"Kalian tidak membiarkanku mati tapi juga tidak memberikanku ruang untuk hidup. Maka dari itu aku akan menunjukan kepada kalian apa artinya menjadi sombong _!" Li Xuan menarik pedang dari sarungnya dan membuat langit berubah warna bak lautan darah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kereta Kuda tidak terkendali
"Kenapa mereka harus menyapa Tuan Zhou terlebih dahulu untuk memasuki kota ?"
Li Xuan bertanya dengan ekspresi tidak mengerti
Meskipun Xu Nian pernah bercerita tentang kejadian mengejutkan dimana banyak keluarga bangsawan meminta maaf kepada Zhou Yu karena tindakan anggota keluarga mereka yang memprotes kebiijakan Aula Obat Yu yang tidak mengutamakan anggota keluarga bangsawan
Namun situasi tersebut terbilang masuk akal dan masih bisa di terima
Karena Zhou Yu merupakan anggota penting keluarga Zhou yang merupakan keluarga bangsawan yang mampu bersaing dengan keluarga bangsawan tingkat pertama di ibukota
Sementara anggota keluarga bangsawan yang mengalami konflik dengannya berasal dari keluarga bangsawan tingkat kedua bahkan tingkat ketiga
Ditambah lagi, sebagian besar orang-orang itu berasal dari garis samping dan bukan dari garis utama atau anggota inti keluarga bangsawan
Karena itu, meskipun kejadian permintaan maaf secara langsung tersebut cukup mengejutkan, namun masih dapat di terima oleh akal sehat
Disisi lain, situasi kali ini berbeda, selain keluarga bangsawan yang kemungkinan besar di pimpin oleh keturunan dari garis utama
Ada banyak kekuatan yang bahkan lebih menakutkan dari keluarga bangsawan seperti sekte-sekte dunia persilatan, bahkan keluarga kerajaan
Dalam situasi tersebut, sangat sulit di percaya bahwa kekuatan-kekuatan itu akan memberikan wajah yang besar kepada Keluarga Zhou, apalagi kepada Zhou Yu
Disisi lain, Xu Nian terdiam sejenak sebelum mengangkat bahunya dan berkata
"Entahlah, tapi itu sudah menjadi rahasia umum di kota Xianyang bahwa setiap bangsawan yang ingin memasuki Kota, mereka pasti akan menyapa Tuan Zhou terlebih dahulu"
Li Xuan menaikan alisnya mendengar hal tersebut, beberapa saat kemudian ia menggelengkan kepala
"Aku tidak tahu dan aku belum pernah melihat seorang bangsawan pun yang datang ke sana"
"Benarkah ?" Xu Nian bertanya dengan ekspresi curiga
Sementara Li Xuan tersenyum dan membalas
"Bahkan jika benar ada sekalipun, apakah saudara Xu berpikir aku memenuhi syarat untuk duduk dan mendengarkan percakapan mereka sehingga aku mengetahui alasan kedatangan orang-orang ini ?"
"Saudara Xu menganggapku terlalu serius"
"Ini..."
Xu Nian terdiam sejenak dan mengeluarkan tawa canggung
Pemuda tersebut kemudian meminta maaf dan dengan cepat mengalihkan topik pembicaraan
Tepat ketika keduanya tengah berbicara, seorang pelayan datang menghampiri meja keduanya
Tanpa berniat bersembunyi dari Li Xuan, pelayan tersebut kemudian berkata kepada Xu Nian bahwa dirinya mendapatkan perintah dari pemilik rumah makan untuk segera menemuinya
Mendengar hal itu, wajah Xu Nian terlihat ketakutan seolah telah melakukan kesalahan besar
Ia kemudian kembali meminta maaf kepada Li Xuan dan berpamitan sambil meminta pelayan tadi supaya melayani Li Xuan dengan baik
Melihat punggung Xu Nian yang menghilang dari balik pintu ruangan
Li Xuan mengerutkan keningnya dan berkata dalam hati
"Saudara Xu ini, Apakah dia..."
***
Li Xuan melangkahkan kakinya, meninggalkan rumah makan tempat Xu Nian bekerja dengan ekspresi ragu
Pemuda tersebut kemudian menoleh ke arah rumah makan selama beberapa saat sebelum menggelengkan kepalanya dan melenggang pergi
Namun alih-alih segera kembali menuju Aula Obat Yu, pemuda tersebut justru mengambil jalan memutar dan menuju pusat kota
Li Xuan terus melangkah kakinya tanpa ragu-ragu sambil melihat ke sekeliling
Melihat hiruk-pikuk kota dan petugas patroli yang berlalu-lalang dengan ekspresi serius layaknya berjaga-jaga terhadap musuh besar, Li Xuan mengangguk diam-diam
Selain mengkonfirmasi ucapan Xu Nian, Li Xuan juga mengagumi respon pemerintah kota Xianyang dalam menghadapi fenomena masuknya para pendekar dalam jumlah besar ke dalam kota
Pemuda tersebut terus berjalan sambil mengamati kesibukan kota dengan ekspresi tenang
Namun tepat ketika Li Xuan tengah menikmati tindakannya
Sebuah kereta kuda melaju dengan kecepatan tinggi menuju ke arahnya
Melihat hal tersebut, para pejalan kaki disekitarnya menjadi panik dan berlari berhamburan
Li Xuan juga terbangun oleh kepanikan para pejalan kaki tersebut dan mengalihkan perhatiannya ke arah kereta kuda
Melihat bendera yang tergantung di atas kereta, Li Xuan langsung menyipitkan matanya
Pemuda tersebut kemudian menggeser tubuhnya ke samping dan berhasil menghindari kereta kuda tersebut dengan tenang
Namun setelah melewati Li Xuan, kereta kuda tersebut tiba-tiba berhenti dan menjadi tenang seolah tidak pernah mengamuk dan melaju tidak terkendali seperti sebelumnya
Li Xuan tidak terkejut melihat pemandangan tersebut, matanya justru memancarkan warna dingin layaknya sebongkah es
Di tengah keterkejutan dan kebingungan para pejalan kaki melihat keanehan kereta kuda tersebut
Pintu kereta kuda tiba-tiba terbuka dan sesosok pemuda tampan keluar dari dalam kereta
Melihat kemunculan pemuda tersebut, sebagian besar pejalan kaki segera menundukkan kepala sementara sisanya menatap dengan acuh tak acuh
Disisi lain, pemuda tampan tersebut terlihat tidak peduli dengan reaksi orang-orang di sekelilingnya dan matanya menatap lurus ke arah Li Xuan
Menghadapi tatapan tersebut, Li Xuan tidak gentar dan balik menatapnya dengan ekspresi yang semakin dingin
***