Menceritakan seorang anak yang lolos dari aksi pembantaian oleh orang-orang aliran hitam. Dia diselamatkan oleh seorang Kakek yang adalah seorang Kultivator terkuat di benua timur yang sudah lama mengasingkan diri di hutan kematian.
Dia pada akhirnya diangkat menjadi murid yang mewarisi Semua ilmu kepandaian gurunya dan menjadi penerus sebagai sang Naga.
Pergi berkelana seorang diri dan tidak pernah menutup mata terhadap ketidak adilan, menjadi momok yang menakutkan bagi aliran hitam.
Dialah Xiao Lang, seorang yang akan menuju puncak kultivasi dan menjadi LEGENDA.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Attar GG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26. Rencana Penyergapan
Mendengar keinginan dari tetua Xin Yang, Xiao Lang tidak bisa menjanjikan apa-apa tapi sebagai murid, ia akan berusaha untuk melakukan yang terbaik demi sekte Naga Langit.
Sudah satu bulan berlalu sejak Kembali dari turnamen generasi muda kekaisaran Ming. Xin Yang dengan tetua-tetua melakukan pertemuan penting membahas besarnya animo generasi muda terhadap Sekte Naga Langit. Setelah melalui beberapa pertimbangan dan telah di sepakati oleh para tetua, baik tetua luar, tetua dalam maupun tetua inti, maka diputuskan untuk sekte Naga Langit akan mulai membuka pendaftaran penerimaan murid baru.
Ketua Tetua Murid Luar Luo Feiyun mulai mempersiapkan orang-orang yang akan bertanggungjawab untuk proses penerimaan murid luar, begitupun juga dengan Ketua tetua Murid Dalam Su Qiang dan yang lainnya yang mengurus urusan penerimaan murid dalam dan tetua Nan Gong sebagai ketua tetua Murid inti bertanggungjawab terhadap penerimaan murid inti.
Setelah pembagian tugas para tetua langsung bergerak dan mengatur pos-pos untuk tempat pendaftaran calon murid baru Sekte Naga Langit. Semangat kebersamaan dan rasa persaudaraan adalah hal yang subtansi dalam sekte ini, karna itu adalah pesan dari Patriak sebelum meninggalkan sekte dulu.
Informasi beredar bagaikan pergerakan air dan angin, saat hari pertama pembukaan pendaftaran banyak murid baru dengan segala latar belakang dan status sosial mengadukan nasibnya. Mereka rela berdesak-desakan dengan yang lain untuk demi bisa mendaftar dan berharap bisa mendapatkan kesempatan untuk menjadi murid Sekte Naga Langit.
Untuk mengantisipasi membludaknya peserta calon murid baru Sekte Naga Langit, maka tetua Xin Yang membatasi waktu pendaftaran hanya di buka satu minggu saja. "Oleh karenanya kita harus bisa mengantisipasinya dan kita harus membatasinya." tegas tetua Xin Yang.
Dari satu minggu waktu di lakukan nya pendaftaran calon murid baru Sekte. terdapat lima ribu peserta yang sudah terdaftar dan siap melaksanakan tes penentuan lulus di Gunung Huasa yaitu di areal Hutan Bambu tiga hari ke depan.
Salah satu sekte aliran hitam yang memiliki dendam dengan sekte Naga langit yaitu mencoba untuk memanfaatkan momentum tes di Gunung Huasa. Mereka telah merencanakan untuk melakukan sabotase dalam proses pelaksanaan tes penerimaan calon murid baru Sekte Naga Langit. Mereka pun segera menyebar anggotanya pada titik-titik yang menjadi rute pelaksanaan tes calon murid sekte.
...----------------...
Di sekte Naga Langit telah di tentukan rute untuk tes penerimaan murid baru dengan terbagi menjadi beberapa pos yang akan mengetes potensi beladiri dan pengalaman bertarung para calon murid baru Sekte. Dalam pelaksanaan tes, calon murid baru akan di bagi menjadi sepuluh orang perkelompok.
Setelah semua persiapan sudah selesai, tetua Xin Yang mengumpulkan kembali para tetua-tetua sekte untuk membahas langkah selanjutnya dan lebih penting adalah bagaimana mengamankan jalannya proses seleksi supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan. Gunung Huasa adalah gunung di belakang sekte Naga langit dan merupakan areal yang tidak akan membahayakan peserta karna dekat dengan sekte sehingga bentuk pengawasan akan lebih mudah.
Xiao Lang dan Xin Mei beserta teman-temannya sedang melakukan latihan-latihan ringan dan memberikan pemahaman terhadap penguasaan kitab-kitab yang sudah di berikan oleh Xiao Lang pada teman-temannya itu. Sebagai bentuk latihan, Xiao Lang meminta kepada tetua Xin Yang untuk semua anggotanya di libatkan dalam proses seleksi di Hutan Bambu untuk sedikit mengetes tingkat kemampuan dan pengalaman bertarung para peserta. Pada awalnya Xin Yang menolak untuk melibatkan murid-muridnya akan tetapi dengan penyampaian dari Xiao Lang dan itu sangat bermanfaat untuk murid-murid Sekte maka ia pun mengiyakan dan sudah memberitahukan kepada para tetua lainnya.
Sejak pulang dari istana kekaisaran, Xin Mei tidak pernah jauh dari Xiao Lang dan selalu menemani pemuda itu kemanapun. Di satu sisi juga bagi Xiao Lang itu adalah wajar dan memahami perasaan seorang wanita jadi ia membiarkan saja.
"Gege, apa kita akan masuk dala proses tes ini. Aku sih tidak masalah asal bersama Gege." ucap Xin Mei sambil memegang tangan Xiao Lang.
"Heeemmmm,,,," Xiao Lang hanya mengangguk pelan.
"Mei' er harus terus belajar dan mengasahnya secara langsung, maka ini adalah kesempatan bagus untuk mempraktekkan nya." ucap Xiao Lang sambil menatap lembut mata Xin Mei.
"Siap Gege, terimakasih Gege sudah membantu saudara-saudara yang lain juga sehingga menjadi seperti sekarang ini." sambil bermanja-manja kepada kakaknya itu.
...----------------...
Hari pelaksanaan tes bakat dan potensi calon murid baru Sekte Naga Langit akan segera di laksanakan. Setelah melakukan serangkaian persiapan selama dua sampai tiga hari, akhirnya merekapun melakukan setiap tugas yang telah di tentukan eleh tetua-tetua yang lain.
Di sisi lain, Xiao Lang dan kelompok nya sudah membagi menjadi dua kelompok kecil antara lain Xiao Lang, Xin Mei, Xin Ying, Ling Yu dan Gong Li menjadi tim A sedangkan kelompok berisi Wang Lee, Hei Long dan Tong Lai, Qin Ron dan Hu Jintao. Mereka lalu menempati pos masing-masing yang sudah ditentukan oleh para tetua.
Hari pelaksanaan tes pun telah tiba, ribuan calon murid baru akan mengikuti tahapan seleksi yang akan di lakukan di gunung Huasa ini. Tahapan acara seleksinya adalah para peserta harus melewati serangkaian ujian dari titik star sampai pada tempat finisnya nanti di depan gerbang Sekte Naga Langit. Bagi peserta yang telah sampai pada garis finis di gerbang Sekte dengan tidak kurang dari waktu 24 jam, akan dinyatakan Lulus dan akan diangkat sebagai murid Sekte Naga Langit.
Semua peserta sudah sangat antusias untuk mengikuti tahapan ujian dari Sekte Naga Langit. Mereka sangat bersemangat dan berteriak lantang menyuarakan ekspresi yang menggebu-gebu. Setelah mendengar kan penjelasan dari tetua Xin Yang, akhirnya para peserta pun mulai bergerak dan berlari memasuki areal pegunungan Huasa.
Tidak ada yang menyadari bahwa di dalam hutan bambu, ratusan orang dari sekte tengkorak melakukan sabotase dengan menempatkan orang-orang mereka dan berniat membantai para peserta yang mengikuti ujian masuk Sekte Naga Langit di wilayah hutan bambu. Patriak Mereke sudah mengerahkan kelompoknya untuk melakukan di bersiap-siap di wilayah pegunungan Huasa.
Dengan menggunakan topeng kayu berwarna hitam, anggota sekte tengkorak sudah mulai bergerak dan bersembunyi di belakang batang-batang pohon besar. "Ayo bersiap, Mereka sudah datang. Bunuh semua jangan di kasih ampun." ujar ketua kelompok sekte tengkorak.
Xiao Lang menyadari ada pergerakan yang mencurigakan di tengah-tengah hutan bambu, ia lalu mengajak seluruh anggotanya dan kelompok yang di pimpin oleh Wang Lee untuk segera bergerak kedalam hutan bambu. Dengan langkah cepat yang sudah mereka kuasai, secepat kilat mereka pun telah berada di areal dalam hutan bambu.
Xiao Lang langsung membagi dua kelompok, sesuai dengan kelompok awal. "Aku merasakan aura jahat di balik pohon-pohon besar itu. Ayo kita selidiki dan kita awasi." ucap Xiao Lang pada yang lain. "Saudara Wang pimpin yang lain dan menyerang dari arah samping, biar aku yang pancing dari depan." lanjut Xiao Lang pada teman-temannya yang di angguki oleh yang lainnya.
Wang Lee dan teman-temannya bergerak menyamping sementara Xiao Lang, Xin Mei dan lainnya melesat ke arah depan dan bersembunyi di semak-semak dan pepohonan yang rindang. "Aku lihat mereka mungkin dari sekte aliran hitam, dari auranya sangat jelas." ucap Xiao Lang sambil menyuruh Xin Ying mengeluarkan panahnya.
"Serang mereka dengan panahmu diam-diam," Xiao Lang memerintahkan Xin Ying yang di angguki oleh gadis cantik itu.
Saat mereka sedang mengatur strategi untuk menyerang peserta, ternyata mereka sedang di awasi oleh Xiao Lang dan kelompoknya. Tetua sekte tengkorak itu tidak menyadari ada pergerakan kecil di sekitar mereka dan setiap waktu bisa menyerangnya.
...MAAF ATAS KETERLAMBATAN UP DATE NYA KAWAN-KAWAN PEMBACA YANG BUDIMAN....
...TAPI SAYA PASTIKAN BAHWA (LDN) INI AKAN MENARIK DAN LAYAK DI TUNGGU UPDATE NYA....
...TERIMAKASIH ATAS DUKUNGAN NYA...
...🙏🙏🙏...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...