"Jika uang bisa membeli segalanya maka aku akan membeli cinta. Agar aku bisa merasakan apa namanya cinta." Rayasi Stevaya.
Rich women yang selalu saja gagal dan hal percintaan.
Raya bahkan sudah gagal menjalani percintaan dengan beberapa pria, hingga membuat dirinya trauma menjalani sebuah hubungan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RW 26
Sehari bagaikan hanya sejam untuk keduanya. Mereka benar-benar menikmati hari ini. Berjalan di pinggiran bibir pantai, menikmati kuliner, berjalan di pasar lokal melihat keunikan kerajinan tangan. Keduanya benar benar bahagia, karena di sepajang hari hanya ada tawa yang terus terdengar di keduanya.
"Berapa hari kita di sini?" tanya Raya saat mengeringkan rambutnya. Namun, Derald belum menjawab. "Tiga hari. Bagaimana? Cukup?"
Derald tersenyum sambil terus menatap pantulan wajah Raya dari cermin. Karena saat ini Raya sedang duduk di depan cermin sambil menyisir rambutnya.
"Kau pasti tersenyum karena wajah cantikku? Iya, kan?"
"Ya."
"Pandanglah terus. Karena suatu saat wajah ini pasti tidak akan bisa kau pandang lagi." Raya berdiri, lalu menghampiri Derald dan mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah Raya. "Ayo lihat baik-baik." Kata Raya
Cup.
Satu kecupan lembut mendarat di kening Raya.
"Maaf." Ucap Derald karena tanpa permisi langsung mengecup Raya.
"Hahah, kau pasti terpesona dengan wajahku sampai langsung mengecup keningku. Sini." Kini Raya duduk tepat di atas pangkuan Derald. Hal yang begitu intim hingga membuat Derald menelan salivanya secara kasar.
Raya pun mengambil ponsel Derald yang berada tepat di samping Derald.
"Cepat!" Kata Raya dan langsung memotret dirinya dengan Derald. Wajah Derald yang terlihat kaku seperti kanebo kering. "Senyum dong, seperti ini." Raya memberikan contoh pada Derald sehingga Derald mulai menarik kedua sudut bibirnya membuat seutas senyum. "Nah kan kalau begini bagus."
Raya lalu berdiri dan memberikan ponsel kepada Derald.
"Sekarang kau bisa memandang wajah cantikku dengan sesuka hatimu." Ucapnya penuh dengan bangga.
"Kenapa harus melihat foto jika yang asli ada di depan mataku?"
Raya terdiam.
"Hm?" Derald memberanikan diri berjalan menghampiri Raya dan langsung memeluk tubuh Raya dari arah belakang. "Apa bisa sekarang?" Tanya Derald dan Raya hanya diam sambil menganggukkan kepala dan wajah yang tersipu malu.
Dan tanpa ba bi bu. Derald langsung membawa Raya ke tempat tidur.
...🥀🥀🥀🥀🥀...
Pagi hari, Raya yang lebih dahulu membuka mata dan menatap wajah Derald yang masih tertidur dengan sangat lelap.
"Maaf." Lirih Raya sambil mengusap lembut wajah Derald.
Dua puluh lima menit berlalu
Raya yang sudah merasa sangat lapar terpaksa mencoba untuk bangun namun, terasa sakit, karena akibat pergulatan semalam yang membuat gawang miliknya jebol.
"Ah." Ringis Raya membuat Derald membuka mata dan mendapati Raya yang sudah duduk di tepi tempat tidur.
Dengan sigap Derald bangun dan langsung menggendong tubuh Raya masuk ke dalam kamar mandi. Raya hanya diam dan malu, karena saat ini tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun.
"Kenapa harus malu. Aku sudah lihat semuanya semalam." Ungkap Derald yang membuat Raya semakin malu.
"Stop! Sekarang keluar. Aku bisa mandi sendiri." Tolak Raya.
"Kenapa harus sendiri jika berdua juga bisa?"
"Ada apa dengannya? Sejak kapan Derald menjadi mesum?" Batin Raya menatap horor pada Derald.
"Hari ini, kita akan berada di kamar. Tidak ada aktifitas diluar. Aku ingin membuat Derald dan Raya junior." Kata Derald saat berada di bawah aliran air yang menetes dari shower.
"What?"
"Derald dan Raya junior harus lahir." Ucap Derald yang tidak ingin terbatahkan lagi.
"Lahir? Jadi pun tidak. Dan semoga tidak akan jadi." Batin Raya, sambil sesekali menelan salivanya saat melihat pahatan tubuh Derald yang begitu sempurna.
padahal ku masih ingin trz ikutin raya n derald
terimakasih Thor🙏
semoga bersatu lagi..kalo saling cinta ya pertahankan dan lupakan masa lalu
semangatt up nya💪🥰🥰