Seina, adalah seorang gadis kampung yang hidupnya penuh dengan kesederhanaan, dia dari keluarga baik-baik, dia juga mendapatkan pendidikan yang baik dari keluarganya, namun dia harus kehilangan anggota keluarganya karena sebuah bencana.
Seina pun satu-satunya yang selamat dan dibawa ke tempat pengungsian oleh para relawan, gadis itu cukup terpuruk dengan nasibnya, namun dia tetap harus menjalani hidupnya.
Karena yang bernasib sama dengannya itu juga cukup banyak.
Hal itu membuatnya bangkit dan merangkul anak-anak yang bernasib sama dengannya.
Suatu hari dia bertemu dengan seorang wanita cantik jelita, dari atas kepala sampai bawah kakinya, terlihat bernilai mahal, bahkan kibasan rambutnya pun berbau dollar.
"Jadi kamu ya Seina?" tanya wanita itu dengan angkuh.
"Ya, ada apa Nyonya?" tanya balik Seina.
Wanita itu segera membuka koper besar, dan di sana terlihat sangat banyak tumpukkan uang.
"Aku sewa rahimmu!" Tegas wanita itu.
Yuk kepoin baca lanjutannya 👉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie Alfredo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26. Nanggung.
" Jadi apa kau mau melakukannya denganku?" tanya Matthew.
" Mau." jawab Seina.
" Kau yakin Seina?, aku bertanya sekali lagi." Ujar Matthew.
" Mau, saya mau menghabiskan malam dengan anda, tapi tolong pelan-pelan, karena ini pengalaman pertama saya, tapi saya takut bagaimana dengan anak kita?" ujar Seina bingung.
" Kau yakin tidak mau aku tanggung jawab?" ujar Matthew bingung dengan keputusan Seina, dia mau tapi tidak mau menjadi istri kedua.
" Saya juga bingung Tuan, saya juga ingin membalas dendam dengan Nyonya Gladys karena semena-mena dengan saya." ujar Seina.
" Kau ini aneh Seina, orang lain bahkan mengantri menjadi istri kedua, ketiga, keempat, mereka melakukan segala cara agar bisa menghabiskan malam dan menjadi bagian Howard, lah kamu malah." Matthew benar - benar tak habis pikir dengan gadis itu.
" Saya terkadang ingin menjadi Nyonya Gladys yang dicintai Tuan secara ugal-ugalan, tapi saya sadar diri, saya ini kan hanya rahim pengganti untuk kalian, saya juga sudah menahan diri saya untuk tidak tergoda pada anda, padahal Martin terus menanyakan apa saya sungguh tidak akan pernah jatuh hati pada anda, saya selalu mengatakan tidak akan, tapi rupanya hati saya sangat lemah dengan perhatian yang tidak seberapa dari anda ini." Seina merasa malu.
Rupanya dia sangat munafik dan tidak tahu diri.
" Tapi jika mengingat Nyonya memperlakukan saya dengan kejam, dan melihat Nyonya menyia-nyiakan suami yang seharusnya dia tahu bahwa suaminya adalah suami idaman untuk wanita lain, kenapa dia tidak menjaganya dengan baik." Ujar Seina.
" Tapi Tuan, saya sama saja yang dengan pelakor, padahal saya terus mengatakan dengan lantang saya bukan pelakor." Seina menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
" Aku tidak akan melakukannya Seina, maafkan aku." Matthew jadi merasa bersalah, seharusnya dia tidak menyeret Seina jauh lebih dalam masuk ke dalam pusaran rumah tangganya.
Dia sudah menggunakan Seina untuk mengandung anaknya, dia masih mau mengambil tubuh Seina di saat hati dan pikirannya tidak terkendali.
Matthew memeluk Seina dengan erat, namun hatinya juga tidak rela jika suatu saat nanti Seina harus pergi dari hidupnya.
" Tuan, ... sebaiknya anda mandi dulu, biar tubuh anda dan pikiran anda segar dan jernih." Seina segera mengambilkan handuk bersih di lemarinya.
Matthew segera masuk ke kamar mandi, Seina mengambil baju ganti di dalam mobil Matthew, Seina sampai tahu dan hafal di mana barang bawaan Matthew.
" Seina, kenapa kau mengambilnya." ujar Matthew terkejut.
Itulah yang membuat hati Matthew goyah, hal kecil dan sepele, anak yang berusia belia itu malah bisa melakukannya dengan sangat terampil dan benar-benar mengagumkan.
Sudah 10 tahun Matthew menikah, hal-hal kecil dan mudah itu tidak pernah dia dapatkan dari Gladys.
" Tidak apa-apa Tuan, ayo cepat pakai." Seina memberikan baju itu pada Matthew.
Matthew malah menarik pinggang Seina dan langsung mencium bibir Seina, padahal pikirannya sudah mulai jernih, hanya karena Seina memperhatikannya dengan hal sepele, hatinya langsung tergelitik.
" Seina, tapi aku benar-benar menginginkanmu." Ujar Matthew yang tampak sudah tidak bisa mengendalikan dirinya.
" Ah, Tuan, pelan-pelan..." Seina benar-benar sudah tidak bisa selamat dari Matthew yang sudah bergairah.
Om-om kesepian ini benar-benar seperti binatang buas, aku takut, tapi juga mau.
Dalam hati Seina.
Seina benar-benar dibuat terlena pada setiap sentuhan Om kesepakatan itu.
" Ah, Tuan jangan di sana itu, itu memalukan, jangan di buka Tuan saya malu, perut saya kan buncit." Seina mempertahankan pakaiannya saat akan dia lucuti Matthew.
" Kalau tidak di buka, bagaimana melakukannya Seina?" Matthew berpikir keras.
" Pokoknya saya malu tidak mau di buka." tegas Seina.
" Tapi kan ini menggemaskan, aku belum pernah melakukannya dengan istriku saat hamil." ujar Matthew mengusap perut Seina.
" Jangan sebut dia!" Seina mendorong Matthew.
Tiba-tiba saja mood Seina yang sudah pasrah dan malu-malu itu hilang, karena ucapan Matthew.
" Maaf Seina Sayang, bisa kembalikan moodnya, di sana rasanya sudah mau meledak." Ujar Matthew memohon dengan wajah tak berdayanya.
Astaga, curang sekali dia memasang wajah seperti ini.
Dalam hati Seina.
" Tapi saya takut Tuan." ujar Seina.
" Serahkan padaku." Ujar Matthew.
Matthew mulai menaikkan dress Seina ke atas.
Tok tok tok
" Cina, Cina." Terdengar suara Martin dari luar.
Seina dan Matthew sangat terkejut.
" Tuan bagaimana?" bisik Seina panik.
" Mau bagaimana lagi, dia pasti sudah melihat mobilku di luar, apa dia belum tidur?" ujar Matthew.
" Saya juga tidak tahu." jawab Seina lirih.
Matthew segera menyelimuti Seina dan segera memakai celana panjangnya.
" Tuan." Seina malah takut bagaimana nanti kalau Martin tahu.
Matthew hanya memberi isyarat bahwa dia akan bertanggung jawab.
Matthew segera membuka pintunya.
" Cin, mobil ... Kakak?, kok ..." Martin melihat ke arah Seina yang berselimut penuh dan melihat lagi ke arah kakaknya yang tidak memakai baju hanya celana.
" Ha?, kalian sedang apa?, ka-kalian?" Martin sangat tidak bisa berkata - kata.
Rasanya sungguh sangat menyakitkan karena dikhianati oleh 2 orang yang sangat dia sayangi.
" Kakak, Cina, kalian?" Martin tampak sangat marah tapi dia juga tidak tahu harus bagaimana.
" Martin, dia kan Ibu dari anakku." Tegas Matthew.
" Tapi kakak kan punya istri, kakak berselingkuh dengan Cina?, padahal kakak bukan orang seperti itu, dan Cina kau kan bilang sendiri padaku, kalau kau tahu diri, kau tidak akan melakukan ini, apa selama ini kau berakting padaku?, kau bilang tidak akan jatuh cinta pada kakakku!" teriak Martin meluapkan semua emosinya.
" Tenanglah, aku ya merayu nya." tegas Matthew.
" Apa?, seorang Matthew Howard, merayu?" Martin tidak percaya.
" Kenapa dengan Matthew Howard, jika aku mau memiliki istri kedua memang apa salahnya?, istriku saja bisa bermain dengan pria-pria liar dan juga suami orang, kau tidak boleh menghina Seina!" tegas Matthew juga meluapkan semua amarahnya.
" Apa?, kakak Kudis selingkuh?, itu beneran?, tapi kakak tidak boleh dengan Cina, dia akan menjadi sasaran publik!" ujar Martin.
" Kenapa tidak boleh?, dia bahkan rela melahirkan anak-anakku!" ujar Matthew.
" Tidak Kakak, tolong katakan kau bohong, Cina tolong jujurlah kalian sedang bercanda." Martin benar-benar tidak bisa menerima.
" Matamu apa buta Martin!" Ujar Matthew kesal.
" Gila, kalian gila dan jahat!" Martin langsung berlari keluar.
" Tuan, bagaimana dengan Martin." Seina tampak khawatir.
" Biarkan anak itu memiliki waktu untuk berpikir dan menerimanya." Matthew memakai bajunya dan segera merapikan pakaian Seina.
" Tuan, ..." Seina merasa bersalah pada Martin.
" Iya aku akan mengejarnya dan menjelaskan semuanya agar dia juga tidak membencimu, dia juga harus tahu meskipun ini adalah sebuah kesepakatan, kau itu milikku." Matthew menenangkan Seina.
" Kau tidur dulu Seina, Muach." Matthew segera keluar untuk menyusul Martin.
" Wah sudah ketahuan tapi nanggung sekali, kenapa Martin ini datang di saat yang tidak tepat, kan aku jadi tidak jadi." Gumam Seina.
" Astaga, sepertinya memang aku sudah gila dan jahat, sesuai yang dikatakan Martin." Seina langsung menutup seluruh tubuhnya dengan selimut dan segera memejamkan matanya.
Semua terjadi begitu saja, besok lagi saja dia akan menghadapi semua problem yang datang begitu tiba-tiba, Seina sudah kehabisan tenaga.
semangat seina, semoga author cepat membuat bahagia 🤣