Novel ini bercerita tentang cewek tomboy dan juga cowok dingin.
Anggraini
Dwi Deka Sasendri gadis tomboy yang berpakaian seperti laki-laki, bahkan di sekolah pun malah menggunakan celana bukan rok. Apalagi hobinya olahraga dan juga beladiri menambah kesan laki-lakinya. Anggra selain tomboy dia juga gadis yang periang dan banyak teman.
Namun bagaimana jadinya bila ia harus sekelas dengan Dion Albarnista. Dion adalah pria yang pendiam dan juga suka menyendiri. semua Dion lakukan karena ada alasannya tersendiri.
Anggra yang sebagai ketua kelas ia ingin semua orang saling berteman. Bagaimana cara Anggra membuat Dion untuk bergabung?
Selain itu, ada kejadian yang membuat mereka di paksa menikah dengan berbagai syarat. Akankan mereka dapat membatalkan pernikahan itu? Lalu bagaimana kehidupan setelah pernikahan mereka? Akankah menumbuhkan cinta? Akankah banyak rintangannya?
Yuk saksikan kisahnya.
Jangan lupa baca juga
I hate You status (kisah orang tua Anggra)
Sifat tersembunyi my husban (kisah orang tua Dion)
Ibarat lagu waktu yang salah cinta ini bersemi. Kau masih mencintainya dan aku menyukai orang lain. walau ku ingkari perlahan hati ini memilihmu.
-Angraini Dwi Deka Sasendri
Kamu datang dihidupanku ibarat lagu lumpuhkan ingatanku, karena kamu datang menghapuskan dia dari hatiku. Lalu jika kamu pergi siapa yang menghapuskan kamu dari hatiku wahai gadis tomboyku
-dion albarnista
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erni Permata Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Dion ke kamar dan menjatuhkan dirinya keranjangnya.
Dia tidur telentang melihat atap kamarnya
“Gila ! itu itu permaina gila”
“Kenapa wajah Anggra yan terpampang”
“Apa aku jatuh cinta dengan Anggra?”
“Itu gak mungkin”
“Mungkin karna ada masalah ini , pasti! pasti karena masalah ini”
“ Apa Gua gila seperti Tion”
“Dasar ! permainan anak kecil”
“Bisa bisanya Tion percaya dengan permainan seperti itu?”
“ Jangan percaya dion kamu udah dewasa. Itu hanya pemainan kekanakan-kanakan Tion , enggak masuk akal”
Racau Dion dan memutar tubuhnya
dan kembali memutar tubuhnya menghadap langit langit kamarnya.
“Aku coba sekali lagi deh" Dion menutup mata
“ Gua udah gila. Semua gara-gara Tion ”Dion guling guling di ranjangnya dan berhenti di posisi tengkuap
“Najwa lo dimana sih?"
“ Hp gua diamana ya?”
“ Gua kek ABG deh. galau”
“Eh emang ABG deh”
“Tuhan beri hamba mu ini waktu untuk menentukan pilihan yang tepat , hamba masih telalu muda mengambil keputusan ini, beri hamba waktu untuk memastikan hati,bsehingga hamba tidak menyakiti Anggra, Najwa atau pun oranglain. Pernikahan adalah keputusan yang besar, hama belum sanggup menjadi imam yang baik. Hamba mohon ya Allah dan hamba yakin keputusan dan rencana mu adalah yang terbaik untuk ku . Ya Allah aku serahkan segalanya padamu. Amiin” doa Dion.
Tidak lama kemudian Dion Tertidur.
Tok Tok Tok. (Bunyi ketukan pintu)
“Dion? Dion?. mama dan papah udah pulang tuh. Mereka memanggil kamu.”
Tok Tok To. ketuk Tion lagi karena tidak ada sautan dari Dion
“Dion?” Panggil Tion namun tidak ada jawaban lagi dari Dion
Karena tidak ada jawaban Tion membuka pintu kamar Dion dan masuk.
“Walah nih bocah malah tidur”
“Dion,mama dan papah udah pulang tuh”
“Dion? Dion?” panggil Tion sambil menggoyang-goyang tubuh Dion.
“Dion, Gua penasaran loh dengan keputusannya. Ayo loe, Yon Yon. Loe engga penasaran tah?” ujar Tion yang masih menguncang tubuh Dion.
“Ada apasih Yon? Gua gantuk nih” ucap Dion setengah sadar
“Jam berapa Sekarang? mama dan papah udah pulang belum?” Lanjut Dion
“Sekarang udah jam 1 Dion dan mama papah udah nungguin loe di bawah tug”
“Apa?! jam 1? papah dan mama udah di bawah?” ucap Dion terkejut
“Iya. Cepetan bangun”
“Apa kata mama dan papah?”
“Cuma suruh panggil kamu aja ke bawah”
“Ok. Ok”
Dion dan Tion ke bawa dan mereka menambil posis duduk bersebelahan.
“Papah langsung aja ya. Sebelumnya papah dan mama minta maaf, mama dan papah udah berusaha sebaik mungkin, namun keputusannya udah mutlak dan keputusan ini mama da papah setuju”
“Jadi apa pah keputusanya?”
“Menikah”
Dion menutup matanya.
“Kapan?” Tanya Dion pasrah
“Tidak sekarang kok. Mereka memberi waktu. mamamu menceritakan Najwa dan apa yang Tion ceritakan lagipula kalian butuh waktu kan?”
“Eh,? Allah ku memang yang terbaik. Terima kasih ya Allah” ucap Dion dalam hati
“Kapan Pah?”
“6 bulan lagi” jawab Zahra
“6 bulan? bukannya Dion masih SMA belum lulus pah mah?” tanya Tion deluan mendahulukan Dion.
“Pemberian waktu itu untuk Dion belajar mengenal dan mencintai Anggra”
“Bagaimana kalau Dion nemuin Najwa?” Tanya Dion
“Apa kamu yakin Najwa masih hidup Dion?” tanya Sofian
“Mungkin”
“Mungkin?” Kini Zahra buka mulut
“Ya. Bagaimana kalau Najwa kembali?”
“Jika Najwa kembali dan kamu memilih Najwa. Maka papah yang akan hentikan penikahan itu. Papah juga yakin orang tua Anggra pasti setuju. Maka buktikan sama kami sebelum menikah”
“Bagaimana? Bagaimana Najwa ketemu setelah menikah?”
“Maka kau harus memilih istrimu. Jangan kau panggil aku ayah jika tidak menghukumu jika kau memilih Najwa. “
“Mama. Jangan panggil aku mamamu bila kau menyakiti Angga. Jadi buktikan Najwa masih hidup sebelum menikah”
“Tapi Dion tidak mencintai Anggra mah”
“6 bulan? 6 bulan itu kau bisa gunakan untuk belajar mencintainya, maka berusahalah” jawab Zahra
“Waktu kalian panjang. Setelah menikah pun bisa belajar. Cinta dapat hadir dengan berjalannya waktu.” Timbal Sofian
“Jika aku mau memberhentikan pernikahan, jalan satu-satunya hanya temukan Najwa”
“Iya” jawab Sofian dan Zahra kompak.
“Baiklah. Jika ini keputusan akhirnya Dion terima” Dion berdiri
“Mau kemana kau Dion?” TanyaTion
“Ke kamar” jawab Dion dan dijawab Tion dengan ber oh ria saja
pendek banget
mampus Dion huuuu