Ragas Pratama, Siswa Nakal dan sering bikin kegaduhan di sekolah, tiba-tiba bertemu dengan Jasmine yang membuatnya terpana dan hatinya terus bergetar saat melihatnya, tetapi Gadis Cantik dan lembut itu, Dia anak seorang Jendral.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My. dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26.
"Kamu gapapa? " tanya Ragas dengan garing.
Saat ini senyuman penuh ejekan terbit di wajah Jasmine. "Seperti itu seleramu? " tanya Jasmine tatapan angkuhnya. "Gatal.. !!! " ucapnya lagi penuh penekanan dan ejekan.
"Ya, Gue suka yang gatal, " jawab Ragas tiba-tiba dengan penuh amarah lalu keluar kelas.
"shit... " gumam Jasmine dengan wajah kesalnya. Kali ini Jasmine mengikuti Ragas dari belakang, dia terus menyesuaikan langkah Ragas yang begitu cepat. Saat Ragas sampai di rooftop gedung sekolahnya, dia langsung menyalaka satu batang rokok dengan pandangan lepas. "Bukannya seorang pelajar di larang ngerokok? " tanya Jasmine tiba-tiba, yang membuat Ragas tersenyum smirk.
"Kenapa ngikutin, kangen? " tanya Ragas dengan nada mengejek.
"Mau Lu apa sih? " tanya Jasmine secara langsung, sambil bersedekap dada.
"Kita putus aja, " ucap Ragas dengan santai, sambil mengepulkan asap rokoknya ke udara.
Jasmine langsung terkekeh di hadapan Ragas, "Kenapa? " karena aku nggak bisa puasin otak mesumu itu? " tanya Jasmine sambil menarik baju Ragas.
"Nggak usah kepedean, banyak kok cewek yang mau puasin gue, tanpa gue pacar'in, " jawab Ragas dengan santai, sambil tersenyum menggoda di depan Jasmine.
"Lu itu emang sebajingan itu ya ternyata, dan begonya gue percaya Lu jatuh cinta sama gue, jantung berdebar lah, tai lah... " ungkap Jasmine dengan kecewa.
"Semua laki-laki emang seperti itu Jasmine, " ucap Ragas sambil berpaling dari pandangan Jasmine.
"No, nggak semua laki-laki brengsek seperti Lo... Contohnya bokap gue, " pernyataan Jasmine dengan emosi yang membuat Ragas terkekeh.
"Bokap Lo, " copy bagas sambil terkekeh di hadapan Jasmine. "Bagaimana kalau kita taruhan, jika bokap lu bukan pemain wanita, gue akan jadi budak Lu selamanya, tapi jika Bokap Lu main wanita di belakang Lu, Lu jadi budak gue selamanya, gimana? " ucap Ragas dengan santai.
"Oke, Deal.... " jawab Jasmine dengan yakin. "Lu nggak usah bangga dulu, karena selama ini gue yakin almarhum Mama satu satunya di hati Papa, " imbuhnya lagi dengan yakin.
"Jangan lupa, jam 19.00 pergi ke rumah gue, karena gue bakalan makan malam sama Om Om mesum kesayangan Lu itu, " ucap Ragas sambil menggoda Jasmine lalu merangkul pundak Jasmine untuk membawanya turun dari rooftop sekolah.
"Lepasin, gue jijik Lu sentuh, " tolak Jasmine sambil menepis tubuh Ragas.
"Makanya, kalau gue sentuh harusnya Lu rileks, jadi bisa kecanduan, bukannya malah nangis, " sindir Ragas dengan pelan. "Lagian Lu nggak usah munafik deh jadi cewek, Gue denger kok kasus Lu sebelumnya dari sekolah Lu yang lama, " ucap Ragas lagi, yang membuat Jasmine tiba-tiba ngefrezz. "Kenapa, kaget? " tanya Ragas penuh penekanan. "Itu hanya rahasia sepele sayang, bahkan aku tau yang jauh lebih kelam, untuk sebuah jabatan bokap Lu rela menghalalkan segala cara, mungkin demi kasih makan, anaknya yang cantik jelita ini, " ucap Ragas dengan santai sambil mencium sekilas pipi Jasmine.
Bruaakkkk....!!! dorongan Jasmine yang membuat Ragas ketatap pegangan tangga.
"Jaga mulut bejat Lu itu Ragas, Bokap gue nggak mungkin seperti apa yang Lu omongin, " sentak Jasmine dengan wajah murkanya. "Lu ada masalah apa sih sebenernya, semenjak pulang dari rumah Gue Lu aneh, Lu berubah, " teriak Jasmine yang semakin menjadi. Dan Ragas dengan cepat membungkam mulut Jasmine.
"Nggak usah teriak teriak sayang, nanti kita ketahuan, " ucap Ragas dengan pelan dan Jasmine langsung menepisnya. "Kita pisah dari sini, Bye Jasmine, I Love You, " ucap Ragas dengan senyuman menggoda.
"GiLa....!!! " sarkas Jasmine dengan mata malasnya.
...****************...
...𝗪𝗔𝗝𝗜𝗕....!!! 𝗞𝗢𝗠𝗘𝗡, 𝗟𝗜𝗞𝗘 𝗗𝗔𝗡 𝗩𝗢𝗧𝗘...!!! ...