(Follow Instagram aku ya @rafizqi0202)
Aria Hastuti seorang gadis desa yang pergi merantau ke kota xx untuk mencari pekerjaan.
Aria yang hanya tamatan SMA, sangat sulit baginya untuk mendapatkan pekerjaan di kota.
Karena kecantikan yang ia miliki, Aria diterima bekerja di sebuah hotel ternama di kota xx sebagai OB.
Namun siapa sangka? Kedatangannya ke hotel itu malah menjadi petaka baginya.
Ia melewati malam yang panjang bersama pria yang tidak ia kenal.
Karena pengaruh obat yang mereka minum, mereka melewati malam yang panjang tanpa mereka sadari yang membuatnya hamil diluar nikah.
Bagaimanakah nasib Aria selanjutnya?
Ayo simak cerita ini sampai habis.
Jangan lupa beri Author dukungan dengan memberikan Like, komen dan vote ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sedikit menghindar
Krekkkkk.
Senyum Aria pun seketika menghilang, kala melihat siapa yang datang kali ini.
"Malam Nona" Sapa pria berjaz hitam itu dengan sangat sopan.
Aria membalas sapaan nya dengan sedikit mengangguk, "Iya malam. Mencari siapa?" Tanya Aria langsung pada intinya.
"Saya ingin menyampaikan pesan Tuan Alan!" Mendengar itu, Aria langsung memotong perkataan pria itu.
"Dimana mas Alan. Apa terjadi sesuatu?" Tanya Aria memotong.
"Tidak terjadi apa-apa nona. Saya hanya ingin memberikan ini" Pria itu menyerahkan sebuah bingkisan ke tangan Aria.
"Apa ini?" Tanya Aria tanpa membuka isi bingkisan itu.
"Saya tidak tau nona. Saya hanya ditugaskan untuk mengantar itu kesini. Dan tuan Alan berhalangan untuk datang kesini, jadi beliau masih berada di kota" Jelas pria itu.
Aria sedikit merasa lega. Walaupun sedikit kecewa karena Alan mengingkari janjinya, namun Aria masih merasa bersyukur bahwa kekasihnya itu masih dalam keadaan yang selamat.
Pria itu berlalu pergi dengan mobil sport hitam yang mereka bawa. Lalu Aria masuk kedalam rumah setelah kepergian para pria itu.
Aria duduk di bangku kamarnya. Lalu merobek bagian luar benda berbentuk kotak itu. Aria menautkan kedua alisnya, menangkap dengan heran sesuatu yang ada ditangannya itu.
"Handphone? Untuk apa Alan memberikan ini?" Ucap Aria, masih perasaan heran.
Aria mulai menekan lama sesuatu berbentuk pipih dibagian kanan handphone itu, lalu tidak lama kemudian layar handphone itu mulai menampakan cahayanya.
Aria mengotak-atik berbagai aplikasi yang ada disana. Mulai dari WhatsApp, beranda telepon serta kontak yang ada didalam handphone itu.
"Semuanya sudah terdaftar?" Ucap Aria lagi.
Kring Kring Kring.
Aria terlonjak kaget. Suara handphone nya hampir saja membuat jantungnya copot.
"Astaga, volume nya besar sekali. Untung Jifa tidur di kamar sebelah, jika tidak pasti Jifa akan terbangun" Gerutu Aria.
Belum juga mengangkat telepon itu, matanya kini membulat sempurna kala mendapati sebuah nama yang tertera di layar handphone nya.
Suamiku Sayang
Menurut nama yang tertera di layar handphone nya, Aria berasumsi bahwa itu pasti Alan. "Belum juga menikah sudah menjadi suami" Gumam Aria.
Aria menekan tombol yang bewarna hijau itu lalu menggerakkan tangannya keatas.
"Hallo" Ucap Aria lembut.
"Kamu kemana? Kenapa lama ngangkatnya? Udah tidur?" Tanya beruntun seorang pria diseberang sana membuat Aria membuang nafas kasar.
"Gak kemana-mana mas" Balas Aria.
"Ehh, kamu sudah tau yang menelpon adalah aku" Tanya Alan kegirangan. Ternyata, Aria sudah lebih dulu mengenali suaranya tanpa harus menjelaskan siapa dirinya dibalik suara yang keluar dari handphone Aria itu.
"Mas, kenapa gak pulang?" Tanya Aria. Tanpa menjawab perkataan Alan tadi.
"Kamu sudah kangen ya?" Goda Alan disana.
"Mas, aku serius. Tadi Jifa nungguin loh hingga larut malam dia duduk teras depan" Jelas Aria. Alan sedikit diam setelah mendengar penuturan Aria.
"Mas mungkin satu minggu kedepan baru kesana. Mas masih ada kerjaan diluar kota, setelah selesai mas akan kesana" Jelas Alan berbohong. Sebenarnya berat jika harus berpisah bersama Jifa dan Aria. Namun inilah yang harus dilakukan, karena jika tidak Keluarga Fani akan mencari keberadaan Aria.
"Baiklah mas. Nanti aku akan berbicara bersama Jifa dan memberikannya pengertian" Balas Aria pasrah disana.
"Kamu sudah makan?" Tanya Alan lembut disana.
"Sudah mas"
Perbincangan manis pun terjalin disana. Alan terus membicarakan perihal pernikahannya bersama Aria setelah urusan nya selesai.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,,
Jangan lupa dukung karya saya, dengan like, komen dan vote ya.
Baca juga novel Lainnya:
-Menikahi CEO Yang Kejam
-Menikah Karena Hutang
-Terpaksa Menikahi Bos Mafia
jadi ga tau kelanjutan nya gimana.
lanjut dong Thor kisah ceritanya ditunggu.
Karena setelah badai selalu akan tampil langit yang cerah.. bahkan dengan indahnya sang Pelangi 🌈