🏆 Juara 2 Fiksi Modern🏆
EKLUSIF HANYA DI NOVELTOON.
Pernikahan di landasi karena balas budi, Kakek Erlan menikahkan cucunya bernama Erline dengan seorang pria miskin bernama Aliason. Balas budinya itu karena Aliason menyelamatkan Kakek Erlan dari kebakaran mobil yang tiba-tiba meledak.
Sayangnya, Kakek Erlan meninggal dunia, keluarga Erline malah ingin memisahkan Erline dan Aliason. Erline yang tidak ingin melihat Aliason terluka, ia pun setuju untuk mengikuti keinginan Mamanya. Sungguh Aliason merasa amat terpukul karena istri yang ia cinta pergi bersama keluarganya dan setuju untuk menikah dengan orang pilihan Mamanya meskipun Erline tidak ingin.
Aliason di pukul oleh bodyguard mertuanya hingga ia hampir mati. Karena ia sudah berada di titik terendahnya, akhirnya Aliason pun mendapat sistem. Dengan sistem Aliason mendapatkan kekayaan. Di saat hari pernikahan istrinya, ia datang dengan jabatan sebagai CEO perusahaan besar. Ia memamerkan kekayaan kepada mereka semua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28
......☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️......
......☺️☺️☺️☺️☺️☺️☺️......
......❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️......
Tuuut! Tuuut!
Tuuut! Tuuut!
"Halo, Tuan Aliason, Anda sudah sampai ya?" tanya Anto buru-buru keluar dari ruangannya.
"Iya," jawab Aliason singkat.
"Baiklah, saya datang sekarang," ucap Anto.
Anto mencari Aliason dan melihat ada 2 orang yang berdiri di depan pintu masuk.
"Maaf Tuan Aliason, saya tidak menyambut Anda dengan baik karena ada beberapa bekas yang harus saya siapkan," ucap Anto membungkukkan badannya meminta maaf.
"Sudah, tidak apa-apa," jawab Aliason.
Mereka pun mengikuti Anto menuju ke suatu ruangan.
"Eh siapa dia yang bisa membuat pengurus Anto membungkukkan badan? Jangan-jangan dia pemilik supermarket ini? Mampu Lah," ucap karyawan itu memukul-mukul kepalanya merasa bodoh.
"Siapa tadi itu?" tanya kasir itu memanggil karyawan tersebut.
Karyawan itu mendekati kasir tersebut. "Mungkin dia ada pemilik supermarket ini," ucap karyawan itu.
"Masa iya," ucap kasir itu terbelalak.
Mereka pun masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Silakan duduk Tuan," ucap Anto.
Aliason pun duduk di sofa bersama Erline. Anto memberikan beberapa berkas yang harus di tandatangani oleh Aliason. Aliason pun menandatanganinya.
"Selamat Tuan, supermarket ini menjadi milik Anda, jika ada sesuatu hal lainnya katakan saja padaku," ucap Anto.
"Ya, aku ada hal yang ingin aku katakan pada mu nanti," ucap Aliason.
"Ah iya kalau begitu mari kita di luar melihat apa yang para karyawan kerjakan," ucap Anto.
Mereka pun keluar dari ruangan tersebut dan berjalan menuju ke depan.
"Aku ingin kau memecat kasur yang ada di sana," ucap Aliason menunjuk ke arah kasir yang sedang berdiri tersebut.
"Eh, kenapa Tuan?" tanya Anto.
"Aku tidak ingin memperkerjakan orang yang tidak menghargai orang lain, siapa pun mereka tetap harus di layani dengan baik, barulah orang-orang mau membeli barang kita. Kalau karyawannya sombong, mana mau orang membeli ke sini," ucap Aliason panjang lebar.
"Saya minta maaf, saya tidak bermaksud begitu. Saya ... saya cuma ...." Kasir itu tak bisa melanjutkannya ucapannya.
Karena tadi memang tadi ia membiarkan Aliason menunggu dan bahkan jika Aliason menunggu ia akan menyuruhnya pulang.
Anto melihat ke arah kasir itu dan menatapnya tajam. Ia pun mendekatinya.
"Sudah berapa kali aku katakan pada mu, jaga sikap mu, akhirnya jadi seperti ini kan," ucap Anto marah.
"Maafkan saya, saya nggak maksud begitu, saya cuma ... Pak Anto tolonglah saya kali ini, saya nggak mau di pecat," pinta kasir itu memohon.
"Maaf tidak bisa, seharusnya kamu tahu jika bekerja di tempat orang ramai itu harus bersikap sopan dan ramah, kalau kamu bersikap semaunya aja bagaimana kau akan bekerja di tempat orang. Bahkan seorang bos saja tidak bisa seenaknya, apa lagi karyawan," ucap Aliason.
Kasir itu tampak ingin menangis, karena matanya sudah berkaca-kaca.
"Untuk kamu juga, aku peringatkan jangan seperti tadi, ini adalah peringatan untuk mu, jika kamu melakukan seperti tadi, maka kamu juga terancam di pecat. Aku mempertimbangkan karena kamu tadi berbicara sopan," ucap Aliason kepada karyawan yang menjaga di depan pintu tersebut.
"Terima kasih Tuan, terima kasih banyak. Saya janji akan bekerja lebih baik lagi," ucap karyawan itu membungkukkan badannya.
......❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️......