"Jika aku bisa memiliki keduanya kenapa aku harus memilih salah satu saja." Alkama Basri Widjaya.
"Cinta bukanlah yang kamu butuhkan, pilih saja ambisimu yang kamu perjuangkan mati-matian." Nirmala Janeeta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dyawrite99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Baskara menerima laporan itu dengan wajah yang muram dan marah. "Apa?! Kama masih menjalin hubungan dengan Nirmala?! Ini tidak bisa dibiarkan!" katanya dengan nada yang keras.
Baskara merasa bahwa hubungan Kama dengan Nirmala harus segera diputuskan, terutama karena Kama telah bertunangan dengan Juwita. Ia tidak ingin ada skandal yang dapat merusak reputasi perusahaan dan keluarganya.
"Aku harus mencari cara agar dapat memisahkan keduanya," kata Baskara kepada orang yang memberitahu dia. "Aku tidak akan membiarkan Kama membuang-buang waktu dengan perempuan itu. Juwita adalah pilihan yang lebih baik untuk Kama."
Baskara kemudian memerintahkan orang kepercayaannya untuk menyelesaikan tentang masalah ini. Baskara bagaimana pun caranya akan memisahkan Kama dan Nirmala secepatnya.
***
Baskara memiliki rencana untuk mengungkapkan pertunangan Kama dan Juwita kepada Nirmala. Ia mengundang Nirmala ke sebuah acara bisnis yang juga dihadiri oleh Kama dan Juwita. Kama tidak tahu bahwa Nirmala juga akan hadir di acara itu.
Acara bisnis itu berlangsung di sebuah hotel mewah, dengan dekorasi yang elegan dan suasana yang formal. Banyak orang bisnis dan profesional hadir di acara itu, semua mengenakan pakaian formal dan berbicara tentang bisnis dan investasi.
Nirmala hadir di acara itu setelah diundang oleh Baskara. Tanpa berpikiran apapun Nirmala datang ke acara itu sebagai bentuk hormat Nirmala pada ayah Kama. ia tidak tahu bahwa Kama dan Juwita juga akan hadir. Saat ia berjalan di sekitar area acara, ia melihat Kama sedang berbicara dengan seorang perempuan cantik yang tidak ia kenal. Mereka berdua terlihat sangat akrab, tertawa dan berbicara dengan santai.
Nirmala merasa sedikit tidak nyaman saat melihat Kama dengan perempuan lain, ia tidak tahu siapa perempuan itu dan apa hubungan mereka. Ia mencoba untuk tidak terlalu memikirkannya, tapi ia tidak bisa tidak merasa sedikit curiga.
Saat ia berdiri di dekat bar, ia memperhatikan Kama dan perempuan itu semakin dekat, mereka berdua bahkan memegang tangan dan berbicara dengan sangat mesra. Nirmala merasa seperti ada yang tidak beres, ia tidak tahu apa yang sedang terjadi.
Saat itu, ia berdiri di dekat beberapa orang yang sedang berbicara tentang Kama dan perempuan itu. "Kamu tahu bahwa Kama dan Juwita baru saja bertunangan?" kata salah satu orang. "Ya, mereka berdua terlihat begitu cocok," jawab orang lain.
Nirmala terkejut dan merasa seperti dipukul. Ia tidak percaya bahwa Kama telah bertunangan dengan seseorang tanpa memberitahunya. Ia merasa bahwa Kama telah berbohong kepadanya dan tidak lagi peduli dengan perasaannya.
Nirmala mencoba untuk tidak menunjukkan reaksi yang jelas, tapi ia tidak bisa tidak merasa sakit hati dan kecewa. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya, tapi ia yakin bahwa hubungan dengan Kama tidak akan sama lagi.
Nirmala segera pergi dari tempat itu, ia tidak ingin lagi melihat Kama dan Juwita bersama. Ia merasa seperti telah ditipu dan dikhianati oleh Kama. Saat ia berjalan keluar, ia tanpa sengaja berpapasan dengan Baskara.
Baskara tersenyum saat melihat Nirmala, seolah-olah ia tahu bahwa Nirmala telah mengetahui tentang pertunangan Kama dan Juwita. Senyum Baskara itu terkesan sinis dan puas, seolah-olah ia telah berhasil mencapai tujuannya.
Nirmala merasa seperti telah dipukul oleh senyum Baskara itu. Ia tahu bahwa Baskara telah sengaja mengundangnya ke acara itu untuk mengungkapkan pertunangan Kama dan Juwita. Ia merasa seperti telah menjadi korban permainan Baskara.
Dengan hati yang berat, Nirmala pergi dari tempat itu. Ia tidak ingin lagi melihat wajah Kama dan Baskara. Nirmala bergegas meninggalkan tempat itu setelah mendapat luka yang begitu dalam dihatinya.
Nirmala mengendarai mobil pulang dengan perasaan yang sangat hancur. Ia tidak percaya bahwa Kama, kekasihnya yang telah lama menjalin hubungan dengannya, ternyata telah bertunangan dengan orang lain. Nirmala merasa seperti ditampar keras oleh kenyataan ini.
Ia tidak bisa memahami mengapa Kama bisa berbohong kepadanya, mengapa Kama bisa menyembunyikan hal ini darinya. Nirmala merasa marah dan benci kepada Kama, karena sudah dibohongi dan dipermainkan.
Nirmala tidak bisa menahan air matanya, ia menangis sambil menyetir mobil. Ia merasa seperti kehilangan kepercayaan kepada Kama, dan bahkan kepada dirinya sendiri. Nirmala tidak tahu bagaimana ia bisa mempercayai Kama lagi setelah ini.
Semakin Nirmala memikirkan tentang Kama dan perbuatannya, semakin Nirmala merasa marah dan sakit hati. Ia tidak tahu bagaimana ia bisa menghadapi Kama lagi, dan bagaimana ia bisa melupakan Kama.
Nirmala mengemudi mobil dengan kondisi linglung, pikirannya dipenuhi dengan rasa sakit hati dan kemarahan. Ia tidak fokus pada jalan, dan hampir saja mengalami kecelakaan karena tidak memperhatikan lampu merah.
Untungnya, Nirmala bisa menghindar dari kecelakaan, tetapi ia tetap merasa gugup dan tidak bisa mengendalikan diri. Ia memarkir mobil di pinggir jalan dan menangis keras-keras, melepaskan semua rasa sakit hati dan kemarahannya.
Malam itu Nirmala pulang dengan hati yang hancur dan perasaan yang sangat sedih. Ia baru saja mengetahui kenyataan pahit bahwa Kama, kekasihnya, telah bertunangan dengan orang lain. Kenyataan ini sangat mengejutkan dan menyakitkan bagi Nirmala.
Ia merasa seperti kehilangan arah dan tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Nirmala hanya bisa memikirkan tentang Kama dan kebohongannya, dan tidak bisa menghilangkan rasa sakit hati yang sangat dalam. Malam itu, Nirmala hanya bisa menyendiri dan memikirkan tentang apa yang telah terjadi.
***
Nirmala duduk di ruang kerja, berusaha untuk fokus pada pekerjaannya. Malika, rekan kerjanya, melaporkan beberapa permintaan klien tentang acara pernikahan yang mereka kerjakan.
"Jadi, klien ingin ada tema vintage untuk pernikahan mereka, dan mereka meminta kita untuk menyediakan dekorasi yang sesuai," kata Malika.
Nirmala mendengarkan dengan saksama, tetapi pikirannya sedikit terganggu oleh perasaan sedih yang masih menghantui. "Baik, pastikan bahwa kita menyediakan dekorasi yang sesuai dengan tema vintage," jawab Nirmala.
Tiba-tiba, ponsel Nirmala berdering. Ia melihat nama Kama muncul di layar, tetapi langsung mengabaikannya. Malika yang berada di sebelahnya memperhatikan perubahan raut wajah Nirmala saat melihat nama Kama di layar. Malika melihat Nirmala mengabaikan panggilan dari Kama dengan sikap yang dingin, dan Malika bisa melihat bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan hubungan Nirmala dan Kama.
Malika memperhatikan Nirmala dengan seksama, mencoba untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi. "Mbak Mala, kamu terlihat tidak baik-baik saja. Mbak Mala kelihatan kurang sehat hari ini?" Malika tidak bertanya secara langsung, tetapi Malika tetap memperhatikan Nirmala dengan penuh perhatian.
Nirmala berusaha untuk tetap tenang dan fokus pada pekerjaannya. "Tidak, aku baik-baik saja Mal, semalam aku tidur larut karena keasikan nonton drama. Kita hanya perlu fokus pada pekerjaan ini saja ya Mal," jawab Nirmala memberitahu. Malika mengangguk, tetapi masih terlihat khawatir tentang keadaan Nirmala.