NovelToon NovelToon
Dara Dan Dosen Tampan

Dara Dan Dosen Tampan

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Tata susila / Tamat
Popularitas:320.7k
Nilai: 5
Nama Author: 01Khaira Lubna

Dara gadis cantik berasal dari kampung, gadis berprestasi yang mendapat beasiswa. Niat datang ke kota untuk melanjutkan kuliahnya. Tetapi saat hendak menyeberang jalan raya, sang Ayah tidak sengaja di tabrak oleh seorang pemuda tampan yang sedang buru-buru karena baru saja selesai berkencan sama sang kekasih, Jessica namanya. Ternyata pemuda itu seorang Dosen, Bara namanya. Sang Ayah akhirnya meninggal dunia.

Setelah itu Dara hidup bersama keluarga Bara, orang tua Bara mengangkat Dara menjadi anak angkat mereka.

Beberapa bulan tinggal bersama keluarga Bara. Dara mengalami banyak musibah, kecelakaan kecil membuat Dara tidak sadarkan diri. Kegelisahan dan kekhawatiran orang tua Bara akan keselamatan Dara membuat mereka berniat menikahkan Dara dan Bara. Tapi yang membuat mereka bingung adalah Bara yang sudah memiliki tunangan sebelumnya.

Bagaimana kisah selanjutnya? akankah Bara dan Dara bersatu menjadi suami istri? Atau apakah Dara akan menemukan tambatan yang lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 01Khaira Lubna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Sudah lima menit lamanya aku rasa aku menangis di dalam Toilet, karena bel sudah berbunyi akhirnya aku memilih keluar, aku menghapus sisa-sisa air mataku. Sebelum keluar aku berdiri di depan cermin, aku lihat mataku sedikit merah. Ah ... Biarkan sajalah, aku tak peduli. Aku berjalan membuka pintu toilet, begitu pintu terbuka aku lihat pria tinggi tegap dengan wajah tampan tapi nyebelin itu berdiri di tepat depan pintu.

''Udahan nangis nya?'' seru nya tanpa rasa bersalah. Rasa kesel ku terhadap nya semakin membuncah. Dasar pria aneh. Tak aku hiraukan pria sang pemilik kampus ini. Aku terus berjalan dengan langkah kaki lebar menuju kelas, bisa aku dengar ia masih mengikuti langkah ku di belakang.

''Nanti sepulang dari Kampus Om traktir kamu makan di restoran mahal, ya.'' ujarnya. Tapi aku masih tetap diam.

Saat aku hendak sampai kelas ia berbicara lagi, ''baiklah, belajar yang pintar. Om ke ruang Rektor dulu.'' serunya memasang wajah senyum. Rektor yang sungguh menyebalkan. Dari tadi sebagian Mahasiswa menatap kami dengan pandangan seperti keheranan. Mungkin mereka merasa heran apa yang sebenarnya terjadi antara aku dan Rektor yang nyebelin tersebut.

**

Usai proses belajar mengajar, aku membereskan peralatan belajar, memasukkan nya kedalam tas lalu bersiap pulang.

''Hey, apa kamu ada catatan pelajaran kemarin? Kalau ada aku mau pinjam.'' ucap Alex teman sebangku ku. Ternyata dia butuh juga sama aku, tadi aja bersikap cuek.

''Ada, mm boleh, asalkan besok kamu kembalikan lagi ya cacatan aku.'' sahutku seraya membuka kembali tas, aku mengambil salah satu buku lalu memberikan kepada Alex. Alex menerima nya dengan wajah tersenyum simpul.

''Oke, pasti itu. Terimakasih.'' ucapnya, lalu ia berlalu keluar. Aku pun ikut keluar.

Aku berjalan sendirian menyusuri lorong Kampus yang lumayan luas, saat aku tengah berjalan tiba-tiba saja Om Daniel muncul dari salah satu ruang.

''Masih kesel sama Om?'' tanyanya. Aku memilih diam.

''Om membuang Mie itu untuk kesehatan kamu sendiri. Apalagi tadi Om lihat mie itu banyak cabainya, enggak sehat buat lambung.'' Serunya lagi, kami berjalan berdampingan menuju mobil.

''Kalau enggak banyak cabainya apakah boleh aku makan?'' sahutku.

''Boleh.'' balasnya dengan suara lembut. Akhirnya aku melempar senyum ke arah Om Daniel.

Setelah itu kami masuk mobil, Om Daniel melajukan kendaraan roda empat miliknya dengan kecepatan sedang. Tidak lama setelah itu Om Daniel membelokkan mobilnya ke sebuah restoran ternama. Ia membuka mobil untukku dan aku pun turun. Kami masuk ke restoran itu dengan berdampingan, lalu Om Daniel memilih tempat duduk yang paling sudut. Sebelum duduk Om Daniel menarik kursi untuk aku.

''Silahkan duduk Dara.'' ucapnya lembut.

''Terimakasih Om.'' jawabku sama lembutnya.

Setelah itu Om Deniel membuka buku menu lalu memesan makanan yang lumayan banyak, saat Om Daniel bertanya kepada aku, aku hanya mengiyakan saja. Karena aku kurang paham sama nama menu makanan di restoran mahal. Tidak lama setelah itu pesanan kami datang. Aku menyantap menu yang mirip mie, tapi mie nya agak tebal.

''Bagaimana apakah kamu suka?'' tanya Om Daniel.

''Aku suka Om. Tapi lebih suka Mie rebus biasa.'' jawabku sambil nyengir. Selesai berkata seperti itu tatapan mataku tertuju ke arah pintu masuk restoran. Di dekat pintu masuk itu aku melihat Kak Bara dan Kak Jessica berjalan berdampingan. Kak Bara nampak merangkul pinggang langsing Kak Jessica. Duh, kok aku merasakan di bagian dalam dada ku ada yang sakit ya. Nyeri sedikit.

''Kamu kenapa?'' tanya Om Daniel, aku menggeleng lemah. Lalu Om Daniel ikut menoleh kearah tatapan yang aku tuju.

''Biasa aja lihatnya. Itukan pria yang nyamperin kamu di Kampus tadi.'' ucap Om Daniel santai, ''Kamu bisa lihat kan, tadi katanya dia calon suami kamu. Tapi sekarang malah jalan sama cewek lain. Mana ceweknya seksi gitu, kayak cewek enggak bener aja.'' tutur Om Daniel. Aku hanya diam menyimak, menyimak ucapan Om Daniel dan Menyimak Kak Bara dan Kak Jessica yang sudah duduk di meja yang agak jauh dari tempat aku.

''Itu tuh Kakak angkat aku sekaligus Dosen di tempat aku kuliah dulu Om. Dia pria yang tidak sengaja menabrak Ayah, sehingga membuat Ayah meninggal.'' ucapku menjelaskan sedikit.

''Lalu, kenapa dia mengakui kamu sebagai calon istrinya?'' tukas Om Daniel dengan kening berkerut.

''Itu karena ia ingin menjaga aku, dan atas permintaan Mama Arum juga. Mama Arum itu Mama nya Kak Bara.'' sahut ku.

''Oh jadi nama pria itu Bara?'' tanya Kak Daniel.

''Hu uh.'' jawab ku singkat.

''Ya sudah, jangan dipikirkan lagi. Sekarang dia sudah sama wanita lain. Kamu fokus saja sama kuliah mu mulai hari ini. Supaya Mama dan Papa kamu bisa bangga sama prestasi kamu.''

''Iya Om.''

Aku dan Om Daniel lanjut makan lagi, saat sudah merasa puas dan kenyang, Om Daniel memanggil seorang pelayan dan membayarnya. Setelah itu kami berdiri, berjalan berdampingan lalu keluar dari Restoran.

Saat aku hendak masuk mobil, aku dengar lagi suara seseorang memanggil.

''Dara ....''

Aku menoleh, di belakang kami nampak Kak Bara dan Kak Jessica berdampingan.

''Kak Bara, di sini juga.'' sahutku tersenyum kaku. Aku pura-pura tak tahu saja.

''Iya.'' jawab Kak Bara seraya berjalan ke arah aku. Sedangkan Om Daniel diam saja.

''Mana nomer ponsel kamu Dara, bagi Kakak.'' ucap Kak Bara seraya mengeluarkan ponselnya dari saku celana. Sedangkan Kak Jessica yang ada di sebelahnya hanya diam. Wajah Kak Jessica nampak pucat. Dia pasti takut kalau aku mengatakan tentang dia yang telah mengembalikan aku ke Kampung halaman aku dulu. Tentang dia yang telah menculik dan mengikat tubuh aku dengan teganya.

''Dara tidak ada nomer ponsel. Buat apa lagi kamu mintak nomer ponsel nya? Bukankah kamu sudah punya pacar. Dasar pria rakus!'' tukas Om Daniel.

''Kamu orang baru jadi tidak usah ikut campur!'' Wajah Kak Bara nampak memerah.

''Heh .... Aku orang baru! Aku ini Om nya Dara. Mama kandung Dara adalah Kakak aku. Sudah menjadi kewajiban aku untuk menjaga Dara.'' Jawab Om Daniel tak mau kalah.

''Dara .... Mana nomer ponselmu.'' Kak Bara terdengar memaksa.

''Aku enggak mau kasih ke Kakak. Aku enggak mau jadi orang ketiga lagi di dalam hubungan Kakak dan Kak Jessica.'' sahut ku dengan mata fokus menatap kak Bara.

''Dara, kamu salah paham.'' ucap Kak Bara.

''Salah paham apa Kak. Maaf Kak. Bukannya aku tidak mau kasih nomer ponsel aku. Tapi aku takut Kak Jessica akan marah, lalu menculik aku lagi, dan mengembalikan aku ke kampung aku lagi.'' ucapku jujur. Aku lihat wajah Kak Jessica yang tadi pucat kini berubah pias dan gelisah, dia menggeleng-gelengkan kepalanya.

''A-apa maksud kamu Dara?!'' Kak Jessica protes dengan suara sedikit bergetar.

''Iya Dara apa maksud kamu?'' timpal Kak Bara dengan mata menyipit.

''Pikir aja sendiri. Aku sudah mengatakan yang sebenarnya.'' ucapku, lalu aku masuk ke dalam mobil. Om Daniel pun juga.

Aku melihat Kak Bara dan Kak Jessica masih diam terpaku di tempat. Setelah itu Om Daniel melajukan kendaraan roda empat miliknya. Meninggal Kak Bara dan Kak Jessica yang setelah ini aku pastikan akan bertengkar hebat.

Bukannya aku jahat, tapi terkadang kejahatan memang harus di ungkapkan. Agar orang yang melakukan kejahatan tidak keenakan, lalu melakukan hal yang melanggar hukum lagi setelah ini.

Sudahlah, aku tidak perlu pusing memikirkan siapa jodoh aku kedepan. Yang harus aku lakukan sekarang adalah fokus dengan kuliah. Perihal jodoh tak akan ke mana, ia akan datang di waktu yang tepat.

1
Nuraini Nuraini
oya up lg jngn lm"
Myyra Sue
ngga jelas amat kalau tidak tau karang Novel ti usah dew idiot amat
Anonim
Lama ya up dateny
Ridha Khaira
gak nyambung
Wahyu Ramadhan
ini ceritanya ko g ad ending x bikin malas j
rayya firman
Lanjut dong thor
Dede Bunga Dendelion
kapan up lagi ,bikin penasaran ajah
arfan
up
ousky
lanjut
ousky
sdh lama sekali saya tunggu kelanjutan nya
ousky
bagaimana kisah dara selanjutnya
Syoibatul Aslamiyah
thor udah tamat ya ? kok gak ada kejelasan episode baru
Roha yati
knpa cerita bisa berubah haluan,tiba tiba tamat ????
Zana aripin
Cerita ni sudah tak mahu dilanjut ke... Lama sangat mahu update next episod..
ousky
siapa sebenar nya daniel
ousky
apakah dara menyukai om nya
Nuril
ayo ditunggu kelanjutannya kak
ousky
apakah dara berjodoh dgn daniel
ousky
lanjutkan thor
ousky
apakah dara berjodoh dgn daniel lalh siapakah daniel sebenar nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!