NovelToon NovelToon
Accidentally Wedding

Accidentally Wedding

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Kunay

Berawal disalahpahami hendak mengakhiri hidup, kehidupan Greenindia Simon berubah layaknya Rollercoaster. Malam harinya ia masih menikmati embusan angin di sebuah tebing, menikmati hamparan bintang, siangnya dia tiba-tiba menjadi istri seorang pria asing yang baru dikenalnya.

"Daripada mengakhiri hidupmu, lebih baik kau menjadi istriku."

"Kau gila? Aku hanya sedang liburan, bukan sedang mencari suami."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kunay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Proposal Baru

Greenindia menatap ponsel di tangannya. Nama ‘Chester’ bersinar seperti api biru di layar, memantulkan kecemasan di matanya. Jari-jarinya gemetar, mencengkeram ponsel itu seolah itu adalah satu-satunya jangkar yang tersisa.

​Dia duduk di tepi ranjang king size yang terasa asing, tempat yang seharusnya mewah tetapi terasa dingin. Aroma mahal Rex yang elegan menusuk indra penciumannya, kontras dengan gejolak emosional yang melilit perutnya.

​Cukup, Green. Kau harus mengakhiri semua ini. Kau harus hadapi Kakakmu.

​Dia menarik napas dalam, memejamkan mata, dan menekan tombol panggil.

​Di luar pintu kamar, Rex yang baru saja selesai mandi dan mengenakan bathrobe sutra hitam, berhenti. Ia mendengar suara Greenindia berbicara dengan nada yang sangat akrab dan intim.

​Rex, dengan kakinya yang masih sedikit pincang, berjalan perlahan ke pintu. Ia berhenti tepat di celah sempit pintu yang sengaja ia biarkan terbuka.

​“Halo… Kak?” Suara Greenindia lolos, pelan, nyaris seperti embusan napas.

​Rex tersentak. Kak? Amarahnya yang siap meledak seketika digantikan oleh gelombang kebingungan total. Kakak?

​“Kau gila, Greenindia!” Suara Chester meledak dari seberang, dipenuhi kepanikan dan kejengkelan yang nyata. "Kau di mana sekarang? katakan padaku! Aku akan menjemputmu."

"Aku di mana bukan urusanmu. Yang jelas aku berada di tempat yang mau menerimaku tanpa peduli apakah aku penjahat atau bukan."

"Green!" bentak Chester.

"Apa?" sahut Green.

"Kau bukan penjahat."

"Lalu apa? Pembunuh?"

Chester terdengar menghela napas frustrasi.

“Kau telepon aku dari nomor baru? Kenapa kau matikan teleponmu? Kau tahu seberapa paniknya aku sejak semalam?! Ibu mengirim orang untuk mencarimu!”

Green memejamkan matanya mendengar ucapan sang kakak. Mengumpulkan sisa tenaga yang dimilikinya untuk bertengkar.

​“Aku tahu, itu pasti anak buah Jeremy, bukan Ibu,” Greenindia membalas, suaranya kini lebih dingin dan defensif. “Dengar, aku menelepon hanya karena masalah di media sosial. Kau harus segera mengatasinya.”

Supaya Green bisa membujuk Rex untuk kembali ke apartemennya.

​“Mengatasi apa? Gosip murahan itu? Biar saja mereka bicara! Yang terpenting adalah kau aman. Kau tahu Ibu mengirim utusan untuk membawamu pulang tadi malam, Green? Itu Ibu!” seru Chester, menaikkan volumenya

​“Aku tidak peduli itu siapa. Itu bukan urusanmu, Kak. Aku hanya menelepon karena aku tidak ingin citra 'Aktor Nasional' rusak karena rumor konyol tentang 'pelayan kencan rahasia'-mu.” Greenindia menyentak, menggunakan sarkasme sebagai pertahanan.

Green tahu bahwa ibunya tidak mungkin menyeretnya pulang, kembali ke rumah keluarga Anderson. Yang paling masuk akal adalah Chester yang mengirim orang-orangnya untuk membawanya pergi.

Karena gagal membawa Green, akhirnya Chester menggunakan nama ibunya untuk meluluhkan kekeraskepalaan Green. Masalah mereka memang ada di tangan ibunya. Asalkan wanita yang melahirkan mereka itu mau menurunkan egonya dan juga menerima kenyataan. Semuanya akan baik-baik saja.

​Chester mendengus frustrasi. “Kau tidak bisa terus lari dan bersembunyi seperti ini! Kau meninggalkan kami, menolak semua yang kami tawarkan, dan kau sekarang malah memilih menjadi staf layanan?”

​“Lari? Aku tidak lari! Aku hidup, Kak. Aku bekerja untuk diriku sendiri. Bukan di bawah bayang-bayang uangnya Ibu,” balas Greenindia, suaranya terdengar lelah. “Aku menelepon untuk bilang: atasi kekacauan media ini. Aku tidak ingin ada lagi yang menggangguku. Dan tolong, jangan kirim utusan bodohmu lagi.”

​Chester terdiam, lalu berkata dengan nada yang dipenuhi kepedihan. “Kau tahu Ibu marah besar setelah melihatmu di pesta! Dia berpikir kau mempermalukannya! Kau harus kembali, Green. Demi Ayah.”

​“Dia selalu berpikir aku mempermalukannya, Chester. Sejak—sejak dia menuduhku sebagai pembunuh Ayah.” Suara Greenindia tercekat, dipenuhi kepedihan dan amarah yang menusuk.

​Rex di luar pintu menarik napas tajam. Seluruh tubuhnya menegang. Ini dia. Inti dari semua rahasia dan trauma Greenindia.

​“Green… itu tidak benar. Kau tahu itu tidak benar. Kami semua tahu itu adalah kecelakaan,” bujuk Chester, suaranya melembut, mencoba menenangkan. “Ibu… Ibu hanya tidak bisa menerima kenyataan Ayah meninggal saat kau bersamanya.”

​“Tidak bisa menerima atau memang dia percaya tuduhannya, Chester? Kau tidak mengerti. Kalian berdua tidak mengerti!” Greenindia berteriak, air mata mulai membasahi pipinya. “Kalian hanya melihat dari jauh! Kalian membiarkanku hidup dengan tuduhan itu selama tiga tahun!”

​Rex mendengar isakan Greenindia yang tajam. Ia menyadari ia telah keliru besar. Greenindia adalah korban yang terluka parah, diasingkan oleh tuduhan kejam dari keluarganya sendiri.

​“Dengar, Ibu akan mengadakan jamuan makan lagi minggu depan. Kau harus datang, Green. Demi Ayah,” bujuk Chester, mencoba menggunakan kesempatan ini.

​Greenindia tertawa getir, seperti pecahan kaca. “Demi Ayah? Atau demi Ibu yang ingin memamerkan cucu Anderson yang hilang sudah kembali? Aku tidak akan pernah kembali ke rumah itu, Chester. Berhenti mencoba.”

​Greenindia segera memutus panggilan. Ponselnya jatuh ke ranjang. Dia menjatuhkan dirinya di kasur, memeluk bantal erat-erat, air mata mengalir deras.

​Di luar pintu, Rex terdiam. Ia mengurai fakta: Greenindia adalah adik bungsu Chester Anderson. Nyonya Anderson yang kejam menuduhnya membunuh Ayah mereka. Dan keluarga itu kini memburunya.

​Rasa bersalah Rex menghilang, digantikan oleh insting protektif. Greenindia bukanlah wanita yang ia nikahi karena paksaan; ia adalah tahanan yang perlu diselamatkan dari keluarganya sendiri.

​Ia akhirnya menghela napas panjang, memutar tumitnya yang sakit, dan berjalan menjauh dari pintu kamar. Rex memutuskan untuk tidak mengonfrontasi Greenindia.

​Aku tidak akan membiarkan wanita ini kembali ke neraka itu, pikir Rex. Ia meraih ponselnya, berjalan menuju ruang kerjanya yang luas.

​"Antonio," perintahnya dengan suara rendah, dingin, dan tanpa kompromi. "Batalkan semua rapatku. Jadwal ulang semuanya. Aku ingin informasi lengkap tentang kematian Tuan Anderson tiga tahun lalu. Detail lengkap. Kematian di tebing itu. Aku tidak peduli dengan proposal kerja sama. Aku akan ajukan proposal yang baru: Proposal Perlindungan.”

“Baik, Tuan. Lalu...” Antonio ragu.

“Katakan!”

“Bagaimana Anda akan menghadapi Tuan Chester?” Kekhawatiran terdengar jelas dalam suaranya. “Cepat atau lambat dia akan tahu di mana adiknya.”  

Meski Rex memiliki semua sumber daya untuk menyembunyikan Green tapi Chester juga jauh lebih mampu.

“Aku akan membuatnya sedikit sibuk.” Rex menyeringai penuh rencana. “Kau hanya perlu mengipasi skandal palsu yang beredar. Kau ingat wanita yang mempermalukan istriku di pestanya?”

“Ya, saya ingat.”

“Gunakan dia untuk skandal baru.”

Setidaknya hal itu bahkan akan melibatkan seluruh keluarga mereka.

“Baik.”

 

1
Fera Susanti
kasihan banget..up lagi dong..
hasatsk
ada ya, seorang ibu kandung seperti itu kepada anaknya😭
Fera Susanti
othor..up lagi
momski
keren thor....makasih udah crazy up 🙏😍
Fera Susanti
kpn green ketemu ibunya??..
Fera Susanti
iya Thor..crazy up nya d tunggu
momski
crazy up thor jgn digantung pas lg seru 😄
Kunay: siap. ditunggu. direview satu-satu
total 1 replies
Fera Susanti
oke othor aku tunggu mereka saling jatuh cinta 🤭..
semangat up
momski
gpp thor tp syukur2 crazy up 😍
hasatsk
perjalanan Rex untuk mendapatkan greenidia tidak mudah,harus menembus benteng pertahanan Chester....
Fera Susanti
aku juga memantau mu thor🤭😬
hasatsk
tantangan Rex meluluhkan hati Chester untuk bisa menemukan greenidia...
Fera Susanti
makin seru..
Fera Susanti
serruuuu... lanjut
momski
keren.... 👏👏👏👏
Fera Susanti
Aya dong Chester,.cepat ikut mencari green..dia lagi terpuruk..jgn sampe Rex yg menemukan green lebih dulu..mau nya keluarga nya yg lebih dulu menemukan green
Fera Susanti
apa maksud dari mewujudkan permainan dengan tuan Anderson untuk terakhir kali nya??...
Kunay: tipo kk. maksudnya, permintaan. sudah diperbaiki tapi masih review. terima kasih sudah diingatkan🤭😍
total 1 replies
Fera Susanti
dih nenek2 nech cari masalah
momski
go... go.... go..... up thor
hasatsk
Lauren,bisa memanfaatkan neneknya Rex untuk menghancurkan pernikahan Rex dan greenidia..nenek Lauren menginginkan cucunya menikah dengan orang yang statusnya setara 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!