Sequel dari novel Oh! My Bodyguard
Dia mencintai seorang pria dengan begitu besarnya. Namun kaarena sebuah peristiwa, mereka tidak bisa bersama terpisah jarak dan waktu, tersiksa dalam kerinduan dan juga penantian.
"Biarkan ku genggam rindu ini sendiri. Sebagai bukti jika sampai saat ini aku masih sangat mencintaimu," lirihnya, sembari menatap punggung seorang pria yang baru saja melintasinya.
Follow IG: @thalindalena
Folloe FB; thalinda lena
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku mau Ginjal dan Jantungnya
Ryan mengepalkan tangannya kedua tangannya dengan kuat, hingga buku-buku tangannya memutih. Tatapan matanya kian menajam, seperti seekor hewan buas yang siap untuk menerkam mangsanya. Aura kegelapan sudah mengelilingi tubuhnya. Pria itu benar-benar sangat marah setelah mendengar penjelasan Jeff.
Sedangkan Crystal tempak membekap mulutnya, dan menangis sedih. Rasa kecewa menyelimuti hatinya, kenapa sahabatnya sendiri bisa setega itu kepada adiknya? Apakah hanya karena cinta, semata-mata membuat orang gila?
Safira duduk di samping Crystal, sembari mengelus punggung kakaknya, ia tahu jika saat ini kakaknya itu pasti syok dan juga kecewa dengan Cindy. Walaupun hatinya sendiri merasakan sakit hati dan terluka berkali-kali lipat, ia tidak menunjukkan rasa sakit hatinya, ia mencoba untuk tenang, walau merasa sesak di dalam dada.
"Aku harus menemui bajingan itu!" Ryan beranjak dari duduknya, berjalan menaiki anak tangga, di yakini jika pria itu menuju kamarnya.
Crystal hanya memandangi punggung tegap suaminya yang semakin menjauh dari padangannya. Ia tidak melarang suaminya, dan membiarkan suaminta bertidak lebih tegas kepada 2 orang yang sudah merusak kebahagiaan adiknya.
"Kak, bagaimana jika Kak Ryan—"
"Biarkan saja! Biar mereka mendapat balasannya!" potong Crystal dengan cepat, seraya menatap wajah adiknya yang terlihat pucat, lalu padangannya beralih menatap Jeff dengan sengit, sedangkan yang ditatap seperti itu langsung menundukkan kepala.
"Aku kira seorang pria yang sudah tua dan pantas di panggil Kakek bisa berfikir dewasa! Tapi, aku salah! Cara berfikirmu itu seperti anak SMP yang baru mengenal cinta, plin-plan! Dan terlalu bodoh dalam mengambil sikap!" cibir Crystal kepada Jeff.
Jeff diam dan tidak membalas perkataan Crystal, karena ia sadar akan kesalahannya. Beribu kali, ia mengucapkan kata maaf pun tidak akan bisa mengembalikan keadaan seperti sedia kala.
"Kak—"
"Diam kamu!" bentak Crysta kepada Safira yang ingin menenangkan dirinya. "Jangan pernah membelanya lagi! Kakak tidak tahu apa yang ada di dalam otakmu itu!" sentak Crystal lagi, sembari menunjuk wajah Jeff.
"Crystal, jangan membentak Safira," ucap Jeff dengan memohon. Ia menatap Safira yang terlihat resah dan ia tidak ingin membuat Safira dalam tekanan.
Crystal berdecak kesal menanggapinya, seraya memutar kedua bola matanya dengan malas.
Tidak berselang lama, Ryan kembali lagi ke ruang keluarga sembari membawa dua senjata api di kedua tangannya.
"Sayang, kenapa membawa banyak senjata?" tanya Crystal terkejut melihatnya, apalagi wajah Ryan tampak sangat menyeramkan.
"Aku akan mengeluarkan otak mereka berdua!' jawab Ryan, membuat semua orang yang ada di sana bergidik ngeri.
"Benarkan? Kalau begitu aku pesan jantung dan juga ginjalnya!" pinta Crystal, kepada suaminya.
"Kak!" tegur Safira, sembari mengusap kedua lengannya yang merinding.
"Astaga!" Jeff juga turut merinding mendengarnya.
"Apa? Aku hanya ingin mencubit ginjal dan jantungnya Aries!" jawab Crystal dengan ketus.
"Apapun untukmu Sayang," jawab Ryan datar, seraya merengkuh pinggang istrinya, lalu mengecup bibir istrinya tanpa malu sedikit pun.
Bisa-bisanya dalam keadaan yang menegangkan itu mereka masih bisa tampil mesra. Jeff dan Safira memalingkan wajah saat melihat adegan romatis itu.
"Aku ikut bersamamu," ucap Jeff kepada Ryan yang sudah selesai berciuman dengan Crystal.
"Tidak perlu!" jawab Ryan datar, dan menatap tajam Jeff.
"Tapi, aku juga ingin memberikan pelajaran kepada mereka," ucap Jeff, memaksa. Ia sudah merasa gemas tidak sabar ingin memberikan pelajaran kepada Aries.
Masih kangen Abang Ryan? Aku kasih bonus visual jangan lupa bayarnya pakai Like ya, awas kalau nggak!😒
👍👍👍
👍👍👍
😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄
🤣🤣🤣
🤣🤣🤣