Sejak kecil Sella sudah ditinggalkan oleh Mama nya. Tak lama kemudian Papa Sella menikah lagi dengan wanita kejam. Sella diperlakukan dengan tidak baik oleh Mama tiri nya.
Saat besar Sella dipaksa untuk menikah dengan pria yang tidak dikenalinya. Sella tidak setuju menikah dengan pria itu karena Sella sudah memiliki pacar, Sella tidak mau menghianati pacarnya.
Tapi siapa sangka, ternyata pacar dan adiknya bersekongkol menjebak dirinya.
Sella sangat kecewa dengan keluarga nya.
NB: Cerita novel diperbarui
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alexander, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 26
Sewaktu Evan mengobati tangan Crystal, Marvin datang mendekati mereka. Marvin baru saja pulang dari perusahaan nya.
"Ada apa ini?" Tanya Marvin dengan penasaran.
"Dia melukai ku!" Bentak Crystal menunjuk Sella.
Marvin mendekati Sella. "Apa yang kau lakukan?!" Ucap nya yang hampir menampar Sella.
Sella berdiri dan menahan tangan Marvin. "Mau menampar ku? Tidak semudah itu, ck!"
"Aku tidak melukai putri kesayangan mu. Dia sendiri yang memecahkan gelas dan tangan nya terluka. Apa aku yang salah?! Hm!!" Sella menjelaskan.
"Ck" Marvin malas mendengar Sella dan Crystal, ia pergi dari ruangan itu dan meninggalkan mereka.
Sella tersenyum manis di wajah nya. Sella berjalan menuju kamar nya yang berada di lantai atas. Ia lewat dari depan adik nya dan menghempaskan rambut nya.
"Akting yang bagus" Ucap Sella kepada Crystal.
"Dasar ja*lang!!!" Crystal berdiri dan hendak memukul Sella.
Evan menahan Crystal dengan kuat. "Tenang lah tidak ada guna nya kau bertengkar dengan dia"
"Apa?!! Kau bermaksud membela dia?! Apa kau masih mencintai wanita ja*lang seperti dia?!" Bentak Crystal kepada Evan.
Sella dengan santai nya menyaksikan pertengkaran mereka dari lantai atas. Hm menarik, calon pasangan suami istri yang serasi. Aku tidak sabar hari itu akan terjadi, hm.
"Aku tidak membela nya. Kamu jangan salah paham dulu sayang" Ucap Evan membenarkan kata-kata nya.
"Sudah selesai akting? Aku sangat bosan dengan pertunjukan kalian" Sella mulai mengantuk.
"Pergi sana, dasar wanita ja*lang!! Bentak Crystal.
Sella memasuki kamar nya. Tidak ada perubahan di dalam kamar ini. Ia membuka lemari pakaian nya dan mengecek pakaian nya satu-persatu. Semua pakaian ini masih sangat cantik, hihi aku akan membawa nya. Sella mengambil koper dari atas lemari nya. Ia menyusun baju nya di dalam koper itu.
Setelah selesai, Sella mengambil boneka yang diberikan oleh Mama kandung nya. Ia memeluk boneka itu sambil mengeluarkan air mata, teringat masa lalu.
FLASHBACK
Sella umur 4 tahun
"Selamat ulang tahun sayang..." Mama mencium kening Sella.
"Maacih Mama, Sella sayang sama Mama" Ucap nya imut.
Memberikan hadiah. "Simpan baik-baik ya, Mama yakin Sella pasti sudah pintar menjaga barang" Ucap Mama nya.
Sella sangat bahagia. "Hore!! Makasih Ma, Mama memang yang terbaik. Sella bangga punya orangtua seperti Mama" Sella memeluk erat Mama nya.
Mama nya memeluk dia kembali. "Mama juga bangga punya anak baik seperti Sella. Selain baik, Sella juga cantik dan pintar" Ucap Mama nya.
Malam hari kemudian
"Mama keluar sebentar dulu ya. Sella harus baik di rumah, jangan kemana-mana. Ok?" Ucap Mama nya.
"Siap Ma"
Mamanya pergi sambil mengendarai mobil. Tidak disangka ternyata hujan sangat deras, jalan menjadi tidak terlalu nampak dan kabut ada di mana-mana. Mama pun mulai mengurangi kecepatan mobilnya. Tiba di tikungan, Mama Sella mengelekson kan mobil nya supaya tidak terjadi tabrakan. Tidak disangka ternyata ada mobil dari belakang melaju dengan cepat, rem mobil nya rusak, ia pun tidak bisa merem mobil nya sehingga menabrak mobil yang ada di depan nya. Mama Sella sudah berusaha menghindar sebisa mungkin, tapi semua nya telat.
DUARRR
Terjadi lah tabrakan mobil yang dashyat. Mobil Mama Sella hancur berkeping-keping. Banyak pecahan kaca mobil yang menempel di tubuh Mama Sella. Mama Sella langsung di bawak ke rumah sakit, tapi tidak menyangka, Mama nya sudah luan meninggal di tempat.
"Mama..." Sella menangis, ia tidak percaya Mama nya pergi secepat itu.
"Mama...kenapa Mama meninggalkan Sella? Seharusnya ini adalah hari bahagia Sella. Kenapa Mama menjadikan nya hari yang sangat menyakitkan Ma?" Sella menangis terus-menerus.
Marvin memeluk Sella. "Sudahlah sayang, kamu bisa sakit jika menangis terus"
"Ga mau..Sella mau Mama, Mama jahat..." Ia menangis semakin kuat.
Pemakaman
"Hiks, Sella ga punya Mama lagi.."
Marvin menggendong Sella. "Sudah yaa, kamu harus istirahat. Mama sudah tenang di alam sana. Jika kamu terus menangis, Mama akan sedih" Ucap Marvin yang menahan air mata nya.
Sella menuruti perkataan Marvin. Perlahan-lahan Sella mulai menerima kenyataan.
...**********...
Hallo all, jangan lupa like, komen, dan fav
Apa susah nya ngasih like, like itu gratis kok
Jangan lupa kasih gift atau vote ya
Author sangat berterima kasih dengan dukungan kalian(^^)