NovelToon NovelToon
Setelah Putri Kandung Itu Kembali.

Setelah Putri Kandung Itu Kembali.

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Sci-Fi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Cumi kecil

Selama bertahun-tahun, Bee Catleen hidup sebagai putri kesayangan keluarga Luwis. Meskipun berstatus anak angkat, Bee selalu menerima cinta dan kasih sayang yang membuatnya merasa tidak pernah berbeda dari anggota keluarga lainnya.

Namun semuanya berubah ketika Jelita, putri kandung keluarga Luwis yang hilang selama lima belas tahun, akhirnya kembali.

Perlahan, perhatian yang dulu menjadi miliknya mulai beralih. Bee hanya bisa tersenyum dan berpura-pura bahagia demi melihat keluarganya kembali utuh. Di balik tawa ceria dan sifat humorisnya, Bee menyimpan luka yang tidak pernah ia tunjukkan kepada siapa pun.

Hari demi hari, Bee hidup dengan topeng kebahagiaan, hingga takdir mempertemukannya dengan seorang pria yang mampu melihat kesedihan yang ia sembunyikan rapat-rapat.

Untuk pertama kalinya, ada seseorang yang memilihnya tanpa ragu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cumi kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26 MELUPAKAN ISI HATI

Pagi ini suasana rumah masih sepi. Bee yang masih tertidur terkejut ketika pintu kamar terbuka dengan kasar.

" K..kak " kaget bee

"Bee, ikut kakak!" bentak kak Darius sambil kembali mencengkeram pergelangan tangan Bee dengan keras.

"Aku gak mau!"

"Kamu gak punya hak menolak!" Dengan paksa kak Darius menyeret Bee keluar dari kamar.

Bee masih mengenakan piyama berwarna krem.

Rambut panjangnya masih berantakan, Bahkan sandal pun belum sempat ia pakai.

"Kak... sakit..." lirih Bee sambil mencoba melepaskan cengkeraman itu.

Namun kak Darius tidak peduli. "Jelita masuk rumah sakit gara-gara kamu! Kamu masih sempat-sempatnya tidur!" Marah kak Darius " Kalo bukan kamu yang memaksanya untuk minum, sakit lambung Jelita tidak akan kambuh "

Bee menggeleng kuat. "Itu bukan salah Bee... dia minum karena kemauannya sendiri...."

"Cukup!"

Tangisan Bee sama sekali tidak membuat hati Kak Darius luluh.

Rumah Sakit.

Bee diseret masuk melewati lorong rumah sakit.

Beberapa perawat sampai menoleh prihatin melihat gadis itu berjalan tanpa alas kaki. Sesampainya di ruang rawat...

Bee melihat Jelita berbaring lemah di atas ranjang. Mamah Lana duduk di samping ranjang sambil menggenggam tangan Jelita.

Papah Prans berdiri di dekat jendela. Melihat Bee datang, suasana langsung berubah tegang.

Kak Darius mendorong pelan tubuh Bee ke depan.

"Bee. Minta maaf sama Jelita."

Bee menoleh perlahan Tatapannya kosong. "Atas dasar apa aku harus meminta maaf? Dia minum atas kemauannya sendiri." Suara Bee terdengar pelan, tetapi tegas.

Wajah Papah Prans langsung memerah. "Bee! Itu adikmu! Dia masuk rumah sakit gara-gara kamu! "

"Lalu?" Bee menatap Papah tanpa rasa takut lagi. "Aku yang menyuruh dia minum?"

"Tidak."

"Aku yang menuangkan alkohol ke gelasnya?"

"Tidak."

" Dan kenapa aku yang harus meminta maaf?" Ucap bee dengan emosi

"Kamu—" Papah Prans mengangkat tangannya hendak menampar Bee. Namun...

Bee justru melangkah maju, Ia menyodorkan pipi kirinya.

Pipi yang dulu pernah ditampar Mamah. Lalu menunjuk pipi kanannya, Pipi yang beberapa hari lalu ditampar Kak Darius.

"Papah mau tampar Bee? Tampar, Pah. Tampar!" teriak Bee sambil menangis. "Tampar sekalian! Supaya lengkap!"

Tangan Papah Prans membeku di udara. Untuk pertama kalinya... Ia tidak sanggup menggerakkan tangannya.

Wajah Bee yang penuh air mata membuat dadanya sesak. Namun amarah masih menutupi semuanya.

Saat itulah Jelita buru-buru memegang tangan Papah.

"Papah... jangan.... Hiks... Jangan marahi Bee lagi...." Mohon Jelita "Bee pasti sedang khilaf. Aku gak apa-apa kok...."

"Papah... Mamah... jangan memarahi bee karena aku...." Jelita menangis pelan.

Melihat itu, Mamah Lana langsung memeluk Jelita.

"Ya Ampun... Kamu selalu memikirkan orang lain."

Papah Prans menghela napas panjang. "Lihat itu, Bee! Jelita masih membelamu! Dia sangat baik kepadamu Tapi kamu?" Kesal papah prans "Kenapa kamu menjadi gadis yang jahat dan pembangkang? Kami membesarkanmu, Menyekolahkanmu, Bukan untuk menjadi wanita yang seperti ini!"

Bee menggeleng pelan. "Ak—"

"Sudah!" potong Papah. "Minta maaf sekarang! Lalu semua selesai!"

Bee tertawa lirih. Tawa yang terdengar jauh lebih menyakitkan daripada tangisan.

"Lagi... Lagi-lagi Bee yang harus minta maaf...." Bee mengangkat wajahnya.

Menatap satu per satu anggota keluarga yang dulu selalu menjadi tempat pulangnya. "Kalau papah ingin aku meminta maaf kepada Jelita... Suruh Jelita meminta maaf dulu kepadaku."

"Apa?" bentak Darius. "Atas dasar apa Jelita harus meminta maaf kepadamu?"

Air mata Bee kembali jatuh. " Di Hari pertama... Hari kedua... Dia sengaja memasak udang." Ucap bee "Padahal dia tahu bahkan pelayan sudah memberitahu jika aku alergi udang tapi jelita masih kekeuh memasak udang untukku... atau setidaknya kalian juga tahu... aku alergi udang."

"Aku makan karena gak mau mengecewakan dia, mengecewakan kalian. Padahal aku berharap di antara kalian semua melarangku untuk tidak makan masakan jelita. Aku hampir kehilangan nyawa." Isak tangis bee "Aku masuk rumah sakit Tapi... Tak satu pun dari kalian datang." Bee menarik napas panjang.

"Di kampus... Rumor tentang aku yang anak angkat tersebar luas. Pandangan orang-orang, Fitnah, Semuanya berawal dari Jelita." Tunjuk bee kepada Jelita

Semua orang masih diam.

" Bee. Stop! " ucap jelita terlihat panik

Tapi bee terus meluapkan isi hatinya "Karena Jelita... Kalian mulai lupa kalau aku juga bagian dari keluarga ini. aku sakit, aku kesepian, aku cuma ingin ditemani...." Tangis Bee pecah " Semua yang aku lakukan selalu salah "

"Tamparan dari Mamah..."

"Tamparan dari Kak Darius... Dan hampir tamparan dari Papah. Itu sudah cukup menyadarkan Bee... Kalau Bee sudah bukan siapa-siapa lagi di keluarga Luwis...."

Ruangan mendadak sunyi.

Mamah Lana perlahan menundukkan kepala.

Tatapan Papah Prans mulai goyah.

Sedangkan kak Darius masih mengeraskan rahangnya.

Jelita buru-buru berkata, "Bee... Jangan ngomong seperti itu. Itu akan melukai hati Mamah, Papah, dan Kak Darius...."

Bee menoleh. Tatapannya begitu tenang "Melukai?" Tanya bee "Apa kalian pernah berpikir, Kalau setiap hari hati Bee juga terluka?" Ucap bee menunjuk ke dirinya sendiri " Lihat " bee menunjuk ke kakinya" Bahkan demi jelita, kak Darius tidak mengijinkan aku untuk memakai alas kaki "

mamah Lana, papah prans dan kak Darius langsung melihat kearah kaki bee. Dan benar saja bee tidak menggunakan alas kaki.

Kak Darius baru sadar jika sedari tadi bee tak menggunakan alas kaki.

Semua kembali diam.

"Dan sekarang... Aku harus meminta maaf karena Jelita minum alkohol? Kalau dia punya sakit lambung... Kenapa dia tetap minum? Apa itu juga salahku?"

Tidak ada satu pun yang mampu menjawab.

Bee mengusap air matanya. "Maaf... Tapi kali ini Aku tidak akan meminta maaf." Selesai berkata, Bee berbalik.

Bee berjalan keluar dari ruang rawat. Tidak ada yang mengejarnya, Tidak ada yang memanggil namanya, Yang terdengar hanyalah suara langkah kaki Bee di lorong rumah sakit.

Bee terus berjalan. Tanpa sandal, Lantai rumah sakit yang dingin berganti dengan aspal panas di luar gedung.

Bee tidak peduli. Air matanya kembali jatuh "Hiks... Kenapa, Kenapa rasanya sesakit ini...." Bee berjalan tanpa tujuan.

Hingga... Sebuah mobil hitam berhenti tepat di sampingnya, Kaca mobil perlahan turun.

"Bee." Suara itu begitu familiar.

Bee menoleh. "Kak... Juna...."

Kak Juna langsung membuka pintu mobil. Tatapannya jatuh pada kaki Bee yang memerah karena berjalan tanpa alas.

Tanpa banyak bertanya, ia turun dari mobil. Lalu berdiri tepat di hadapan Bee "Naik." ucapnya lembut namun tegas.

Bee menggeleng pelan. "Aku gak apa-apa...."

Kak Juna menghela napas pelan. "Kamu mau membohongi siapa?"

Tatapan Bee langsung runtuh. Air matanya kembali mengalir

Melihat Bee hampir kehilangan keseimbangan, Juna segera menopang tubuh gadis itu dengan hati-hati. "Kali ini... Biarkan aku yang menjaga kamu."

Dengan tangan gemetar, Bee akhirnya mengangguk pelan.

Kak Juna membimbing Bee masuk ke dalam mobil, lalu menutup pintu dengan hati-hati sebelum ia sendiri masuk ke kursi pengemudi. Mobil itu pun perlahan melaju, meninggalkan rumah sakit yang baru saja menjadi saksi runtuhnya hati seorang gadis yang selama ini terus berusaha bertahan.

1
Red Blossom
Satukan Juna sama Bee secepatnya thor biar Bee ada yg melindungi
Daniel Kang
💪semangat bee
Lin-khay💞
Halo kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!