Bertemu setelah berpisah selama bertahun-tahun. Sahabat yang pernah mengisi ruang di hatinya. Pertemuan yang tak di sangka akan membuat jalan baru dalam kehidupannya yang kelam.
Sosok pria inilah yang dulunya membuat Rindu Nyaman.
Setelah mereka bertemu lagi, kini Ardian ingin mendapatkan Cinta Rindu secara utuh. Setelah dia terlambat menyadari cinta itu. Ardian berusaha untuk membuat Rindu kembali jatuh cinta padanya.
Status dan masalah yang berat, membuat Rindu ragu untuk membuka hatinya kembali.
Akankah persahabatan mereka berubah menjadi hubungan Asmara yang indah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MamGemoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apa itu cinta?
***
"Ardian, please. Setiap kali kamu datang dan cerita masalah kamu dan Dania, aku sakit tau nggak? Kamu nggak pernah bisa melihat aku, kamu buat aku semakin menjauh. Aku tahu sebenarnya kamu sadar, tapi kenapa kamu semakin membuat aku tenggelam ke dalam pusaran ini. Suatu saat nanti aku akan lelah, Ardian Putra Moriz." Suara hati Rindu merintih setelah mendengar Ardian bercerita padanya.
Mereka kini berada di sebuah taman. Tempat yang biasa Ardian dan Rindu kunjungi saat ingin membicarakan sesuatu. Semua Keluh kesah itu hanya bisa diungkap Rindu dalam hati. Rindu memang selalu setia mendengar setiap curhatan Ardian tentang Dania. Ketika Ardian bahagia Rindu tersenyum senang. Ketika Ardian galau Rindu akan menenangkan. Ketika Ardian merasa kesepian sudah pasti Rindu selalu ada. Sebenarnya posisi Rindu itu seperti apa?
"Rin, aku sama sekali nggak ngerti. Sebenarnya maunya cewek itu apaan sih? Aku begini salah, begitu juga salah, selalu saja salah." Ardian mengeluh, lagi-lagi dia bertengkar dengan Dania.
Mereka berpacaran dua bulan, lalu putus. Tidak lama, mereka terlihat bersama lagi, menjalin kasih lagi. Sekarang sudah hampir dua bulan, hubungan itu terancam berakhir lagi. Hubungan cinta remaja yang labil, bermula dan berakhir dengan mudah.
Rindu bergumam sejenak. "Kalau kamu nggak bisa bertahan lepaskan saja. Percuma, kan, kalau berantem terus. Ingat, kita udah kelas tiga, bentar lagi masuk semester dua. Seharusnya kamu itu fokus ke ujian, jangan pacaran terus!"
"Tapi aku nggak tega ninggalin dia, Rin. Kalau masalah ujian kamu tenang aja, aku nggak bakalan lupa belajar." Ardian bersedekap bersandar di sandaran kursi dengan muka masam.
"Sebenarnya kamu cinta Dania nggak sih?"
"Cinta? Aku sayang dia, tapi 'cinta' … nggak tau juga. Bukankah 'sayang dan cinta' itu sama?"
"Ya, bedalah, Ardi …."
"Bedanya apa? Menurut aku itu sama aja, punya keinginan selalu dekat dengan orang kita suka, Itu 'sayang dan cinta', iyakan?" Posisi tubuhnya kembali tegak.
"Ya Tuhan ... ini cowok pemikirannya kenapa bisa sedangkal ini?" keluh Rindu dalam hati.
"Memangnya kamu tau apa itu Cinta?" tanya Ardian kemudian.
Rindu terdiam, ingin menjawab tapi Ardian apa bisa mengerti. "Aku? Jelaslah aku tau."
"Tau dari mana? Memangnya kamu pernah jatuh cinta?" Ardian mendekat mencari jawaban.
"Pernah, aku jatuh cinta ke kamu Ardi," jawab Rindu dalam hati.
"Heiii, diam aja … aku tanya. Memangnya kamu pernah jatuh cinta?" Tatapan Ardian semakin dalam. Cukup penasaran apakah sahabatnya itu pernah jatuh cinta.
"Nggak harus jatuh cinta dulu untuk mengerti apa itu 'cinta', Ardi," jawab Rindu santai. "Siapa pun seharusnya mengerti apa itu cinta. Namun, tidak semua orang bisa menyadari apa itu cinta. Cinta akan membawa kebahagiaan dan juga kesakitan. Kebanyakan orang tidak sadar kalau sebenarnya dia telah jatuh cinta. Karena cinta itu tidak bisa ditebak, datang dan pergi tanpa permisi. Cinta yang sebenarnya akan mengikat jiwa, memenuhi semua pikiran, cinta memiliki ruang tersendiri di dalam hati. Itulah cinta sejati." Rindu tersenyum puas. Penafsirannya tentang cinta sudah cukup mewakili perasaannya.
Ardian semakin bingung, arah pembicaraan Rindu ke mana. "Jadi perasaanku pada Dania sekarang bukanlah cinta?"
"Apa kamu merasa begitu menginginkannya? Apa kamu ingin menggenggamnya sampai akhir?" tanya Rindu kemudian.
"Entahlah ... aku nggak pernah mikir ke situ."
"Mungkin saja itu hanya sebatas rasa sayang."
"Benarkah? Aku nggak pernah tahu semua itu."
"Karena cinta belum benar-benar datang padamu, Ardi. Atau mungkin sudah tapi kamu tidak sadar." Rindu tersenyum manis melirik Ardian. "Suatu saat, Ardian ... kamu akan mengalaminya." Rindu menengadah ke atas langit biru tersenyum dan kembali menatap Ardian.
"Kamu juga?"
"Hmmm ... tentu saja."
Ardian terpana, perkataan Rindu kembali buatnya berpikir. Perasaannya pada Dania apakah Cinta? Rindu punya jawaban setiap pertanyaannya, Rindu membuka jalan pikirannya. Namun, yang belum bisa pahami kemana arah perkataan Rindu sebenarnya. Dari mana Rindu bisa paham apa itu Cinta. Apakah sahabatnya itu sedang jatuh Cinta? Suatu saat? Cinta seperti apa yang akan dia alami?
"Sudahlah, pulang, yuk? Udah sore ini." Rindu bangkit berdiri dari kursi taman itu. Berjalan melewati hamparan bunga-bunga sepanjang jalan setapak. Taman inilah saksi bisu kisah demi kisah yang mereka jalin. Taman inilah tempat Ardian berkeluh kesah. Taman ini juga saksi yang membuat Rindu sadar bahwa dia mencintai Ardian.
Dengan langkah pasti Rindu meninggalkan Ardian sendirian dan tidak menoleh sedikit pun. Ardian masih terpaku menatap punggung Rindu semakin menjauh. Pikirannya melayang ke arah pembicaraan Rindu barusan. Namun, Ardian sama sekali belum menemukan jawaban. Segera dia bangkit berlari kecil menyusul Rindu kemudian merangkul pundaknya.
***
Hari ini jadwalnya 'MoMo Band' tampil di Moon Cafe. Berkat rekomendasi kakaknya Teo, sudah dua bulan terakhir mereka menjadi pemain band tetap di kafe ini. Awalnya mereka hanya diminta tampil untuk menggantikan band yang tidak bisa datang. Karena respon pengunjung sangat bagus akhirnya mereka dijadwalkan tampil setiap hari minggu.
Musik dimainkan. Sebuah lagu dari band ternama mereka persembahkan untuk pengunjung.
"Kamu tak tahu hancurnya hatiku
Saat berhadapan kamu. Kamu tak bisa bayangkan rasanya. Jadi diriku yang masih cinta … Uh-uh-uh …." Rindu menyanyikan baik terakhir dengan penuh penghayatan.
Semua mata terpana dengan nyanyian Rindu. Rata-rata pengunjung yang datang adalah pelanggan tetap Moon Cafe. Mereka rela datang setiap minggu hanya untuk mendengarkan suara Rindu yang mampu menyihir telinga.
Para pengunjung bersorak-sorai, bersiul dan bertepuk tangan. Moon Cafe memang selalu ramai setiap hari Sabtu dan Minggu malam. Para kawula muda yang kelelahan dengan rutinitas sehari-hari datang untuk menghibur diri dan bersantai di kafe ini.
Di sebuah sudut, terlihat Ardian dan Dania baru saja datang, lalu duduk akan memesan makanan. Pembawa acara naik ke atas panggung.
"Houou ... amazing …! Penampilan yang luar biasa. Mari kita ucapkan terima kasih kepada MoMo Band!" Seru sang pembawa acara. Di sahuti dengan tepuk tangan dan sorakan pengunjung.
"Baiklah seperti biasa kita masuk ke acara spesial pada malam ini ... dengan tema ...
'TERIMALAH AKU!' Disini kita sudah ada seorang yang ingin mengungkapkan perasaannya. Siapa ya, kira-kira ...?"
Keadaan riuh hening sejenak. "Inilah dia Teo ... wahhh ... gitaris MoMo Band ternyata. Siapakah yang gadis beruntung ini? Kepada saudara Teo silahkan naik!"
Semua pengunjung terlihat antusias. Acara spesial yang biasa diadakan sebulan sekali menarik minat mereka. Tema acara selalu berbeda-beda tiap minggunya. Ini salah satu strategi yang disiapkan owner untuk menarik pengunjung, sekarang Moon Cafe sangat populer di kalangan kawula muda.
Setelah panggilan itu, Teo segera naik ke panggung. "Haii ... Teo. Siapa gadis beruntung kita malam ini?" Mereka bersalaman.
Teo berdehem sesaat. "Rindu Pramita," jawab Teo percaya diri.
"Rindu? Wahhh ... vokalis MoMo Band? Nona Rindu Pramita, bersediakah naik ke atas panggung?" ucap sang pembawa acara.
Rindu yang tengah minum, hampir menyemburkan air dari mulutnya. Kaget tiba-tiba namanya dipanggil. Dian yang melihat antusias dan mendorongnya segera naik.
Sementara di sisi lain. Raut wajah Ardian mengeras, tak dapat diartikan.
***
aku tunggu kelanjutannya....
☺️
Bagus.. mudah di pahami...
juga menyentuh...
. selalu semangat untuk kakak author....
semoga karyamu semakin berjaya,...
💪💪💪💪☺️☺️
..