NovelToon NovelToon
Remember Today

Remember Today

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:62.3k
Nilai: 5
Nama Author: Tata Tetott

Lily terjebak dalam sebuah pernikahan yang tidak bahagia. Dante tidak pernah mencintainya. Dante menikahi Lily hanya untuk membayar hutang Budi orang tuanya kepada orang tua Lily.

Namun sebuah kecelakaan membuat keadaan berubah. Dante didiagnosa menderita cedera otak parah yang membuatnya kehilangan ingatan jangka pendek.

Dante hanya mengingat apa yang terjadi hari ini, lalu setelah dia tertidur dia akan melupakan semua. Begitu setiap harinya.

Inilah kesempatan bagi Lily untuk membuat suaminya bisa menerima dan mencintainya sepenuh hati.

Inilah kesempatan bagi Dante untuk memperbaiki kesalahan besar yang telah dia perbuat.

Namun, kehidupan tidak semudah itu untuk memberi mereka kebahagiaan.

berhasilkah mereka membangun Rumah tangga bahagia atau bahkan perceraian adalah jalan terbaik?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tata Tetott, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Lily : I Was Happy

Aku tidak menyangka Mas Dante akan mencium ku, aku juga tidak menyangka ciuman itu terjadi sangat intens, dalam, dan lama.

Punggungku seketika dingin dan ketika Mas Dante mengecap bibirku dan memainkan lidahnya di lidahku. Sensasi macam apa ini? Bahkan seluruh bulu kudukku ikut berdiri karenanya.

Sensasi yang memabukkan dan membahagiakan terlebih ketika Mas Dante menceritakan sedikit masa lalunya padaku. Sedikit saja namun sangat berarti bagiku.

Kalian tahu betapa tertutupnya Mas Dante kepadaku sebelumnya, kan? Itulah mengapa aku begitu senang saat dia bercerita tentang masa lalunya bersama dokter Ryan. Iya, aku tahu itu bukan cerita yang menyenangkan. Tapi, tetap saja itu menyenangkan untuk ku dengar.

Cukup lama kami duduk berbincang di halaman belakang. Jujur sebenarnya aku ingin lebih lama lagi duduk berdua dengan Mas Dante di situ. Namun, malam semakin larut dan cuaca semakin dingin sepertinya berdampak tidak baik bagi Mas Dante yang masih dalam tahap pemulihan.

"Lily, kepalaku terasa sakit sekali, bisa kita pergi ke kamar sekarang dan beristirahat?" keluh Mas Dante diikuti gerakan tangannya yang menekan bagian depan kepala.

"Tentu. Tentu saja Mas, lagi pula ini sudah cukup larut, aku hhhmm ... sedikit ngantuk." Aku berbohong! Aku tidak mengantuk sama sekali. Aku bahkan bisa terjaga sepanjang malam sambil menatap wajah tampan suamiku dan mendengarkan ceritanya.

"Kalau begitu mari kita tidur," ajak Mas Dante.

Aku tak bicara lagi, hanya melukiskan seutas senyum sebelum bergerak membantunya pindah dari kursi taman ke kursi rodanya.

Sedikit merepotkan. Aku tahu. Tapi aku suka kok membantu memindah-mindahkan Mas Date dari kursi roda ke tempat yang lain dan sebaliknya seperti ini, aku juga tidak masalah walau harus mendorong kursi rodanya kesana-kemari. Aku bahagia, kok. Sungguh.

***

Ku antar kan Mas Dante ke kamarnya, ku persiapkan tempat tidur, bantal dan guling  Mas Dante sebelum memindahkannya dari kursi roda ke tempat tidur.

"Sudah cukup nyaman?" tanyaku setelah membaringkan Mas Dante di tempat tidur.

"Apanya?" tanya Mas Dante bingung.

"Tempat tidurnya, maksudku bantal-bantalnya. Ya, Mas tahu, kepala Mas dante harus di posisi senyaman mungkin," kataku agak grogi. Entah grogi karena apa, aku sendiri tidak mengerti.

"Ah ya, terasa nyaman, terima kasih," ucapnya di iringi senyuman yang teramat manis.

Aku tak kuasa mengucapkan satu kalimat pun, kurasa aku mematung di tempat ku berdiri memandangi keamanan lelaki yang tak lain dan tak bukan adalah suamiku ini.

"Kau mau berdiri di situ semalaman?" Suara Mas Dante mengagetkanku.

Aku gelagapan.

"Ku perhatikan, kau suka sekali melamun, Lily, mengapa?" tanyanya yang sontak semakin membuatku gelagapan.

"Begitu kah?" Aku balik bertanya.

"Ya. Kau tidak menyadarinya?"

"Tidak. Ku rasa. Entahlah. Hehee ...." Aku benar-benar merasa seperti orang aneh.

Mas Dante tertawa kecil.

"Sebenarnya ...." ucapku menggantung.

Mas Dante tidak bicara namun sebelah Alisnya terangkat seperti menunggu kelanjutan dari kalimatku sebelumnya.

"Aku tidak melamun, aku memperhatikan wajah Mas Dante. Dan aku terkagum," jawabku jujur.

Apakah ini memalukan? Apakah yang ku katakan barusan adalah hal konyol? Apakah itu seperti gombalan yang menjijikan? Tapi, aku tidak sedang menggombal. Aku mengatakan yang sesungguhnya, yang selama ini aku rasakan.

"Benar begitu?" tanya Mas Dante dengan sebelah alis yang masih terangkat, ah juga senyum miring yang entah sejak kapan nampak di wajah tampan itu.

"Hhhmm ... Ya!" jawabku gagu.

"Astaga aku benar-benar merasa tersanjung. Kau manis sekali. Kemari," ucapnya sambil membukakan kedua tangan ke arah ku.

Karena masih diselimuti kebingungan dan kegrogian, aku tetap diam ditempat.

"Astaga, kenapa kau tetap diam di situ, kemari peluk aku!" perintah mas Dante.

"Peluk?" tanyaku untuk memastikan.

"Iya, astaga," ucap Mas Dengan nada gemas--atau kesal.

Malu-malu aku berjalan mendekat padanya, duduk di sebelahnya. Dia merentangkan tangan padaku, aku menunduk dan masuk ke dalam pelukannya. Tenang saja, aku tidak sepenuhnya menumpukan badanku di atas badan Mas Dante yang sedang berbaring, aku paham itu akan menyakitinya.

"Terima kasih sudah sudi merawatku," bisiknya di telingaku dengan posisi kami yang masih saling memeluk.

"Sama-sama," ucapku pelan. Sangat pelan bahkan aku tak yakin Mas Dante mendengarnya.

Lama kami saling memeluk begitu sampai punggungku terasa sakit karena menunduk dan menahan agar tidak membebani tubuh Mas Dante.

Mas Dante tidak melepaskan pelukannya sampai beberapa menit berlalu, aku tak tahu pasti berapa menit pastinya. Yang jelas, pinggangku sudah amat terasa sakit, sejujurnya aku ingin menahannya lebih lama lagi, aku suka dipeluk begini. Namun,  sayup kudengar suara dengkuran kecil. Ku coba mengintip sedikit ke arah Mas Dante dan benar saja dia tertidur.

Perlahan, sangat pelan, ku lepaskan pelukannya yang melingkar di punggungku. Ku benahi lagi posisi tidurnya. Ku selimuti dia dan ku beranikan diri untuk mengecup keningnya.

Sesaat ku pandangi wajah tidur Mas Dante. Wajah tampan itu terlihat begitu polos kala terlelap begini. Bentuk tulang hidung yang mancung, rahang yang tegas, alis tebal, bibir merah merona.

Tiba-tiba saja pikiranku berkelana jauh memikirkan tentang bagaimana nanti rupa anak kami? Apakah akan setampan Mas Dante? Apakah anak kami akan menjadi anak yang menggemaskan?

Astaga apa yang aku pikirkan? Anak? Yang benar saja! Jangan menghayal terlalu jauh, Lily! Kau bahkan tidak pernah melakukan itu dengannya!

Ku belai sekali lagi rahangnya yang mulai di tumbuhi brewok yang menurutku semakin menambah ketampanan Mas Dante sebelum mematikan lampu kamar dan meninggalkannya tidur sendirian.

Ya, sendirian. Aku tidak tidur di sampingnya. Aku menahan diri meskipun aku sangat ingin. Aku tidak mau kejadian beberapa hari yang lalu terulang lagi, kejadian di mana Mas Dante terbangun dan menganggap ku adalah seorang wanita murahan yang di kencaninya hanya untuk satu malam.

***

Dan di sinilah aku sekarang, terbaring di kamarku sendiri tersenyum seperti orang tidak waras karena terus memutar ulang dalam otakku adegan ciuman dengan Mas Dante di taman juga memutar ulang gambaran betapa tampannya Mas Dante saat tertidur.

Apakah semenyenangkan ini rasanya di cintai oleh orang yang kita cintai?

Tapi?

Apakah Mas Dante benar-benar mencintaiku? Apakah besok dia akan tetap mencintaiku? Apakah besok akan seindah hari ini? Apakah Mas Dante akan mengingat tentang hari ini sebagai mana aku mengingatnya?

Ah, pikiran-pikiran seperti ini terus menerus mengisi kepalaku sesaat sebelum aku tertidur. Setiap malam aku memikirkan. Hal yang sama dan merasakan ketakutan yang sama. Takut akan hari esok tak seindah hari ini. Takut jika tak ada kebahagian di esok hari untukku.

Sampai kapan harus seperti ini?

~Bersambung~

Halo readers ....

pertama-tama aku mau minta maaf banget karena sudah nggak update berhari-hari. Ada kesibukan di dunia nyata yang cukup menyita waktu. Sekarang, aku bakalan usahain buat rutin update minimal satu Bab perhari, sukur-sukur kalau bisa lebih, biar cepet juga kelarnya nih cerita. Kasian juga si Lily kalo kelamaan di siksa. ehehehehee ....

Suport terus cerita ini dengan cara meninggalkan like dan komen sebanyak-banyaknya banyaknya ya, vote juga kalau boleh. ehehehee ....

be honest guys, it means a lot for newly author like me.

Thanks a lot and see you on next part.

Love you!

-Tata tetott-

1
Annisa Rahma
kak sehat2 kah?
al juna kai ruby azzam
Give up...🥀
Juwita Sisamhadhi
ditunggu kak
Anonymous
duh....pliss thor jangan gantung ya.....berharap cerita ini sampe tamat
Annisa Rahma
alhamdulillah akhirnya up juga... selalu ditunggu kak lanjutannya ❤❤❤❤❤❤❤❤
Wahidah Wahidah
Akhirnya Dante-Lily kembali,mksh Thor, 👍
Wahidah Wahidah
tahun telah berganti tp Dante dan Lili belum muncul jg ?????
Anonymous
desember akan segera berakhir....lili ma dante blom nongol2......
Siti Jamrah
Dantenya kemana? udah ditungguin nih 😄
Annisa Rahma
kak udah awal Desember dante sama. lily nya mana kak? 🤭🤭🤭
Wahidah Wahidah
tetap ditunggu Author, smg ketulusan lili bisa menyadarkan Dante, dari manusia jahat, jd manusia yg tahu pengorbanan pasangannya. berharap ada part Dante yg mengejar cintanya pd Lili, tetap bahagia lili-Dante 🙏🙏🙏
Annisa Rahma
whoooaaa kaget pas lihat notif ada up dari mas dante dan lily... selalu ditungguin kak updatenya... semangat selalu ya kak... ❤❤❤❤❤❤❤❤
Aqua Star: betul banget kaget juga
total 1 replies
Annisa Rahma
kak kangen mas dante🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Anonymous
wah mana nih mas dante.....katanya mau sering2 up date dan udah janji mau sampe tamat nih thor...
Annisa Rahma
kak belum up ya!
Wahidah Wahidah
lama tdk up...
Anonymous
semakin kesini.semakin romantis tapi kok jd deg2an....gmn kl ingatan dante kembali ya....
Aqua Star
yuhuuu Lily Dante Miss youu
Wahidah Wahidah
Alhamdulillah, up, terima kasih Thor... smg Lily dan Dante selalu bahagia
punya nama
semangat thor, semoga gk ketularan tetangga seberang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!