Hai, ini kisah pertamaku yang berkolaborasi dengan salah satu temanku Amanda. Karya ini murni hasil khayalan kami berdua. Semoga kalian suka ya? Ini cerita Kerajaan di abad 21.
Aithan Regner Cainio, adalah pangeran ketiga yang sebenarnya bukan ahli waris kerajaan. Makanya ia memilih menjauh dari istana dan akhirnya jatuh cinta pada Argani Christabel, seorang Mahasiswi asal Indonesia yang derajat sosialnya sangat berbeda jauh dari Aithan.
Setelah susah payah Aithan mendapatkan cinta Argani, ia justru dipanggil pulang ke istana untuk menjadi raja. Dan sebagai raja, Aithan hanya bisa menikah dengan putri bangsawan. Aithan hanya bisa menjadikan Argani sebagai selirnya. Sementara Argani tidak ingin cintanya dibagi.
Bagaimana Aithan dapat mempertahankan kedudukannya sebagai raja dibalik semua kelicikan di istana yang ingin menjatuhkannya? Apakah ia rela melepaskan cinta sejatinya demi tahta yang ada?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan tamu yang tak diinginkan
Rasanya, Argani masih mengantuk. Ia baru pulang dari rumah sakit jam 10 malam. Aithan sudah menjemputnya dan meminta istrinya itu untuk pulang ke apartemen mereka walaupun sebenarnya pulang ke asrama lebih dekat dibandingkan dengan ke apartemen Aithan.
Memang, semenjak peristiwa Argani yang menghilang karena menolong seorang bapak yang mengalami serangan jantung, Aithan menjadi semakin overprotektif pada Argani. Kemanapun Argani pergi harus diikuti oleh bodyguard. Ponsel Argani harus selalu aktif dan Aithan akan selalu mengingatkan istrinya itu agar selalu membawa 2 ponsel sehingga jika satu lowbat, maka yang satu akan diaktifkan.
Sesampai di apartemen, Argani hanya membersihkan dirinya sebentar, tanpa berani untuk mandi karena sekarang mulai memasuki musim gugur dan cuaca dingin. Selesai ganti baju, Argani langsung tidur tanpa menunggu Aithan yang ada di luar kamar.
Namun, kini Argani harus memaksa membuka matanya saat ia mendengar ada suara yang menyanyikan selamat ulang tahun.
Setelah matanya mulai menyesuaikan dengan cahaya kamar yang ada, Argani langsung tersenyum senang dan terharu saat melihat Aithan berdiri di samping tempat tidur sambil memegang kue ulang tahun dengan lilin angka 20 yang sudah menyala.
Di belakang Aithan berdiri Tio dan Darren. Tio memegang balon dengan angka 20 sedangkan Darren memegang hadiah yang sudah disiapkan oleh Aithan.
"Selamat ulang tahun, istriku, belahan jiwaku, wanita tercantik yang aku sayangi. Semoga di ulang tahun ke-20 ini, kau bertambah sehat, kuat, sukses menjadi dokter yang terkenal dan terus menyayangi aku."
"Tuan, kenapa tak minta bertambah cantik?" tanya Tio.
Aithan melirik Tio. "Istriku ini sudah cantik, Tio. Aku tak mau dia tambah cantik lagi. Soalnya akan banyak pria yang akan menyukainya."
Semua tertawa mendengar perkataan Aithan.
Argani turun dari tempat tidur, kemudian berdiri di depan Aithan. Di pejamkan matanya, memanjat doa, lalu meniup lilin itu.
"Terima kasih, sayangku."
Aithan meletakan kue tart itu di atas meja lalu ia mengambil hadiah yang dipegang oleh Darren.
"Hadiah untukmu."
Sebelum Argani membukanya, Tio dan Darren pun keluar dari kamar setelah memberikan ucapan selamat pada Argani.
Setelah kedua pria itu keluar kamar, Argani dan Aithan duduk di sofa dan Argani langsung membuka hadiah dari Aithan. Mata gadis itu langsung berbinar saat melihat hadiah yang diberikan oleh Aithan. Argani tahu kalau itu sangat mahal dan hanya dipakai oleh mahasiswa kedokteran yang berasal dari kalangan anak konglomerat. Satu set alat periksa dokter yang sangat mahal.
"Aithan......, ini sangat mahal."
Aithan memegang wajah Argani. "Tak ada yang mahal untukmu, sayang. Kau pantas untuk menerimanya."
Argani meletakan hadiah itu di atas meja, lalu ia memeluk Aithan sambil mencium bahu suaminya dengan perasaan bahagia.
"Terima kasih, Ai." bisik Argani.
Pelukan mereka terurai. Mata saling memandang. Memancarkan rasa cinta yang mendalam diantara keduanya.
"Percaya padaku, Ar. Aku tak akan menyakiti dirimu. Karena itu jangan sakiti diriku. Biarkan cinta kita saling menguatkan satu dengan yang lain."
Argani mengangguk sambil tersenyum. "Aku janji, Ai. Kau akan menjadi cinta pertama dan yang terakhir untukku."
Aithan langsung mencium bibir istrinya. Begitu lembut, penuh rasa cinta dan juga gairah.
Argani membalas ciuman suaminya dengan rasa yang sama. Aithan langsung menarik turun gaun tidur istrinya dan membawa Argani ke ranjang mereka. Untuk berbagai kehangatan, kepuasan raga dan juga batin.
*********
"Tuan Chung?" Argani terkejut melihat pasien yang dulu pernah dirawatnya dan yang memberikan dia uang yang sangat banyak kini berdiri di hadapannya.
Chung Jingmi tersenyum. "Apa kabar nona Argani?" sapa nya dalam bahasa Mandarin.
"Baik." balas Argani dalam bahasa Mandarin juga.
"Aku sedang ada bisnis di sini. Dan aku teringat denganmu. Sekalian saja datang ke rumah sakit ini untuk periksa rutin jantungku. Ternyata kita bisa bertemu."
"Sudah selesai memeriksanya?"
"Sudah. Apakah kau ada jadwal tugas hari ini?"
"Aku baru selesai tugas jaga."
"Punya waktu untuk makan siang denganku? Itu pun jika kamu tak keberatan."
Argani sebenarnya sedikit capek. Namun wajah tua di depannya terlihat begitu ingin pergi dengannya. Argani tak mau mengecewakan orang ini. "Baiklah."
Mereka pun naik mobil tuan Chung.
"Di mana asisten perempuanmu itu?" tanya Argani saat menyadari bahwa tuan Chung hanya berdua dengan sopirnya.
"Dia sedang sakit. Makanya gak bisa menemani aku ke London."
"Oh....."
Chung Jingmi menatap cincin di jari manis Argani. "Kau sudah menikah?"
"Ha?" Argani terkejut. Dari mana tuan Chung tahu?
"Cincin di jari manis mu sepertinya cincin pernikahan. Itu adalah berlian langkah yang sangat mahal. Pasti dia bukan lelaki sembarangan."
Argani tersenyum sambil menunduk. "Pernikahan kami dirahasiakan."
"Kenapa?"
"Untuk kebaikan bersama. Banyak orang yang tak suka saat kami berpacaran. Apalagi jika tahu kalau kami sudah menikah, pasti aku akan memiliki musuh di kampus."
"Banyak orang lebih mementingkan status sosial, harta, nama keluarga. Pada hal semua itu tak ada gunanya."
"Makanya aku ingin berhasil dulu. Aku harus menjadi dokter agar layak bersanding dengannya. Setidaknya di mata keluarganya."
Tuan Chung mengangguk. "Aku sangat bangga padamu, nak. Namun aku yakin kalau lelaki itu mencintaimu. Kau memang pantas untuk diperjuangkan oleh siapapun."
Argani lagi-lagi hanya tersenyum.
Akhirnya mereka tiba di sebuah restoran mewah. Setelah mendapatkan tempat duduk dan memesan makanan, mereka pun kembali akrab dalam pembicaraan seputar kesehatan.
Argani tak menyangka kalau tuan Chung juga pernah sekolah kedokteran namun tak sempat mengambil gelar dokternya karena terpaksa harus meneruskan usaha keluarga.
"Tuan Chung. Terima kasih banyak untuk uang yang kau berikan waktu itu. Jumlahnya sangat banyak. Terlalu banyak untuk membayar biaya aku menjagamu selama 2 minggu."
"Kau memang pantas mendapatkannya, nak. Aku sempat berpikir untuk memberikannya lagi padamu, mengingat kau adalah mahasiswa yang mendapatkan beasiswa. Namun sekarang aku justru takut untuk memberikannya karena tak ingin suamimu tersinggung."
Argani mengangguk. "Aku bukan mahasiswa miskin lagi sebenarnya. Namun aku tak mau merasa sombong karena aku tahu, uang yang dimiliki oleh suamiku sebagian besar adalah pemberian orang tuanya walaupun sebenarnya ia punya bisnis sendiri. Aku lebih suka hidup sederhana."
Chung Jingmi mengangguk setuju. Ia dapat melihat penampilan Argani yang sederhana walaupun baju dan tas yang dibawa oleh gadis ini bukanlah merk sembarangan.
Sementara menikmati makan siang yang rasanya memang sangat lezat, dari pintu masuk restoran, Argani melihat 2 orang perempuan yang masuk. Terlihat glamor dengan penampilan mereka. Begitu cantik dan nampak menawan. Argani tentu saja tak kaget karena restoran ini adalah restoran mewah. Namun yang membuatnya terkejut lelaki yang berjalan di belakang dua perempuan cantik itu. Aithan? Batin Argani terkejut.
Chung Jingmi mengikuti arah pandang Argani.
"Mereka sepertinya bukan orang sembarangan. Di belakang mereka ada beberapa bodyguard yang penampilannya biasa tapi sedang melindungi mereka."
"Dari mana tuan tahu?" tanya Argani kaget.
"Karena aku juga punya bodyguard yang berjaga di sekitarku." lalu tuan Chung menunjukan beberapa pria yang ternyata ada di dalam restoran.
Argani terkejut mengetahuinya. Sekaya apa keluarga Aithan? Dan siapa dua perempuan itu yang bersamanya? Mengapa Aithan tak mengatakan sesuatu ?
Selesai makan, Argani dan tuan Chung pun segera pulang. Mereka melewati pintu samping sehingga tak terlihat oleh rombongan Aithan.
Aithan yang sedang duduk sekilas melihat bayangan istrinya yang ada di luar restoran. Aithan langsung menghubungi Vio, pengawal Argani yang selalu mengikutinya.
Di mana istriku?
Nyonya baru saja keluar dari restoran yang sama dengan restoran tempat tuan makan siang saat ini.
Dengan siapa dia?
Dengan seorang lelaki tua, sepetinya orang Asia. Mungkin Cina atau Korea.
Ikuti mereka.
Baik Pangeran
"Ada apa, Aithan?" tanya Sefiye yang duduk di depannya.
"Tidak, kak."
Hati Aithan gelisah. Ia sengaja belum memberitahukan kedatangan kakaknya yang mendadak hari ini karena Aithan kesal kakaknya datang bersama Naysilla tanpa pemberitahuan. Mereka langsung datang ke apartemen Aithan dan mengatakan akan tinggal di sana selama beberapa hari. Bagaimana nanti jika mereka akhirnya bertemu? Aithan takut jika Argani akan tahu kalau dirinya pangeran. Aithan belum siap untuk itu. Karena Aithan tahu, betapa sulitnya Argani untuk naik tangga untuk menyamakan kedudukan mereka.
*********
Bagaimana pertemuan Sefiye, Argani dan Naysilla???
dukung emak dan Amanda ya guys