follow ig ku : ikromatul_fasila23
prolog
di sini aku menceritakan tentang kisah hidup wanita bernama alisya syifa kamila . wanita cantik , baik serta lemah lembut . tapi sayang kehidupan nya tidak secantik wajah nya , dalam berumah tangga dia dihadapkan dengan suatu yang membuat suami nya pergi meninggalkan nya dengan wanita lain..
dan saat diri nya kembali menata kehidupan nya pasca bercerai dengan suami nya , alisya bertemu dengan pria tampan tapi memiliki sifat arogan , dingin serta suka mempermainkan wanita .
kehidupan seperti apa yang alisya jalani ???
ini lah kisah ku ...AKU YANG TAK SEMPURNA
jangan lupa dukung author ya biar tambah semangat..
dan buat temen" yang mau membaca karya aku jangan lupa like serta komen ya..mungkin ada masukan buat author..terima kasih😊😊
Sudah ada season dua nya tentang Lucio dan Amira dan masih belum tamat, jadi jangan sampai ketinggalann..😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikromatul Fasila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 25
Setelah sampai di apartemen Alisya ,Alisya langsung menceritakan semua yang terjadi antara diri nya dan Lucas .
Kepala Bella berdenyut mendengar semua penjelasan dari Alisya.''Ya Tuhan Alisya ..kau bukan menyelesaikan masalah tapi malah menambah masalah . Kenapa kau tidak menolak nya secara baik baik Alisya , kenapa harus dengan kata'' menantang seperti itu??''
''Aku tidak menantang nya , aku hanya memberikan peringatan kepada dia , bahwa tidak semua wanita mau di ajak affair olleh dia .'' tegas Alisya
''Kau tidak pernah berubah Alisya , kau tetap keras kepala . Ya sudah sekarang kita lupakan masalah tentang Lucas , mari kita fokus kembali dengan kehidupan kita . ''Bella memeluk Alisya , Bella tau Alisya tidak akan gegabah dalam mengambil suatu keputusan dan Bella juga yakin semua yang di lakukan oleh Alisya adalah yang terbaik jadi Bella tidak akan mengungkit masalah tentang Lucas lagi , dan bahkan jika Lucas mengganggu hidup mereka maka mereka akan menghadapi nya bersama sama.
KKRRIINNGG!!!! suara bunyi telefon Alisya.
Dengan mata yang masih terpenjam , alisya mencari keberadaan hp nya .''Hallo..''suara serak Alisya.
''Hallo nak ini Pakde , maaf ya sore sore gini Pakde ganggu kamu ."suara di seberang sana
Alisya menatap ke arah jam yang menujukkan jam 2 dini hari.
''Pakde mungkin di tempat pakde saat ini masih sore tapi di Amerika masih jam 2 dini hari Pakde.''ucap Alisya dengan suara mengantuk nya.
''Hahah..ya ampun Pakde lupa , maafkan Pakde ya jadi ganggu waktu tidur kamu."
''Tidak apa Pakde , bagaimana kabar pekde di sana ??"
''Pakde sangat baik baik saja nak , sebenar nya Pakde sangat rindu sama kamu ,karena semenjak kamu berada di amerika kamu jarang kasih kabar sama pakde , jadi pakde khawatir dan nelfon kamu . Apa kamu di sana baik baik saja??"
''Maaafkan aku Pakde karena jarang hubungi Pakde , aku di sini baik baik saja hanya di sibukkan oleh pekerjaan kafe bersama Bella.''
Sebenar nya Alisya sering menelfon ke Indonesia untuk memberi kabar pada Pakde nya tapi yang mengangkat selalu budhe nya , dan tentu saja Budhe nya tidak memberikan dia untuk berbicara pada Pakde nya .
''Syukurlah kalau begitu , ya udah Pakde tutup telfon nya dan kamu lanjut tidur nya .''
''Iya pakde.''Alisya pun menutup panggilan telefon nya .''Terima kasih Pakde udah menganggap Alisya seperti anak Pakde sendiri .''
Pagi hari pun kembali tiba , Alisya sudah bersiap untuk pergi ke panti asuhahan untuk mengajar.
''Sudah siap waktu nya berangkat.''ucap Alisya di depan cermin.
Saat ini Alisya tengah mengajar anak anak di panti asuhan , dan tak lama kemudian terdengar suara gaduh dari arah depan gerbang.'' Ada apa ini kenapa semua orang pada keluar ??'' tanya Alisya bingung dan ikut pergi tempat yang menjadi pusat perhatian itu.
Dan benar saja , saat ini Lucas tengah berada di depan gerbang panti asuhan dan langsung di serbu oleh para awak media dan tentu saja penggemar Lucas , yang dominan adalah kaum hawa.
Alisya menatap ke arah Lucas , begitu pun dengan Lucas tapi sedetik kemudian Lucas berjalan melewati Alisya tanpa menoleh atau pun menyapa nya seperti seorang yang tidak pernah bertemu.
Alisya hanya menatap punggung Lucas yang semakin menjauh dengan perasaan kecewa."Kenapa aku merasakan kecewa saat Lucas melewati ku tanpa menoleh pada ku , ya Tuhan apa aku udah gilah mengharapkan dia , seharus nya aku bersyukur karena Lucas tidak menganggu ku lagi."gumam Alisya dan kembali untuk mengajar anak panti.