Gadis kaya raya yang lugu dan kurang kasih sayang, harus menikah dengan rekan bisnis papanya, dan ternyata usia keduanya begitu jauh berbeda. Pernikahan paksa itu hanya untuk pernikahan Bisnis.
Akankah Gadis itu menemukan cinta sejatinya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bukan Malam Pertama
Warning!! edek-edek kecil skip dulu yahh bab ini hehehe....
Angga dan Gea sudah sampai dirumah mama Gea, mereka bertemu dengan Kakak Gea dan keluarganya. Gea begitu senang bisa bertemu dengan Keyzan putra bungsu Kak Bram yang masih berusia 3 tahun. badannya yang gembul dan mulutnya yang terus saja mengoceh membuat suasana saat itu begitu hangat. Bahkan Keyzan tak membolehkan Gea dan Angga pulang dan akhirnya mereka menginap dirumah mamanya atas permintaan Keyzan yang menangis guling guling.
Awalnya Keyzan ingin tidur di kamar Gea, namun mamanya melarang karena takut mengganggu adik iparnya. Sebenarnya Gea tak keberatan, namun Angga yang begitu terlihat keberatan. Pasalnya ia ingin menghabiskan waktu bersama dengan istrinya, ditambah suasana hatinya yang sedang kacau.
Dikamar.....
"Kak Angga gak mandi dulu??" Gea baru keluar dari kamar mandi hanya menggunakan bathrobe pink miliknya dengan menggulung handuk ke atas karena rambutnya yang basah. Angga yang menoleh ke arah Gea pun begitu kaget sekaligus terpesona melihat pemandangan seindah itu.
"Kamu sengaja ya mau godain kak Angga??" Ucap Angga yang langsung menghampiri Gea saat akan mengambil pakaian di lemarinya. Angga langsung memeluk Gea dari belakang menghirup aroma wangi bunga mawar.
"Apaan sihh kak, siapa juga yang mau godain. Udah sana mandi, biar seger dan pikirannya jernih lagi!" ucap Gea sambil mencoba melepaskan tangan Angga yang terus melingkar di pinggangnya.
"Iya iya kakak mandi" Jawab Angga dengan pasrah
Angga masuk kekamar mandi dan membersihkan dirinya.
Tak lama Angga keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk putih menutupi pinggang ke bawah. Ter expose jelas kegagahan dengan rambut basahnya menambah seribu persen ketampanan Angga malam itu. Gea pun hampir mimisan saat melihatnya seperti itu. Ditutupnya hidung Gea dengan cepat dan ia memalingkan wajahnya, jantungnya berdebar cepat.
"Mana baju kakak Ge??" Tanya Angga serayanya menggoda Gea.
"I..itu di atas kasur kak" Jawab Gea dengan gemetar.
Angga langsung mengambil pakaian dan memakainya. Setelah itu ia menarik Gea untuk berbaring di ranjang. Angga memeluk erat Gea yang sedari tadi masih gemetaran.
"Kamu kenapa sih Ge??" Tanya Angga dengan menatap matanya.
"Gak papa kak. Cuma gugup aja kalau lihat kakak habis mandi" Ucap Gea dengan polosnya
Angga tersenyum manis kepadanya...
"Kamu ingin merasakan sesuatu yang indah malam ini????" Ucap Angga
Seolah Gea tersihir dengan tatapan Angga yang begitu menenggelamkannya dalam lautan cinta, Gea mengangguk pasrah dengan terus menatap suaminya. Tanpa menunggu lama, Angga pun sudah menyelam bersama Gea dalam bara cinta yang begitu panas. Gea menahan suaranya agar tidak terdengar oleh orang lain dirumah itu. Angga begitu gemas melihat istrinya yang sudah begitu merah merona.
"Gea takut kak...." Ucap Gea
Angga menatap Gea sesaat, dilihatnya sorotan mata Gea yang sudah berkaca-kaca. Kemudian Angga memutuskan untuk tidak melanjutkannya.
"Aku akan menunggu sampai kamu siap sayang" Ucap Angga.
Setelah aktivitas malam penuh cinta mereka yang meski tidak berlanjut, Angga mengajak Gea untuk beristirahat.
❤❤
***
Pagi hari nya,,, Angga membangunkan Gea yang masih merasa nyaman tidur di dalam pelukannya.
"Ge... bangun sayang,, kita harus mandi wajib" Ucap Angga membangunkan Gea.
"Emmm iya kak" Ucap Gea sambil membuka matanya.
"Mau mandi bareng apa sendiri??" Goda Angga dengan senyum liciknya.
"MANDI SENDIRI!!!!" Ucap Gea yang langsung turun dari ranjangnya. Kemudian dengan cepat ia mengambil pakaian ganti. Tak lama setelah Gea selesai mandi, bergantian dengan Angga untuk membersihkan diri. Setelah itu mereka sholat subuh berjamaah.
**
Setelah selesai sarapan bersama keluarga, Angga dan Gea pamit kepada keluarganya untuk pulang karena Angga harus bekerja dan Gea ke kampus. Kemudian Gea dan Angga pulang terlebih dahulu ke rumah mereka untuk mengganti pakaian sebelum Angga berangkat ke kantor dan Gea ke kampus. Sepanjang perjalanan Gea masih merasa malu dengan kejadian semalam.
"Aku haru gimana yahh sekarang?! sungguh malu banget!!" Batin Gea. Gea pun tak berani melihat wajah suaminya. Sesekali Angga melirik Gea yang begitu jelas terlihat gugup.
.
.
.
.
.
Koment, like, vote nya jangan lupaaaa ya gaessss....
Biar Uni semangat nulisnya😘