NovelToon NovelToon
Istri Kecil Kesayangan Presdir

Istri Kecil Kesayangan Presdir

Status: tamat
Genre:CEO / Beda Usia / Konflik etika / Tamat
Popularitas:225.7k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Aaron Bernard merupakan presiden direktur dari perusahaan raksasa, dia pria yang berkuasa, dingin, dan penuh misteri.

Malam-malam, saat sedang dalam perjalanan pulang dari perusahaannya, di tengah jalan dia menemukan seorang gadis yang tergeletak di tengah jalan.

Aaron yang pensaran meminta asistennya untuk mengecek kondisi perempuan tersebut, dia takut hanya sebuah jebakan untuk membunuhnya.

Namun, ternyata salah, gadis itu benar-benar pingsan tak sadarkan diri dengan kondisi yang memprihatinkan.

Aaron meminta asistennya untuk memasukkan kedalam mobilnya, dan membawanya ke rumah.
Dia merawat gadis itu hingga sembuh sampai akhirnya menikahinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26

"Maksudnya kamu anaknya Danar Atmaja?" tanya Aaron memastikan pendengarannya tidak salah. Selama ini yang dia ketahui, Danar Atmaja hanya memiliki dua orang anak. Leticia dan adiknya Galih. Selain mereka berdua tidak ada lagi, karena Danar hanya tercatat satu kali menikah secara resmi.

"Anak yang tidak diinginkan," jawab Ayla dengan senyum getir yang bahkan tak sampai ke matanya.

Aaron menautkan alisnya hampir menyatu. Rahangnya mengeras. Ia berusaha mencerna ucapan Ayla, tetapi justru semakin bingung.

"Maksud kamu apa? Kalau bicara jangan setengah-setengah kenapa sih. Aku tidak mengerti dengan maksudmu," tanya Aaron dengan nada kesal, bukan sepenuhnya marah, lebih pada frustrasi karena merasa tidak diberi gambaran yang utuh.

Ayla menghela napas panjang. Suara sendok dan garpu yang ia letakkan di atas piring terdengar pelan, namun cukup jelas di tengah keheningan ruang makan itu. Ia lalu bersandar pada sandaran kursi, menatap kosong ke arah dinding seberang, seolah kisah yang hendak ia ceritakan terpampang jelas di sana.

"Mendiang ibuku adalah istri pertama Danar Atmaja. Mereka menikah secara siri, tidak tercatat secara hukum, hanya sah secara agama," terang Ayla perlahan.

Aaron mengangguk pelan. Selama ini yang ia tahu, istri Danar adalah Silvia, wanita elegan yang selalu tampil sempurna di berbagai acara sosial dan bisnis. Ia tak pernah mendengar kabar tentang pernikahan lain sebelumnya.

"Lalu kenapa dia tidak mengakuimu? Bukankah kamu putrinya, darah dagingnya?" tanya Aaron lagi, kali ini nadanya lebih rendah.

Ayla tersenyum lagi. Senyum yang lebih mirip luka lama yang kembali terbuka.

"Karena aku anak haram. Ibuku... wanita pekerja malam yang tidak sengaja hamil benih Danar Atmaja. Itu kenapa mereka menganggap aku dan mendiang ibuku adalah aib."

Kata-kata itu keluar tanpa getaran, tanpa air mata. Justru itulah yang membuat dada Aaron terasa sesak. Seolah Ayla sudah terlalu lama berdamai dengan kenyataan pahit itu hingga tidak lagi memiliki tenaga untuk menangisinya.

Aaron mengepalkan tangannya di bawah meja.

"Aib?" ulangnya lirih, seolah tak percaya. "Yang seharusnya malu itu dia, bukan kamu."

Ayla menoleh pelan. Tatapannya kosong, tetapi ada sesuatu yang dalam di sana, luka yang belum benar-benar sembuh.

"Ibuku dulu bertemu Danar saat dia masih merintis karier. Danar jatuh cinta pada kecantikan ibuku, atau mungkin hanya pada sensasinya," ucap Ayla pelan. "Dia berjanji akan menikahinya secara resmi suatu hari nanti. Tapi ketika tahu ibuku hamil, keluarga besarnya menolak mentah-mentah."

Aaron bisa membayangkan bagaimana kerasnya dunia keluarga terpandang seperti itu. Reputasi, nama baik, citra, semuanya lebih penting dari perasaan.

"Mereka memaksa Danar memilih. Karier dan nama keluarga, atau ibuku yang dianggap noda," lanjut Ayla. "Dan Danar memilih masa depannya."

Hening kembali menguasai ruangan.

"Setelah itu?" tanya Aaron pelan.

“Setelah itu?” tanya Aaron pelan. Kali ini suaranya tidak lagi dipenuhi emosi yang meledak-ledak, melainkan kehati-hatian. Seolah ia takut jawaban yang akan keluar justru lebih menyakitkan dari yang sebelumnya.

Ayla terdiam beberapa saat. Tatapannya jatuh ke meja makan, jemarinya saling menggenggam erat hingga buku-buku jarinya memutih.

“Setelah pernikahan itu terjadi, ibuku dikurung di paviliun… yang lebih mirip gudang, sampai dia melahirkanku,” ucapnya perlahan.

Aaron langsung mengangkat wajahnya, tak percaya.

“Dikurung?” ulangnya.

Ayla mengangguk kecil.

“Kami tidak diperbolehkan menginjakkan kaki di mansion keluarga Atmaja. Tidak pernah. Kecuali kalau mereka yang menyuruh. Itupun biasanya hanya untuk membersihkan mansion. Atau membantu para maid di dapur.”

Nama keluarga itu terasa begitu berat. Danar Atmaja yang dikenal sebagai pengusaha terpandang, dihormati di berbagai acara sosial, disebut-sebut sebagai sosok visioner dan dermawan. Tapi di balik dinding tinggi mansionnya, ada kisah yang sama sekali berbeda.

Aaron mengepalkan rahangnya.

“Jadi… ibumu yang seharusnya istri pertama, malah diperlakukan seperti pembantu?” tanyanya, nada suaranya mulai bergetar menahan marah.

Ayla tersenyum pahit.

“Pembantu saja mungkin masih lebih dihargai.”

Hening sejenak.

Aaron mencoba membayangkan seorang perempuan hamil, tinggal di paviliun sempit yang lebih pantas disebut gudang, jauh dari kelayakan. Tanpa kasih sayang. Tanpa pengakuan.

“Kenapa kamu dan mendiang ibumu tidak kabur?” tanya Aaron, kali ini dengan nada bingung bercampur frustrasi. “Kenapa memilih bertahan dalam penderitaan itu?”

Ayla mengangkat wajahnya perlahan. Matanya sudah mulai memerah.

“Karena kami tidak bisa, Aaron,” jawabnya lirih. “Paviliun kami selalu diawasi anak buah Danar. Ada dua orang penjaga yang bergantian. Gerbang dikunci. Kami tidak di perbolehkan bertemu orang lain"

Aaron terdiam.

“Kami juga sering disiksa,” lanjut Ayla, suaranya mulai bergetar. “Kadang hanya karena ibuku dianggap tidak tahu diri. Kadang karena mereka takut ibuku akan menuntut pengakuan.”

“Disiksa bagaimana?” tanya Aaron pelan, seolah ia sendiri takut mendengar jawabannya.

Ayla menelan ludah.

“Dipukul. Ditendang. Dikurung tanpa makan. Pernah satu kali ibuku dipaksa berdiri semalaman karena dituduh mencoba mengirim surat ke luar. Kakinya bengkak. Beberapa hari dia tidak bisa berjalan.”

Aaron menunduk, tangannya mengepal begitu kuat hingga urat-urat di lengannya menonjol.

“Dan kamu?” tanyanya pelan.

“Aku masih kecil waktu itu. Tapi aku ingat semuanya. Aku ingat suara tangis ibuku. Aku ingat bagaimana dia memelukku sambil berusaha tersenyum, padahal wajahnya lebam.”

Suasana ruangan berubah menjadi begitu berat.

Aaron bangkit dari kursinya, berjalan beberapa langkah menjauh seolah butuh ruang untuk bernapas.

“Ibumu meninggal karena apa?” tanyanya semakin dalam, suaranya kini serak.

Ayla terdiam cukup lama. Air matanya akhirnya jatuh satu per satu tanpa bisa ia tahan lagi.

“Tekanan mental,” jawabnya pelan. “Bertahun-tahun diperlakukan seperti itu… membuatnya hancur dari dalam.”

Ia menarik napas, tapi napasnya terasa berat.

“Kadang… Danar menyuruh penjaga untuk menyetubuhi ibuku.”

Kalimat itu jatuh seperti petir.

Membuat Aaron membeku.

“Apa?” suaranya nyaris berbisik, tapi penuh ketidakpercayaan.

Ayla mengangguk pelan, tubuhnya gemetar.

“Kalau ibuku dianggap melawan. Atau kalau dia menolak perintah untuk membersihkan mansion. Itu cara mereka menghukumnya. Mereka bilang, perempuan seperti ibuku memang pantas diperlakukan begitu.”

Air mata Ayla kini mengalir tanpa henti.

“Aku sering menutup telingaku, tapi tetap saja aku mendengar semuanya. Aku masih kecil, Aaron. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku hanya bisa memeluk lututku di sudut paviliun dan berharap semuanya cepat selesai.”

Aaron merasakan darahnya mendidih. Seluruh tubuhnya menegang.

“Kenapa tidak ada yang menolong?” tanyanya, lebih pada dirinya sendiri.

“Siapa yang berani melawan keluarga Atmaja?Uang mereka bisa membungkam siapa saja.” jawab Ayla lirih.

"Pernah ada salah satu pekerja di sana yang berusaha menolong kami, tapi berakhir meninggal. Danar menyuruh anaknya buahnya untuk membunuh orang itu" lanjutnya.

Nama Danar Atmaja kini terdengar seperti kutukan.

“Ibuku akhirnya sakit-sakitan. Dia sering pingsan. Tapi tidak pernah dibawa ke rumah sakit besar. Hanya diberi obat seadanya. Katanya, tidak pantas membuang uang untuk perempuan seperti dia.”

Suaranya pecah di akhir kalimat.

“Suatu malam, dia hanya memelukku dan berkata, ‘Maafkan ibu tidak bisa memberimu hidup yang layak.’ Besok paginya… dia tidak bangun lagi.”

Aaron menutup matanya sesaat. Ada rasa sesak yang menekan dadanya begitu kuat. Dia baru tahu keluarga Atmaja sekejam ini, sampai menyiksa darah dagingnya sendiri.

1
Ipunk Hantu
mantap jiwa Thor di tgu kelanjutan Thor
Ipunk Hantu
lanjut dong KK Thor
🇹🇼 Mimi Sanah 🇮🇩
tangkap masukkan kemarkas , hayalan ku begitu😄
🇹🇼 Mimi Sanah 🇮🇩
jgn kecewakan kita ya Thor 🥺🙏
🇹🇼 Mimi Sanah 🇮🇩
ya Allah alya😭
🇹🇼 Mimi Sanah 🇮🇩
adduh bahaya , semoga Aaron cepat menyadari orang tersebut, Thor jantungku kebat kebit thoooorrr😭
🇹🇼 Mimi Sanah 🇮🇩
semoga dirumah sakit aman
🇹🇼 Mimi Sanah 🇮🇩
😭😭😭😭😭
Desi Arriani
menarik untuk di baca
Linda Muslimah
wkwk 🤣🤣🤣
Zainuri Zaira
nanti mau tulis lgi kasih nama tokohx calya. avanza. xenia jga bagus dn agya😄
Zainuri Zaira
ap mau susah2 cari ginjal ambil lgi lh ginjal ayla yg ad ditubuh leticia. ayla nama mobil dahatshu 😃😄
Zainuri Zaira
danar gila tega sma ank kandung sendiri
Nazia wafa abqura
bagus thor
Erna sujana Erna sujana
sangat bgus..di tnggu kelanjutan nya thor
Erna sujana Erna sujana
Aron memang keren..😄
Erna sujana Erna sujana
Alya TDK aman..Aron segera lh ambil tindakan..👍👍
Erna sujana Erna sujana
lanjut..seru CRT nya
Asyatun 1
lanjut
Yuni
/Ok/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!