Namanya Dhatu, yang artinya anak yang anggun bagai ratu. Orangtuanya memberi nama itu dan berharap putri kesayangan mereka dapat diperlakukan bak ratu oleh pasangan hidupnya kelak. Namun siapa sangka, arti nama tak selalu sama dengan hidup yang kita jalani.
Demi membalas budi dan menjaga kehormatan kedua orangtuanya, Dhatu Anjani terpaksa menikah dengan Dirga. Lelaki tampan dengan sikap dingin, seorang CEO dari perusahaan eletronik yang cukup terkenal di Indonesia.
Dirga tak menginginkan pernikahan konyol itu. Padahal, dirinya memiliki seorang kekasih, Kana. Akan tetapi orang tuanya begitu memaksa agar ia menikahi Dhatu.
Dirga yang menyerah akhirnya menerima perjodohan itu, namun ia tak pernah sekalipun meninggalkan Kana. Ia akan membuat hidup Dhatu bagai di nereka dan membuat wanita itu menyesel karna telah menerima pernikahan yang seharusnya tak pernah terjadi.
"Kamu hanyalah bayangan yang akan selalu berada di belakang, jadi jangan perlihatkan dirimu di hadapanku!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fink fink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apa Artinya Cinta?
Dhatu memilih tempat duduk di samping jendela dan berusaha menahan debaran jantungnya yang mulai memberontak dan tak bisa tenang ketika mereka berdekatan. Ia membuang tatapan keluar agar lelaki itu tak dapat membaca hatinya.
"Ya, Sayang. Hanya seminggu ... aku juga akan merindukanmu ... iya ... aku mencintaimu."
Dhatu mengigit keras bibir bagian bawahnya. Ingin pura-pura tidur agar tak mendengarkan percakapan lelaki di sampingnya, namun seakan mustahil karna mereka baru saja duduk di kursi penumpang. Hatinya yang semula berbunga-bunga, harus hancur dalam sekejap. Sekencang apa pun ia berlari dari kenyataan, pada akhirnya ia tak bisa pergi. Ia tahu akan tempatnya yang tak memiliki arti apa pun. Tak ada yang bisa ia lakukan selain menahan pedih yang menyelimuti hati.
Getaran ponsel di tas tangan yang berada di pangkuan menyadarkan Dhatu jika ia belum menonaktifkan benda pipih itu. Ia mengurungkan niatnya saat melihat nama Krisna terpampang di layar ponselnya.
"Iya, Mas ... aku ada urusan keluarga," Dhatu tersenyum walau tahu Krisna tak dapat melihatnya, "maaf karna nggak sempat ...."
Belum sempat Dhatu menyelesaikan kalimatnya, Dirga sudah merampas ponselnya dan segera memutuskan panggilan yang tengah berlangsung. "Pesawat udah mau take off. Matiin hape-mu." Dirga menyerahkan kembali ponsel Dhatu yang sudah di nonaktifkan olehnya, sementara Dhatu hanya bisa mematung tak mengerti.
Dirga menggerak-gerakkan ponsel Dhatu di udara karna wanita itu tak merespon. Dhatu yang lamunannya buyar dalam sekejap, cepat-cepat mengambil ponsel dari tangan Dirga dan menyimpannya kembali ke dalam tas tangannya, ia kembali mengarahkan pandangan keluar jendela. Sungguh tak mengerti dengan sikap Dirga dan juga ketidakpekaannya yang dengan mudah menorehkan luka pada hati Dhatu.
"Apa kalian pacaran?"
Pertanyaan Dirga membawa Dhatu kembali ke alam nyata. Ia menoleh ke arah lelaki yang kini tengah membaca novel yang Dhatu tak tahu kapan berada di tangan Dirga.
"Maksudmu?
"Yang nelpon kamu tadi," ucap Dirga menutup novelnya, "Apa dia pacarmu?" ia menoleh ke arah Dhatu dan menatap wanita itu penuh tanya.
Dhatu tergelak. Jika dirinya mempunyai kekasih, ia tak akan menerima perjodohan dengan seorang asing yang tak pernah ia temui sebelumnya. Jika dirinya ada di posisi Dirga yang memiliki kekasih, maka ia akan membuat kedua orang tuanya melihat betapa besar cinta yang mereka miliki. Pada akhirnya, cinta yang akan menang, bukan? Dirinya tak 'kan menyerah atas nama cinta.
"Kenapa malah ketawa?"
Dhatu menoleh ke arah Dirga dan menatap ke dalam manik mata lelaki itu, pandangan keduanya terkunci. "Aku mencintaimu."
Perkataan Dhatu membuat jantung Dirga berhenti dalam hitungan detik, lalu berdebar kencang. Ia menatap wanita di hadapannya dengan tatapan tak percaya. Ia bahkan kehilangan kata-kata yang sempat dirangkainya sembari menunggu jawaban Dhatu. Tentang bagaimana cara mereka mengakhiri hubungan dan kembali pada orang yang mereka kasihi.
"Kata aku mencintaimu mudah diucapkan saat kau tak tahu maknanya," ucap Dhatu sembari tersenyum lirih, "jika aku mempunyai pacar dan aku mencintainya, maka aku nggak akan terjebak di sini bersamamu. Karna, bagiku, mencintai itu harus dibarengi dengan tanggungjawab. Aku akan memperjuangkan cinta yang kupunya walau seluruh dunia menentang. Aku akan membuat semua orang tahu, jika cinta yang kami miliki adalah nyata, hingga nggak ada satupun orang yang bisa menentang hubungan kami."
Dirga terdiam. Perkataan wanita bagai pisau yang ditancapkan tepat ke jantungnya. Jika cinta yang ia miliki untuk Kana adalah nyata. Bukankah harusnya ia berusaha lebih keras lagi? Lalu mengapa ia pasrah saja dan tak membuat kedua orang tuanya melihat kekuatan cinta mereka. Kini hatinya mulai meragu dan bertanya-tanya, apakah cinta itu?