NovelToon NovelToon
Luka Chelsea

Luka Chelsea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:116.7k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Sejak bayi, Chelsea tumbuh dalam pelukan keluarga yang memberinya cinta tanpa batas.

Tanpa sadar ... Chelsea mencintai satu orang yang tak seharusnya ia cintai. Sampai sebuah rahasia menghancurkan semuanya.

Sayangnya, orang yang paling ia cintai memilih untuk mempercayai kebohongan. Chelsea pergi dengan hati yang hancur dan berjanji untuk kembali sebagai kebanggaan keluarga.

Dia bangkit dan membuktikan bahwa dirinya mampu berdiri sendiri. Saat semua kebenaran terungkap
El baru sadar bahwa dia telah kehilangan seseorang yang selalu mencintainya.

Namun di saat yang sama, seseorang datang membawa cinta yang selama ini diam-diam ia simpan, Noah. Akankah Chelsea membuka hatinya kembali? Atau memilih meninggalkan semua luka di masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Dua Puluh Satu

Arsaka terdiam beberapa detik mendengar pertanyaan Chelsea. Tatapan putri angkatnya terus mengarah ke gerbang kampus, seolah masih berharap seseorang akan muncul di sana sambil membawa senyum jahil dan buket bunga seperti dulu.

"Dad ...," panggil Chelsea sekali lagi, kali ini lebih lirih. "Bang El ... nggak datang?"

Arsaka menahan napas. Ia tahu kebohongan kecil ini mungkin akan menyakitkan Chelsea suatu hari nanti. Namun untuk saat ini, ia tidak ingin putrinya kehilangan senyum di hari yang sudah diperjuangkannya selama bertahun-tahun.

"Bang El lagi dinas luar kota, Sayang," jawab Arsaka lembut. "Dia nggak bisa ninggalin pekerjaannya."

Chelsea mengangguk pelan. "Oh ... begitu."

Ada kecewa yang berusaha ia sembunyikan di balik senyumnya. Hana yang melihat perubahan wajah Chelsea langsung menggenggam tangan gadis itu.

"Sudah, nanti kita ngobrol lagi. Sekarang masuk dulu, acaranya sebentar lagi dimulai."

Chelsea memaksakan senyum. "Iya, Mom."

Mereka pun berjalan memasuki aula wisuda. Ruangan besar itu telah dipenuhi para wisudawan beserta keluarga masing-masing. Musik orkestra mengalun pelan, sementara layar besar di depan ruangan menampilkan nama-nama mahasiswa yang akan diwisuda hari itu.

Chelsea duduk di barisan paling depan bersama para lulusan terbaik. Sesekali ia masih menoleh ke arah pintu masuk. Barangkali El ternyata sempat datang. Namun sampai acara dimulai, sosok yang ia tunggu tak juga terlihat.

Prosesi wisuda berlangsung dengan khidmat. Satu per satu nama dipanggil. Tepuk tangan bergema memenuhi ruangan. Hingga akhirnya pembawa acara kembali berdiri di depan podium.

"Selanjutnya, kami akan memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik Program Pascasarjana tahun ini."

Suasana mendadak hening.

"Peraih predikat lulusan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif tertinggi adalah ...."

Semua mata tertuju ke panggung. "Chelsea ...."

Tepuk tangan meriah langsung memenuhi aula. Chelsea terlihat terkejut. Matanya membulat. Ia bahkan sempat menoleh ke arah Arsaka dan Hana yang sudah berdiri sambil bertepuk tangan dengan mata berkaca-kaca.

"Selamat, Kak!" seru Al paling keras.

Chelsea melangkah menuju panggung dengan langkah bergetar. Saat medali penghargaan dikalungkan ke lehernya, air mata akhirnya jatuh tanpa bisa ia tahan.

Semua perjuangan ditiap malam tanpa tidur. Semua lelah terbayar hari itu. Dari kursinya, Hana menangis sambil menutup mulut.

"Itu anak kita, Mas ...," bisiknya.

Arsaka mengangguk pelan. "Iya."

Dengan suara bergetar ia berkata, "Daddy bangga sekali."

Usai acara, halaman kampus kembali ramai. Semua orang sibuk berfoto. Arsaka menyerahkan buket bunga besar kepada Chelsea.

"Selamat, Sayang."

Chelsea langsung memeluk pria itu erat. "Terima kasih, Dad."

Hana ikut memeluk mereka. Al sibuk memotret dari berbagai sudut.

"Senyum! Jangan nangis terus!"

Chelsea tertawa di sela air matanya. Hari ini penuh kebahagiaan. Setidaknya begitulah yang terlihat.

Tak jauh dari keramaian itu, di balik batang pohon besar dekat area parkir, seseorang berdiri dalam diam. Ialah El. Ia mengenakan topi hitam dan masker sehingga hampir tak ada yang mengenalinya.

Sedari tadi ia memperhatikan semuanya. Saat Chelsea menerima penghargaan. Saat ayah dan ibunya memeluk adik angkatnya. Dan ketika Al tertawa sambil memotret.

Bibir El perlahan membentuk senyum tipis. "Selamat ya, Chelsea ...."

Matanya mulai memerah. "Aku tahu ... kamu pasti bisa."

Ia menggenggam buket bunga kecil yang sejak pagi dibelinya. Bunga itu sedianya ingin ia berikan sendiri. Namun kini, ia bahkan tak berani mendekat.

Tak lama kemudian keluarga itu berjalan menuju mobil. Mereka tertawa sepanjang perjalanan menuju parkiran. Tak satu pun menyadari bahwa El berdiri tidak jauh dari sana.

Mobil milik Arsaka perlahan keluar meninggalkan kampus. El masih berdiri mematung. Tatapannya mengikuti mobil itu hingga benar-benar menghilang dari pandangan.

Ia tersenyum pahit. "Apakah aku sudah benar-benar dilupakan?"

Tak ada jawaban. Angin sore hanya berembus pelan.

"Mereka tetap tampak bahagia ... walaupun tanpa kehadiranku."

Matanya kembali tertuju pada buket bunga di tangannya. "Chelsea ... apakah kamu juga sudah tidak ingat denganku?"

Beberapa detik kemudian ia menarik napas panjang. Lalu berbalik pergi. Tanpa seorang pun mengetahui bahwa hari itu ia sebenarnya datang.

Sementara itu, di sebuah restoran mewah di pusat kota. Arsaka sengaja mengajak seluruh keluarga makan siang untuk merayakan keberhasilan Chelsea.

Meja panjang itu dipenuhi berbagai hidangan favorit mereka. Hari ini tawa kembali terdengar. Untuk sesaat, mereka mencoba melupakan semua masalah yang sedang terjadi.

Arsaka mengangkat gelasnya. "Untuk Chelsea. Selamat atas wisudanya. Dan selamat menjadi lulusan terbaik."

"Terima kasih, Dad."

Semua mengangkat gelas mereka. Setelah suasana sedikit tenang, Chelsea menarik napas pelan.

"Aku juga mau kasih kabar."

Semua langsung menoleh. "Kabar apa?"

Chelsea tersenyum. "Aku diterima kerja."

"Wah!" seru Al spontan.

"Di perusahaan mana?" tanya Hana.

Chelsea menyebut nama perusahaan itu. Semua langsung terdiam. Perusahaan tersebut merupakan salah satu perusahaan terbesar di kota mereka selain perusahaan milik Arsaka. Sekaligus pesaing utama perusahaan milik ayah angkatnya itu.

Arsaka justru tersenyum bangga. "Selamat. Daddy tahu tidak mudah bisa diterima di sana."

Chelsea mengangguk. "Terima kasih, Dad."

Namun Hana terlihat masih menyimpan kekhawatiran. "Nak, kamu yakin akan pergi?"

Chelsea menatap ibunya penuh kelembutan. "Iya, Mom. Aku ingin belajar mandiri."

"Aku ingin membuktikan kalau aku bisa berdiri dengan kakiku sendiri," lanjut Chelsea.

Hana menghela napas. "Tapi kamu tahu, kan ... itu perusahaan saingan Daddy."

Chelsea mengangguk. "Aku tahu. Mom sama Daddy jangan khawatir. Mereka tidak akan tahu kalau aku anak Mommy dan Daddy."

Hana tersenyum tipis. "Bagaimana kalau mereka melihat ijazahmu?" Wanita bertanya dengan lembut.

"Di semua ijazahmu tertulis nama Arsaka sebagai wali," lanjut Hana.

Chelsea sudah memikirkan hal itu sejak lama. Ia tersenyum kecil. "Kalau memang ditanya, aku hanya akan bilang kalau nama Arsaka itu kebetulan sama. Nama orang bisa saja sama, kan?"

Semua tersenyum kecil mendengar jawaban itu. Namun Arsaka justru memandang Chelsea dengan penuh kebanggaan.

Ia tahu putrinya sudah dewasa. Sudah memiliki jalan hidupnya sendiri. "Nak."

Chelsea menatapnya.

"Kalau ini memang yang kamu anggap terbaik, pergilah. Daddy tidak akan menahanmu." Arsaka berhenti sejenak. Menarik napas dalam.

"Daddy hanya bisa mendoakan semoga kamu sukses."

Mata Chelsea kembali memanas. "Terima kasih, Dad."

Belum sempat ia menenangkan diri, Al tiba-tiba menggenggam tangannya. "Kak."

Chelsea menoleh.

"Kalau nanti di tempat baru kakak merasa capek. Merasa sendirian atau merasa tidak nyaman ...." Al tersenyum hangat. "Ingat masih ada rumah yang selalu menunggu kakak pulang."

Ucapan Al itu langsung menghancurkan pertahanan Chelsea. Air matanya mengalir deras. Ia bangkit dari kursinya lalu memeluk Al erat.

"Terima kasih ...."

Al ikut memeluk kakaknya. "Kami semua sayang sama Kakak."

Hana dan Arsaka ikut memeluk kedua anak mereka. Empat orang itu saling berpelukan cukup lama. Tak ada satu pun yang mampu berkata-kata lagi. Yang terdengar hanya isak haru.

**

Menjelang sore, mereka kembali mengantar Chelsea ke apartemennya. Sesampainya di depan lobi, Chelsea memeluk Arsaka lebih dulu. "Jaga kesehatan ya, Dad."

"Kamu juga, Nak."

Ia lalu memeluk Hana. "Mom jangan sering nangis."

Hana tertawa kecil sambil mengusap pipi Chelsea. "Kalau kamu sering pulang, Mommy nggak akan nangis."

Chelsea mengangguk sambil tersenyum. "Akan aku usahakan pulang jika cuti."

Terakhir, ia memeluk Al. "Jaga Daddy dan Mommy."

"Siap, Kak."

Chelsea melangkah mundur beberapa langkah. Tangannya melambai ke arah keluarga yang sudah ia anggap sebagai rumahnya sendiri.

1
Lisa Halik
jangan di fikirkan chelsea..semoga saja mama/papanya noah menerima kamu dengan ikhlas..masih ada papa daddy arsaka/mommy hana yang sayang&cinta kamu
Lisa Halik
zoya tetap saja iri sama chelsea..pada hal farhan membagi sama rata...
Radya Arynda
semangaat chelse,,,,hana dan arsaka tidak sejahat mereka yang tidak menyukai mu.....semogah tidak ada pengahalang sampai kamu menikah,,,,semogah para benalu tidak menganggu mu💪💪💪💪💪💪
Eka ELissa
jgn takut Chel klau ibu bp nya Noah nolak kmu yakin kmu msih punya Dady Momy yg syang cinta kmu tulus shel....mreka bkln peluk kmu GK bkln kmu terluka sedikitpun....krna bgi mreka kmu adalah buah hatinya....
bukan orang lain mskipun kmu tidak lahir dari rahimnya momy Hana
ken darsihk
Eehhh Zoya memang nya lo siapa , lo hanya anak tiri nya Farhan lo hanya anak bawaan nya mama Dina
Jadi tolong lo jangan kemaruk sadar diri woeyyy 😠😠😠
Eka ELissa
smoga BP ibu kmu luluh ya dgn sikap... chelsea spik bidadari dari Yunani GK bkln nyesel deh pnya mntu mcem dia ...pak...Bu nya Noah.....
Apriyanti
semoga lancar dan gak ada kendala ,,kasian chelsie KLO sampe gagal🙏
Rahma Inayah
klu mmg jodoh tak kan kemana .
Teh Euis Tea
tenangkan hatimu chelsea, klu emang Noah jodohmu hrsnya ortunya ga mempersalahkan masalalumu
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Rahma Inayah
emak dan anak SM2 tamak dan gila harta padahal GK ikut andil dr o padhal hana yg menemani Farhan dr o tp dia Tdk menghrapkan harta Farhan sepeserpun pdhl wkt BS bersama Farhan Hana punya penghasilan sendri dr jualn online tnp Farhan tau JD pas Hana memilih pergi dia memakai uang nya sendri tnp uang dr Farhan sedikit pun
Nie
kamu pasti bisa melupakan rasa cinta itu Chelsea asal kamu bener² mau membuka hati untuk yg lain
Nandi Ni
hemmmmm...pasti ini,,kalo tentang harta pasti akan ada perdebatan,siapa yg paling berhak,siapa dapat apa dan berapa yg dua dapat.Harta bersama dlm pernikahan jika tdk ada anak memang runyam,,kan yg Farhan bagi itu memang harta bersama dg isteri terdahulu ya jadi merekalah yg berhak bukan kamu, Dina.
Dcy Sukma
Ni orang iri terus ihh../Angry/
Teh Euis Tea
trs km mau ngapain Zoya, mau fitnah chelsea lg, udah bagus km sm mamamu dpt bagian jg, ga sadar diri km Zoya pdhal km jg anak tiri
Radya Arynda
sebuah gebrakan yang mantap farhan,,,,mama reni jangan sampai farhan kenapa2 dulu sebelu apa yang dia ingin kan ter wujud,,,,kalau bisa fua wanita iblis dan matre itu di usir sebelum. dapat apa2,,,,,
Radya Arynda
mantap farhan,,,,cepat kamu simpan yang rapi dan aman sebelum para manusia serakah membuat rusak semua,,,,jangan bodoh lagi,,,usir saja tu ibu dan anak yang serakah.....👍👍👍👍👍👍👍👍
Eka ELissa
kmu sbnarnya beruntung py papa frhan yoza kaya bnyak duit mskipun GK sbnyak arsaka....
TPI SE enggk nya kmu bukan gembel GK prlu krja kras kyak chelsea yg dia tau diri TPI kmu anak tirinya Farhan TPI GK tau diri.....ksian frhan di ksih jodoh TPI GK ada yg bner...
cuman Hana yg bner Chika mo jadi bner eh mlhn di tolak ma Farhan jadi nya Zong deh frhan Ksian.....kmu.....
Eka ELissa
dasar matre ntar klau GK sama pasti Mreka marah....🤣🤣🤣kmu slh lagi cari bini frhan ....udh di ksih beneran GK mau....🤣🤣🤣
Eka ELissa
trus ksih yoza gituu....🤣🤣🤣kn dia juga bukn anak Farhan......kmu cumn numpang idup ma Farhan jadi trima aj lah .... takdir mu Diana 🤣🤣🤣🤣🫣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!