NovelToon NovelToon
MUTIARA TERABAIKAN UNTUK ADAM

MUTIARA TERABAIKAN UNTUK ADAM

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Poligami / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Julia Fajar

Menikah dini bukanlah kemauan mutiara, melainkan kesepakatan antar orangtua yang ingin menyatukan persahabatan dan bisnis mereka.

Keegoisan orang tua telah menempatkan Mutia dalam posisi sulit, dia hanya dianggap oleh suaminya sebagai istri di atas kertas.

Perjuangan Mutia selama menjadi istri tidak pernah dihargai oleh Sultan. Mutia disebut bodoh, sombro dan selalu menyusahkan.

Ternyata dibalik ketidakpeduliannya itu, Sultan memiliki wanita lain. Dia membawa wanita itu pulang serta tinggal di rumah mereka, hingga posisi Mutia sebagai istri sah sangat tak dianggap.

Mutiara tidak mau menyerah dengan nasib buruknya, diapun memutuskan untuk bekerja di bisnis keluarga, berharap Sultan tidak akan meremehkannya lagi.

Namun akhirnya ego Mutia tertantang dan dia bekerjasama dalam bisnis dengan Adam, pesaing bisnis Sultan yang ternyata bisa lebih menghargai dirinya.

Bagaimanakah kisah rumah tangga Mutia selanjutnya? ikuti terus yuk! dan jangan lupa ya, beri dukunganmu ke karyaku🙏♥️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia Fajar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26. MENGUNGKAPKAN MASALAH MELALUI PERUMPAMAAN

"Kamu hebat Mbak, masih muda tapi pemikiranmu lebih dewasa daripada usiamu," puji Elena.

Kemudian Elena bertanya, "Ini seandainya ya Mbak! Jika Mbak Muti sudah berjuang keras untuk mendapatkan cinta Tuan Sultan, tapi Tuan tetap mengabaikan Mbak. Bahkan tidak memberi nafkah batin ke Mbak Muti dan malah ketahuan menikahi wanita lain, apa yang akan Mbak Muti lakukan?"

"Deg," tiba-tiba jantung Muti seperti berhenti berdetak, pertanyaan Elena begitu menyakitkan dan mengerikan untuknya.

Seandainya hal itu benar terjadi dalam kehidupan rumah tangganya, Muti sendiri mungkin belum tentu sanggup untuk bertahan.

"Bagaimana Mbak? Mbak Muti harus jawab. Mbak harus prediksi situasi terburuk dalam rumah tangga Mbak, jika melihat dari sikap Tuan Sultan saat ini terhadap Mbak Muti," ucap Elena.

Kemudian Elena berkata lagi, "Apa mungkin, seorang pria dewasa, tinggal satu kamar dengan wanita cantik dan mulus seperti Mbak Muti, tidak tertarik sedikitpun untuk menyentuh Mbak? Suatu keanehan kan 'Mbak?" tanya Elena.

"Kalau menurutku Mbak, ada dua alasan, yang pertama: Tuan Sultan bukan laki-laki normal, atau sering disebut sebagai pria impoten. Nah, yang kedua: Tuan Sultan memiliki wanita lain di luaran sana, yang sangat mampu memuaskan syahwatnya, hingga dia tidak memerlukan Mbak Muti lagi untuk tempat pelampiasannya."

Ucapan Elena begitu pedas, Muti tidak menyangka jika Elena yang selama ini diam, mampu membuatnya tidak bisa berkata apapun.

"Bagaimana Mbak? Apa Mbak sanggup bertahan, jika hal itu benar terjadi?" tanya Elena lagi.

Lama Mutia terdiam, lalu dia berkata, "Jika memang itu nasib terburuk dari rumah tanggaku, aku akan mencoba ikhlas, berharap ridho dari suami. Namun, jika sikap Kak Sultan seperti itu, karena adanya wanita lain, Aku akan menuntut untuk diperlakukan adil."

Sejenak Muti terdiam, lalu dia berkata lagi, "Seandainya, memang Kak Sultan tidak bisa berlaku adil, dengan tidak memberiku nafkah lahir batin dan malah memberikannya kepada wanita lain di luaran sana, Aku akan membawa kasus ini kepada waliku untuk segera menaikkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama," jawab Muti dengan tegas.

Elena tersenyum, lalu dia berkata, "Aku jadi mengenal Mbak Muti sebagai dua sosok yang memiliki dua kepribadian. Yang bisa menempatkan diri pada situasi tersulit. Mbak Muti yang lemah, bersikap mengalah, ikhlas dan Mbak Muti yang tegas dalam mengakhiri masalah serta menentukan keputusan."

"Aku hanya berusaha sabar dan tegar El," ucap Mutiara.

Terlihat air mata mengambang di pelupuk mata Mutia, seberat inikah cobaan orang dalam berumahtangga.

Muti dulu selalu membayangkan betapa indah, alangkah bahagianya berpasangan, hidup bersama, memiliki keturunan, mendidik anak-anak bersama hingga menjadi penerus keluarga yang baik dan sukses serta menua bersama bermain dengan anak, menantu dan cucu tercinta.

Namun Muti tidak pernah membayangkan, di awal pernikahannya saja, cobaan sudah begitu berat apalagi kedepannya.

Muti mengelap air mata yang hampir tumpah, lalu menarik nafas dalam dan membuangnya perlahan untuk menenangkan hatinya.

Elena yang melihat hal itu pun merasa iba dan merasa bersalah. Tapi, suka atau tidak, dia harus mengatakannya. Elena berharap, jika masalah perselingkuhan Sultan suatu saat terkuak, Muti tidak akan shok dan sudah tahu jalan keluar mana yang harus dia pilih.

"Mbak, ayo kita turun! Kita sudah sampai. Biar aku bantu membawa barang-barang belanjaan Mbak ke kamar," ajak Elena.

"Oh, maaf El. Iya, ayo kita turun!" jawab Mutiara.

Elena dan Muti pun menurunkan barang-barang dan membawanya ke kamar hotel. Ternyata mereka lebih duluan sampai ketimbang Sultan.

"Kak Sultan kemana ya El, padahal tadi, dia bilang ingin pulang ke hotel, kenapa tidak ada di kamar atau Kak Sultan keluar lagi bersama temannya," ucap Muti.

"Mungkin iya Mbak, sebentar lagi, palingan juga sampai," ucap Elena.

Memang benar yang dikatakan oleh Elena, Sultan nampak di kejauhan sedang melenggang dengan wajah sumringah, menghampiri mereka dan membantu membawakan barang belanjaan masuk ke dalam kamar.

Muti menyusun oleh-oleh tersebut bersama koper pakaian yang sudah dia persiapkan untuk kepulangan nanti.

Sultan bada basi bertanya, "Bagaimana perjalanan kalian? sudah puaskah menyaksikan proses pembuatan souvenirnya?"

"Kalau di tanya puas, ya belum sih Kak, tapi waktu terasa begitu singkat, hingga kami harus buru-buru pulang," jawab Mutia.

"Kenapa kamu tidak ambil barang-barang branded saja, kan lebih terjamin kualitasnya," ucap Sultan.

"Yang kami beli juga bagus-bagus Kak! Aku rasa nggak kalah kualitasnya dari barang branded," ucap Mutia.

Elena hanya mencebikkan bibirnya saja, dia tahu pasti pelakor itu di temani oleh Sultan, minta dibelikan barang-barang branded.

Setelah selesai menyusun semua barang, Elena pun pamit pulang. Besok pagi dia akan kembali menjemput Muti dan mengantarnya sesuai kemauan dan tujuan yang Muti mau.

Melihat Elena akan pergi, Sultan pun mengambil, uang dari dalam dompetnya lalu mengacungkan beberapa lembar uang kertas bernilai ratusan ribu kepada Elena.

"Ambillah El, terimakasih sudah menemani istriku jalan-jalan," ucap Sultan.

Elena menolak tapi Sultan memaksa dan Muti pun berkata, "Ambillah El, nggak baik menolak rezeki. Besok kita kemana ya El?"

"Mbak Muti maunya ke pantai atau kita keliling saja melihat-lihat pemandangan. Dimana kita suka, di situlah kita berhenti," ucap Elena.

"Pilihan yang kedua sepertinya asyik El. Baiklah, besok berangkatnya seperti biasa, sehabis sarapan ya!" ucap Muti bersemangat.

"Apakah Tuan Sultan tidak kepingin ikut? Tinggal dua hari lagi lho, Tuan dan Mbak Muti ada di sini. Namun belum pernah pergi dan foto bareng. Bagaimana jika keluarga Tuan atau orang tua Mbak Muti bertanya dan ingin melihat foto-foto kalian berdua?" ucap Elena sengaja.

"Oh, kamu benar El. Ya sudah besok aku usahakan untuk ikut. Tapi aku belum bisa janji ya, aku usahakan dulu," ucap Sultan.

"Baiklah Mbak, Tuan, aku permisi dulu, selamat beristirahat!" ucap Elena.

Muti pun mengantar Elena sampai ke depan pintu, setelah sosok Muti menghilang di balik lorong deretan kamar, Muti pun menutup pintu dan bersiap untuk mandi.

Dia menyambar handuk beserta baju mandi, tapi Sultan mencegah dan menarik lengannya, Sultan ingin membicarakan sesuatu.

"Duduklah!" pinta Sultan.

"Memangnya apa yang ingin kakak bicarakan?" tanya Mutia heran.

"Begini Mut, waktu kita 'kan tinggal dua hari lagi, temanku-temanku meminta agar aku menginap bersama mereka malam ini, mereka membuat acara perpisahan untuk ku. Boleh ya! malam ini, Aku menginap bersama mereka. Aku janji deh, besok pagi akan sampai sini, sebelum kalian berangkat. Aku akan ikut kalian besok," bohong Sultan.

Sejenak Mutiara terdiam, lalu dia berkata, "Kenapa acaranya tidak di adakan di hotel ini saja Kak? Sekali-kali mereka yang datang dan kakak yang menjamu. Tempat di sini juga asyik 'kan buat kumpul bersama teman-teman," ucap Mutiara.

"Tempat dan makanan sudah terlanjur mereka booking Mut, sejak lama. Jadi, sayang jika dibatalkan," bohong Sultan lagi.

"Ya sudah Kak. Tapi, jika besok kami tunggu sampai jam 9 Kakak belum pulang, kami langsung berangkat," ucap Mutia.

Sultan pun setuju dan diapun minta Devani agar mandi duluan, setelah itu baru dirinya.

Muti bergegas ke kamar mandi, sedangkan Sultan menghubungi Clara. Sultan mengatakan, aman jika malam ini, dia menginap di sana.

Clara sangat senang, diapun bergegas, mempersiapkan semua keperluan yang dibutuhkan nanti malam dan Clara menelepon pihak hotel agar menambahkan porsi makanan guna malam ini dan besok, karena Clara mengaku jika suaminya malam ini akan tiba dari luar negeri.

1
Nur Syamsi
Waalaikum salam....Sika alur ceritanya Thor pesan moralnya bagus bangat ...attitude Mutiara perlu di contoh
Nur Syamsi
Janda tulen Dam....
Nur Syamsi
itu ulah siHardi dan Clara, coba periksa cctv parkiran
Nur Syamsi
Mudah" Elena Tdk kenapa " Thor kasian dia 🤲🤲🤲🤲🤲
Nur Syamsi
Hati mudah memaafkan TPI sukar melupakan....
Nur Syamsi
Muti mmang punya niat menyadarkan Sultan dan untuk kembali mungkin tidak, cermin yg sudah pecah walau diperbaiki tetap ada bekasnya begitupun hati wanita klaw sudah terluka sukar untuk diperbaiki sprti semula ...
Nur Syamsi
Terlambat mas udah cerai baru perhatian...
Nur Syamsi
Rasakan wanita malas, mudah" an bi Tina Tdk kembali lagi dirumah Sultan
Nur Syamsi
Sabar Sultan keluargamu dan Muti menjagamu dr keserakahan di ular....
Nur Syamsi
untuk tes DNA nanti jgn biarkan Sultan yg ke rumah sakit usahakan papa Hendrawan yg melaksanakajnnya jgn sampai dipalsukan lagi oleh si ular
Nur Syamsi
Sultan Sultan sudah diberitahu tes DNA masih belum menyelidiki Si ular....
Nur Syamsi
Mantap Bu Muti, harga diri sebagai wanita dan istri hrs di pertahankan....
Nur Syamsi
Bi Tina orang baru tau klaw Clara itu jahat, kenapa Sultan Tdk peka" jg ya atas sikap dan perlakuan Clara
Nur Syamsi
Tinggalkan rumahmu Muti drpda tdk bisa mengendalikan emosi, biarkan keluarga Sultan yg nenyesaikannya
Nur Syamsi
Muti pulang ke orang tuamu, dasar laki" kurang ajar Tdk punya perasaan....dan sekalian suruh selidiki Perselingkuhan Clara sama Hardi PDA Adam baru kirimkan Raja....nti Raja yg kasih tau kakaknya ....
Nur Syamsi
Sebaiknya kasih penjelasan Sultan Muti ttg pengalihan harta bhw itu bukan kemauanku itu kemauan papa....
Nur Syamsi
Bukan yg serangan jantung tp Clara
Nur Syamsi
Dasar Clara wanita serakah, bukannya khawatir akan kesehatan papanya Sultan ee mamah mikirin kesenangannya sendiri🙈
Nur Syamsi
Papa Hendrawan tahu bhw Sultan hanya diperalat oleh Clara makanya semua harta diserahkan ke Raja dan Muti
Nur Syamsi
Ya iitulah ujian rumah tangga mbak Muti,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!