NovelToon NovelToon
Sprezzatura

Sprezzatura

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Cellestinee

Kyla pikir Roma akan menjadi lembaran baru dalam hidupnya. Tapi itu semua berubah ketika dia terbangun dengan keadaan telanjang tanpa sehelai benangpun di ranjang milik Tuan Muda pewaris tahta keluarga Baird.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cellestinee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

The War

"Kyla" Sadeva menginterupsi, membuat aku dan Kaivan menarik diri "Aku sudah memasak untukmu. Ayo, mumpung masih hangat"

 

Dia berjalan mendekat, "Sebentar, kau menangis?"

 

Aku segera mengusap pipiku, menyembunyikan barang bukti. "Tidak" ucapku berbohong.

 

Deva langsung menatap Kaivan dengan jari telunjuk menunjuk ke wajahnya, "Kau.. apa yang kau lakukan hingga membuat Kyla menangis?"

 

"Jangan asal bicara" tangan Kaivan menepis jari telunjuk Deva.

 

"Awas saja jika aku sampai tahu kau membuat wanitaku menangis lagi"

 

Kai mendesis, "Cih, wanitamu?"

 

"Dia ibu dari anakku!"

 

"Itu anakku"

 

"Siapa bilang. Jelas-jelas itu anakku"

 

"Stop" aku memijat keningku, tidak bisa mendengar lebih lanjut lagi perdebatan mereka, "Jadi kapan aku bisa makan?"

 

"Ah, ayo. Ikut denganku." Deva memegang tanganku dan membawaku ke meja makan. Sementara Kaivan mengekor dibelakang sambil mengomel, tidak suka melihat tanganku ada dalam genggaman Deva.

 

"Bagaimana? Enak kan?" tanya Deva setelah aku menghabiskan satu suap.

 

Aku mengangguk.

 

"Tentu saja. Selain enak makanan ini juga sehat dan bergizi. Akan sangat baik untuk pertumbuhan bayiku"

 

"Bayiku" Kaivan menyahut tidak terima. Sedari tadi dia hanya duduk bersedekap di sebelah kiriku, sementara Deva duduk si sebelah kananku.

 

"Bayiku"

 

"Enak saja, bayiku"

 

Oh, God. Jangan lagi.

 

"Jika kalian tidak bisa diam. Aku berhenti makan" ancamanku berhasil menghentikan pertikaian dua lelaki ini.

 

"Kyla. Suapi aku. Aaaaa" tiba-tiba Deva memecah keheningan dengan membuka mulutnya lebar-lebar.

 

Bukan aku, tapi Kaivan yang beraksi membungkan mulut Deva dengan memasukkan satu tiga butir anggur sekaligus dan membuatnya tersedak.

 

"Jangan mengangguku. Aku sedang mengalami food craving. Bayi di dalam perut Kyla yang ingin ayahnya disuapi. Ah, kau tidak mengalaminya ya? Food craving. Bisanya hanya ibu atau ayah sang bayi yang mengalaminya. Hmm, berarti benar, bayi ini anakku"

 

"Siapa bilang. Aku juga mengalaminya. Stella, tiba-tiba aku ingin makan pasta di Osteria Bottega. Ayo temani aku ke sana"

 

"Cih, seleramu benar-benar tidak sesuai dengan lidah Kyla. Kyla, bagaiman kalau sate ayam? Kau suka sekali kan? Aku bisa memasakkannya untukmu. Anak kita pasti juga menyukainya"

 

Tidak mau kalah, Kaivan menimpali, "Aku akan kirim langsung orang untuk membawakan rendang dari Indonesia. Terakhir kali, bukankah kau ingin sekali makan rendang?"

 

"Huh, memasak sendiri tentu lebih istimewa daripada menyuruh orang. Iya kan, Ky"

 

"Kau pikir aku tidak bisa memasak?"

 

"Coba buktikan"

 

"Baik. Ayo kita bertanding. Masakan siapa yang Kyla pilih."

 

"Siapa takut"

 

Dan sepanjang hari itu hanya dipenuhi dengan pertikaian mereka berdua.

***

 

Kaivan dan Sadeva masih saja berargumentasi hingga larut malam. Mereka sama-sama berebut memanjakanku, sambil membual kelebihan masing-masing. Yang satu sedang memijit bahuku, dan satunya menyuapiku salad buah.

 

"Otot-otot di bahumu tegang sekali. Apa di rumah sebesar ini kau masih saja tidak dilayani dengan baik" sindir Deva.

 

"Dengan lima puluh pembantu saja Kyla masih lelah, apalagi kalau tidak mampu mencarikan  satupun" balas Kaivan.

 

Gerakan tangan Deva berhenti. Kata-kata Kaivan memang sedikit keterlaluan.

 

"Jika kalian masih beradu mulut, aku akan-" suaraku terinterupsi oleh decit pintu yang terbuka. Evellyn melenggang masuk namun langkahnya terhenti ketika melihat wajah baru di rumah ini. "Ah, kalian punya tamu. Maaf mengganggu" hanya itu yang terucap dari bibirnya sebelum membalikkan badan.

 

"Clara.." suara itu keluar dari mulut Deva.

 

Mendengar satu nama disebut, tubuh Evellyn nampak membeku. Dengan ragu-ragu dia menghadapkan tubuhnya ke arah datangnya suara, "Kau kenal adikku?"

1
Denisya putri
lahh kaya hero mobilegend thorr 🤭
Denisya putri
wkwkkwkw kepergok kannkalian... 🤣🤣🤣🤣
Denisya putri
sabarr buu.. 🫠
Denisya putri
kabeh banam benih.. 🔥🔥🔥
Denisya putri
baru nemu.. thor..bagus I love it..❤️
Syarah Syafira
Luar biasa
scoup
amazing
floren yanti
sosok aqilla kok kayak orang cegukan gitu sih thor 😃😃😃
Movie Act
Very interesting story! Nice storyline with an interesting input about rome history.
monica wijaya
👍
Tania Indah Purnama
wah ayooo dah biar si Deva sama Evelyn jatuh cinta
Tania Indah Purnama
bener nii kaivan dengan kata-kata mu
Tania Indah Purnama
apa lagi ini waduh Deva... semoga Evelyn jatuh cinta sama pesona Deva yaaa hahaha
Tania Indah Purnama
aku Stella perjuangkan anak mu yaaa
Tania Indah Purnama
pembalasan juga buat stella yg udah buang Teo ke panti asuhan, tapi yaaa gua ngeliatnya engga tega juga si
Tania Indah Purnama
udah Evelyn lu kaga malu apa Teo bukan anak lu gih cari laki2 lain aja Napa
Tania Indah Purnama
koq aku meleleh yaaa gara2 omongan kaivan
Tania Indah Purnama
haduh kaivan mau di jodohin seperti nya yaaa makain2 konflik nii
Tania Indah Purnama
kasihan juga sama sadeva 🥺 tapi kayanya bayi yg di kandung Stella bainya kaivar deh
Tania Indah Purnama
udah lah itu anaknya sarman aja 😂 siapa lagi sarman 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!