Karena sebuah kesalahan satu malam, Ayaneru terjebak bersama seorang pria asing yang membuatnya hamil.
Namun Ayaneru yang sebenarnya sudah dijodohkan dengan seorang pria terhormat, memutuskan untuk pergi ke luar negeri karena merasa kotor dan tak pantas. Hingga dia ingin menggagalkan perjodohan itu dan malah berniat untuk merawat bayinya seorang diri.
Namun, 5 tahun kemudian Ayaneru kembali ke Tokyo dengan membawa kedua buah hatinya yang sangat jenius.
Apakah takdir akan mempertemukan mereka dengan sang ayah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anezaki Igarashi Ricky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebersamaan
Tak butuh lama setelah mengisi perut dan merasa kenyang, akhirnya Leona dan Leon sudah tertidur begitu saja di atas sofa. Hingga akhirnya Reo yang masih berada di rumah itu mulai memindahkan Leon dan Leona ke dalam kamar mereka.
"Ehem ..." Reo mulai berdehem ketika mereka hanya tinggal berdua di ruang tengah itu. " Neru ..."
"Hari sudah semakin larut, Tuan. Dan anak-anak juga sudah tidur. Lebih baik tuan Reo segera meninggalkan rumah ini." ucap Ayaneru memotong ucapan Reo.
"Apa?! Kamu mengusirku, Neru?!" tanya Reo hampir syok karena baru kali ini ada seseorang yang berani mengusir seorang Reo.
"Bukan, Tuan. Aku hanya mengingatkan saja agar tetangga dan orang-orang tidak salah mengira dan berpikiran buruk ketika melihat semua ini." ucap Ayaneru seadanya.
"Mereka tak akan berani melakukan itu atau mereka akan menyesalinya karena sudah melakukannya!" tandas Reo dengan tegas. "Tolong buatkan aku Flat White, Neru!"
Imbuh Reo memberikan titah dan malah mulai duduk dengan santai dan tidak segera meninggalkan rumah ini. Atau mungkin sebenarnya Reo sengaja melakukannya.
Apa? Kini dia malah memintaku untuk membuatkan Flat White untuknya? Dia pikir rumah ini adalah kedai kopi apa?! Bukankah lebih baik dia pergi ke kedai kopi saja sih? Lagipula aku juga tidak memiliki beberapa bahannya!!
Batin Ayaneru mulai geram sendiri karena berpikiran Reo sudah semena-mena terhadapnya.
"Maaf, Tuan. Tapi aku tidak memilki beberapa bahannya seperti foam, taburan coklat, atau steamed milk. Aku hanya memiliki persediaan cappucino biasa saja." ucap Ayaneru mencari alasan agar Reo segera meninggalkan rumahnya.
"Ya sudah! Buatkan aku cappucino hangat saja kalau begitu!"
"Maaf, Tuan. Tapi sepertinya gas di rumahku sedang habis. Dan kompor listrikku sedang bermasalah. Sementara aku juga masih belum memiliki mesin pembuat kopi. Jika aku boleh menyarankan, sebaiknya tuan Reo menikmati kopi di kedai kopi saja." ucap Ayaneru berkilah dan berusaha berbicara semanis mungkin.
"Huft ... ya sudah. Tidak buruk juga saranmu! Setidaknya kopi di kedai kopi akan lebih nikmat dan enak jika dibanding dengan buatanmu!" jawab Reo asal dan mulai mencari sesuatu di dalam saku pakaiannya yaitu ponselnya.
"Hehe ... benar sekali, Tuan." sahut Ayaneru memasang senyum lebar, padahal di dalam hatinya wanita itu merasa begitu kesal karena ucapan dari Reo.
"Hhm. Aku akan menghubungi presdir utama dari Fukushi Group. Kebetulan dia sedang berada di Yokohama. Aku akan mengundangnya untuk bertemu dan meminum kopi bersama!" ucap Reo dengan santai sembari berusaha untuk menghubungi seseorang dengan ponsel keluaran terbaru dan super mewah itu.
Seketika senyuman Ayaneru membeku begitu saja setelah mendengarkan ucapan dari Reo. Bahkan dengan cepat Ayaneru sesegera mungkin berusaha untuk menghalangi niat Reo untuk menghubungi mantan tunangannya itu.
"Tu-tunggu, Tuan! Mendadak kompor listrikku tidak jadi bermasalah! Aku akan membuatkan cappucino hangat untukmu! Tunggu sebentar ..." ucap Ayaneru dengan cepat dan segera melompat dari tempat duduknya untuk segera pergi ke dapur.
Senyuman licik itu seketika mulai menghiasi wajah tampan nan rupawan itu. Seakan pria itu sudah meraih kemenangan hingga merasa puas karena Ayaneru tak akan bisa berkutik lagi. Karena saat ini Reo sudah memegang kartu As nya dan kelemahan Ayaneru.
Cihh ... pria licik itu selalu saja menggunakan kelemahanku untuk menindasku!! Aku tidak bisa diam saja!! Aku juga harus mencari kelemahannya!! Agar dia tidak sembarangan menindasku seperti ini!!
Geram Ayaneru di dalam hati. Namun tak ada pilihan lain, mau tak mau Ayaneru harus patuh dan menuruti semua kemauan dari Reo.
Setelah beberapa saat akhirnya Ayaneru kembali lagi dengan membawa secangkir cappucino hangat itu. Namun betapa terkejutnya wanita cantik itu saat mengetahui jika di ruang tengahnya tak ada siapapun lagi.
"Dimana dia? Apa pria licik itu sudah pulang?" gumam Ayaneru celingukan mencari sosok Reo.
Ayaneru meletakkan secangkir cappucino hangat itu di atas meja dan segera mencari Reo di setiap ruangan rumah ini. Namun dia tak juga menemukan keberadaan Reo.
"Cihh ... rupanya dia memang sengaja ingin mempermainkanku ya!!" geram Ayaneru merasa kesal.
...🍁🍁🍁...
Sementara itu, di dalam sebuah mobil yang sedang melaju cukup kencang. Terlihat seorang pria berjas sedang fokus mengemudikan mobilnya sambil melakukan sebuah panggilan dengan menggunakan salah satu erapiece-nya.
Raut wajahnya terlihat sedikit tegang dan dipenuhi dengan kekhawatiran, seakan dia sedang memiliki sebuah masalah yang cukup berat.
"Shin, bagaimana keadaan mama saat ini?" tanya pria dewasa itu yang rupanya menghubungi sepupu jauhnya.
"Sudah lebih baik, Reo. Hanya saja masih belum diperbolehkan untuk pulang ke rumah." jawab seorang pria yang dipanggil Shin itu.
"Baiklah! Aku sedang dalam perjalanan ke Osaka. Tolong jaga mamaku sampai aku datang, Shin. Karena papa tidak akan bisa kembali sebelum proyek barunya diselesaikan." ucap Reo masih dengam raut wajah penuh kekhawatiran semabri mengemudikan mobilnya.
"Hhm. Kamu tenang saja! Aku akan menjaga mamamu."
Reo mulai mengakhiri panggilan itu dan sedikit menambah kecepatan laju mobilnya kembali. Pikirannya saat ini hanya tertuju mamanya yang baru saja masuk ke rumah sakit karena masalah pencernaannya yang kambuh, sehingga mengakibatkan tubuhnya sedikit down hingga diharuskan dirawat di rumah sakit.
...🍁🍁🍁...
Bonus part disaat Ayaneru dan Reo berada di ruang tengah berduaan. Sebenarnya saat itu si kembar Leon dan Leona hanya sedikit memainkan sebuah drama saja. dan mereka berdua tidak benar-benar tidur saat itu. Malah diam-diam kedua anak kembar itu keluar dari dalam kamarnya lalu mengendap-endap untuk kembali mengintip Ayaneru dan Reo.
Niat hati ingin membuat Ayaneru dan Reo agar bisa memiliki waktu berdua bersama dan menjadikan mereka berdua lebih dekat lagi. Namun rupanya ide dari Leona itu malah gagal total.
"Huftt ... sepertinya mereka berdua memang tak menginginkan untuk kembali bersama. Bahkan mereka berdua terlihat seperti orang asing saja." keluh Leon sambil mengintip kedua orang dewasa itu dari balik dinding.
"Tidak, Kak Leon. Aku merasa jika papa Reo sangat suka dan nyaman saat bersama dengan kita kok." sahut Leona yang sepertinya masih sangat bersemangat dan berharap jika Ayaneru dan Reo bisa segera bersama.
"Tapi mama merasa tidak nyaman, Leona. Dan ma selalu saja terlihat seperti itu."
"Itu artinya kita harus lebih berjuang untuk mempersatukan mereka, Kak! Wanita tak akan mudah melupakan pria yang sudah pernah memasuki kehidupannya. Apalagi hingga mereka memiliki anak, Kak."
"Cih ... tau apa kamu soal cinta, Leona? Ini pasti gara-gara kamu diam-diam suka membaca novel romance dan CEO milik mama saat mama bekerja? Hufttt ..." keluh Leon mendengus kesal.
"Hehe ..." Leona meringis lebar menatap sang kakak.
Namun tiba-tiba saja kedua anak ini melihat Reo mulai mengangkat panggilan dari seseorang dan tiba-tiba saja menjadi sedikit panik.
"Apa? Baiklah ... aku akan segera pergi ke Osaka! Tolong jaga mamaku dulu!!" ucap Reo panik dan segera meninggalkan rumah ini.
...🍁🍁🍁...