliki, seolah ia ingin melupakan segalanya lewat sentuhan itu. Ia ingin melupakan pengkhianatan Elena yang membusuk di ingatannya, ia ingin melupakan rasa sakit yang selama ini menjadikannya pria Playboy, dan ia ingin memulai lembaran baru bersama Vivian.

Vivian tersentak, sedikit terkejut dengan arah ciuman Logan yang menurutnya mulai terasa menuntut. Ia bisa merasakan lidah Logan yang lincah dan hangat, menelusuri setiap sudut bibirnya dengan penuh hasrat. Saat ia membuka mata sedikit, ia melihat mata Logan yang sayu dan dalam—tatapan yang penuh dengan kerinduan dan gairah yang memuncak.

Logan, setelah sekian lama tidak merasakan gairah yang meledak seperti ini, hanya mengikuti nalurinya. Selama dua tahun ia mematikan rasa, menahan diri untuk tidak menyentuh wanita mana pun karena trauma. Namun dengan Vivian, semua pertahanan itu seolah menguap menjadi uap air.

"Aku menginginkanmu, Vivian..." bisik Logan di sela-sela ciuman mereka. Suaranya serak, penuh dengan beban keinginan yang sudah lama terpendam.

Vivian menegang. Perasaan ini... gairah yang begitu liar dan murni ini, tidak pernah ia dapatkan dari George atau mantan-mantan kekasihnya sebelumnya. George ataupun mantan-mantannya yang lain terlalu takut pada otoritasnya. Tapi Logan? Logan memperlakukannya seperti seorang wanita yang diinginkan dengan sangat lapar.

Vivian merasakan kecupan-kecupan kecil yang diberikan Logan mulai turun ke rahangnya, lalu ke leher jenjangnya. Napas Logan yang panas memburu di kulitnya, mengirimkan gelombang getaran yang membuat lutut Vivian lemas. Tanpa ia sadari, tangan Logan yang terampil telah membuka kancing kemeja yang dikenakannya.

Dengan gerakan yang sangat halus namun pasti, Logan melepas kemeja Vivian, membiarkannya jatuh ke lantai apartemen yang dingin. Kini, Vivian hanya menyisakan bra sutra berwarna hitam yang membungkus keindahannya. Cahaya remang dari luar jendela membuat kulit Vivian tampak seperti porselen yang bersinar.

Logan terpaku sejenak melihat pemandangan di depannya. Gairahnya mencapai titik didih. Tangannya mulai merayap turun, membelai pinggang Vivian yang ramping, dan saat jemari Logan mulai bergerak turun lebih jauh, hendak menyentuh bagian sensitif di bawah sana, sebuah lonceng peringatan berbunyi keras di dalam kepala Vivian.

Realitas menghantamnya seperti air es.

"Stop!! Stop! Logan, jangan!" teriak Vivian sambil memegang tangan Logan yang sudah berada di ambang batas.

Logan tersentak, napasnya masih terengah-engah. Ia menatap Vivian dengan bingung, matanya masih berkabut oleh gairah. "Vivian? Ada apa? Apa aku menyakitimu?"

Vivian mencoba mengatur napasnya yang kacau. Ia memalingkan wajah, mencari alasan tercepat untuk menghentikan situasi yang hampir tidak terkendali ini. Ia belum siap. Jiwanya mungkin sudah menerima Logan, tapi ia butuh waktu untuk menyerahkan tubuhnya sepenuhnya.

"Kita... kita bisa melakukannya besok, Logan. Maksudku, tidak sekarang," ucap Vivian dengan suara yang masih bergetar. Ia menelan ludah sebelum melontarkan sebuah kebohongan kecil. "Aku... aku sedang menstruasi. Maafkan aku."

Mendengar itu, Logan seolah disiram air dingin. Kesadarannya kembali seketika. Ia menarik tangannya dengan cepat, wajahnya menunjukkan rasa bersalah yang sangat dalam. Ia melihat Vivian yang tampak gemetar dan segera menyadari bahwa ia telah bertindak terlalu jauh.

"Maafkan aku, Sayang," ucap Logan tulus. Ia menunduk, tidak berani menatap mata Vivian. "Aku... aku benar-benar minta maaf. Aku tidak bisa menahan diri tadi. Aku terlalu terbawa suasana."

Logan segera meraih kemeja Vivian yang tergeletak di lantai. Dengan tangan yang masih sedikit gemetar karena sisa adrenalin, ia memakaikan kembali kemeja itu ke tubuh Vivian. Ia bahkan mengancingkannya satu per satu dengan sangat hati-hati, seolah-olah Vivian adalah benda paling rapuh di dunia yang takut ia rusak.

"Maafkan aku, Vivian," ulang Logan lagi setelah kemeja itu terpasang rapi. "Aku tidak ingin kau merasa aku hanya menginginkan tubuhmu. Aku menghargaimu lebih dari itu."

Vivian menatap Logan, melihat ketulusan di mata pria itu. Ia merasa sedikit bersalah karena telah berbohong, namun ia tahu ini adalah yang terbaik untuk saat ini. Ia memegang tangan Logan yang sedang mengancingkan bagian kerahnya.

"Terima kasih, Logan. Terima kasih karena sudah berhenti," bisik Vivian.

Malam itu, di apartemen yang kembali sunyi, mereka berdua duduk berdampingan di sofa. Tidak ada lagi gairah yang meledak-ledak, yang ada hanyalah dua orang yang sedang mencoba memahami satu sama lain lebih dalam.

Logan menyandarkan kepala Vivian di bahunya, sementara Vivian memejamkan mata, merasakan detak jantung Logan yang mulai stabil. Mereka tahu, perjalanan ini masih panjang, namun setidaknya malam ini, mereka telah melewati satu ujian besar dalam hubungan mereka yang rumit.

1
ren_iren
pokoknya dar der dorrr🤭😂
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Aduh, Daddy udh tau ini 🙈🙈🙈
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Efek msh darah muda juga itu ya, De 🤦🤦🤦
total 4 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Biar cinta segi4 mreka mnemukan jalan keluar terbaik wlau hrs mlewati neraka 🙈🙈🙈
Ros 🍂: ngakak ya tuhan 🤣🤣
total 5 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Dad, Mom, itu Kedua Putra Putri kalian udh mlakuan ksalahn & mnyebabkn Flo hancur 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Ok, Ade ❤️🤗😘
total 9 replies
Nasya Sifa Aura
sdh lu tebak apa elowen tau y klau itu bkn kk kandung ny
Ros 🍂: ayo main tebak-tebakan kak😭🤣🤣🙏
total 1 replies
Ros 🍂
Nah Benar.🥰🤣
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Tnyata oh tnyata, Elowen ...
Ros 🍂: Huhuhu terharu 🥹😭🤣
total 5 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Jd inget Kartun, Flo & Al sperti Tom & Jerry 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Bener, Ade 🤣🤣🤣
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Moveee, Felix, klo gk mau, cwe yg kau cintai direbut Ade mu 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Blummm... msh otw jd kekasih 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Hi hi 🤣🤣🤣
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Wkwkwkw siapa yg pernah ke neraka 🤭🤭🤭
ren_iren
nah loh bau bau huru hara akan terjadi.... 🤭
Ros 🍂: Wkwkw siapkan diri kak 🤣🙏🥰
total 1 replies
Dev..
Vivian keterlaluan banget, dia dominan di hubungkan pernikahan, padahal harusnya ada proses diskusi utk ambil keputusan..😌
Ros 🍂: Nah benar kak🥰
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Logan gk mau Putra ny mngalami hal yg sama sperti diri ny dulu 👍👍👍
Ros 🍂: Benar kak🥰
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Aduh, Logan, ini Putra mu, bikin 'mual' 🤣🤣🤣
Ros 🍂: besar dimulut kak😭🥰
total 3 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Auuu auuu suka hewan purba ternyata 🤭🤭🤭
Ros 🍂: cap Dino nggak tuh 🫶🤣
total 1 replies
Nasya Sifa Aura
thor aku blm, ngantuk msh di tggu up selanjut ny
Ros 🍂: kak🫶🥰
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Jd kacian liat nasib Flo 😔😔😔
Ros 🍂: huhu 🥹
total 1 replies
Nasya Sifa Aura
thor buat donk cerita ank2 ny logan and vivian
Ros 🍂: udah ya kak 🤭🫶
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
hi hi kadal, aduh hewan imut itu 🤣🤭🤦
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Asyiiiaaappp, Ade 🤣🤭👍
total 8 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!