Naura seorang gadis yang cantik dan baik. Namun semua berubah sejak ibunya meninggal karena mengetahui perselingkuhan ayahnya dengan seorang wanita muda.
Naura yang bertengkar dengan ayahnya dan pergi dari rumah, bertemu dengan seorang pria yang membuatnya jatuh cinta karena perhatian dan kebaikannya.
Tapi tak disangka ternyata pria yang membuat Naura jatuh cinta itu adalah pria masa lalu ibu tirinya.
Apakah Naura bisa menerima kenyataan jika pria yang ia cintai merupakan pria yang juga sangat ibu tirinya cintai.
ig reni_nofita79
fb reni nofita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Dua puluh Enam
Reno tampak menahan amarahnya. Ia memandangi Santi dengan intens. Santi yang takut, menundukan wajahnya.
"Kenapa kamu tak pernah jujur denganku," ucap Reno gemetar
"Mas, hubunganku dengan Raffa telah lama berakhir. Semenjak aku meninggalkan kampungku. Jadi kupikir tak perlu beritahu, mas."
"Jika kamu memang sudah tidak ada perasaan apa-apa seharusnya kamu mengatakan dari awal. Aku tak tau apa rencanamu dan Raffa. Aku tak akan memaafkan kamu jika ternyata kepergian Naura saat ini memang karena ia mengetahui sesuatu tentangmu atau Raffa. Jika memang Naura telah mengetahui hubungan kalian dan ia masih tetap meneruskan untuk bertunangan, kenapa tadi ia marah. Pasti ada yang membuat Naura sangat kecewa. Aku mau kamu jujur."
"Mas, Naura itu hanya cemburu melihatku duduk berdua Raffa."
"Seharusnya kamu memang menjaga jarak, bukankah Raffa itu calon menantumu. Bukan lagi kekasihmu."
"Mas, aku hanya menemani Raffa mengobrol. Dari pada ia jenuh menunggu Naura."
"Kamu masih ada rasa pada Raffa."
"Mas mencurigaiku. Apakah nggak cukup bukti cintaku pada mas selama ini. Apapun yang mas mau dan inginkan, aku turuti. Aku tak boleh bekerja lagi, aku ikuti mau mas. Aku melayani mas sepenuh hati, apakah itu tak cukup bukti jika aku mencintai mas."
"Tapi semenjak bertemu Raffa di rumah sakit kamu berubah. Aku masih ingat, saat pulang dari rumah sakit kamu tak mau melayaniku. Saat Raffa memutuskan bertunangan dengan Naura kamu uring-uringan. Dan saat Raffa bermesraan dengan Naura kamu seolah cemburu. Aku pikir kemarin kamu marah, karena ingin aku juga melayanimu seperti Raffa lakukan pada Naura tapi sekarang aku baru paham semuanya ."
"Kamu keterlaluan mas. Aku tak ada rasa lagi pada Raffa. Aku tak melayani kamu karena capek. Dan aku tak cemburu melihat Raffa dengan Naura. Jangan membalikkan fakta, mas. Nauralah yang cemburu padaku."
"Aku selama ini percaya jika kamu mencintaiku tapi hari ini keraguan itu mulai hinggap. Aku sudah berusaha menguatkan hatiku, dengan mengatakan jika tak ada yang mustahil sedunia ini termasuk cinta kita. Walau umur kita terpaut jauh, aku pikir kamu pasti akan bisa mencintaiku dengan tulus seperti aku yang mencintaimu. Tapi ternyata aku saja yang sangat berharap tapi kamu tidak ada rasa yang sama seperti yang aku rasakan ."
"Aku mencintaimu, mas. Bukankah setiap manusia pasti memiliki masa lalu. Raffa hanya mantan pacarku. Tapi kamu memiliki istri, aku masih bisa menerimanya. Termasuk menerima anakmu."
"Apa kamu yakin telah menerima Naura ."
"Maksud mas, apa."
"Santi, selama ini baru mas sadari jika mas sudah keterlaluan dengan Naura. Tidak seharusnya mas memaksa Naura menerimamu. Kalaupun mas membelamu bukan berarti kamu benar. Mas memarahi Naura karena mas ingin menepis kalau semua yang ia katakan benar. Mas merasa ditelanjangi oleh anak sendiri. Mas, malu. Makanya mas menamparnya. Setiap mas habis menyakitinya, hati ini lebih terasa sakit. Anak yang dari bayi selalu mas lindungi, tapi akhirnya karena ingin membelamu mas tega menyakitinya. Mas berharap dengan mas membelamu, kamu sadar jika mas mencintaimu lebih dari segalanya. Tapi ternyata semua tak ada gunanya. Kamu tetap belum menerima mas seutuhnya."
"Jadi selama ini salahku. Mas memarahi Naura juga karena salahku. Apa mas tak pernah memikirkan bagaimana perasaanku. Aku juga tertekan selama ini. Cuma aku coba menepisnya. Setiap kali aku mendatangimu ke kantor, mas pikir aku tak tau jika seluruh mata karyawan seolah memandang hina padaku. Seakan mereka jijik melihatku. Menjadi orang ketiga di dalam rumah tangga itu seperti wanita yang paling kotor dalam pandangan orang. Semua pasti menyalahkan aku, menghakimi aku tanpa mau bertanya kenapa aku mau menjadi orang ketiga. Aku selama ini sangat tertekan. Semua orang memandangi aku seperti sampah yang harus dijauhi. Apa mas pikir aku tak tertekan memikirkan semua ini. Aku juga lelah, mas. Seandainya aku boleh memilih terlahir dari keluarga mana, pasti aku akan minta terlahir sebagia anak orang mampu seperti Naura, yang tidak harus memikirkan bagaimana mendapatkan uang untuk dapat bertahan hidup."
"Sepertinya kita memang harus saling introspeksi diri lagi. Kita terlalu cepat mengambil keputusan kemarin. Kita hanya terbawa *****. Aku mau tidur. Kamu tidurlah dikamar. Aku akan tidur di kamar Naura sambil menunggu kepulangannya."
Reno berdiri dari duduknya dan melangkah masuk ke kamar Naura. Ia menyalakan lampu kamar. Tampak foto mereka bertiga di pajang didinding.
Reno duduk ditepi ranjang, dan memeluk boneka kesayangan Naura.
Kamu kemana, nak. Jangan buat ayah merasa sangat berdosa jika terjadi sesuatu denganmu. Apa sebenarnya yang kamu lihat dan dengar. Jika itu memang menyakitkan, kenapa kamu tak ceritakan pada ayah. Kenapa kamu pergi membawa luka dihatimu. Apa kamu sudah tak percaya ayah lagi.
Reno berjalan mendekati jendela kamar dan memandangi keluar. Ia duduk di sofa sambil melamun.
Hingga pukul dua dini hari Naura belum juga pulang. Reno semakin gelisah. Ia mengambil ponsel di saku celananya dan mencoba menghubungi orang kepercayaannya.
Ia meminta mereka mencari keberadaan putrinya dengan memberikan nomor plat mobil Naura.
Di kota lain, Naura yang sudah kecapean dan mengantuk, hampir saja mobilnya masuk jurang.
Untung ia dapat menghentikan mobilnya tepat waktu. Naura terpaksa membanting setir dan menabrak sebuah pohon.
Kepalanya terasa pusing karena membentur setir.
Ayah, Naura lelah. Hati ini terasa sangat sakit. Walau Naura sudah berusaha kuat dan mencoba menerima semua takdir ini tapi tetap saja hati ini merasakan perih. Naura sadar suatu saat ini pasti terjadi. Tapi Naura tak menyangka jika kebusukan mereka cepat sekali terbongkar. Mungkin Tuhan sayang Naura, ia tak mau Naura terluka lebih lama. Ayah, maafkan Naura. Aku ingin pergi jauh. Semoga ayah selalu sehat. Dua orang pria yang aku cintai direbut oleh wanita yang sama. Aku takut tak sanggup menghadapinya, lebih baik aku yang pergi.
Naura keluar dari mobilnya dan meninggalkan mobil itu begitu saja.
Ia menghentikan bus yang lewat. Naura tak peduli kemana tujuan mobil itu. Yang ada dipikirannya, hanyalah pergi sejauhnya dari orang-rang yang telah mengecewakan dirinya.
Beruntung ia baru mengambil uang tunai tadi. Yang rencananya buat diberikan pada orang orang yang membantunya menyiapkan pesta pertunangan yang seharusnya berlangsung besok malam.
Bersambung
*******************
Terima kasih
ceritanya bagus seperti biasanya..
benernya lebih suka pasangan Alesha sama Allan karena sepertinya lebih kocak gara2 kepolosan dan keluguan Alesha..
tapi sayang part mereka kurang banyak..
tapi wajar karena bukan tokoh utamanya..
(ternyata Alesha reinkarnasi di novel ini ya mam, hehe..)
nasib Santi dan Om Candra gimana mam?
udah cukup segitu aja ya, biar gak esmosi bacanya, hehe..
oke deh, lanjut novel berikutnya.. 🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️
semoga sehat selalu ya mam..
tetap semangat berkarya dan sukses terus di manapun mama berkarya..
💪🏻🙏🏻😘🥰😍🤩🤲🏻💕💕💕
semua pria di ganggu
wanita jahat itu
wajah Mandarin
sedang ceritanya orang2 Indo