NovelToon NovelToon
Takdir Hidup Cinta

Takdir Hidup Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Action / Cintapertama / Tamat
Popularitas:118k
Nilai: 5
Nama Author: aulia rysa

Namaku Cinta Permata Kusuma, aku anak pertama dari dua bersaudara.
Aku dilahirkan dari keluarga yang berada dan berkecukupan, tapi tidak dengan kasih sayang kedua orang tua.

23Tahun mengalami keterpurukan, akhirnya kebahagiaanku kini telah datang.
Iqbal Radit Adijaya, dia pria yang memberi kebahagiaan yang tidak pernah aku dapati sejak dulu. Cintanya sangat besar hingga dia rela memberi hidupnya untukku.

Apa kebagian ini akan selamanya? atau Cinta harus kembali di kehidupan semulanya?

Semua jawabannya ada disini
"TAKDIR HIDUP CINTA".

Setiap episode terdapat kata-kata motivasi di akhir cerita. Dan jadikan itu sebagai inspirasi hidup yang lebih baik untukmu di kedepan nanti.

Selamat membaca, jangan lupa like,comment, vote dan tambahkan ke Favorite di Hpmu untuk mendapatkan up terbaru dari author.❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulia rysa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26. Kebahagiaan sesungguhnya

Selamat membaca!📖

Hari ini pemotretan terakhir Cinta di kota B. Cinta sangat bahagia akhirnya besok bisa kembali ke kota A. Dia tidak sabar membuktikan apa perkataan Laura tempoh hari benar? Papa dan Mama sedih dengan kepergiannya.

Pemotretan di kota B semuanya berjalan lancar. Cinta tidak memberi ruang atau kendala yang bisa membuat kru menundanya. Hari-hari Cinta berada disini selalu tersenyum. Senyumannya itu menambah nilai hasil dalam pemotretan projeck mereka.

"Mbak, setelah balik dari sini apa ada projeck lagi?" tanya Cinta.

"Iya. Projeck kamu sudah terisi penuh selama tujuh tahun kedepan." jawab Tiara.

"Apa tujuh tahun?" kaget Cinta.

"Iya." Tiara fokus membaca jadwal projeck Cinta yang berada di layar ponselnya.

"Kenapa harus penuh? mbak tahu saya ada perusahaan yang harus diurus juga. Tidak mungkin saya lepas tangan." tatap Cinta pada Tiara.

"Iya, mbak tahu. Kamu tenang saja projeck yang kamu kerjakan untuk tujuh tahun kedepan tidak memakan banyak waktu seperti biasa." jelas Tiara masih fokus pada layar ponselnya.

"Yah sudah kalau begitu, saya mau ganti baju masih ada pemotretan selanjutnya." Pergi Cinta meninggalkan Tiara.

"Iya." Tiara menatap kepergian Cinta.

Diruang ganti Cinta terus mengoceh, kenapa mbak Tiara tidak mengerti dengan kondisinya sekarang. Kenapa kerjaannya selalu padat tanpa ada hari libur. Cinta mengerti ini sudah konsekwensi dari kedua kerjaannya, tapi tidak seperti ini juga yang dia pikirkan.

"Huft... kenapa semuanya harus keluar dari pemikiran sih. Sekarang tidak ada yang bisa aku perbuat selain menerima dengan lapang dada." ucap Cinta pada dirinya.

***

"Anak-anak, ayo makan." Lestari datang mendekati mereka yang lagi asyik ngobrol.

"Ngobrolnya bisa dilanjutin nanti pas selesei makan." sambung Lestari.

"Baik Mama/Tanta." serentak mereka semua.

Dimeja makan mereka semua menikmati santapan makan siang dengan riang, sesekali mereka berbicara dan tertawa bersama mendengar perdebatan Radit dan Dimas.

"Kakek beruntung cucu-cucu kakek bisa memiliki sahabat kayak kalian ini." ucap kakek menatap mereka.

"Kami juga beruntung kakek bisa bersahabat dengan cucu kakek." balas Iqbal sopan.

"Iya. kalian sama-sama beruntung." kata Wahyu.

"Iqbal, bagaimana jadi CEO mudah di perusahaan Papa kamu?" sambung Wahyu.

"Gak bagaimana juga sih Kek. Sibuk kalau kantor ada masalah saja selain itu seperti biasa." jawab Iqbal.

"Kalian dengar itu Kenan, Rafa. Kakek minta kalian bantu urus perusahaan keluarga bukannya kalian dengar sendiri penjelasan Iqbal tadi." kata Wahyu tak mau dibantah.

"Iya Kek, tapi kenapa hanya kita berdua saja? kenapa Bagas dan Damar tidak?" tanya Rafa.

"Mereka sudah bekerja sejak lama, kalian saja yang tidak tahu." jawab Wahyu.

"Sejak kapan? kenapa kita tidak tahu? apa kamu sudah tahu ini Laura?" Lirik Rafa pada Laura.

"Iya. Saya sudah tahu ini." jawab Laura santai.

"Kenapa kamu tidak kasih tahu kita?" Rafa mulai kesal dengan Laura.

"Apa itu penting?" tanya balik Laura.

"Jelas penting Laura!" Kesal Rafa.

"Sudah. Kenapa kamu salahkan Laura? Kalau dia tidak mau kasih tahu itu hak nya. Jadi bagaimana mau atau tidak? Cinta saja bisa membangun dan mengurus perusahaannya sendiri masa kalian tidak bisa. Kakek hanya minta mengurus bukan membangun." Tatap Wahyu pada Kenan dan Rafa.

"Iya Kek. Kita mau mengurus perusahaan." jawab Kenan serius.

"Bagus. Besok kalian bisa mulai bekerja." Senyum Wahyu.

"Kek. Kenapa Laura tidak ikut mengurus perusahaan?" tanya Rafa melirik Laura.

"Gak mau. Tanpa kerja Laura bisa dapat apa saja yang Laura mau bahkan beli pulau." senyum licik Laura.

"Uang dari mana kamu? kita gak mau kasih kamu uang cuma-cuma hanya ingin beli pulau." Balas Raka.

"Uang Laura lebih banyak dari uang kalian. Jadi maaf Laura gak berniat untuk minta." kata Laura.

"Laura kamu gak lagi halu? masa gak kerja uang bisa banyak?" tanya Dimas.

"Benar. Gak ada sejarah gak kerja uang ada?" sambung Radit.

"Ra. Apa tadi kamu salah makan?" tatap Inces pada Laura.

"Kalian apaan sih. Saya gak halu dan saya gak salah makan. Semua yang saya katakan itu benar." jawab Laura menatap mereka.

"Benar gimana? coba jelasin dari mana kamu dapat uang kalau gak minta dan gak kerja?" Tatap Kenan.

"Apa kalian lupa saya ini adik kesayangan Cinta Permata Aqila. Otomatis harta kakak harta saya juga. Semua yang saya inginkan dapat saya beli termasuk Indonesia ini." Senyum Laura penuh kemenangan melihat raut wajah mereka berubah.

"Dasar kamu Ra, itu sama saja kamu minta." kesal Inces yang sudah dikerjain Laura.

"Sejak kapan uang Cinta uang kamu?" tanya Rafa.

"Gak perlu tahu sejak kapan? apa kamu lupa Inces kata kak Cinta. Punya kakak itu punyaku, punyaku tetap punyaku." senyum Laura menunjukkan deretan giginya.

"Gak ada sejarah punya kakak milik adik, milik adik tetap milik adik. Saya sama Inces gak begitu. Milik kami yah tetap milik kami, gak yang lain." bantah Radit.

"Ada. Sekarang sejarah itu sedang terjadi sama aku dan kakak. Kenapa kalian sangat protes? apa kalian kakakku? tidak kan? jadi gak usah banyak bacot. Saya juga gak mau punya kakak kayak kalian." ucap Laura melirik Radit dan Dimas.

"Kamu kira hanya kamu? kita juga gak mau. Bisa mati kita punya adik kayak kamu." balas Radit.

"Kenapa mati? Abang Kenan sama Abang Rafa enggak tuh. Sampai sekarang masih hidup. Apa kalian gak bisa lihat?" sindir Laura.

***

Malam hari disebuah Hotel. Cinta sibuk mengerjakan laporan perusahaan dari beberapa kantor cabang di Negara lain.

Cinta terlihat mahir memainkan keyboard komputer dengan jari tangannya. Kedua matanya dipasangkan kacamata radiasi untuk melindungi matanya dari pencahayaan yang berlebihan.

"Akhirnya selesei juga." Senang Cinta merentangkan kedua tangannya.

"Kelihatannya kerjaan sudah beres?" Tiba Tiara di samping Cinta.

"Iya mbak." Lirik Cinta pada Tiara.

"Alhamdulilah. Oiyah bagaimana dengan acara peresmian besok?" Duduk Tiara disamping Cinta.

"Untuk persiapan semuanya lancar, tinggal peresmian saja." jawab Cinta.

"Bagus kalau begitu. Apa Laura akan datang juga?" tanya Tiara.

"Datang mbak. Dia nanti bersama teman-teman." jawab Cinta.

"Oiya mbak, besok jadwal pemotretannya jam berapa?" sambung Cinta menatap Tiara.

"Sekitar jam Lima, tapi kamu harus hadir dilokasi satu jam sebelum pemotretan." jelas Tiara.

"Kenapa begitu mbak?" Binggung Cinta mendengar perkataan Tiara.

"Iya. Besok sebelum pemotretan kita ada briefing sama tim." jawab Tiara.

"Baiklah kalau begitu." Pasrah Cinta.

"Besok kamu ke lokasi sama siapa? apa perlu mbak suruh sopir jemput?" tanya Tiara menatap Cinta yang lesuh.

"Gak usah mbak. Saya bawah mobil sendiri." jawab Cinta yakin.

"Bukanya kamu belum beli mobil?" Pikir Tiara.

"Iya. Ini juga mau beli mbak." Cinta memainkan jemari cantiknya dilayar ponsel dengan cepat.

***

Diruang keluarga, Laura terus berdebat dengan Rafa, sesekali Rafa dibuat kesal dengan perkataan Laura yang menjengkelkan.

"Gak habis pikir saya, kenapa Cinta bisa punya adik kayak kamu?" kesal Rafa.

"Pasti bisa Abang. Saya dan Cinta satu Papa satu Mama otomatis kami berdua adik kakak." santai Laura membuat mereka semua tertawa dengan jawaban yang dia lontarkan.

"Kamu bisa saja sayang." Senyum Anita geleng kepala.

"Yah bisa dong Bunda." Senyum Laura menampilkan deretan gigi putihnya.

"Laura. Besok kalian ke perusahaan Cinta jam berapa?" tanya Arka.

"Jam sembilan, sekalian sama teman-teman." jawab Laura.

×

×

×

×

BERSAMBUNG...

1
Nur rahmayana
mampir thor
Nurliana Saragih
Gimana mau kasih jempol Thor,,,,?!
Katanya novel ini dah End, nyatanya masih On going!!!
Menyebalkan!!!
Kalo End ya End,kalo On going ya On going,apa susahnya sih ?!
😡😡😡
Akun ini lg hiatus
maaf br bc thor sibuk nulis diakunku yg lain
Avrillia
tu mharnya g' salah t thoor pa asal"an ngetik.....
🌹🪴eiv🪴🌹
jir..akeh e mahar e.....
🌹🪴eiv🪴🌹
kenapa sih otor bikin nangeeesss terus 🥺🥺
🌹🪴eiv🪴🌹
nangeeesss lagi 😭😭😭😭😭
🌹🪴eiv🪴🌹
nangeeesss 😭😭😭😭😭😭😭😭😭
🌹🪴eiv🪴🌹
hih... dasar Mak kampret 😡😡😡😡😡



eh...🤭🤭🤭🤭
🌹🪴eiv🪴🌹
pasukan baca end 🖕
Alya Yuni
Si Lestri trllu lbih msa prca hal bodoh kya mcm it
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
sumpah dimas kepo bgt
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
slmt menunggu iqbal
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
tuh mulut mnt djht y
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
pgn w cincang u
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
yah gagal deh
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
anjirrr g kuat bcny
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
dsr cowok
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
bicarany santai j
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
jujur j sh bgs
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!