NovelToon NovelToon
Catatan Kultivasi Sang Kaisar

Catatan Kultivasi Sang Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: TEGUH APRIANSYAH PUTRA SEMBIRING

Kubiarkan Takdir menghempas diriku, membawaku ke suatu masalah yang tak ada habisnya.

Langit dan Bumi ku lawan, Dewa dan Dewi ku tantang, seluruh Semesta menyebutku Yang Mulia.

Atas Nama Jalur Kultivasi Dewa, Sang Kaisar Kultivasi ~ Fang Wei ~

***

Update : Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu.

***

Sistem kultivasi dunia fana...
1. Tingkat Ahli
- Awal
- Menengah
- Akhir
2. Tingkat Ksatria
- Awal
- Menengah
- Akhir
3. Tingkat Jendral
- Awal
- Menengah
- Akhir
4. Tingkat Raja
- Awal
- Menengah
- Akhir
5. Tingkat Kaisar
- Awal
- Menengah
- Akhir
6. Tingkat Bumi
- Awal
- Menengah
- Akhir
7. Tingkat Langit
- Awal
- Menengah
- Akhir

Sistem kultivasi Domain Dewa...

1. Tingkat Kesengsaraan
- Kesengsaraan Angin
- Kesengsaraan Api
- Kesengsaraan Petir
2. Prajurit Dewa
- Merah
- Hitam
- Putih
3. Jendral Dewa
- Jendral Dewa Bumi
- Jendral Dewa Langit
4. Raja Dewa
- Raja Dewa Semesta
- Raja Dewa Surgawi
5. Kaisar Dewa
- Kaisar Dewa dunia Bawah
- Kaisar Dewa dunia Atas
6. Penguasa Dewa
- Tingkat Abadi
- Tingkat Menguasai

#Selalujagakesehatan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TEGUH APRIANSYAH PUTRA SEMBIRING, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26 ~ Aura Roh Api Teratai Biru

Fang Wei kemudian tersenyum tipis sebelum mengangguk pula. Mereka berdua lalu melakukan proses kepemilikan seperti yang pernah dilakukan oleh Api Langit padanya.

Patriarch kemudian mengalirkan seluruh aura nya pada Fang Wei untuk diserap. Meskipun terlihat mudah, sebenarnya Patriarch menahan rasa sakit yang tak terkira.

Bahkan tingkat praktiknya sedikit menurun dan hal itu pulalah yang membuat Patriarch merasa menyesal ketika melakukan hal itu. Meskipun begitu,ia melanjutkan proses tersebut.

Beberapa menit kemudian,keluar asap putih dari hidung,mata dan mulut Fang Wei. Menandakan bahwa ia telah sepenuhnya melakukan proses Kepemilikan tersebut.

Fang Wei tersenyum penuh makna sebelum berkata sesuatu."Aku tak akan mengambil ini dengan begitu saja. Tunggu sebentar,aku akan mengambil sesuatu untuk mu."Ucap Fang Wei berniat berterimakasih pada Patriarch Sekte.

Patriarch sekte terkejut melihat hal itu. Ia tak berharap anak didepannya itu dipenuhi oleh misteri yang tentunya sudah dipecahkan.

"Ah,apakah benar...?"Tanya Patriarch setengah tak percaya.

Fang mengangguk dan kemudian mengeluarkan sesuatu dari tangannya. Seketika itu keluar sebuah benda dengan aura yang kuat dan mencekam.

"Banda apa itu...?"Tanya Patriarch dengan terkejut.

"Patriarch... ini namanya adalah Pagoda 9 Yin-Yang Murni."Jawab Fang Wei sembari mengangkat pagoda tersebut.

"Ini adalah Artefak tipe Penambah kekuatan. Berada ditingkat Raja dan sangat langka. Jika Patriarch tak menginginkan ini,bisa kuberikan pada Guru Xiao."Lanjut Fang Wei menjelaskan pada Patriarch.

Patriarch tentu tak percaya dengan yang dikatakan Fang Wei. Tetapi ia secepat kilat mengambil Artefak tersebut dan menjawab sesuatu."Aku menginginkan nya."Jawab Patriarch secepatnya.

Fang Wei tersenyum mendengarnya. Ia kemudian berdiri dan melangkah pergi dari tempat Patriarch yang masih diam menatap setiap inci Artefak Pagoda 9 Yin-Yang Murni.

Fang Wei secepatnya pergi menuju Gunung Ketiga. Ia juga ingin memberikan sesuatu pada Ming Xiao dan Tang Shan sebagai kenang-kenangan. Karena,mungkin secepatnya ia akan pergi meninggalkan sekte. Ia khawatir jika Api Teratai Biru akan menyulitkan beberapa penduduk sekitar.

***

Puncak Gunung Ketiga...

"Guru... Aku ingin memberimu sesuatu."

Setelah Fang Wei mencapai puncak gunung ketiga,ia segera menghampiri gurunya yang sedang duduk menghadap kebawah gunung tersebut.

"Benda apa itu, Wei'er...?"Tanya Ming Xiao dengan lembut dan setengah tertarik dengan benda yang dikeluarkan oleh Fang Wei nantinya.

Fang Wei kemudian mengeluarkan sebuah pedang dari tangannya. Dengan kemampuan khususnya yang bisa menyimpan barang pada tangannya,ia serasa tak memiliki beban sana sekali. Dan sejak memiliki Api Langit lah ia baru mengetahui bakatnya itu.

Ming Xiao terkejut dengan kejadian didepannya itu. Ia rasa, Fang Wei menang tak sesederhana itu.

"Wei'er,apa ini...? Dan kau mengambilnya dari kekosongan...?"Tanya Ming Xiao masih dengan tatapan tak percaya nya.

"Ah,itu...Guru,ini adalah Benda Pusaka tingkat Kaisar. Namanya adalah Pedang Kekosongan."Ungkap Fang Wei. Meskipun ia menyembunyikan kemampuannya,ia juga sedikit merasa bersalah.

"Ah,ini..."Ming Xiao terkejut sekali lagi. Baru kali ini ia melihat Senjata Pusaka Tingkat Kaisar yang melegenda. Seumur-umur,ia hanya pernah memegang Senjata Pusaka Tingkat Tinggi saja.

"Wei'er, darimana kau mendapatkan Pusaka ini...?"Tanya Ming Xiao Engan curiga.

"Pastinya bukan mencuri atau merampas."Jawab Fang Wei singkat,tetapi padat dan menyimpan makna yang tepat.

Ming Xiao menatap tajam kearah Fang Wei sebelum sebuah suara terdengar sangat familiar ditelinga keduanya.

"Aku yang memberikannya."

Ya,benar. Dia adalah Tang Shan. Tang Shan sengaja berbohong seperti itu karena ia tahu bahwa Fang Wei menyimpan sesuatu yang tidak boleh dibocorkan sembarangan.

"Ah,ternyata kau..."Meskipun bermusuhan, Ming Xiao nyatanya tak terlalu memikirkan hal itu lagi. Dan lagi, Tang Shan sudah berjanji untuk tidak mengkhianati sekte dan akan selalu membantu sekte.

"Bisakah Tetua Ke-tiga pergi sebentar,aku akan berbicara empat mata dengan Fang Wei."Pinta Tang Shan pada Ming Xiao dan segera disetujui oleh Ming Xiao. Ming Xiao mengambil Pedang Kekosongan dan berdiri.

Ming Xiao pergi sementara Fang Wei berbicara dengan Tang Shan."Ayah,aku sangat berterima kasih dengan bamtuan mu. Jika tidak ada kau...mungkin akan lebih rumit."Ucap Fang Wei dengan senyum sumringah nya.

"Itu sudah sewajarnya."Jawab singkat Tang Shan disertai elusan pelan pada kepala Fang Wei.

"Ayah,aku juga memiliki sesuatu untukmu."Ucap Fang di kemudian mengeluarkan sebuah Artefak dari jari telunjuknya.

"Ayah,ini Artefak Tingkat Bumi bernama Sarung Tangan Pembakar Jiwa. Artefak tipe penyerang ini dapat membunuh seorang kultivator tingkat tinggi sekali pun."Lanjut Fang Wei dengan semangat.

Sedangkan Yang Shan hanya tersenyum tipis melihatnya. Baginya, Artefak Tingkat Bumi hanyalah sampah.

Bagaimana tidak...? Jika di Bumi barang tersebut menjadi pujaan,berbeda dengan akan Dewa yang menjadikan benda itu sekedar untuk mengelap tangan atau melindungi tangan saat mengambil makanan panas.

Meski demikian,Tang Shan juga akhirnya mengambil Artefak tersebut. Ia sadar,ia sekarang bukanlah di alam Dewa. Ditambah ia sekarang sangatlah membutuhkan barang yang cukup berharga tersebut.

Fang Wei tersenyum sambil berkata."Ayah,aku akan pergi setelah aku selesai melaksanakan Turnamen Aliansi Aliran Putih-Netral."Ungkapnya dengan senyuman yang bermakna sesuatu.

"Ah, benarkah...? Jika begitu,maka kau harus bersiap-siap."Jawab Tang Shan dengan senyuman pula.

***

Ruangan Pribadi Fang Wei...

Fang Wei yang telah selesai melakukan rencananya segera masuk kedalam ruangan pribadinya. Setelah membersihkan tubuhnya,ia segera berbaring di ranjang yang tersedia disana. Rasa nyaman dari empuknya kasur tersebut.

Ia seperti ingin dibawa ke alam surgawi karenanya. Ketika hal itu hampir terjadi,ia teringat sesuatu.

"Ah,Xiao Qin...! Bagaimana aku bisa melupakannya...? Keadaannya mungkin semakin rumit untuk disembuhkan."Ucap Fang Wei setelah itu ia segera bangkit dan berlari menuju bawah gunung.

Tak lama berselang, akhirnya ia sampai dibawah gunung,lebih tepatnya dikaki gunung. Setelah itu ia berlari lagi menuju Aula Obat.

Ia selalu bertanya-tanya. Bagaimana ia bisa melupakan hal yang mungkin membahayakan dirinya...?

Setelah sekian lama akhirnya ia sampai didepan Aula Obat. Terlihat Aula besar yang dipenuhi dengan segala Sumberdaya, Pil, maupun obat-obatan juga tersedia.

Ia lalu masuk kedalam Aula tersebut. Fang Wei mulai mencari ruangan tempat Xiao Qin dirawat. Setelah beberapa lama, akhirnya ia sampai pada sebuah pintu. Ia mengetuknya sebelum pintu tersebut terbuka dengan sendirinya.

Ia masuk kedalam dan melihat segala sisi. Terlihat sebuah mayat tergeletak begitu saja dilantai. Ya,memang benar. Dia adalah Xiao Qin.

"Bagaimana ini bisa terjadi...?"Tanya Fang Wei kebingungan.

1
Nanik S
cukup menarik
Nanik S
Lanjut
Sang M
cerita jadi jelek..... payah stop aja..
Sang M
dasar bocil goblok kayak kau itu...
Sang M
dancokkkk gak suka intrik2 thor ini. Gak punya imaji yg lain kah,?? Lu payah....haiii... cerita lama dan kotor kok koh pake Thor.👊...nih
Sang M
sampah
Sang M
sekte terkutuk aliran gak genah ini.
minak jinggo
judulnya aja yg keren, isinya smpah..
calon murid aja blom bisa berkultivasi suruh bunuh binatang buas.... pekok
Menarik antara guru dan murid
Numpang.... simak.... 🙏
alexander
bagus ceritanya rekomen untuk di baca
spooky836
apa cerita ni lan lan baru 5 th, fa g umur 6th. dasar anak pelacur buat cerita plagiat.
spooky836
aku rasa yng menulis ni anak haram baru belajar dgn pelacur maknya.
Lanjutkan
Katanya mau menyembuhkan tangan Qin
Ming Lanlan... hatinya jahat sekali berbalik dg Ayahnya
Kebersamaan Ayah dan anak yang merubah segalanya menjadi lebih baik
Bsgus
Gong
Lanjutkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!