NovelToon NovelToon
SELIR SANG AKTOR

SELIR SANG AKTOR

Status: tamat
Genre:Poligami / Tamat
Popularitas:241.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ayumi

Scarlet adalah gadis yatim piatu yang kuliah sambil berkerja. Pada suatu hari dia kesandung masalah memecahkan Guci antik dan disuruh mengganti dengan uang seratus juta tunai.

Dalam kebingunannya akhirnya Scarlet ke Club malam dan menjual kegadisannya dengan pemilik Club. Karena merasa terhina Scarlet tidak mau menerima uang dari pemuda itu.

Tapi pemuda yang bernama David itu malah jatuh cinta kepada Scarlet, dan mulai membantu keuangan Scarlet secara diam-diam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JIKA HARUS MEMILIH

Scarlet yang duduk agak berjauhan dengan Tuan Andrian hanya bisa menatap Tuannya dengan perasaan khawatir, kalau-kalau David akan membuat Tuannya celaka. Dia tahu David agak sangar kalau ada orang yang membuatnya marah.

"Kenalkan nama saya Indah." suara wanita di sebelahnya membuat Scarlet menoleh dan menatap intens kepada wanita itu.

"Scarlet...."

"Apakah kamu pacarnya Andrian?"

"Huk...bukan mbak, saya pegawainya kalau mbak sendiri ada hubungan apa dengan Tuan Andrian?"

"Saya sepupu jauh, kami disini adalah keluarga besar Xander dari

dua kakek."

"Pantas banyak sekali generasi penerusnya. Enak punya saudara banyak, apalagi semua sukses. Apa mereka tidak pernah saling sikut?"

"Masalah kerja tidak, mereka mapan semua. Tapi kalau masalah rebutan cewek sering terjadi."

"Yang berada di sebelah Tuan Adrian, apa mbak kenal?" tanya Scarlet ingin tahu, selama ini dia tidak tahu siapa David.

"Owh ... dia David, yang berada di podium itu, papanya. Dia sepupuku yang paling kaya, dia juga seorang artis, tapi sudah mengundurkan diri. karena dia mau bertunangan bulan depan. Pacarnya akan datang dari luar negeri minggu depan."

Hatinya langsung mencelos, Scarlet diam, ada rasa sakit di dadanya. Dia menoleh kepada David, pandangan mereka bertemu, Scarlet buru-buru menunduk. Dia merasa cemburu dan tidak mampu menahan rasa kecewa.

Rapat Saham akhirnya usai, Scarlet berdiri, tapi dia ditahan oleh Indah.

"Scar, tinggal dimana?"

"Untuk sementara di rumah Tuan Andrian mbak, saya pelayannya." kata Scarlet terus terang.

"Saya kira pacarnya, kenapa harus jadi pelayan, bukankah banyak pekerjaan lain yang lebih terhormat."

"Saya anak yatim piatu mbak, hidup saya juga ...." dia tidak melanjutkan, karena Tuan Andrian sudah berada disampingnya.

"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Andrian dingin. Scarlet cepat berada di samping Andrian, menggandeng tangannya.

"Tidak ada bang, mau langsung pulang?"

"Ya.." sahut Andrian pendek. Dia tidak senang Scarlet dekat dengan orang lain. Andrian berjalan cepat, Scarlet menoleh ke belakang ingin tahu dimana David, tapi dia tidak melihat keberadaan David.

"Cepat bawa aku pulang." ketus Tuan Andria. Scarlet cepat melangkah, Indah yang melihat keanehan sepupunya langsung mengambil Vidio dan mengikutinya dari jauh. Dia tidak tahu kenapa dia suka sama Scarlet. Wanita cantik, anggung dan menjadi seorang pelayan. Apa motif Scarlet? ingin numpang tenar di keluarga Xander atau memang ingin morotin sepupunya. Setahunya Andrian orang yang tidak bisa ditipu, apalagi oleh seorang wanita.

Baru mendekati mobil, David sudah menghadangnya. Scarlet tercekat hatinya dan takut, tanpa sadar dia memegang erat tangan Tuannya.

"Ada apa lagi David, jangan bikin malu nama keluarga Sander. Katanya kamu mau tunangan, itu saja di urus." Tuan Andrian kesal.

"Kamu tahu sendiri Andrian, aku minta kamu ke ruangan papaku, malah kamu pergi. Kita selesaikan urusan ini. Terus terang aku tidak rela kamu melenggang seenaknya."

"Aku sibuk, jangan memperliatkan sifat arogan di hadapanku. Berpikir memakai nalar, semua ini terjadi karena kamu melepaskannya. Aku mempekerjakannya disaat dia tidak ada yang mengurus."

"Sayank..kita pulang, aku bosan bicara dengan manusia ini." David langsung mendekati Scarlet. Tadinya dia terharu, ketika dia ingat bahwa David akan bertunangan Scarlet mundur.

"Lupakanlah David, aku nyaman berada di rumah Tuanku." sahut Scarlet lirih. Matanya berkabut, dia sangat merindukan David.

"Hentikan omong kosong ini David, dia sudah memilih aku, jadi mulai sekarang jangan kamu ganggu dia lagi." sahut Andrian sangar.

David tidak bisa mengontrol emosi dan tangannya melayang ke wajah Andrian, tapi Andrian tidak tinggal diam, dia membalas pukulan itu.

"Stopp....." Scarlet dan Indah kaget, mereka cepat minta pertolongan. Suasana jadi ribut, sepupu David yang tidak mengerti persoalannya malah menyuruh Ardian dan Scarlet cepat pergi, mereka tahu keganasan David.

"Scarlett..." teriak David tidak berdaya semua saudara sepupu memegang dirinya. David tidak berdaya.

"Kalian setan semua, kalian tahu apa yang kalian lakukan, Andrian telah merampas milikku."

Mereka tetap memegang David dan tidak menghiraukan kata-kata nya. Sebelum mobil Andrian pergi, David masih dipegang ramai-ramai.

Tangan Scarlet gemetar memegang stir, dia tadi sangat takut, gara-gara dirinya sepupu jadi berantam.

"Apa kamu sering tidur dengannya?" Scarlet kaget mendengar pertanyaan itu. Betapa tidak sopannya Tuannya menanyakan masalah pribadinya.

"Tidak ada hubungannya dengan pekerjaan saya, apapun yang saya lakukan, dan itu sangat pribadi."

"Aku berhak tahu."

"Buat apa, saya adalah teman tidurnya." ketus Scarlet, dia benci mengatakan itu.

"Murahan!!"

"Apa pedulimu, aku mencintainya." nada bicara Scarlet berbeda, rasa takut dan hormatnya lenyap kepada Ardian.

"Bagus, sifat aslimu keluar. Kamu memang pantas di kurung."

Scarlet memacu mobilnya lebih kencang, dia merasa kesal, Andrian seperti tidak buta. Kalau dia buta kenapa tadi dia bisa berantem?

Sampai di rumah Tuan Andrian, dia tidak mau peduli dengan Tuannya, dia masuk membiarkan pengawal membantu Tuannya turun dari mobil.

Di kamar Scarlet mrnangis atas hinaan Tuannya dan hinaan itu juga pernah keluar dari mulut David.

Pukul.16.15, Scarlet baru bangun, dia duduk dipinggir bed mengumpulkan ingatannya tentang kejadian tadi. Dia cepat mandi, bagaimanapun kesal hatinya, dia tetap pelayan di rumah ini dan seharusnya dia tidak marah atas hinaan itu.

Kini Scarlet telah berdiri di depan pintu kamar Tuannya. Dia menarik nafas panjang seraya berdoa dalam hati, semoga Tuan Andrian tidak berjalan sempurna.

Scarlet mengetuk pintu dan masuk ke kamar. Tuannya sedang duduk di sofa panjang. Pria itu menoleh tanpa ekspresi.

"Untuk apa kamu datang lagi?" tanyanya datar. Scarlet meringis tanpa sadar, dengan jantung berdebar kencang.

"Kenapa pertanyaanmu seperti itu? aku adalah pelayanmu."

Andrian mendengus kasar, lalu menatap tajam.

"David menamparku karena ulahmu yang murahan, kau mengadu kami, kurang ajar!" ucapnya geram.

"Aku benar-benar tidak mengerti, maksudmu. Aku disini bekerja."

"Terserah, sekarang silahkan tinggalkan tempat ini," usir pria itu.

Mata Scarlet membulat sempurna, kepanikan melandanya seketika. Pekerjaan ini adalah harapan satu- satunya, jika dipecat, bagaimana dia membiayai anak-anak Panti, dia juga harus menghindar dari David.

"Andrian bisakah aku berbicara denganmu baik-baik. Aku berjanji tidak membuatmu marah, aku minta maaf padamu." ucap Scarlet dengan sungguh-sungguh, dia sudah membuang kata Tuan.

Dengusan kasar Andrian terdengar, matanya seperti kilatan api yang berkobar, dia sangat marah.

"Keluar!" desis pria itu emosi.

"Kenapa hobi sekali marah-marah?" tanya Scarlet pelan, berusaha tak menyinggung perasaannya, tapi sayangnya Andrian tetap kaku dan

wajahnya kini kembali menunjukkan kemarahan hebat.

"Bukan urusanmu!" bentaknya, lalu berusaha berdiri. Scarlet segera memegang tangannya, menuntunnya menuju ranjang lalu mendudukannya di pinggir ranjang.

Dia kemudian menepis tangan Scarlet kasar, apa dia sekarang tidak mau disentuh. Mungkin saja dia menganggap tangan Scarlet sehina itu. Scarlet mendengus dongkol karena ingat dia dibilang murahan.

"Kenapa kau datang lagi?" tanya pria itu tajam.

"Maaf untuk masalah tadi pagi, aku ingin tetap bekerja disini, jangan terlalu menghinaku. Hatiku sakit."

"Jangan pergi dari sini tanpa izinku. Aku tidak rela David menidurimu dan membuatmu menderita." desisnya geram.

Scarlet terdiam. Tapi, kalimat pria itu selanjutnya membuatnya terlonjak kaget, matanya menatap horor ke arah Scarlet.

"Apakah aku boleh menciummu? Atau bahkan menidurimu?" tanyanya dengan suara super duper datar yang membuat Scarlet mundur selangkah.

*****

1
like
Kecewa
like
Buruk
Fay
Luar biasa
Fay
Lumayan
delete account
gara-gara kamu jadinya/Grievance/
delete account
daripada senyam-senyum Mulu trs sudah dimasukkan obat ke dalam minuman
delete account
cie tetap di waspadai tapi kira-kira apakah Iwan bisa atasi/Doubt/
delete account
jadi gimana tu apakah ada yang menolong?
delete account
dimasukkan ke dalam obat /Doubt/
delete account
🤣🤣/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
delete account
diancam kepolisian karena sifat buruk
delete account
benar tu pelan-pelan saja tidak perlu buru-buru
delete account
Kok pengen nya cepat banget
delete account
seharusnya lebih hati-hati
delete account
Wahaha kasihan baru dapat kerja sudah dimaki-maki
delete account
hadir
delete account
banyak sekali pesanan buat apa
🎎 Lestari Handayani 🌹
semangat terus. lanjut ceritanya
Arya suryadi🐞
🥰🥰🥰👌👌👌
ayumi: 🍬🍭🍬🍭🍭🍬
total 1 replies
🦋⃟ℛ⭐ʀᴀᴅɪsʏᴀ⭐🦋ᴬ∙ᴴ࿐
TOP LABEL⭐⭐⭐⭐⭐

SEMOGA MAKIN SUKSES KARYA NYA

GOOD JOB👍👍👍
ayumi: tq kk udh mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!