NovelToon NovelToon
Petualangan Dua Bersaudara

Petualangan Dua Bersaudara

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:257
Nilai: 5
Nama Author: LanLan.CNL

membalas dendam atas kematian keluarga dari seorang penghianat.

bercerita tentang Kenzie Laurent dan Reinzie Laurent yang telah menjadi yatim piatu, dua sosok saudara yang memiliki sifat yang berbanding terbalik Kenzie memiliki selera humor yang teramat konyol dan santai sedangkan Reinzie memiliki sifat normal dan sangat serius.

mereka berdua melakukan petualangan di dunia. Kaka beradik ini ingin membalas nyawa pada seorang penghianat yang telah membunuh orang tua mereka.

dan keduanya diseguhkan oleh petualangan yang mengubah takdir dari yang konyol menjadi sosok yang sangat di hargai serta di agungkan dan yang satunya akan menjadi seorang pendekar hebat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanLan.CNL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 9

9: RAHASIA GARIS DARAH LAURENT

...****************...

"Kalau soal itu... Ayahanda sebenarnya telah memikirkan semuanya dengan sangat matang, master. Beliau telah merancang sebuah latihan khusus dan rahasia yang baru akan diberikan kepada kami berdua... tepat ketika kami menginjak usia tujuh belas tahun."

...----------------...

...----------------...

"Katakan padaku," Arvendel meletakkan cangkirnya perlahan, rasa penasarannya sebagai entitas hebat mulai terusik. "Apa alasan konyol Kaisar menunda latihan fisik kalian hingga menginjak usia tujuh belas tahun?"

"Kata Ayahanda, pada usia tujuh belas tahun, setiap anak laki-laki dan perempuan dari garis keturunan langsung keluarga Laurent akan mengalami fenomena 'Kebangkitan Garis Darah' (Bloodline Awakening). Begitu gerbang darah itu bangkit, lonjakan kekuatan energi Ki kami akan langsung melampaui orang-orang yang sudah berlatih keras sejak usia sembilan tahun sekalipun. Bagi klan Laurent, itu adalah hukum alam yang lumrah. Kami diberkati kemampuan untuk mengejar dan melampaui kultivasi orang lain dalam waktu yang sangat singkat."

Arvendel menatap lurus ke dalam manik mata Kenzie, mengerahkan sedikit tekanan batin untuk mencari celah kebohongan atau fantasi masa kecil. Namun, ia hanya menemukan kejujuran mutlak di sana.

"Apakah kamu yakin dan percaya begitu saja dengan dongeng pengantar tidur dari ayahmu itu, Bocah?"

"Ya, aku sangat memercayainya," jawab Kenzie mantap, sorot matanya berubah penuh kebanggaan. "Sebab, dari zaman kuno yang paling gelap hingga era kejayaan Ayahanda, takhta tertinggi penguasa wilayah ini selalu dipegang secara mutlak oleh keluarga Laurent. Itulah alasan historis mengapa benua ini dinamakan Benua Laurentia. Namun..." Kenzie menunduk, nadanya mendadak bergetar hebat, "Sekarang kejayaan klan Laurent telah musnah setelah gelombang serangan iblis memporak-porandakan benua ini. Yang tersisa dari garis darah utama hanyalah aku, Reinzie, Ayahanda dan kakak ayahanda... itu pun aku tidak tahu pasti apakah saudara laki-laki ayahanda masih bertahan hidup atau sudah gugur di tempat yang jauh."

Arvendel tertegun. Ia terdiam membisu sesaat, mencerna rentetan informasi dari pemuda di depannya. Sebagai entitas yang telah mengarungi waktu cukup lama di dunia ini, Arvendel tahu betul bahwa dua ratus tahun yang lalu—saat ia belum menginjakan kaki di wilayah dunia zentaria —memang ada satu kekuatan besar berskala masif yang menguasai Benua Laurentia.

Fakta bahwa Kenzie ternyata merupakan keturunan darah murni dari klan legendaris tersebut membuat potongan-potongan teka-teki yang mengganjal di kepalanya mulai terjawab satu per satu.

Pantas saja atmosfer dan aliran energi di tempat ini terasa sangat berbeda dari ingatanku dua abad lalu. Struktur areanya pun sudah bergeser drastis, batin Arvendel bergejolak. Namun, satu pertanyaan besar masih menggores benaknya: bagaimana mungkin klan dengan garis darah sedahsyat Laurent bisa hancur begitu mudah oleh invasi iblis?

"Baik, aku memercayai kisah garis darahmu," ucap Arvendel akhirnya, memecah keheningan. "Namun, aku penasaran. Bagaimana bisa klan terkemuka dan begitu menakutkan seperti Laurent bisa runtuh hingga ke akarnya? Jika dilihat dari catatan sejarah kuno, kekuatan tempur kolektif keluarga kalian seharusnya menjadi penopang utama yang tak terpatahkan di benua ini."

"Seperti yang kukatakan tadi, Master. Kekuatan pasukan iblis yang menyerang wilayah kami saat itu benar-benar berada di luar nalar," jawab Kenzie dengan wajah polos yang kini menyiratkan kedukaan yang mendalam.

"Tapi tetap saja, pemimpin tertinggi wilayah adalah bagian dari keluarga kalian. Apakah semudah itu bagi para iblis untuk meratakan fondasi kekuasaan kalian?" desak Arvendel, mencari titik terang.

Kenzie menghela napas berat, matanya menerawang. "Ayahanda pernah bercerita... bahwa saat gelombang pertama serangan terjadi, para praktisi bela diri sekte dan seluruh warga sipil langsung dievakuasi paksa ke wilayah terluar oleh Penguasa Wilayah Laurent. Keluarga kami sengaja tidak ingin melibatkan darah orang lain. Akibatnya, klan Laurent memilih berdiri sendiri di garis depan, menahan badai monster sendirian. Pertempuran puncak itu berakhir mengerikan; kedua belah pihak sama-sama musnah akibat aktivasi jurus terlarang berskala pemusnah massal yang dilepaskan oleh petinggi Laurent. Tidak ada satu pun iblis atau tetua kami yang selamat dari kawah kematian itu, kecuali Penguasa Wilayah, Ayahanda, dan saudaranya."

"Lalu, apakah sosok Penguasa Wilayah yang kamu maksud itu masih hidup sampai sekarang?" tanya Arvendel mencondongkan tubuhnya.

"Kalau untuk hal itu, aku kurang tahu, Master. Sejak malam kejatuhan itu, aku belum pernah mendengar lagi kabar atau desas-desus tentang keberadaan beliau," jawab Kenzie apa adanya.

Arvendel mengangguk-angguk paham, menyadarkan punggungnya kembali ke kursi.

"Baik, interogasi sejarahnya selesai sampai di sini. Sekarang, saatnya kembali fokus pada realitas latihanmu. Mengenai mitos garis darah Laurent-mu itu... sebaiknya kita tidak perlu membuang waktu berharga hanya untuk menunggu usiamu menginjak tujuh belas tahun untuk melatihmu. Karena aku memiliki metode kuno tersendiri agar raga dan wadah energimu bisa dipaksa berlatih dengan benar mulai dari detik ini."

Mendengar vonis tersebut, tubuh Kenzie seketika langsung lemas ke atas meja. "Haaah?! Aku harus lanjut latihan lagi sekarang?! Ayolah, Master, yang benar saja! Lihat kondisiku ini, berdiri saja lututku gemetar, jalan pun sudah seperti mayat hidup!" keluh Kenzie dengan ekspresi dramatis, berharap belas kasihan. Agar ia bisa bermalas-malasan sampai usianya menginjak tujuh belas tahun, lalu ia bisa lanjut latihan lagi.

"Buang jauh-jauh keluhan manjamu itu jika kamu memang berniat menuntut balas dan menjadi orang kuat! Di dalam kamus hidupku, tidak ada ruang bagi kata mengeluh," tegas Arvendel, menatap Kenzie dengan sepasang mata elang yang memancarkan aura intimidasi yang pekat.

"Tapi... tidak bisakah kita menunggu sampai garis darahku bangkit secara alami saja, Master? Itu akan jauh lebih efisien," tawar Kenzie, mencoba merayu dengan logika akademisnya, karena bersantai-santai adalah tujuannya.

"Kita tidak memiliki cukup waktu untuk disia-siakan, Bocah!"

Nada bicara Arvendel tiba-tiba memberat beberapa tingkat. Atmosfer di dalam gubuk seketika membeku, dan ekspresi wajah sang guru berubah menjadi teramat serius. "Empat pecahan roh jahat dari Zatrah Dvareht saat ini masih berkeliaran dengan bebas di empat penjuru mata angin benua. Mereka bergerak di dalam kegelapan, mengumpulkan jutaan pengikut sesat demi satu tujuan: menghancurkan segel agung dan membebaskan raga aslinya."

Kenzie menelan ludahnya dengan susah payah. Hawa dingin yang mencekam mendadak merayapi tengkuknya melihat perubahan drastis gurunya. "B-Benarkah separah itu, Master? Kalau begitu... apa yang harus kita lakukan?"

Arvendel menghela napas panjang, sedikit gusar dengan kapasitas memori muridnya yang payah. "Apakah kamu sama sekali tidak menyimak penjelasanku saat kita berada di dalam kereta sihir sebelumnya? Aku membutuhkanmu dan adikmu untuk tumbuh kuat melampaui batas normal dengan cepat! Kita harus memburu dan memusnahkan keempat pecahan roh itu sebelum mereka berhasil mengumpulkan energi yang cukup untuk membebaskan tubuh Meraka yaitu sang Raja Iblis."

Arvendel mulai berhitung di dalam benaknya. Tubuh asli Zatrah memang saat ini masih terkunci rapat oleh segel kuno. Namun, jika keempat pecahan roh itu dibiarkan bergerak bebas tanpa hambatan, segel agung tersebut diprediksi akan runtuh total dalam kurun waktu dua puluh tahun ke depan. Cara terbaik dan paling logis adalah memburu dan mengeksekusi keempat roh tersebut dalam jendela waktu sepuluh tahun kedepan.

Jika pecahan-pecahan roh itu berhasil dimusnahkan, totalitas kekuatan sejati Zatrah akan terpangkas drastis hingga enam puluh persen. Dengan begitu, saat segelnya terbuka nanti, mereka bisa menyegel ulang atau menghancurkan entitas abadi itu untuk selamanya dengan jauh lebih mudah. Dan untuk merealisasikan rencana besar itu, Arvendel berpikir sangat mutlak, membutuhkan Kenzie dalam kondisi siap bertarung sebagai mesin pembasmi.

"Sekarang, habiskan seluruh makanan di hadapanmu. Setelah selesai, istirahatlah selama setengah jam. Lalu, bersiaplah untuk melanjutkan menu latihan berikutnya dariku tanpa ada satu pun bantahan!" perintah Arvendel mutlak tidak bisa diganggu gugat.

Kenzie hanya bisa pasrah. Ia menatap piring makanannya dengan lesu, namun kini ada beban takdir dunia yang terasa ikut bertumpu di atas kedua pundak mudanya.

"Baiklah, Master... aku akan terus berusaha mencobanya, dan aku bersumpah tidak akan menyerah begitu saja di tengah jalan," ucap Kenzie dengan raut wajah yang mendadak berubah serius, menyeka sisa keputusasaannya.

"Sebaiknya memang harus seperti itu. Jika di kemudian hari aku mendeteksi kamu mulai bermain-main atau tidak serius, menu latihan yang akan kamu jalani berikutnya akan kupastikan seratus kali lebih mengerikan dari hari ini," jelas Arvendel, memberikan tekanan psikologis terakhir pada sang murid. "Ingat baik-baik, Kenzie. Kamu berada di tempat terisolasi ini bukan untuk menikmati liburan, melainkan bertaruh nyawa untuk menjadi sosok yang hebat, agar kelak kamu memiliki kekuatan mutlak untuk melindungi sisa keluargamu."

"Aku mengerti sepenuhnya, Master..." seulas senyuman tipis namun penuh tekad kini terukir jelas di wajah Kenzie, mencoba mencairkan ketegangan di antara mereka.

Arvendel kembali menutup matanya, meneguk minumannya untuk yang terakhir kali sebelum bangkit. "Bagus. Aku akan terus mendisiplinkan dirimu dan membentuk ulang ragamu mulai dari detik ini."

...****************...

1
LanLan.CNL
Tolong dong setelah membaca novelnya berikan tanggapan kalian agar aku sebagai author bisa menjadi lebih semangat lagi updatenya🙏🙏

setiap bab yang kalian baca berikan tanggapan kalian agar author tau apa yang kurang dari novelnya /Grievance//Whimper//Whimper/
Ibar, {iba'rat Askar}
Dari sini kita tahu bahwa kebaikan seseorang bisa jadi adalah?...
Ibar, {iba'rat Askar}: @Abdul Halim @💕NEKO DES!🐈 @Mystorios _ Writer @Yedija Agung@أسوين سي @knovitriana @Yedija Agung @nia♡ @zichani @Gaizra
total 1 replies
LanLan.CNL
berbagi pengalaman itu adalah kebaikan.. jadi sering seringlah menerima kebaikan Kenzie ya🤣🤣
Ibar, {iba'rat Askar}
gue komentar pertama disini..
jadi ingat untuk memberi like yaa😄..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!