BEDA
Sebuah karya yang berangkat dari pengalaman pribadi dan inspirasi lainnya, yang saya kemas dalam bentuk cerita dalam novel. Inilah dia BEDA.
Ezra Christian Nasution, dari namanya saja sudah jelas jika ezra adalah anak keturunan Suku Batak. Suku yang terletak di Provinsi Sumatera Utara yang terkenal dengan salam horasnya.
HORAS!!
Ezra dan dua adik kembarnya, erich dan ernest dibesarkan dikeluarga kristen yang taat dan penuh cinta kasih. Sejak kecil mereka bertiga sudah diajarkan arti TOLERANSI yang sesungguhnya oleh dua orang tua mereka, yang dimana mereka bertiga bersahabat dengan gwen dan gibran yang notabennya beragama islam.
Gwen dan gibran merupakan anak dari sahabat kedua orang tua mereka, sehingga persabatan mereka menurun.
Beranjak remaja, ezra menyayangi gwen lebih dari seorang sahabat. Bahkan ia menjadikan gwen tujuan hidupnya, namun sayangnya kisah cinta merka terhalang oleh dinding penghalang yang kokoh yaitu perbedaan keyakinan.
Akankah ezra dan gwen bersatu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25
"Mama...." Ezra keluar dari taxi kemudian berhambur ke pelukan mamanya yang kebetulan sedang berada di teras rumahnya, ia memeluk Ibundanya dengan erat.
"I miss you, mmmuah... mmmmuah..." Ezra menciumi kedua pipi dan kening mamanya.
"Kok Abang udah pulang?" tanya Felly heran.
"Apa mama tidak mengharapkan Abang pulang?" Ezra melepaskan pelukannya, raut wajahnya berubah menjadi kesal "Ya sudah Abang pergi pergi lagi, jika mama tidak mengharapkanku lagi"
"Bu-ukan begitu sayang..." Felly menarik tangan putra sulungnya yang hendak pergi lagi.
"Abang pulang karena ingin menghadiri pernikahan Gwen dan sekalian Abang ingin mengajak mama dan papa liburan ke bali, tapi jika mama tidak mau liburan denganku, ya sudah aku pergi lagi" ucap Ezra sambil cemberut.
Ia memang sengaja mengambil cuti panjang untuk melepas rindunya bersama keluarganya, sekaligus untuk menghadiri acara pernikahan Gwen dengan Fahri.
"Mama happy banget Abang pulang dan mau mengajak kami liburan" lagi-lagi Felly menahan putra sulungnya yang sedang ngambek kepadanya.
"Ini mama dan papa mau kemana? kok sudah pada rapih?" Ia melihat mamanya tampak berpakaian rapih dan melihat papanya sudah mengeluarkan mobil dari garasi.
"Tadinya papa dan mama mau keluar sebentar, tapi karena anak sulung papa pulang, yuk kita masuk. Tidak ada hal yang lehih penting dari pada menyambut kedatanganmu." Rey memeluk Ezra dan mengajaknya masuk ke dalam, sementara Felly menyuruh asistennya untuk membawakan barang-barang putranya ke kamar putranya.
Sebetulnya saat itu Rey dan Felly hendak menjenguk gwen di rumah sakit, namun keduanya memilih tak mengatakan kepada Ezra mengenai kondisi Gwen, mereka tak ingin putranya bertemu dengan Gwen sebelum Gwen benar-benar resmi menikah dengan Fahri.
"Harusnya Abang kalo mau pulang bilang dulu agar mama menyiapkan makanan kesukaan Abang." protes Felly.
"Abang akan makan apa pun yang mama masak" Ezra menaruh capcai buatan mamanya ke dalam piringnya.
"Jangan sayang ini non halal, tadi saat masak mama mencampurnya dengan sedikit arak. Mama akan buatkan yang special untuk Abang, tunggu sebentar ya" Felly memakai apronnya kemudian mulai membuatkan makanan kesukaan putra sulungnya.
Ezra yang sangat rindu dengan mamanya, menemani Felly masak di dapur. Ia duduk di mini bar dapur rumahnya sambil mengobrol dengan Felly.
Saat tengah asik mengobrol bersama kedua orang tuanya tiba-tiba saja anjing peliharaan Ezra yang bernama Buddy berlari menghampiri Ezra, buddy langsung melompat ke pangkuan Ezra dan menjilati pipi Ezra.
"Dia pasti rindu sekali denganmu" ucap Rey sambil mengambil Buddy dari pangkuan Ezra, kemudian Rey menyuruh asistennya untuk mengurung Buddy di dalam kandang.
"Sebentar ya papah telephone Uncle Galen dulu, karena setahu Papa ada tata cara untuk membersihkannya"
Rey mengambil handphonenya kemudian ia menghuhungi Galen menanyakan tata cara untuk membersihkan air liur anjing yang menempel di tubuh, Galen sempat terkejut dengan pertanyaan Rey namun ia tetap menjawab pertanyaan Rey.
''Sebentar-sebentar, loe chat aja ya biar lebih jelas" pinta Rey, kemudian Rey menutup telephonenya.
Tak lama kemudian Galen mengirimkan chat yang berupa tata cara menyucikan najis mugholdoh, Rey pun memberikan handphonenya kepada Ezra.
"Ini kamu bawa saja handphone papa, jika ada yang kurang jelas kamu tanyakan saja langsung pada Unclemu" Rey menyuruh Ezra untuk segera membersihkan dirinya.
"Thanks ya mah, pah. Maaf Abang jadi merepotkan mama dan papa"
"Kita hanya butuh adaptasi saja kok, sudah sana Abang bersihkan, habis itu Abang makan, sebentar lagi makanannya siap" ucap Felly.
Ezra pun menganggukan kepalanya kemudian ia beranjak dari tempat duduknya untuk membersihkan dirinya.
Setelah ia menyucikan dirinya dan menggantimpakaiannya Ezra kembali bergabung bersama kedua orang tuanya, Ezra menghabiskan semua makanan yang di buat oleh mamahnya sambil berbincang hangat dengan kedua orang tuanya.
Selagi menemani putra sulungnya makan, Felly mengambil handphonenya untuk menghubungi kedua anak kembarnya melalui sambungan video call, ia menanyakan kapan mereka berdua akan pulang.
"H-2 queen married, aku pulang" ucap Erich dengan semangat, ia sudah tak sabar ingin pulang dan bertemu dengan keluarganya terutama Abangnya.
"Sepertinya aku tidak bisa pulang karena akan ada pelatihan penerbangan" ucap Ernest dengan nada sedikit kecewa dengan keadaannya yang masih harus menyelesaikan pendidikannya.
"Padahal Abang ingin mengajak kalian semua berlibur ke Bali" Ezra menyayangkan salah satu adiknya tidak dapat pulang ke Jakarta.
"Next time Bang, aku pasti akan ikut" ucap Ernest, dengan logat medan yang kental, meskipun ia sehari-hari menggunakan bahasa inggris saat kuliah namun logat Medannya tak berkurang sedikitpun.
"Jika kau sudah dapat izin terbang tentu akan lebih sulit lagi untuk berkumpul karena kau harus bertugas menerbangkan pesawat" ucap Ezra, Ernest hanya tertawa mendengar protes abangnya.
"Ngomong-ngomong selamat ya Bang, meski kita sekarang berbeda. Kau tetap abang terbaik kami, aku tak pernah merasa kita berbeda" ucap Ernest.
"Terima kasih ya Dek" Ezra merasa sangat beruntung memiliki keluarga yang saling support satu sama lain.
Perbincangan hangat mereka terhenti ketika salah seorang asisten rumah tangga Ezra memberi tahu jika ada tamu yang mencari Ezra.
"Siapa bik?" tanya Felly.
"Mas Fahri, Nyonya." jawab sang asisten rumah tangga.
"Ya sudah kalo begitu buatkan saja minum untuknya, aku akan segera ke sana" Ezra pamit dengan kedua adiknya, kemudian ia bergegas menghampiri Fahri di ruang tamunya.
''Assalamualaikum, Mas Fahri" Ezra memeluk dan menjabat tangan Fahri.
"Walaikumsalam, Zra" jawab Fahri sambil menerima jabatan tangan Ezra, mata Fahri langsung tertuju pada gelang yang di pakai oleh Ezra, sama persis dengan gelang yang dipakai oleh Gwen.
'Mengapa aku baru menyadarinya sekarang?' gumam Fahri dalam hati.
Ezra mempersilahkan Fahri untuk duduk kembali, kemudian ia duduk di hadapannya.
"Apa kabar Mas?" tanya Ezra.
"Alhamdulilah baik, aku tahu dari Paman jika kamu sudah kembali ke Indonesia." Ucap fahri, Ezra tersenyum sambil menganggukan kepalanya.
"Apa kamu masih mencintai Gwen?" tanya Fahri tanpa basa basi.
Pertanyaan fahri sungguh membuat Ezra merasa sangat terkejut, ia tidak tahu harus menjawab apa.
"Zra, aku sudah tahu semua tentang hubungan masa lalumu dengan Gwen" ucap Fahri.
"Mas, aku dan Gwen sudah selesai sejak lama, kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, bahkan kami tidak pernah berkomunikasi sejak putus" terang Ezra, ia tak ingin Fahri salah paham terhadapnya.
"Hubungan kalian memang sudah selesai sejak lama, tapi cinta kalian berdua belum selesai, aku tahu jika sampai detik ini kalian berdua masih sama-sama saling mencintai"
"So, kejarlah cintamu. Bukankah sekarang sudah tidak ada lagi tembok penghalang di antara kalian berdua??" tanya Fahri.
"Maksud mas fahri?"
"Aku sudah melepaskannya, aku ingin orang yang aku sayangi bahagia, dan kamu adalah satu-satunya orang yang dapat membahagiakannya. Aku titip Gwen kepadamu, tolong jaga dan bahagiakan dia" Fahri beranjak dari tempat duduknya, ia pamit untuk kembali ke Surabaya.
"Aku tunggu undangan dari kalian. Assalamualaikum." Fahri memeluk dan menjabat tangan Ezra sebelum ia masuk ke dalam mobilnya.
mobil nya mahal yak harga nya👀
queen ragu itu masang nya, liat gelang salib di pergelangan ezra👀
tp cowok kek ezra nyri dmn sih, keknya setia 🤔
.
izin pm thor, mampir yuk ke ceritaku judul nya
Aku Tetap Cinta