NovelToon NovelToon
One Piece : Sistem In The Shinobi World

One Piece : Sistem In The Shinobi World

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Naruto
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: RabilMuhammadTahir

Seorang penggemar anime tiba-tiba terbangun di sebuah pulau terpencil di dunia Naruto. Saat kebingungan mencari jalan keluar, sebuah sistem misterius muncul.

One Piece System.

Dengan sistem ini, ia dapat memperoleh karakter-karakter dari dunia One Piece sebagai bawahannya. Namun, untuk mendapatkan mereka, ia harus membangun reputasi dan pengaruh.

Bajak laut, Angkatan Laut, hingga tokoh-tokoh besar One Piece—semuanya bisa menjadi bagian dari kekuatannya.

Di dunia Naruto yang penuh konflik, ia harus menentukan jalannya sendiri.

Membangun kekuatan dari balik bayangan, atau menjadi legenda yang dikenal seluruh dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RabilMuhammadTahir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Jejak Desa Kabut dan Perahu yang Datang

Rian mengusap permukaan plat logam pelindung dahi Kirigakure yang dingin di telapak tangannya. Goresan mendalam pada garis gelombang tersebut mengindikasikan bahwa pemilik jasad ini—atau bahkan seluruh kru kapal—mungkin adalah para pelarian (nukenin) atau pedagang gelap yang berusaha melarikan diri dari wilayah Negara Air.

Ia memfokuskan pikirannya pada antarmuka sistem yang baru saja terbuka.

Layar semi-transparan membentang di pandangannya, menampilkan fitur baru: World Map (Basic Region).

Peta tersebut digambar dengan garis-garis neon biru yang cukup detail. Pulau terpencil tempat Rian berada ditampilkan sebagai titik berkedip keci di bagian tengah. Di sebelah barat daya, berjarak sekitar dua belas hingga lima belas mil laut, terhampar gugusan pulau yang jauh lebih besar dengan label samar: Kepulauan Pinggiran Negara Air (Mizu no Kuni).

"Dua belas mil laut..." Rian bergumam seraya mengamati skala jarak di peta. "Tanpa kapal yang layak, memotong lautan lepas sejauh itu sama saja dengan bunuh diri."

Ia kembali mengalihkan perhatiannya pada bangkai kapal kayu di depannya. Lambung utamanya memang telah hancur dihantam karang, namun bagian geladak belakang masih relatif utuh karena tertahan posisi bebatuan tinggi.

Rian memanjat puing-puing kayu dengan berhati-hati, menjaga pijakannya agar tidak tergelincir ke celah karang yang tajam.

Di dalam kabin kapten yang sudah miring dan tergenang air laut setinggi mata kaki, Rian mulai menggeledah sisa-sisa barang yang tidak terbawa arus. Sebagian besar peti kayu telah pecah dan isinya tersapu laut, tetapi di balik sebuah lemari kayu tebal yang robek, ia menemukan sebuah kotak besi terkunci.

Rian menggunakan pisau berburu (Basic Hunting Knife) di tangan kanannya, menyisipkan bilah baja itu ke celah engsel kotak yang sudah berkarat akibat air asin, lalu menekan gagangnya sekuat tenaga.

Klek!

Engsel yang lapuk itu patah. Di dalam kotak besi tersebut terdapat beberapa benda yang masih selamat dari genangan air:

Sebuah kompas pelaut sederhana bermaterial kuningan.

Gulungan tali tambang serat rami sepanjang kira-kira delapan meter.

Sebuah kapak besi kecil yang sedikit berkarat di bagian matanya, namun masih kokoh.

Buntalan kain lilin kedap air yang membungkus sebuah buku catatan bertuliskan tinta hitam.

Rian mengambil seluruh barang tersebut dan memasukkannya ke dalam kalkulasi logisnya. Buku catatan itu menarik perhatian utamanya; ia membuka lipatan kain lilin dan memeriksa lembaran-lembaran kertas tebal di dalamnya.

Buku itu adalah jurnal pelayaran. Meskipun beberapa bagian halaman depan sudah mengembang dan tintanya kabur terkena kelembapan, lembaran-lembaran terakhir masih bisa dibaca dengan cukup jelas.

...Hari ke-14: Patroli Pasukan Khusus Kiri (Oin-nin) semakin ketat di sekitar pelabuhan barat. Perintah dari Mizukage Keempat makin tidak masuk akal. Siapa pun yang dicurigai memiliki garis keturunan khusus (Kekkei Genkai) langsung dieksekusi tanpa pengadilan... Kami tidak punya pilihan selain berlayar ke arah timur menuju lautan lepas...

Rian menahan napas sejenak setelah membaca paragraf tersebut.

"Mizukage Keempat... Yagura," bisik Rian.

Informasi ini memberikan gambaran timeline yang sangat krusial. Dunia Naruto saat ini sedang berada dalam era pemerintahan Yagura Karatachi—masa-masa paling kelam dalam sejarah Kirigakure yang dikenal sebagai era Desa Kabut Berdarah (Chigiri no Sato). Era di mana perang saudara, pembantaian pemilik Kekkei Genkai, dan kontrol penuh dari balik layar oleh Uchiha Obito sedang berlangsung.

Ini adalah periode yang sangat berbahaya, namun di saat yang sama menyimpan kekosongan kekuasaan dan kekacauan politik yang besar di wilayah lautan Negara Air.

Denting sistem berbunyi pelan di kepalanya.

[SISTEM NOTIFIKASI: Pengetahuan Lingkungan Diperbarui]

Timeline Terkonfirmasi: Era Desa Kabut Berdarah (Mizu no Kuni).

Tingkat Bahaya Wilayah: Tinggi.

Rian menutup jurnal tersebut dan membungkusnya kembali dengan kain lilin. Ia membawa kapak besi kecil, kompas, tali rami, serta koin Ryo dan pelindung dahi ke tepi pantai yang kering.

Dengan tambahan kapak besi kecil ini, ia sekarang bisa menebang pohon-pohon berukuran sedang di pulau untuk membuat rakit atau memperkuat tempat perlindungan sementaranya.

Rian memeriksa panel statusnya untuk memastikan seluruh barang bawaannya tercatat secara akurat.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

SYSTEM STATUS

Nama: Rian Usia: 20 Level: 1

Strength: 8 Speed: 7 Vitality: 8 Stamina: 7 Intelligence: 14

System Point: 150 SP Reputation: 0

Skills:

Rokushiki: Kami-e (Basic)

Characters: -

Inventory:

Basic Hunting Knife (1)

Kapak Besi Kecil (1)

Kompas Kuningan (1)

Tali Tambang Rami (8 meter)

Pelindung Dahi Kirigakure Tergores (1)

Jurnal Pelayaran Kuno (1)

Uang Tunai: 12.000 Ryo

Sisa Daging Babi Hutan Panggang

Achievement:

First Survival

World Discovery

Organization: - Territory: -

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

Dengan total 150 SP yang dimilikinya saat ini, Rian mulai mempertimbangkan langkah selanjutnya. Ia membuka menu Shop untuk memeriksa opsi yang tersedia.

[SYSTEM SHOP - CATEGORY: SKILL / ITEM]

Navigation (Basic) - Cost: 100 SP (Memberikan pemahaman dasar membaca arah angin, arus laut, dan pemetaan bintang.)

Rokushiki: Geppo (Basic) - Cost: 150 SP (Membutuhkan Strength minimal 12 - Status tidak memenuhi)

Kenbunshoku Haki / Observation Haki (Basic) - Cost: 150 SP (Meningkatkan persepsi indra untuk merasakan keberadaan dan ancaman di sekitar.)

Blueprint: Small Fishing Raft - Cost: 50 SP

Rian mengamati opsi tersebut secara mendalam. Geppo belum bisa dibeli karena batasan atribut fisiknya yang masih lemah (Strength 8). Kenbunshoku Haki seharga 150 SP sangat menggiurkan untuk meningkatkan kewaspadaan, namun jika ia menghabiskan seluruh SP-nya sekarang, ia tidak akan memiliki cadangan poin sama sekali jika terjadi keadaan darurat.

"Simpan dulu," keputusan Rian mantap. "Keunggulan terbesarku saat ini adalah aku tahu peta wilayah dan situasi politik dunia ini, sementara orang lain tidak tahu keberadaanku di pulau ini."

Saat Rian sedang memasukkan kapak dan tali ke dalam buntalan kain untuk dibawa kembali ke perkemahannya di tebing utara, telinganya—yang kini lebih peka terhadap perubahan pergerakan lingkungan akibat penguasaan Kami-e—menangkap suara tak biasa dari arah lautan lepas.

Kepakan layar basah dan derak kayu yang bergesekan dengan air.

Rian dengan cepat bersembunyi di balik rimbunnya semak-semak tebing karang pantai utara, merapatkan tubuhnya ke tanah dan mengintip ke arah laut.

Sebuah perahu kayu kecil bernavigasi tunggal perlahan memasuki celah batu karang di sisi utara pulau, memotong ombak menuju pantai tak jauh dari lokasi bangkai kapal yang baru saja ia selidiki.

Perahu itu berukuran panjang sekitar empat meter, menggunakan layar kain lusuh berwarna abu-abu.

Di atas perahu tersebut, tampak dua orang pria.

Pria pertama berdiri di bagian kemudi, mengenakan celana longgar yang terkoyak di bagian lutut dan rompi kain tanpa lengan. Matanya celingukan menatap sekeliling pantai dengan penuh kewaspadaan. Di pinggangnya terselip sebilah parang pemotong kayu.

Pria kedua duduk di bagian depan, memegang seutas tali layar. Wajahnya kurus, dengan penutup mata kain di mata kirinya. Di punggungnya terikat sebuah kantong kain tebal yang tampak berisi.

"Lihat itu, Jiro!" bisik pria berpenutup mata dengan suara serak namun cukup keras hingga terdengar oleh Rian yang bersembunyi sekitar dua puluh meter di atas tebing karang. "Ada bangkai kapal di atas karang! Kapal pelarian yang dihantam badai dua hari lalu!"

Pria bernama Jiro menutupi matanya dari sengatan matahari, memandang puing-puing kapal yang sedang diselidiki Rian beberapa saat lalu. "Pelan-pelan, Ario. Jangan langsung lompat. Wilayah perairan ini dekat dengan jalur patroli kapal pemburu Kiri. Kalau ada ninja yang selamat dari kapal itu, kita bisa mati konyol."

"Bongkahan kayu sebesar itu dihantam badai sejauh ini? Mana mungkin ada yang selamat," bantah Ario seraya melompati celah perahu begitu bagian bawahnya menyentuh pasir dangkal. "Pasti ada barang berharga atau uang Ryo yang tertinggal di dalam kabin."

Rian menahan napasnya di balik semak-semak. Matanya menilai kedua pria tersebut secara analitis.

Dari cara bergerak, postur tubuh, dan ketiadaan fluktuasi energi yang mencolok di sekitar mereka, kedua orang ini tampak bukan ninja (shinobi), melainkan penjarah pantai atau bajak laut kelas teri yang berkeliaran di perairan perbatasan Negara Air.

Namun bagi Rian, yang kekuatan fisiknya masih di bawah rata-rata manusia dewasa, dua pria dewasa yang bersenjata parang tetap merupakan ancaman nyata jika ia dihadapkan pada pertarungan terbuka.

Namun di saat yang sama, perahu kecil yang mereka bawa adalah tiket utama Rian untuk meninggalkan pulau terpencil ini.

1
SR07
kebetulan sekali ygy🗿
SR07
anak buah dogo🗿,itu udh jadi bawahan lu, panggilan yang cocok harusnya anggota fraksi atau apapun itu asal cocok🗿
SR07
masih heran kenapa MC nya malah summon karakter di kapal dah, kan seharusnya itu rahasia yang tidak boleh diketahui 🗿
SR07
langsung Balik modal😅
SR07
iya lah jir, lu dipantai brok bukan kamar, pertanyaan macam apa itu, kalau lu bangun di kamar yang beda baru pertanyaan gitu🗿
Tahir Muhammad
upp terus
Rem Suzuki
upp terus thor
Sub Zero
lanjut bagus banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!