NovelToon NovelToon
Ambil Saja Suamiku, Mbak Mantan!

Ambil Saja Suamiku, Mbak Mantan!

Status: tamat
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:371k
Nilai: 4.6
Nama Author: Yam_zhie

Inara Khadeeja Prameswari menikah dengan Mahesa Dirgantara. Mereka menikah sudah satu tahun, pernikahan perjodohan yang di lakukan dua keluarga. Saat itu Mahesa berstatus duda. Sedangkan Inara baru saja lulus kuliah.

Selama pernikahan, tak pernah ada percekcokan apapun. Dua tahun pernikahan mereka terasa dingin. Tak ada panggilan sayang atau apapun yang romantis dari Mahesa. Inara tahu jika dalam hati suaminya masih ada mantan istri yang pergi entah kemana. Clarissa

Inara berusaha menjadi istri yang baik walau tak pernah di anggap oleh suaminya. Dia berharap dengan kesabaran dan ketulusannya, akan membuat Mahesa jatuh cinta padanya. Melihatnya sebagai seorang wanita, sebagai istrinya. Bukan sebagai teman satu rumah. Bahkan Mahesa tak segan bersikap kasar padanya. Seolah Inara tak ada artinya untuk Mahesa.

Namun, akhirnya Inara menyerah setelah Clarissa kembali dengan cerita sedih dan penyakitnya. Pakah setelah ini Mahesa akan menyesal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Inara 32

"Pak Mahesa, maaf anda di minta untuk segera bersiap di sebelah Pak Raharjo!" Asisten Papa Raharjo datang mendekat sehingga Pembicaraan penting antara Inara dan Mahesa terhenti.

Mahesa segera pergi mendahului Asisten Papanya dengan langkah yang penuh percaya diri. Apalagi sekarang dia akan mendapatkan jabatan utama menggantikan Papanya. Namun, di sudut hatinya merasa takut dan hampa. Karena dia harus melepaskan Inara.

"Aku pastikan setelah mendapatkan jabatan ini, kau tak akan bisa lepas dariku, Inara. Karena kamu adalah milikku. Hanya Milikku!" batin Mahesa.

Ketika ​Mahesa melangkah menjauh. Inara juga pergi dari sana, tanpa menoleh sedikit pun, Inara berjalan menjauh. Membelah kerumunan tamu dengan langkah yang tenang namun pasti. Gaun emeraldnya berkibar anggun, seolah melepaskan beban yang selama ini membelenggunya.

Saat mulai menjauh, langkah Inara menjadi terburu-buru keluarga dari sana.

​Dengan rahang yang mengeras dan tangan gemetar karena menahan gejolak emosi, Mahesa melangkah naik ke panggung. Di bawah sana, dia sempat melihat sosok Clarissa yang menatapnya dengan penuh harap, namun tatapan itu justru membuat mual di perut Mahesa. Bayangan wajah tenang Inara saat mengancamnya dengan video itu terus terputar di kepalanya. Inara benar-benar sudah tidak menginginkannya.

​Sementara itu, di koridor hotel yang sunyi, Inara mengembuskan napas panjang. Begitu dia mencapai pintu keluar dan menghirup udara malam yang dingin, seolah oksigen baru saja mengalir kembali ke paru-parunya.

​Dia tidak memedulikan gaun mahalnya yang mungkin akan terseret debu, dia tidak memedulikan status 'First Lady' yang baru saja dia lepaskan di dalam sana. Yang dia pedulikan hanyalah ponsel di tangannya yang baru saja menerima pesan singkat dari pengacaranya.

Berkas telah resmi masuk ke pengadilan. Anda sudah bebas, Nyonya Inara.

​Inara tersenyum lega. Papa dan ibu mertuanya benar-benar menepati janjinya. Mereka membantu. Inara bercerai dari Mahesa. Apalagi setelah Inara menceritakan semuanya. Mereka berdua sangat marah. Dan Mahesa, akan mendapat kejutan dari orang tuanya sendiri.

Saat Papa Raharjo menawari jabatan yang lebih tinggi dari Mahesa, Inara menolak. Dia hanya ingin lepas dari Mahesa dan tak mau di ganggu oleh dia setelah ini. Bahkan ibunya juga sudah di pindahkan oleh Papa Raharjo. Mereka tak bisa memaksa Inara, walau mereka menyayangi Inara.

Namun, perlakuan Mahesa tak bisa di maafkan. Selain membohongi Inara, dia juga mengancam dan melakukan keke-rasan kepada Inara. Baik fisik maupun mental. Bahkan Papa Raharjo merasa malu kepada Inara dan juga mendiang papanya. Dia yang berhutang Budi kepada Papanya Inara bukan sebaliknya.

​Di tengah kesunyian parkir VIP, sebuah mobil sedan hitam berhenti tepat di depannya. Pintu terbuka, dan Gavin pria yang tadi menyapanya di ballroom keluar dengan wajah cemas.

​"Inara? Kamu tidak apa-apa? Aku melihatmu keluar dengan terburu-buru," tanya Reno tulus.

​Inara menatap pria itu, lalu perlahan senyum yang sesungguhnya. Bukan senyum kepalsuan untuk para klien mengembang di bibirnya.

​"Aku baik-baik saja, Vin. Bahkan, aku merasa jauh lebih hidup daripada sebelumnya," jawab Inara ringan.

​"Mau aku antar?"

"Tapi apa kamu bisa mengebut? karena aku perlu mengambil dokumen penting di rumah yang tertinggal. Aku tak punya banyak waktu!" ujar Inara.

"Tentu saja bisa!" jawab Gavin.

​Inara mengangguk mantap. Dia melangkah masuk ke mobil Gavin, meninggalkan gemerlap kemewahan Dirgantara Group yang kini bukan lagi miliknya.

Mobil sedan hitam milik Gavin melesat membelah jalanan kota dengan kecepatan yang stabil namun gesit. Inara menyandarkan punggungnya, menatap keluar jendela. Lampu-lampu kota yang bergerak cepat seolah menjadi saksi bisu berakhirnya babak kelam dalam hidupnya.

Sesampainya di kediaman mewah tempat ia dan Mahesa tinggal selama setahun ini, Inara langsung bergegas masuk dengan kunci cadangan yang ia miliki. Rumah itu terasa begitu asing dan dingin. Ia tidak melirik barang-barang mewah di sana, fokusnya hanya satu. brankas rahasia di balik lemari ruang kerjanya.

Dengan jemari yang sedikit bergetar, dia memasukkan kombinasi angka.

Klik.

Pintu brankas terbuka.

Inara tidak mengambil perhiasan atau aset berharga yang memang haknya. Dia hanya mengambil satu map cokelat tebal berisi dokumen asli tanah warisan mendiang ayahnya dan sertifikat beberapa perusahaan kecil peninggalan orang tuanya yang selama ini sengaja disembunyikan Mahesa dalam penguasaannya. Mahesa selalu berdalih akan "mengelola" aset tersebut, padahal pria itu diam-diam berusaha membalikkan nama kepemilikan menjadi miliknya.

Inara tahu dari Papa dan mama mertuanya. karena dulu mendiang Papanya yang menitipkan langsung kepada Mahesa untuk di berikan kepada Inara. Mahesa benar-benar menjadikannya tawanan dan menyakitinya lahir batin hanya karena perjodohan yang tak di inginkannya. Padahal Inara tak tahu apa-apa.

"Selesai," bisik Inara saat ia memasukkan map itu ke dalam tas tangannya.

1
Hadi Mulyono
akhir cerita yg menyedihkan ..tokoh yg berusaha menjadi lebih baik
Hadi Mulyono
Inara lebih baik di cintai dr pada kita yg mencintai sendiri
Hadi Mulyono
walau suami jahat .tp mertua sayang banget
Hadi Mulyono
bagus tinggalin Mahesa
Hadi Mulyono
aku skip bacanya lompat lompat ..tokoh wanitanya lembek kurang suka
Hadi Mulyono
Inara di sini lemah apa kuat sih ..
Abizar Abizar
kok belum ada org ke3 laki" yg jadi penyelamat Inara sih ini
Wirly Pena
karya yg bagus thor, semangat 💪

halo kakak2, jangan lupa mampir di " Aku istrimu, bukan babu mu "

terimakasih 🙏
Puspa Sella
Bru ada penulis kuat nulis kebodohan yg modelnya Inara ini
Puspa Sella
astaghfirullah Aldzim bodoh nya Inara gak ketulungan
Puspa Sella
heran mata kmu Inara mintak di akui SDH terang"an orang gak mau
Dewa Nara
Jangan merendahkan dirimu lagi, Inara
Diny Julianti (Dy)
inarany payah, lemah
Suyati
mksh Thor ceritanya
Suyati
teruslah memperbaiki diri mahesa, nnti pasti ada jodohmu lg
Suyati
kemana aja mahesa, baru sadar y
Suyati
sukurin kau mahesa
Suyati
bagus inara gt dong
Suyati
inara emang g punya uang wat bl makan
Suyati
orang tua mahesa g tau si anaknya zalim
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!