NovelToon NovelToon
DI KIRA MISKIN TERNYATA SULTAN

DI KIRA MISKIN TERNYATA SULTAN

Status: tamat
Genre:CEO / Bullying di Tempat Kerja / Anak Lelaki/Pria Miskin / Mafia / Tamat
Popularitas:132.1k
Nilai: 5
Nama Author: taofik irawan

Erik, Sorang pemuda dari keluarga miskin sering di hina dan bully. dia tidak taku kalo dirinya adalah orang kaya.

hingga suatu hari ayah angkatnya sakit dan memberitahu Erik kalo dirinya bukanlah anaknya dan kedua orang tuanya memberitahukan dirinya salah orang berada.

sejak saat itu kehidupan Erik berubah, diapun membalas. semua orang yang sudah menghina dan membully nya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon taofik irawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 26. Mira yang mulai berpaling dari Erik

Terus berjalan, sambil membawa tas mencari kerja berharap mendapatkan sebuah pekerjaan.

Erik tidak menyesali dengan apa yang menimpa dirinya, melihat orang-orang seumurannya berangkat kuliah sambil bercanda dia sadar bahwa dirinya hanya orang miskin.

Melihat sebuah pabrik Erik pun penasaran iapun beranjak mendekati."pak, maaf mau tanya ini pabrik apa ya, apa ada lowongan kerja?" Tanya Erik.

"Mas, ini gudang beras. Ada sih cuman jadi kuli panggul, emang mau jadi kuli panggul."sahut seorang satpam.

Erik berfikir ia pernah melakukan nya waktu sekolah dulu. Tapi karena dia tidak tahu lagi mau kerja apa Erik memutuskan untuk menerima nya.

"Iya pak, gak apa "jawab Erik.

"Ya sudah, ayo masuk..."seseorang satpam membawanya masuk ke dalam gudang.

Sambil berjalan Erik Melihat banyak yang kerja, dan gudangnya begitu luas tidak seperti kerja di pasar dulu.

"Pak, ini ada yang mau kerja..."ucap satpam sepertinya pada mandornya.

"Sudah ya mas, saya Kembali ke pos." Ucapnya, satpam pun pergi.

Erik, dia melihat orang-orang sedang mengangkut beras ke dalam mobil box besar. "Kau yakin mau kerja, ini berat lo.."ucap mandornya."ia pak saya yakin..."jawab Erik dengan tegas. "Ya sudah, cepat bantu mereka..."perintah mandornya.

Erikpun bergegas bergabung dengan kuli lainnya mengangkut beras yang terlihat berat. Saat ia mencoba dia nampak keberatan tapi Erik dia teringat akan Mira yang butuh biaya buat persalinan. Iapun tidak menyerah.

Siang hari, saat jam istrihat orang-orang sedang makan ia tidak bawa bekal. Erik hanya duduk sendiri sendiri sambil menghela nafas karena capek.

Tiba-tiba seorang cowok menghampirinya memberikannya minum "ini mas, minum"ucapnya, Erik pun mengambilnya "makasih ya, mas.."sahut Erik.

Duduk berdua, "mas, baru ya kenapa gak bawa bekal, di sini gak di kasih makan sehari upahnya gak besar Hanya 80 RB "ucapnya.

"Iya mas, baru. Gak apa mas Sekarang nyari kerja susah, saya sudah bersyukur dapat kerja juga."sahut Erik .

Istriahat pun usai Erik kerja kembali bersama kuli lainnya.

****

Sementara di kampung Mira terus menantikan Erik pulang, kandungan yang mulai besar Mira berharap ini anaknya Erik dia takut kalo anaknya mirip Bagus.

"Mira, ibu malu tiap ibu ke warung mereka selalu menggosipkan mu. Membicarakan ibu mereka menatap ibu sinis. Kau tahu mereka bicarakan apa? Katanya kenapa mau punya menantu seperti Erik dia dari keluarga gak jelas kau tahu dia menyebut Erik anak pungut. "Keluh ibunya saat masuk rumah.

"Bu, jangan dengar kan mereka, mereka berkata yang gak benar tentang Erik. Erik bukan anak pungut dia punya ibu dan ayah masa anak pungut. "Jawab Mira.

"Gak, Mira kau harus dengar kata ibu menikahlah dengan anak teman ayah mu. Dia sudah jelas dari keluarga berada, rumah sudah punya Mira jika kasihan pada ibu dengarkan ibu. Ini demi kebaikanmu. Erik, apa yang kau harapkan buat dirinya sendiri masih kurang." Sahut ibunya.

Tapi Mira tidak mau mendengarkan apa kata ibunya, dia tetap mencintai Erik meski Erik tidak bisa menafkahi nya dengan materi.

Hari beranjak sore, Mira terus termenung di kamar nya dia memikirkan apa kata ibunya. Erik jangan kan untuk biaya menafkahi ku buat dirinya sendiri dia masih kekurangan. Dan itu memang benar.

Hari terlihat cerah sore itu, anak-anak sedang bermain di halaman Mira hanya melihat dari jendela kamarnya, dia teringat akan masa kecilnya yang tidak mengenal cinta begitu bahagia rasanya.

"Bu, bapak pulang lihat siapa yang datang..."ucap bapak terdengar Mira dari kamarnya.

"Ah, mas ayo masuk ..."ucap ibunya menyambut.

Mira tidak tahu siapa yang datang, tapi dia tidak peduli dia hanya memikirkan Erik seorang.

Kreekkk

Pintu terbuka , "Mira kau sedang apa! Lihat ada Fandi di luar berdandan lah sedikit."ucap ibunya Mira kaget ,"Bu, kenapa sih aku sudah menikah kenapa mau menjodohkan ku sekarang."sahut Mira .

Ibunya masuk kamar memaksa Mira merapihkan dirinya, "lihat saja dulu kau akan suka , jangan jadi wanita bodoh. Nurut sama ibu ini demi kebaikan mu"pekik ibunya Mira.

Dia merapihkan Mira dan membawanya ke luar.

"Mas Fandi, ini Mira..."ucap ibunya.

Mira, dia kaget saat melihat cowok yang akan di jodohkan nya dia terlihat tampan, bandnya besar, Putih, sangat beda jauh dengan Erik.

"Sedang hamil ya Bu?,"tanya Fandi saat melihat Mira mengandung.

"Iya, mas ini kecelakaan salah ibu juga. "sahut ibunya Mira sambil tersenyum.

Mira terlihat terus menatap Fandi, ternyata dia begitu tampan ibunya terlihat Suka saat Mira menatap Fandi.

"Oh gitu ya, saya juga sudah punya anak sih, Bu. Tapi ayah nya siapa ya Bu. Saya jadi bingung. "Ujar Fandi.

"Nak Fandi nanti juga sudah dia lahiran anaknya akan ikut ayahnya tenang saja. Kasihan ayah nya dia berandalan. Nak Fandi maklum namanya kecelakaan ya." Ujar ayah Mira.

"Ya sudah, Bu saya pamit dulu saya fikirkan lagi "ujarnya Sambil bersalaman dengan ayah dan ibunya Mira.

Fandipun pergi setelah melihat Mira mengandung, entah dia akan menerimanya apa tidak.

"Tuh, lihat orangnya cakep kan di.banding si Erik yang kurus, miskin, lihat Mira Fandi putih badanya terisi sudah punya rumah. "sahut ibunya.

Mira pun senyum seperti menyukai Fandi, lalu bagaiman dengan Erik, apakah akan di lupakannya?

\*\*\*\*\*

Dengan tubuh nya yang basah oleh keringat, Erik hanya dapat uang 80 RB sore itu dia kembali pulang berjalan kaki ke kosan Eza.

Melihat ponselnya ada pesan dari istrinya ,[Erik, kau merindukanmu ] pesannya, Erik hanya senyum [iya, aku tahu aku juga di sini meridukanmu ] jawab Erik tapi tidak di balasnya lagi.

Sampai di kosan Eza, "Rik, Lo udah kerja?,"tanya Eza saat Erik masuk kosan.

"Za, iya hanya jadi kuli lagi. Capek gue mau makan. "sahutnya.

Eza tertawa, "ini makan, gue beli tadi saat pulang buat makan malam."memberikan nasi bungkus.

Erik langsung makan sambil melihat ponsel tapi gak ada juga balasnya dari Mira. "Kemana ya.."gumamnya tidak seperti biasanya Mira terlambat balas chat nya.

"Rik, gue tadi bicara sama teman gue ada sih katanya tapi kerja di rumah nya Lo mau? kerja jadi babu tukang kebun gitu."ucap Eza sambil menatap laptopnya.

"Mau za, gue kerja apa aja mau."sahut Erik.

"Ya sudah nanti geu telpon teman gue."balas Eza.

Sambil menatap ponsel yang tidak ada balasan dari Mira. Akhirnya Erik menelpon nya. Namun tidak juga di angkat.

Erik pun beranjak mandi sore itu, dalam hatinya bertanya-tanya kenapa Mira gak jawab telponnya, apa dia sendang sibuk?

Biasanya dia tidak begitu "ah mungkin dia sibuk."fikir Erik.

"Rik, Mira nelpon. "Panggil Eza.

Erik langsung beranjak keluar dengan tubuh yang masih basah.

"Mira, dari mana saja ?" Tanya Erik.

"Maaf tadi ada tamu. "sahutnya.

"Iya aku dah dapet kerja, gimana dengan kandungan mu." Erik terlihat makin mencintai Mira.

"Baik-baik saja, Erik sudah dulu ya aku capek.."sahutnya menutup telpon nya.

Erik merasa Mira tidak seperti biasanya, ada apa ya dengannya ? Fikir Erik.

Eza tiap hari dia fokus pada kuliahnya, erikpun mengerti dia punya impian besar yang dia ingin wujudkan.

Sambil duduk melihat Eza perasaan iri padanya muncul, "za, andai gue kuliah ya mungkin gak akan seperti ini."ucap nya.

"Rik, gue juga kuliah mencoba berhemat. Tadinya gue mau tinggal bersama Kaka gue tapi gak enak sama suaminya makanya gue memutuskan kos." Ujarnya.

Sedangkan Mira , dia senyum hatinya mudah terpengaruh dia tidak menyangka pria yang akan di jodohkan ayah ya itu begitu tampan. Tapi melihat perutnya yang sudah besar dia malah berbalik jadi menyesal.

"Kenapa bapak gak dari dulu menjodohkan ku dengan Fandi" gumam nya.

Kalo Mira berpaling cintanya pada Fandi lalu bagaimana dengan Erik, apakah dia akan melupakannya ?

1
Suyanto Suyoso
ceritanya kok tanggung blum ada kejelasan.....
Khairul Azman Abdul Kahar
kenapa karyanya tamat tidak ada sambungannya.nyesal baca cerita yg tergantung
Andra Diano
bagus
cikolu ndoke
bukan darah dagingnya kok mau tanggung jawab, harusnya Mira yang tanggung jawab
Alfin
Luar biasa
Benny Bento
kasihan Erik...
IR WANTO
anjiing novel kok ada unsur lgbt taii
IR WANTO
makin tambah gobloknya..
IR WANTO
tolol idiot begooo...taekkk
IR WANTO
tolol lagi lcnya..
Bude Yahman
pemeran utamanya lemah
Sapar Udin
lanjut
otv
gak lanjut season 2 kah thorrrr?
Yuliana Ras
duh maraton nih bacanya
Sri Maulida
lanjuuuttt...
Nuri Maulidia
sngj emg bkin crt bgn biar bd yg laen yg pny drtink d larang
arfgnwn
Ngegantung gini ending nya(?)
Prastono
kok gak ada lanjutannya?
Cak Nun
keren
selviyaenjelista
lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!