NovelToon NovelToon
Bodyguard Tuan Muda

Bodyguard Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Perubahan Hidup / Penikahan Kontrak / Peningkatan diri -peningkatan pesona diri / Identitas Tersembunyi / CEO / Wanita Karir / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Elwi Chloe

Harap bijak dalam membaca, ada beberapa adegan dewasa.

Ramaryo Kevlar Putra J. Umur 20 tahun, berandal tengik, playboy, suka bermain wanita dan tidak ada kata baik darinya.

Berlian Jelita Albirru. Di umurnya yang 19 tahun sudah menjadi seorang CEO di perusahaan tersukses di dunia. Pintar bela diri, cantik, sexy, mandiri, dan wanita karier yang sukses. Benar-benar sempurna. Dengan menjentikkan jari pun dia bisa membuat banyak laki-laki bertekuk lutut padanya.

Namun, sial.

Jelita mendapatkan surat wasiat jika dia harus menikah dengan Ryo. Surat wasiat dari mendiang sang Ibunda yang memang berteman baik dengan Ibu dari Ramaryo.

Jelita menyamar menjadi Bodyguard yang berpenampilan cupu untuk bisa merubah sifat Ryo si calon suami. Dia juga berniat untuk membuat Ryo jatuh cinta pada penampilan cupu dan jeleknya.

Apakah Jelita dapat melakukannya? Atau dia yang justru jatuh cinta pada pesona sang Casanova?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwi Chloe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamu Tidak Diundang

Ting Tong

Jelita yang mendengar suara bel mengeryit heran, "Siapa yang bertamu?" gumamnya seraya berjalan kearah pintu dan membukanya.

Terlihat pemuda berambut pirang dengan mata biru, "Selamat sore, Bu. Apakah Ramaryo ada di rumah?" ucapnya, terlihat di sebelahnya ada sebuah koper.

Pelipis Jelita berdenyut karena kesal, bisa-bisanya dia dipanggil 'Bu', "Pergilah, di sini nggak ngasih sumbangan," ucap Jelita seraya menutup pintu.

Namun, segera di tahan si pemuda pirang, "What? Aku nggak meminta sumbangan, aku ini teman Ryo."

Jelita meneliti penampilan tamu yang tidak diundang itu, terlihat urakan dengan celana robek sana sini, bagaimana bisa Ryo berteman dengan bule berandal?

"Siapa yang datang, cupu?" tanya Ryo yang mengurungkan niatnya untuk ke kamar karena kepo.

Si pemuda pirang berbinar senang melihat Ryo, "Ini aku Kavin, pembantu kamu malah mengusirku."

Kavindra Rafeyfa, teman seperjuangan Ryo saat di LA. Pemuda itu memang asli orang LA, tapi dia sudah sangat lancar berbahasa Indonesia, dia memang sengaja belajar bahasa dari negara orang yang dia cintai.

Jelita menatap kesal Kavin, setelah memanggilnya 'Bu' sekarang justru mengira dia pembantu.

"Dia bukan pembantuku," sengit Ryo, dia tidak suka jika Jelita disamakan pembantu, "Tapi Bodyguardku."

"Oh, maaf aku kira pembantu," kata Kavin kikuk.

Ryo menatap Kavin dan koper yang dibawa pemuda bule itu, "Ngapain kamu ke sini? Apa kamu janjian dengan Reva untuk menyusul aku ke Indonesia?" tanya Ryo menyelidik. Dia memang tidak terlalu percaya dengan Reva yang berkata jika Ibunya sedang sakit.

"Tentu saja untuk menyusul ke dua temanku, kalian tega sekali meninggalkan aku di LA," ucap Kavin dengan ekspresi terluka yang dibuat-buat.

Ryo memutar bola matanya, "Aku ke Indonesia bukan untuk berlibur."

"Tapi aku sangat kesepian karena tidak ada kalian," kata Kavin mencebikkan bibirnya.

"Lebay banget," ucap Ryo.

"Lebay itu apa, Yo?" tanya Kavin yang belum mempelajari kata lebay.

Ryo menepuk jidat. "Lebay itu ganteng," jawab Ryo sengaja menyalahkan.

Jelita menatap tidak percaya Ryo yang justru menyesatkan temannya sendiri.

"Thanks sudah bilang aku ganteng," ucap Kavin terlihat senang, dia percaya saja dengan Ryo.

'Bertambah lagi satu orang bodoh,' batin Jelita menatap Ryo dan Kavin bergantian.

"No problem," jawab Ryo.

Setelahnya Ryo mengajak Kavin untuk masuk ke dalam rumah, pemuda bule itu baru saja sampai di Indonesia, dia berniat untuk menginap sehari di rumah Ryo, setelahnya dia akan pindah ke apartemen.

"Mau berapa lama kamu di Indonesia?" tanya Ryo saat dia dan Kavin sedang duduk di ruang tamu.

"Entahlah," jawab Kavin mengedikkan bahu.

"Dasar manusia kurang kerjaan," ejek Ryo, dia tidak habis pikir dengan jalan pikiran Kavin.

"Aku nggak kurang kerjaan," sangkal Kavin, "Aku sengaja datang untuk mengejar wanita yang aku cin—"

Ting Tong

Perkataan Kavin terpotong karena bel yang berbunyi.

"Ck, siapa lagi sih?" tanya Ryo sedikit ngegas.

"Aku juga nggak tahu, jangan tanya aku," jawab Kavin apa adanya.

"Sana buka pintunya," suruh Ryo pada Kavin, pasalnya Jelita sedang memasak di dapur.

"Aku tamu loh, masa disuruh-suruh," gerutu Kavin, tapi dia tetap beranjak untuk membuka pintu, dia memang cukup terbiasa dengan sifat bossy Ryo.

Kavin membuka pintu, seketika hatinya merasa bahagia ketika melihat wanita yang dia cintai.

"Kamu..."

"Hai, Sweety," Kavin segera memeluk Reva.

Revalia, wanita yang Kavin cintai. Pemuda itu memang sengaja datang ke Indonesia untuk mengejar Reva. Cinta memang begitu rumit, disaat Reva mengejar Ryo dan di sisi lain Kavin juga mengejarnya.

Kavin tahu Reva mencintai Ryo dan perasaannya bertepuk sebelah tangan, sakit memang sakit rasanya, kecewa memang kecewa yang dia dapatkan, tetapi dia yang memilih untuk mencintai Reva. Kavin hanya bisa bertahan, tidak peduli bagaimana rasa sakitnya, karena akan lebih sakit jika dia kehilangan Reva.

Reva segera melepas pelukan Kavin paksa, dia terlihat kesal, "Sedang apa kamu di sini, Kavin?"

"Tentu aja sama sepertimu, aku sedang menyusul orang yang aku cintai," jawab Kavin jujur.

Reva menatap Kavin rumit, dia memang tahu perasaan Kavin untuknya, tapi dia tidak bisa membalas perasaan pemuda itu, dia sudah terlanjur mencintai Ryo, lagi pula Kavin tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Ryo. Kavin tidak lebih kaya dan tidak lebih ganteng dari Ryo, jadi tidak ada alasan untuk Reva memilih Kavin.

Reva adalah perempuan dengan selera yang tinggi, bisa dibilang materialistis.

"Lakukan sesukamu saja, Kavin," ucap Reva setelah menghela napas berat, "Tapi jangan pernah mengganggu rencanaku untuk mendapatkan Ryo."

Kavin tersenyum getir, "Tenang saja, Sweety."

Kemudian Reva masuk ke dalam dan diikuti Kavin di belakang.

"Baby," Reva mencium pipi Ryo yang terduduk di sofa.

Ryo menampilkan raut tidak suka, "Sudah aku bilang kan, jangan mencium aku."

Reva tidak menghiraukan ketidaksukaan Ryo, dia langsung duduk di sebelah Ryo. "Aku membawakan kamu croissant," katanya sambil menunjukan bungkusan yang dia bawa.

Ryo berbinar melihat itu dan mengambil bungkusan yang Reva bawa, "Thanks, baru saja aku ingin mengusir kamu karena sudah datang tanpa diundang seperti Kavin. Tapi karena ini nggak jadi deh."

"Cih, gampang sekali disogok," celetuk Kavin yang terduduk di sofa satunya.

"Iri bilang, bos," kilah Ryo dengan ekspresi mengejek.

Kavin melengos, dia menang iri dengan Ryo.

"Baby, kamu tidak memberikan aku ciuman untuk ucapan terima kasih? Aku rindu sekali padamu," ucap Reva merapatkan posisi duduknya pada Ryo dan bergelayut manja.

Ryo melihat Jelita yang memasuki ruang tamu dari arah dapur, dia menyeringai. "Kamu mau aku cium?" tanyanya pada Reva.

"Ya," jawab Reva tanpa ada rasa malu.

"Apa kamu sangat menyukai ciumanku?" Ryo menjilat bibirnya sendiri.

"Ya, Baby."

"Padahal kamu sangat menyukainya, tapi ada satu cewek yang menolak aku cium," kata Ryo menatap Jelita yang tengah menatapnya juga.

Jelita yang baru selesai masak dan ingin mengajak Ryo dan Kavin untuk makan malam langsung mendapatkan pemandangan yang menyakitkan hatinya, belum lagi dia mendengar sangat jelas obrolan Ryo dan Reva.

Ryo memang sengaja memanasi Jelita. Dia hanya ingin melihat Jelita yang cemburu padanya, dia ingin memastikan apakah Jelita benar-benar menyukainya.

"Siapa cewek yang menolak kamu, Baby?" tanya Reva penasaran.

"Kamu nggak perlu tahu," jawab Ryo.

"Baiklah, aku juga tidak terlalu perduli dengan cewek itu, yang aku perdulikan hanyalah kamu, Baby," ucap Reva tersenyum menggoda.

Reva mendekatkan wajahnya hendak mencium bibir Ryo. Sebelum bibirnya dan bibir Ryo bersentuhan, dia merasakan jika rambutnya ditarik paksa kebelakang.

"Akh!" pekik Reva merasakan sakit pada kulit kepalanya karena rambutnya ditarik.

"Menjauh darinya."

_To Be Continued_

1
Manatu Atu
kirain ke toilet nyari tau siapa yg cari gara gara sama jelita
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya,

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Queen Za
/Rose/
Silvi Vicka Carolina
pahlawan kesiangam
Silvi Vicka Carolina
parah
Silvi Vicka Carolina
wa adegan brutal pemukulan di skip ...tapi yang hot di rinci
Silvi Vicka Carolina
kok mau ayahnya nikahkan anaknya ama cowok yang doyan celup celup ...
Silvi Vicka Carolina
wa bunuh orang kyak bunuh kecoa
nadya_hime
Weeeh.. ga kebayang gw sih oppa Jin si Mr. wwwhansom.com punya kepribadian kya jefra mhuehehe..😁
Tapi gpp suka lah.. sukaaa...
nadya_hime
Gw setuju dg pernyataan Jelita..
Itulah gw milih nerima lamaran laki gw, daripada gw balik sama mantan gw yg udah gw terima kurang & lebihnya dia, sayang ketulusan gw diremehkan dgn dia selingkuh dudepan mata gw..
Skrng ga tau kenapa, laki gw yg (katanya) mencintai gw, sampai skrng gw msh ga bisa membalas rasa itu, klo gw tanya ke diri gw, apa gw cinta sm lali gw..? lidah gw tuh susah banget balesnya, kek hati gw trauma gitu, dimindset gw klo gw mencintai orang gw akan lebih sakit ketika kenyataan ga sesuai ekspektasi..
Tapi gw dg mudahnya mencintai anak² kami, dg tulus mudah banget hati & lidah gw bilang, I love you..
@Heni khan 😚❤️🇵🇸
jangan " vano keturunannya..
Sandisalbiah
isengnya ryo.. bener² deh
Sandisalbiah
emang perempuan berkulit badak si Reva.. bener² putus urat malunya.. dan bodohnya merendahkan diri sendiri dihadapkan org².. gak waras
Sandisalbiah
hem.. 🤔🤔🤔
Sandisalbiah
Hadeh.. sok² an malu.. ujung² menyerahkan diri juga..
Sandisalbiah
hah.. nyatanya rasa kecewa mu kalah dgn rasa cinta mu Ryo.. tambah lagi fakta kalau jelita itu begitu sempurna kecantikannya, mana mungkin bisa menolaknya kan.. kan..!! n
Sandisalbiah
nah lho..
Sandisalbiah
hah.. wes angel
Sandisalbiah
waduh.. unboxing sebelum waktunya nih..
Sandisalbiah
wah.. cari mati di Reva dan Ryo.. bego percaya aja sama si siluman kuyang itu
Sandisalbiah
semoga ryo gak ceroboh malam ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!