Penyesalan datangnya selalu diakhir.
Kalau diawal namanya pendaftaran.
Baik buruknya setiap perbuatan,pasti akan mendapat balasan.Percayalah,,karma itu ada
Tuhan maha adil,dalam membagi luka dan kebahagian.
Suka dan Duka akan mewarnai kehidupan manusia.
Apa yang kita tanam,itulah yang akan kita tuai.Jadi berbuat baiklah sebelum penyesalan itu datang.
Yang gak suka sama cerita ini, tinggalkan, jangan dibaca😊 gak usah komentar yang aneh-aneh, apalagi ngebanding-bandingkan dengan cerita lain. Karena beda author beda juga cara mereka bercerita, dan juga beda ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom's chaby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Alya bangun pelan-pelan. Dia tidak ingin Abimanyu terbangun, saat dia masih ada di ranjangnya, apalagi sekarang dia tidak memakai baju.
Alya memakai bajunya, sambil sesekali menoleh ke arah Abimanyu. Dia takut kalau Abimanyu tiba-tiba sadar, dan melihatnya. Padahal Abimanyu memang sudah sadar dan sudah melihatnya. Dia lalu memakaikan piyama Abimanyu, dengan sangat pelan, takut Abimanyu terbangun.
Alya berjalan mengendap-endap. Hingga tak sengaja kakinya terluka, karena menginjak serpihan beling dari gelas pecah yang belum sempat ia bereskan. Aww....pekik Alya, saat kakinya menginjak beling itu. Dia mengeluarkan serpihan beling dari telapak kakinya.
Abimanyu yang dari tadi diam-diam memperhatikannya, ingin sekali menolong Alya, namun ia terlanjur berpura-pura belum sadar.
Alya segera keluar dari kamar Abimanyu dan pergi ke kamarnya. Dia mandi, lalu sholat subuh. Sementara itu, Abimanyu masih berbaring di kasurnya. Pikirannya melayang, mengingat apa yang baru saja dia lihat didepannya.
Dia teringat saat Alya tidur memeluknya dalam keadaan tanpa busana, walaupun pakaian dalamnya masih melekat ditubuh mulusnya. Abimanyu masih bisa merasakan halusnya kulit tubuh Alya, yang melekat ditubuhnya.
Tidak hanya itu, dia juga ingat saat Alya keluar dari kamar mandi, dikamar Alya waktu itu. Dan tadi, dia bahkan melihat dengan jelas lekuk tubuh mulus milik Alya.
Semua itu sukses membuat sesuatu dibawah sana menegang. Abimanyu merasakan celananya mendadak sesak.
Sial....kenapa aku terus mengingatnya?. Batin Abimanyu.
Setelah sholat subuh, Alya membereskan rumah seperti biasa, lalu pergi ke kamar Abimanyu, untuk membereskan serpihan beling dari gelas yang pecah semalam.
Alya sudah selesai. Dia akan keluar dari kamar Abimanyu, namun tiba-tiba saja Abimanyu memanggilnya.
"Alya." Ucapnya membuat Alya kaget.
"Mas Abi !! Mas sudah sadar? Bagaimana keadaan mas sekarang?" Tanya Alya, lalu menghampiri Abimanyu.
"Aku baik-baik saja."Sahut Abimanyu.
"Maafkan saya mas, karena sudah lancang masuk ke sini tanpa seijin mas Abi. Semalam saya mendengar suara gelas pecah dari sini. Saya masuk, dan melihat mas Abi tergeletak di lantai. Lalu saya membawa mas Abi ke kasur. Ini saya baru sempat membereskan belingnya." Ucap Alya.
Lalu setelah itu, apa yang terjadi?" Tanya Abimanyu pura-pura. Alya bingung harus menjawab apa. Yang pasti dia tidak mungkin mengatakan apa yang sudah dia lakukan.
"Setelah itu saya,....saya....saya duduk disini menemani mas Abi. Saya khawatir kalau-kalau mas Abi memerlukan sesuatu." Bohong Alya.
"Oh ya, saya akan buatkan teh panas untuk mas Abi." Ucap Alya lalu pergi ke dapur.
Kenapa kamu tidak mengatakan yang sebenarnya Alya? Apa kamu malu? Dan kenapa kamu harus minta maaf?.Aku tahu, selama ini aku memang melarang kamu masuk kamar ini, tanpa seijinku.Tapi asal kamu tahu Alya, sekarang justru aku merasa senang, saat kamu ada dikamar ini. Aku memang sudah kasar selama ini. Aku sudah salah menilai mu. Maafkan aku Alya. Batin Abimanyu
Tak lama kemudian, Alya datang membawa satu gelas besar teh manis hangat. Dia menyimpannya di nakas, dan menyuruh Abimanyu untuk meminumnya. Abimanyu meminum teh itu, dan turun dari ranjangnya.
"Mas Abi mau kemana?"
"Aku mau mandi."
"Jangan mas, masih pagi. Sebaiknya nanti saja, sebentar lagi."
"Kenapa? Aku sudah biasa kan mandi pagi. Lagi pula ini sudah jam setengah tujuh."
"Iya mas, tapi kan mas Abi sedang nggak enak badan. Cuacanya juga masih dingin, mending tunggu sebentar lagi. Mbak Nisa bilang, mas Abi tidak boleh kedinginan."
"Mbak Nisa? Kapan mbak Nisa bicara seperti itu? Kamu nggak usah khawatir Alya, aku baik-baik saja. Kalaupun aku kedinginan, kamu bisa kan menghangatkan ku?" Ujar Abimanyu, lalu masuk ke kamar mandi.
Alya tersentak mendengar ucapan Abimanyu. Dia bertanya dalam hatinya, kenapa Abimanyu berkata seperti itu?
Apa dia tahu apa yang sudah aku lakukan semalam? Ah tidak mungkin, dia kan tidak sadar semalam. Mungkin dia hanya menggodaku tadi. Iya dia hanya bercanda. Aku yakin. Batin Alya.
Abimanyu menyalakan shower air hangat dikamar mandinya, membiarkan air itu membasahi seluruh tubuhnya, mulai dari rambut, hingga ujung kaki.
Bayangan Alya masih saja terlihat jelas dimatanya. Abimanyu mengusap kasar wajahnya, berusaha menghilangkan bayangan Alya dari pikirannya. Cukup lama ia dengan ritual mandinya, sampai akhirnya ia pun selesai dan berganti pakaian.
Setelah itu, Abimanyu meminta Alya mengantarkan sarapannya ke kamar. Abimanyu mengajak Alya sarapan pagi bersama di balkon kamar. Mereka berdua terlihat canggung pagi itu.Tidak banyak kata yang keluar dari mulut mereka.
Abimanyu lalu berjemur di balkon kamar, dan meminta Alya membuatkannya teh hangat lagi. Alya pun pergi ke dapur. Saat Alya sudah selesai membuatkan teh hangat itu, tiba-tiba bel rumahnya berbunyi. Alya sudah tahu itu pasti mbak Nisa.
Alya membuka pintu, dan ia terkejut karena yang datang ternyata bukan mbak Nisa, tapi Tamara kekasih Abimanyu.
"Buka pintu aja lama amat sih lo babu."
Mana Abimanyu?" Tanyanya ketus.
"Ada di kamarnya." Jawab Alya.
Tamara lalu melangkahkan kakinya menuju tangga. Alya menghentikannya.
"Tunggu nona." Ucap Alya.
"Apa lo? Jangan lo pikir lo bisa ngelarang gue masuk ke kamar Abimanyu."
"Maaf nona, saya tidak akan melarang anda. Saya hanya mau minta tolong anda bawakan teh ini untuk tuan Abimanyu.Tadi dia minta dibuatkan teh hangat."
"Lo berani nyuruh-nyuruh gue?."
"Baiklah kalau anda tidak mau, saya sendiri yang akan mengantarkannya ke kamar tuan Abimanyu." Sahut Alya, lalu membawa teh itu. Baru saja ia akan naik tangga,Tamara menghentikannya, dan membawa teh itu.
"Sini, biar gue yang bawa. Gue nggak mau lo masuk ke kamar calon suami gue." Kata Tamara.
"Tuan Abimanyu sedang berjemur di balkon."Terang Alya.
Baru calon udah belagu. Gimana ya, kalau si ratu ular itu tahu, kalau semalam aku sudah tidur dikamar calon suaminya itu? Hahaaa aku yakin dia pasti ngamuk tuh. Bisa-bisa dia acak-acak tuh kasur...hahaa. Kata Alya dalam hati
Tamara masuk ke kamar Abimanyu, dan langsung menuju balkon kamar. Dia melihat Abimanyu berdiri dipagar balkon membelakangi dirinya.Tamara menyimpan teh itu dimeja, lalu dia berjalan menghampiri Abimanyu.
Abimanyu tidak tahu, kalau yang membawa teh itu adalah Tamara kekasihnya. Ia menyangka kalau itu Alya. Tamara memeluknya dari belakang. Ia melingkarkan tangannya mulai dari pinggang lalu pindah ke dada Abimanyu.
Abimanyu tentu sangat terkejut, karena ia menyangka kalau yang memeluknya adalah Alya. Rasa terkejutnya berganti rasa bahagia. Ia tidak menyangka Alya akan memeluknya. Ia kembali teringat dengan kejadian tadi malam. Senyuman terukir di bibirnya, dia lalu memegang tangan yang ia kira milik Alya.
Abimanyu membalikkan badannya, masih dengan memegang tangan Tamara.
"Aku sangat berterimakasih padamu Al........."
Abimanyu tidak menyelesaikan kalimatnya, karena kembali terkejut dan sedikit heran, saat melihat orang yang memeluknya ternyata Tamara, dan bukan Alya seperti dugaannya. Ada perasaan kecewa dihatinya saat itu. Dia terlanjur berharap dan menyangka kalau yang memeluknya adalah Alya.
"Surprise!! Kamu kaget kan?. Aku sengaja dateng kesini. Kemaren kita nggak ketemu. Aku kangen banget sama kamu." Ujar Tamara. Abimanyu diam.
"Kamu nggak usah berterimakasih. Aku sangat senang bisa membuatmu senang." Ucap Tamara sambil tersenyum, dan memeluk Abimanyu.
Abimanyu hanya bisa memaksakan senyumnya saat itu. Entah kenapa dia tidak sebahagia biasanya, saat bertemu dengan Tamara. Padahal kemarin dia tidak bertemu dan pergi berkencan dengannya.
kasian karakter nya dibuat kayak lelaki bodoh pengemis cinta ditolak dan disakiti hatinya berkali tapi tetap saja dibuat kayak pengemis
coba kau diposisi abimayu thor, kau pernah melakukan kesalahan kau sudah menyesal dan menebunya dan kau ditolak berkali2, dengan kata2 yang menyakiti hati, apakah author masih mau mengejar dan kayak pengemis apakah adil author rasa kalau diposisi abimayu
miris