Ini benar-benar kado ulang tahun terburuk. Di saat Vira tidak mempunyai fikiran untuk menikah di usia muda, tepat di ulang tahunnya yang ke-20 orang tuanya memberikan hadiah calon suami untuknya. Jangankan bisa menolak, bahkan dia tidak punya kesempatan untuk sekedar bernegosiasi.
Begitu juga dengan Vino. Di saat dia sedang memperjuangkan kekasihnya, orang tuanya malah sudah memutuskan siapa yang akan menjadi istrinya tanpa berdiskusi dulu sebelumnya.
Tidak perduli bahkan jika Vino harus kehilangan segalanya, dia akan tetap pada pilihannya. Menikahi kekasihnya. Beberapa tawaran kerap di ajukan. Intinya jika Vino mau menikahi Vira terlebih dahulu, dia bisa menceraikannya nanti kalau memang Vino merasa tidak cocok. Tentu saja itu hanya sebuah kalimat bujukan saja. Nyatanya orang tuanya tidak akan membiarkan hal itu terjadi dengan mudah.
Gadis kampung, pasti kuno. Aku harap dia benar-benar buruk rupa sehingga aku bisa segera menceraikannya. Bukan keterlaluan, hanya saja alasan itulah yang pertama kali muncul di otak Vino.
Sayangnya, Vira adalah seekor angsa cantik yang sedang menyamar menjadi seekor itik buruk rupa.
" Hubungan kita hanya sebatas partner kerja sama. Bukan sebagai suami istri!! "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vivi Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Poor Guy
" kenapa balik lagi? " Tanya Vira yang melihat Vino masuk ke dalam kamarnya dan berjalan mendekat ke arah ranjang.
" Tidurlah, tidak usah banyak tanya!!" Membaringkan tubuhnya di samping Vira. Hanya guling saja yang menjadi pemisah jarak mereka.
" Hei tidak bisa begitu, kenapa kamu malah berbaring disini? " Protesnya setelah merasa kawasannya terganggu oleh makhluk lain.
" Ini ranjang ku!!"
" Tapi kan tadi kamu yang menyuruhku untuk tidur di sini. Dan kamu bilang tidak akan tidur seranjang dengan ku sebelumnya, berarti malam ini ranjang ini milik ku sepenuhnya."
" Tidur atau ku tendang kau dari ranjang!!" Ucapnya kesal.
" Heuh tidur ya tidur saja, tidak perlu marah marah seperti itu." Membalikan tubuhnya memunggungi Vino sambil menarik selimutnya kuat-kuat membuat Vino tidak kebagian kehangatan dari selimut lembutnya.
Suara jam yang terus berdetak di ruangan itu. Ditemani derasnya guyuran air hujan yang masih setia membasahi bumi di tambah suara petir yang terus bersahutan, membuat gadis cantik yang sudah dari beberapa saat yang lalu asyik bermain di alam mimpinya menjadi terganggu.
Vira terus bergerak ke kanan dan ke kiri, terlihat tidak nyaman karena merasa terganggu oleh suara petir yang terus bersahutan. Sampai akhirnya dia memeluk tubuh kekar suaminya dan menenggelamkan wajahnya di ketiak suaminya yang masih terbalut potongan kain dari kaos lengan pendek yang di pakai suaminya. Tanpa disadari Vira. Merasa sudah mendapat posisi yang nyaman, kini Vira sudah berhenti berguling-guling, hanya saja dia kerap kali mengeratkan pelukannya ketika suara petir kembali terdengar.
Vino dapat mendengar suara dengkuran halus istrinya dan hembusan lembut dari nafas istrinya yang menggelitik ketiaknya.
Bagaimana kabar Vino? Bahkan dia belum bisa menutup kelopak matanya sedari tadi karena terus terbayang-bayang kejadian mengejutkan sebelumnya. Ditambah sekarang tubuh kekarnya yang dipeluk seseorang, membuat dia terpaksa harus mengucapkan selamat tinggal untuk tidur nyenyak nya malam ini.
Apa gadis ini gila? Setelah melakukan itu bahkan dia tidak takut sama sekali atau waspada sedikit, padahal sekarang kita sedang tidur satu ranjang.
Sepertinya aku yang gila di sini. sambung Vino.
" Berhentilah menggerakkan kaki mu di area itu, kumohon... " merengek frustasi saat kaki Vira terus bergerak-gerak tepat di atas adiknya 🌚.
Pagi berikutnya kembali menyapa dengan udara yang sejuk lebih ke arah dingin, mungkin efek dari hujan yang mengguyur semalaman. Pribadi Vira masih menggeliat di balik selimutnya dengan tangan kanannya yang sibuk memeluk perut seseorang. Setelah berguling ke sana ke sini, akhirnya bulatan matanya yang semula terkatup rapat mulai terlihat terbuka sedikit demi sedikit. Mengumpulkan kesadarannya.
" Yaishhhhh.... " pekik Vira terkejut setelah melihat seseorang yang ada di sampingnya.
Pria malang yang sedang duduk bersandar pasrah di atas ranjang, mata cantiknya yang kini sudah di hiasi lingkaran hitam, rambut yang sudah seperti seseorang yang bak terkena sambaran petir mendadak.
" sampai kapan kau akan terus memeluk ku? "
Buru-buru Vira melepaskan tangannya yang tertaut nyaman memeluk perut seksi suaminya yang masih terbalut kaos oblong.
" sebaiknya kau jangan berulah lagi nanti malam, atau kau tidur di balkon!!" Ancamnya sambil menunjuk wajah Vira dan pergi meninggalkan Vira.
" Eh memangnya apa yang aku lakukan? " Tanya manusia yang tidak sadar diri kalau kelakuannya semalam berhasil membuat Vino kesusahan menahan hasratnya.
Sial, aku benar-benar tidak bisa memejamkan mata sama sekali semalam. Kenapa dia mempunyai kebiasaan tidur buruk seperti itu?
Pov kebiasaan tidur unik Vira, selain suka menggosok-gosokkan anggota tubuhnya ketika bersentuhan dengan sesuatu saat tidur, Vira juga sering tidur dalam keadaan ibu jarinya dia selipkan di baju tidurnya, lalu dia angkat sedikit sehingga bisa mempertontonkan perut putih mulusnya.
-
-
-
Waktunya melakukan tradisi di pagi hari, sarapan bersama. Kali ini Vino menjadi pusat perhatian selama kegiatan sarapan berlangsung. Jangan lupakan matanya yang masih mirip seperti seekor panda, dan air mukanya yang tidak bersahabat sama sekali.
" Brother, are you oke? Kenapa mukanya lelah begitu? " Tanya Dira
" fokus saja dengan makan mu, jangan banyak tanya!!"
" heuh aku kan cuma menunjukkan rasa peduli ku sebagai seorang adik." Memalingkan wajahnya.
" Wajar saja, pasti semalam Vino sudah bekerja keras. Cuaca semalam juga sangat mendukung untuk pengantin baru." Yunita.
" Maksud mama apa? " Tanya Dira yang lambat konek.
" Kamu diam saja, masih bau kencur juga."
" Mama, aku udah gede tau. Udah punya KTP, masa masih dikatain bau kencur." m
Mengerucutkan bibirnya.
" sepertinya kita akan segera dapat kabar baik pah." Yunita sumringah.
Baik Vira maupun Vino tidak ada yang menimpali lagi percakapan mereka. Vira yang terlalu asyik dengan sarapannya dan Vino yang terlalu malas meladeni nya.
Selesai sarapan semua kembali ke kesibukannya masing-masing.
suka bgt sm karakter vira
dia tu ttep gemes sampek akhir
mana ceplas ceplos tanpa basa basi ga menye² meskipun karakter vino kurang greget tp ya makesense si masa iya semua karakter utama bagus² doang
hu aku maraton ampek subuh sumpah emosinya dapet bgt gabosen dan gaskip samsek de bab awal
knp baru baca skrg ya
aku datang 2023 coy