NovelToon NovelToon
My Dangerous Boy

My Dangerous Boy

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.7
Nama Author: sharon10

Dihadapi oleh kenyataan yang menyakitkan, Shella menjadi lelah untuk menjalani hidupnya. Ia berjalan tanpa arah dan tanpa jiwa. Kepercayaan yang ditaruhnya telah dipatahkan oleh orang yang dicintainya, saudara yang disayanginya juga meninggal dengan tragis.

Ini sangat sakit. Ia telah jatuh pada lubang yang dalam dan tanpa dasar. Tidak ada yang mampu menolongnya dalam kegelapan. Dunianya seakan-akan runtuh, menghancurkan dirinya secara perlahan-lahan.

Tetapi, tiba-tiba semuanya berubah sejak malam itu. Seorang pria yang terkenal kejam dan berbahaya datang padanya. Pria itu mengulurkan tangannya kepada Shella, membantunya untuk kembali bangkit. Ia seperti cahaya yang muncul dalam kegelapan, mengantarkan gadis itu ke dunia baru. Dunia yang tidak pernah disangka olehnya. Dunia yang penuh dengan

Darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sharon10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 26 - The Truth About That Night (2)

Mendengar itu, Zavier sedikit mengerutkan dahinya aneh. Dirinya tidak mengerti dengan pertanyaan dari gadis itu barusan. "Aku manusia."

Shella menggigit bibir bawahnya dengan kasar, lalu menghembuskan napasnya kesal. "Jangan berpura-pura. Kau pikir aku tidak tahu siapa kau? You are the boy at that night."

Pria itu tiba-tiba memiringkan kepalanya dan menatap ke arah Shella, kemudian mengangkat kedua sudut bibirnya. Seringaian itu sontak membuat Shella langsung tercekat di tempat. Ada apa? Apa perkataannya salah?

"Kau masih mengingatku? Oh, kupikir kau sudah melupakan kejadian itu."

Well, emosi Shella langsung meningkat dan telah berada di dalam puncaknya. Ia menggeram kesal sembari bergerak turun dari kasur dan menuju ke tempat Zavier. Mata birunya tampak menampilkan kilatan marah yang sudah tidak dapat ditampung lagi.

"Kau tahu, aku----" perkataan Zavier terpotong dan ia mematung di tempatnya sejenak. Di detik selanjutnya, suaranya digantikan oleh suara nada gemetar yang terdengar. "Tunggu dulu, apa yang ingin kau lakukan?" tukasnya ngeri.

"DASAR KAU LELAKI CABUL. AKU AKAN MEMBUNUH KAU SEKARANG JUGA DI SINI," bentaknya dengan keras. Tangannya mengambil bantal yang tadi Zavier lempar ke lantai, lalu menggunakan benda tersebut untuk memukulkan ke kepala sialan itu.

"MATI KAU SEKARANG JUGA," teriaknya murka. Gadis itu beranjak naik ke atas sofa dan dengan kejamnya ia memukul benda tersebut tepat di wajah Zavier beberapa kali.

"Sepertinya kau yang harus mengecek otak miringmu ke dokter. SIALAN, hentikan Shella." Zavier meringis ketika wajah tampannya terus merasakan ciuman dari benda lembut itu, sementara kedua tangannya berusaha mencegah kelakuan dari Shella. Okay, gadis ini benar-benar brutal dan sungguh jauh dari prediksinya.

"Okay, okay. Maafkan aku." Zavier dengan cepat membuang benda itu dan menangkap kedua tangan Shella. Ia memicingkan mata coklatnya dan menatap serius ke arahnya.

Napas Shella sedikit memburu, kemudian ia sedikit memberontak agar tangannya dapat terlepas dari cengkraman pria itu. Namun, hasilnya nihil. Mereka saling menatap, hingga beberapa waktu telah berlalu dan Zavier baru sadar jika keadaan mereka terlihat sangat ekstrim sekarang. Dirinya yang berada di bawah, sedangkan Shella yang berada di atasnya dan tengah menatapnya dengan tatapan garang.

Oh, ini tampak buruk dan tidak baik untuk kesehatan Zavier.

"Bi..bisakah kau lebih jauh sedikit? Jarakmu terlalu dekat," ucap Zavier dengan nada yang gugup dan sedikit berhati-hati.

"APA? Bagaimana aku bisa menjauhimu jika kedua tanganku saja dicengkram kuat olehmu. What the **** you *******. Now, let me go."

Hell, setelah ia selesai merutuk pria itu, Shella semakin dibuat kesal ketika Zavier hanya menanggapi perkataannya dengan tatapan melongo.

Sungguh wajah bodoh yang tidak patut untuk ditampilkan.

Shella mengalihkan pandangannya ke bawah, lalu tersenyum licik ketika otak cantiknya tiba-tiba mendapatkan sebuah ide. Ia tersenyum kecil kepada Zavier, membuat pria itu menjadi sedikit bingung. Hingga pada detik selanjutnya, gadis itu dengan cepat langsung mengarahkan lututnya tepat di benda berharga Zavier untuk yang kesekian kalinya.

"Shit, **** you," umpat Zavier yang secara otomatis melepaskan cengkramannya. Ia mengaduh kesakitan hingga tanpa sadar mendorong gadis itu dari atas tubuhnya.

Shella nyaris terjengkang ke belakang lantai jika saja kedua tangannya tidak menahan berat dirinya dengan menggengam erat di tepian sofa. Ia segera bangkit dengan cepat seraya menampikan senyuman penuh mengejek ke arah Zavier.

******, rasakan itu.

"Kau benar-benar perempuan yang tidak punya hati," kata Zavier seraya mengerang nyeri.

Sebagai gerakan terakhir, Shella mengambil bantal yang tadi dibuang oleh pria itu, kemudian dilemparkannya kembali ke arah wajah Zavier.

Gadis tersebut terbahak senang, lalu berjalan ke kasur dan berbaring di atas sana. "Itulah balasanku untuk membersihkan para pria mesum di muku bumi ini dan kau beruntung karena aku masih belum membunuhmu. Tapi jangan berharap kau bisa kabur dariku setelah mengingat apa yang kau lakukan."

Shella kemudian menyeringai, membuat bulu kuduk Zavier sedikit meremang. "Dasar pria tua berotak cabul tingkat tinggi," rutuknya yang sudah entah keberapa kalinya.

Tanpa sadar, pria itu tampak memutar bola matanya malas, lalu berdeham dengan keras. Ia sungguh kesal sekarang. "Kau benar-benar perempuan yang tidak tahu terima kasih. Aku menyesal telah menyelamatkanmu dari para pria itu."

Ucapan itu sontak membuat gerakan Shella yang tadinya hendak mengambil ponsel miliknya terhenti. Bibir merahnya menganga lebar dan terkejut selama beberapa detik. A..apa?

Untuk beberapa waktu, ia berusaha kembali mencerna pernyataan Zavier tadi. Mata birunya terlihat memancarkan tatapan terkejut yang nyata dan tidak sanggup untuk disembunyikan.

Apa berarti orang ini adalah orang yang telah menyelamatkannya dan bukan bagian dari kelompok pria brengsek itu?

Oh my god, yang benar saja.

Tetapi setelah dipikir-pikir, mata coklat dari pria brengsek malam itu juga sama dengan mata coklat milik Zavier. Apa lelaki ini sedang mencoba untuk menipunya sekarang?

"Sudah kukatakan bukan Shella. Aku yang telah menyelamatkanmu, sedangkan para pria yang kau sebut brengsek itu adalah teman dari adikku. Oh dan juga, orang yang kutinju itu adalah adikku sendiri."

6 May 2020

1
Sharon10
Veryy gooddd
Biduri Aura
wah rebutan cewek nih,, Daddy vs Son 😂😂😂
S Fatimah 🐼
ak harap yg bunuh adim sehila bukn zavier😌
Maria Antonia Petra Gomu
bagus
indah asyifa
pasti si zavier🤣
indah asyifa
bagus shilla,jgn terlihat lemah agar tdk mudah dipermainkan
indah asyifa
masih nyimak
indah asyifa
gk tau mau ngomong apa😟
indah asyifa
maksutnya gimana sih,,,, apa iya sebenarnya mrk salah faham😕klo beneran kasian aron
indah asyifa
aku suka cwek yg baru baru dn gk lemah😀dn sepertinya disini shella adl gadis pemberani☺
indah asyifa
aku baru mampir thor
sweetheart 🥰🥰
baru mulai baca, sukaaaa
R.Zhie
jangan lupa mampir yaaaa.
R.Zhie
Thor aku mampir, jangan lupa mampir yaaa
RainDher
si christian masih bocil?? masih 6 tahun
Venti Melinda Goe-Chee
buat para pembaca jgn lah komen yg bikin author ny down..klo emng kurng sreng ma cerita ny ya jgn dibaca..simpel kn...& klo ada bhsa inggris ny menurut sy msh wajar2 aj..bnyk kok novel2 yg nyelipin kalimat pke bhasa inggris ...hargailah author yg dah bikin cerita ny ..kita tinggl baca gratis pula...
Nona Camel
hmm
Siska Variestha
visualnya thor
Evve Miss Plot twist
salam putri Pemuas Nafsu daddy
Olivia Sembiring
Aku tidak melihat adanya perbedaan antara Zavier dan Christian btw 😳🙄😂🔫
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!