NovelToon NovelToon
Kiana Story

Kiana Story

Status: tamat
Genre:Fantasi / Nikahmuda / Peningkatan diri-Perubahan dan Mengubah Takdir / Fantasi Urban-Percintaan Modern / Tamat
Popularitas:254.5k
Nilai: 5
Nama Author: ana marisa

Seorang gadis membuka mata dengan perlahan dan menatap sekeliling untuk memastikan dirinya berada dimana. Matanya terbelalak kaget saat menyadari dirinya berada di rumah sakit.



"Astaga, apa yang terjadi sebenarnya? Gue belum mati?" tanya gadis itu dengan bingung.





Sangat mengherankan kalau dirinya masih hidup saat nekat menabrakkan diri di sebuah truk yang sedang melintas di jalan. Dan yang lebih mengherankan di tubuhnya tidak mengalami luka gores sedikitpun.





Penasaran dengan kelanjutan ceritanya langsung aja di baca gaes🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ana marisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Happy reading 🖤

"Apa nggak ada niatan buat batalin pertunangan lo sama Ringga?"

Pertanyaan dari Kiana membuat gerakan Alira yang sedang membaca novel terhenti dan menoleh cepat ke arah Kiana yang tengah membereskan alat tulis.

"Lo nggak ada niatan buat cerai dari Azam?" Alira balik bertanya, membuat kening Kiana mengerut.

"Gue nanya, tapi malah balik nanya." Kiana memukul kepala Alira dengan buku, membuat si empunya meringis sebelum terkekeh kecil.

"Kayaknya enggak deh. Gue sama dia udah dijodohkan saat masih di dalam perut, orang tua gue sama Ringga udah deket banget. Ya, gue pun dekat sama Ringga, walaupun cowok itu cuek banget bahkan nggak segan-segan main tangan." Alira menutup buku novel dan menaruh kembali di dalam laci. "Gue nggak bisa lepasin Ringga gitu aja. Kedengaran bodoh sih emang, tapi ini menyangkut perasaan gue sama dia." lanjut Alira.

"Lo suka sama Ringga? Tapi interaksi lo sama dia kayak saling benci gitu," ucap Kiana. Bukan tanpa alasan ia berucap seperti itu, melihat saat Alira bertemu Ringga, ekspresi keduanya hanya datar-datar saja.

"Kalo di luar ya emang gitu, Ki," Alira terkekeh. Ia menyandarkan punggungnya di sandaran kursi, menatap seisi kelas yang sudah kosong karena bel istirahat telah berbunyi.

"Dia udah keterlaluan loh, pipi lo sampe merah kayak gitu. Makin kesel gue sama Elsa, itu cewek kayaknya titisan Medusa. Tak pikir dia baik, eh, ternyata..." Kiana berdecak kasar dan tertipu dengan sikap Elsa.

Setelah berpindah ke tubuh Angel, ia pikir Elsa adalah gadis yang baik, tapi saat melihat kejadian tadi dan ekspresi wajah Elsa yang dibuat menyedihkan, hal itu membuat Kiana geram. Apalagi karena cewek itu, Alira sampai ditampar oleh Ringga.

"Azam lebih parah dari Ringga kalau lo lupa, Ki." Alira berdecak sambil berdiri untuk pergi ke kantin. " Dua cowok ogeb yang tertipu dengan wajah manis Elsa."

"Lo nggak mau cerai dari Azam? Makin kesini, gue makin nggak suka sama sikap lakik lo." lanjut Alira saat keduanya melangkah keluar kelas.

"Mau cerai sih, tapi lo tau sendiri kan, sekarang gue lagi bertopang hidup sama keluarga Azam. Nggak mungkin gue balik lagi ke keluarga yang udah benci sama gue selama ini. Dan juga, Mommy Zara sama Papi Zain kayaknya nggak setuju kalo gue cerai sama anaknya." keluh Kiana.

Kiana menghela napas panjang, sudah terpikirkan olehnya jika ia ingin berpisah dengan Azam, namun sayangnya hal itu sangat sulit terwujud.

"lo sendiri masih mau bertahan sama Ringga?" tanya Kiana. "Sama, kayak lo yang nggak suka sama Azam, gue juga nggak suka sama Ringga. Udah enek banget sama tingkah Ringga. Rasanya pengen gue tabok itu mukanya. Berani banget dia nampar sahabat gue," ucap Kiana menggebu-gebu.

"Gue cari persediaan dulu deh, maksudnya sedia payung sebelum hujan. Jadi, pas gue batalin tunangan sama Ringga, gue udah punya yang baru." Alira menyelipkan anak rambutnya ke belakang telinga. "Makanya bantu gue cari orang baru yang bisa buat gue nyaman dan lupain Ringga." imbuh Alira.

"Tenang, itu masalah gampang. Nanti gue bantu," ucap Kiana.

Dari arah belakang, Loli berlari dan masuk di antara Alira dan Kiana.

"Ngagetin aja nih permen," gerutu Alira kesal.

Loli hanya nyengir. "Lagian Loli kesel tau, ihhh permen Loli di curi Bian mulu." ucap Loli dengan mengerucutkan bibirnya.

"Elah, perkara permen doang, Li," kesal Alira.

"Kehilangan permen itu perkara besar bagi Loli. Alira nggak tau aja, rasanya tanpa permen itu hidup Loli nggak berwarna." ucap Loli dengan dramatis membuat Kiana dan Alira menggelengkan kepalanya.

"Dahlah, malas gue ladenin lo," ketus Alira.

Loli berdecak kesal. "Lomba yuk, kita lari ke kantin. Yang kalah harus turutin kemauan yang menang," ucap Loli dengan antusias.

"Lo aja, gue mager," ucap Kiana sambil menggeleng cepat.

Namun bukan Loli namanya jika tidak merengek. "Ihhh....Ayo! Loli ngambek nih." Loli memegang pergelangan tangan Alira. "Loli hitung ya, Satu.....Dua...Tiga!"

"Loli kampret!" teriak Alira saat Loli menarik tangannya.

Sedangkan Kiana, gadis itu ingin segera berlari, namun tali sepatunya lepas membuat ia berdecak kesal. Saat hendak berjongkok untuk mengikat tali sepatu, sebuah tepukan di bahu membuat ia terkejut dan langsung menoleh.

"Lo?" kaget Kiana, ia bertemu dengan cowok tadi pagi yang bertabrakan dengannya.

Cowok itu hanya mengangguk kecil, kemudian berjongkok di depannya. Hal itu membuat Kiana terkejut.

"Eh, mau ngapain? Nggak usah!" ucap Kiana gelagapan saat cowok itu mengikat tali sepatunya.

"Kancing rok belakang lo kebuka. Kalau lo jongkok, gue yakin...." cowok itu tidak meneruskan ucapannya saat melihat Kiana melotot kaget.

"Sama-sama," ucap cowok itu sebelum berlalu pergi dengan sebelah tangan masuk ke saku celana.

Ia meninggalkan Kiana yang tercengang dengan raut wajah malu. "Sial, malu banget gue," ucap Kiana setelah memperbaiki roknya.

Kiana menatap sekitar, beruntung tidak ada yang melihat kejadian barusan. Dengan segera Kiana berlari ke kantin untuk menyusul Alira dan Loli.

Melihat Kiana telah pergi, seorang pria keluar dari balik tembok sambil bersedekap dada menatap punggung Kiana yang sudah mulai menjauh.

"Sial! Kenapa gue nggak suka liat kejadian tadi?" ucap Azam dengan menyugar rambutnya dan kembali melangkah menuju kantin, di mana teman-temannya sedang menunggu.

Tangan Azam terkepal kuat dengan napas memburu. Murid-murid yang berpapasan dengannya langsung bergidik ngeri saat melihat kemarahan di wajah Azam.

1
"Candy75
rakyat aja deh sama kia
raa77
sekolah apa udh nikah?
dhiny
wah kita sama kiana lw lagi banyak masalah dengerin lagunya kim seokjin
Anaya Nabila
lah... kok udah tamat aja.... tu td yg kabur spa... trz jadiannya sma spa si kiana
Dhesy
asli ngakak sekale baru x ini gw baca novel terlucu🤣🤣🤣
Dhesy
gawat ini thor😂😁
Dhesy
nah lo azam.thor jgn sampai kiana cinta sama si azam gw gak rela gak rela gak rela bila perlu buat kiana minta cerai aja.biar si azam kebakaran jenglot eh jenggot 🤣
Dhesy
gw suka karakter cwek tegas dan pemberani gak mudah di tindas
gabisa masuk akun lama
Wah, makasih thor udah semangat lanjutin novel ini sampe selesai. Tapi Thorr, Rayyan gimanaaaaa? gw masih mau tau tentang Rayyan 😭😭🙏🏻
➳️ anna🐣 ༒࿐ 🦣: heheh enggak janji yah kak
total 1 replies
gabisa masuk akun lama
aamiin, mantep Bian, Kiana sama Rayyan aja ye kan🤝🏻
gabisa masuk akun lama
Thorrr, pas Kiana dah pisah dari Azam tolong buat Kiana sama Rayyan yah thorr, plis banget inimah😭😭
Adek Cilla
ini cerita fokus kiana dulu aja jgn yg lain anjing kek bngsat tau gak
•|BL(tata)✨: PP lu aj kyk J A L A N G
total 6 replies
Navisha Mahvin
kasih aja azam sama elsa
dan kiana sama rayyan aja.. cocok🤭😁
Navisha Mahvin
azam punya saingan nih🤭🤭
Navisha Mahvin
kenapa gak minum susu kia aja🤭🤭
sully cungliiee
bagus thor...kutunggu karyamu yg lain
✮R⃟ɪsᴍᴀᵑᵍᵒᵏᵏ⋆
nah gini dong, ai suka keributan, jangan di buat mewek lagi yaa Thor, ai blom beli tisu 🤣🤣
Ayuu 🍊🍊
Yaelah thor, blum juga saya liat kia sama rayyan, malah end, 🥺
Ayuu 🍊🍊
Dah lah gak ketolong goblok si azam
Fransiska Husun
Thor kasi bocap babang Rayyan dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!