NovelToon NovelToon
Endless

Endless

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Marisa Canon

Andrea Pricillia, gadis berusia 22 tahun. Dia di tipu oleh kekasihnya sendiri dan terjebak dengan sejumlah hutang yang sama sekali tidak dia lakukan. Untuk bisa melunasi semua hitang itu, Andrea harus menjadi pelayan dan mengabdikan diri pada pria yang menjadi tuannya.

Malvin, pria yang di juluki dewa kematian itu adalah pimpinan klan paleng berbahaya di Italia.
Dengan dendam masa lalu, hatinya hanya di isi dengan kekejaman dan penyiksaan.

Sayangnya, wanita yang dia pikir adalah penyebab kematian adiknya malah membuat dia jatuh cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marisa Canon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26.

"Signore!"

Demetrio dengan cepat meraih tangan Malvin yang mengeluarkan darah.

"Apa yang kau lakukan? kenapa kau menghancurkan tanganmu!"

Dengan ekspresi yang tidak dapat di gambarkan Demetrio merobek sebagian kemejanya dan membalutkannya ke tangan Malvin. Namun pria itu menolak dengan kasar.

"Jangan pedulikan tanganku, kita harus kembali."

"Tapi, Signore. Tanganmu terluka!"

Demetrio meraih tangan Malvin kembali, darah terus saja mengalir tiada henti. Dia juga bingung, kenapa majikannya malah marah saat mendengar Arsula melukai Andrea, bukankah selama ini dia juga sering menyiksa wanita itu.

"Kita kembali ke Mansion sekarang Demetrio, lukanya nanti saja."

"Tidak, lukamu harus di bersihkan dulu Signore."

"Tidak ada waktu, Arsula akan membunuhnya."

Demetrio tidak bergeming dia tetap melanjutkan untuk membersihkan tangan Malvin dari pecahan kaca yang menempel juga membersihkan darah yang terus mengalir.

"Demetrio, apa kau tidak mendengarku, biarkan saja luka itu kita harus kembali sekarang!"

"Aku pastikan dia tidak akan menyakitinya lebih Signore, Garilla ada di sana. Dia sudah ku perintahkan untuk melihatnya."

"Lepaskan aku!"

"Tidak! Kau harus menguatkan tanganku agar bisa menyiksa musuh-musuhmu itu Signore, bukan untukelindungi mereka. Kau akan kalah lagi jika terus memandang dengan belas kasihan, mereka akan terus membodohimu." Kata yang terakhir itu adalah sindiran untuk Malvin karena terus mempercayai Arsula.

"Untuk apa kau menceramahiku, kau seharusnya mematuhi perintahku. Lepaskan!"

"Diamlah, atau serpihan kaca ini akan susah di bersihkan. Kau selalu mempercayai wanita iblis itu bukan, dan lihat apa yang dia balas untuk mu. Dia bahkan berani membohongimu bertahun-tahun."

"Kau selalu mengguruiku, aaargh." Malvin bergeliat untuk melepaskan diri. Namun Demetrio mendekapnya telalu kuat.

"Lepaskan! biarkan aku kembali."

"Apa kau menyukai perempuan itu Signore?"

"Tentu saja tidak!" elak Malvin cepat.

"Benarkah? Aku tidak melihatnya seperti itu"

"Tutup mulutmu dan .... Assshhh." Malvin mendesis saat pecahan kaca di cabut oleh Demetrio dari tangannya.

"Apa kau tidak bisa melakukannya dengan baik?"

"Itu karena kau yang terlalu bergerak," teriak Demetrio tidak kalah kerasnya dari Malvin.

Bersamaan dengan itu, ponsel Malvin bergetar. Pria itu merogoh benda pipih miliknya dengan tangan yang tidak terluka. Dia melihat pada layar, satu pesan dari nomor yang tersimpan dengan nama kontak My Baby muncul di sana dengan isi pesan yang membuat deretan gigi Malvin saling beradu.

'Baby, Apa kau ada waktu malam ini? aku sedang melakukan terapi kekuatan otot tangan dan pahaku di Mansion mu, jika kau ingin mencobanya, maka cepatlah kembali. Jangan terlalu lama di luar sana, aku merindukanmu. Kekasihmu, Arsula'

Demetrio yang melihat ekspresi Malvin langsung tahu pesan itu dari siapa.

"Entah apa yang sedang kau lakukan." Malvin menyimpan kembali ponselnya.

"Sudah selesai, Signore?"

Malvin menghempaskan tangannya, membuat pria itu spontas berdiri tegak. "Apa aku harus menyeretnya pulang?"

"Tidak perlu, aku yang akan melakukannya sendiri," ucapnya dengan berapi-api.

"Jika kau menolong Andrea, Arsula akan lebih geram dan menyiksa pelayan itu terus menerus Signore?"

Malvin menoleh ke arah sahabat yang sudah menjadi tangan kanannya. Dengan santainya dia berkata. "Apa kau ingin tahu isi pesannya tadi?"

"Jika kau berkenang, aku akan mendengarnya."

"Arsula mengatakan dia sedang melakukan terapi otot tangan dan paha, apa kau tahu apa artinya?"

"What?"

"Sudah ku duga kau akan berekspresi seperti itu," ucapnya berlalu pergi.

"Wait ... apa-apan tadi. Apa dia mengerjaiku?"

"Cepatlah! Andrea dalam bahaya."

"Kenapa kau harus peduli pada pelayan itu, bukankah kau akan membunuhnya nanti."

"Diam kau iblis."

"Kau sendiri juga iblis, Signore."

Sampai ketemu besok yeah. 🤭🤭🤭

cukup 5 bab hari ini. Besok aku sedikit sibuk jadi mungkin hanya ada 3 bab. maafkan yeah. aku akan grazi up setiap haru sabtu yeah, karena banyak waktu pas dengan liburan kantor.

salang heo. 🥰

1
Marcella Lantang
happy ending...
Marcella Lantang
senangnya..mereka akhirnya bersatu
Marcella Lantang
Sedih ya Andrea harus pergi padahal dia sdh membuka hatinya utk Malvin.
Marcella Lantang
Malvin jahat banget sih...
Marcella Lantang
jahat banget ya si Malvin ini. tega sekali banting2 badannya Andrea
Marcella Lantang
waduhhh jangan2 perempuan yg Andrea bicarakan si Arsula....
Marcella Lantang
jahat ya Arsula itu. sebagai perempuan kayaq tdk punya hati👊👊👊
Marcella Lantang
ha...ha...ha...Arsula cemburu nich yè dgn Andrea. merasa Andrea sbg ancaman utk hubungannya dgn Malvin ya...🙈🙈🙈
Marcella Lantang
Andrea...kasihan ya. masa depannya hancur di usia mudanya.
Syafrida Yani
zigo
Dyah Oktina
hah... semester k 3 berarti dah 7bln an thor... wah dah besar dong...
Dyah Oktina
😂😂😂😂😂😂.. iya lari sana...
Dyah Oktina
eh...dasar sepupu gemblong... minta d tembak ya
Dyah Oktina
Luar biasa
irda sembiring
singgah...aku
Adeena clarissa
Kecewa
Marisa Canon: kenapa?
total 1 replies
ACIMAKALA
bener" greget🥹😍😍😍
ACIMAKALA
wah wah😍😍😍
ACIMAKALA
ayii
ACIMAKALA
arsulaaa ulat keket eee
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!