NovelToon NovelToon
30 Hari Menjelang Perpisahan

30 Hari Menjelang Perpisahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mawar berduri

selow up

seorang istri yang di gugat cerai oleh suaminya disaat dia mengidap penyakit yang sangat parah.


Nadira harus menerima kenyataan ketika dia divonis kanker rahim stadium 3, yang hanya akan bertahan hidup selama 30 hari saja, bukan perhatian dan kasih sayang yang dia dapatkan, tapi kesakitan yang sangat luar biasa, kenapa?
karena suaminya menggugat cerai karena dia akan menikah lagi dengan perempuan lain.


bagaimana ceritanya?
silahkan baca kelanjutannya ya!
jangan lupa like, comen, serta votenya 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mawar berduri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kecewa

🌾Cinta adalah salah satu alasan pria dan wanita menikah, namun kalau cinta juga yang dijadikan alasan untuk sang suami menikah lagi maka itu bukanlah hal yang benar, sikap seperti itu, bukan lagi mengagungkan cinta, tapi memanfaatkan cinta untuk keegoisannya, kata kata manis dan janji janji indah, tak berarti apa apa jika tidak dibuktikan dengan perbuatan untuk memenuhi semua yang telah keluar dari mulut seorang suami untuk istrinya 🌾

...Happy reading...

...🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂...

Waktu terus berputar, jam sudah menunjukkan pukul 16.00 tapi Bayu belum juga pulang ke rumah, membuat Nadira begitu sangat kesal, dia pun duduk di sofa ruang keluarga menunggu Bayu untuk meminta penjelasan darinya.

"Aku yakin mas Bayu masih sangat menyayangiku, tapi kenapa dia masih bersikap seperti ini? Kenapa dia masih dekat dengan Elsa?" Batin Nadira bertanya tanya

Nadira mencoba merebahkan tubuhnya sembari melihat langit langit rumah yang dihiasi wallpaper dinding berwarna putih bercorak coklat.

"Bundaaa" teriak Ilham memanggil Nadira 

"Iya sayang, bunda di sini" jawab Nadira dari ruang keluarga

"Bunda, bunda mau gak ajarin aku dan Sifa menggambar?" Tanya Ilham menundukkan kepalanya

"Mau dong, memangnya Ilham mau menggambar apa sih?" Nadira balik bertanya kepada anaknya itu

"Ilham mau menggambar pegunungan bunda, kemarin ilham sempat lihat karya punya teman ilham, gambarnya baguuuus banget, Bu guru kasih dia nilai tinggi, Ilham juga mau belajar bunda, biar Ilham juga bisa dapat nilai tinggi" jawab Ilham nyengir

"Iya nak, bunda ajarin ilham, tapi nanti ya! Bunda mau istirahat dulu, nanti setelah sholat Maghrib, kita belajar menggambar" ujar Nadira tersenyum

"Iya bunda" ujar Ilham

Mendengar jawaban Nadira, Ilham langsung berjalan kembali ke kamarnya, Ilham merasa sedikit kecewa kepada bundanya karena tak bisa mengajarkan nya sekarang, padahal dia sudah menyiapkan semuanya, tapi dia juga mengerti kalau bundanya pasti capek karena baru pulang dari mall, Ilham jadi merasa sangat bt dia pun memulai menggambar sendiri mengikuti contoh gambar yang ada di jilid buku miliknya.

"Waaah, kk lagi gambar apa?" Tanya puji yang melihat kk nya lagi fokus menatap pemandangan di jilid bukunya

"Kk mau coba gambar pemandangan dek" jawab Ilham tersenyum

"Aku juga mau bikin ah" ujar puji 

Puji mengambil perlengkapan menggambarnya lalu dia menggambar di sebelah Ilham.

"Kamu mau gambar apa dek?" Tanya Ilham menoleh ke arah puji

"Aku mau menggambar aku, ka Ilham, bunda sama ayah" jawab puji yang terlihat khusu

"Emang kamu bisa?" Tanya Ilham 

"Bisa dong ka" jawab puji tersenyum

"Oh ya sudah"

Ilham dan syifa pun mulai menggambar sesuai dengan keinginan mereka masing masing, mereka ingin sekali di bimbing oleh sang bunda, tapi karena sang bunda ingin beristirahat, mereka terpaksa melakukannya masing masing, mereka tidak mau menganggu waktu istirahat bundanya, mereka ingin membuktikan kepada bundanya kalau mereka bisa, mereka ingin membuat bunda dan ayahnya bangga memiliki anak seperti mereka.

"Ilham, Sifa" teriak Nadira memanggil kedua anaknya

"Iya bunda, kita di kamar" jawab Ilham dan Sifa serentak

Mereka tidak terlalu menghiraukan panggilan itu karena mereka sedang sibuk dengan pekerjaannya padahal sekarang Nadira butuh sekali bantuan mereka, Nadira memanggil mereka karena dia ingin meminta tolong kepada mereka untuk mengambilkan obat dia yang berada di lemari, penyakit yang dideritanya kembali kambuh, dan dia butuh sekali obat obatan itu.

"Ya Allah, kenapa kepalaku pusing sekali, kuatkan aku ya Allah" ujar Nadira memegang kepala dengan kedua tangannya.

"Ilham dan Sifa pasti sedang istirahat, aku gak boleh nyuruh mereka, aku harus bawa obat itu sendiri" ujar Nadira mencoba bangkit dari duduknya.

Nadira mencoba berjalan dengan perlahan sembari menahan rasa sakit, dia harus tetap kuat, karena sebentar lagi Bayu pasti pulang ke rumah, rasa sakitnya harus segera pulih karena dia ingin sekali berbicara dengan Bayu untuk meminta penjelasan.

"Ya Allah" ujar Nadira mencoba menahan rasa sakitnya dengan cara mengepalkan kedua tangan.

Semakin dia menggerakkan tubuhnya, semakin sakit yang dia rasakan, hingga pada akhirnya dia tumbang.

Bluuuuukkk

Tubuhnya tersungkur ke lantai, hingga dia tidak sadarkan diri.

...Tiiiiiittt...

...Tiiiiiittt...

...Tiiiiiittt...

...Suara mobil berhenti di halaman rumah Nadira...

"Ka, itu pasti ayah, kita samperin yuk!" ujar puji tersenyum

"Nanti saja de, memangnya kamu sudah selesai gambarnya?" Tanya Ilham menoleh ke arah puji

"Belum ka"

"Ya sudah, kalau gitu kita selesain aja dulu, setelah itu, kita kasih karya kita ke bunda sama ayah, mereka pasti seneng liat karya kita" ujar Ilham kepada adiknya

"Iya juga ya ka" ujar Sifa

Mereka Pun membereskan pekerjaan nya karena mereka ingin segera memperlihatkan karya itu kepada ayah dan bundanya, mereka tidak tau kalau bundanya terbaring lemah di lantai karena mereka fokus kepada gambar yang sedang mereka buat.

"Assalamualaikum" ujar Bayu masuk ke dalam rumahnya

Tak ada jawaban

Bayu hanya melihat Rumahnya yang begitu sepi seperti tidak berpenghuni.

"Kemana Nadira dan anak anak? Apa mereka belum pulang dari mall, tapi masa iya sih? Ini kan sudah sore, harusnya jam segini mereka sudah pulang?" Bayu bertanya tanya

Ketika Bayu ingin berjalan menuju ruang atas, dia melihat Nadira terbaring di lantai tepat di belakang kursi ruang tamu.

"Ya Allah, Nadira, kenapa dia tidur disini? Apa dia pingsan? Lalu bagaimana dengan anak anak?" Tanya Bayu yang mulai cemas

"Nadira, bangun, Nadira!" Ujar Bayu mencoba membangunkannya

"Sifa, Ilham!?" Teriak Bayu memanggil kedua anaknya

"Iya pah, kita di kamar" jawab mereka dengan serentak

"Sini, bunda pingsan" teriak Bayu lagi

"Bunda pingsan?" Ilham mulai berpikir

"De, ayo kita samperin ayah, bunda pingsan" ujar Ilham berlari meninggalkan gambar yang dia buat untuk melihat kondisi bundanya di susul puji dari belakang

Dengan perasaan cemas Bayu mengangkat tubuh Nadira, dia membawa Nadira berjalan menuju ruang atas masuk ke dalam kamarnya.

"Bunda kenapa ayah? Muka bunda kok pucat sekali" tanya Ilham menjatuhkan air matanya

"Ayah juga gak tau nak, mungkin bunda pingsan gara gara kecapean, tolong kamu ambilkan minyak angin" jawab bayu menyuruh anaknya untuk mengambil minyak angin

"Ini ayah" 

Bayu mencoba mendekatkan minyak angin itu ke hidung Nadira, dan Alhamdulillah, Nadira Pun bangun dengan wajah dan tubuh yang berkeringat.

"Mas, kamu sudah pulang?" Tanya Nadira kaget, dia langsung bangkit dari tidurnya berharap bisa berbicara dengan Bayu

"Sudah, kamu kenapa sih? Mukamu sampai pucat kaya gitu, kamu sakit?" Tanya Bayu

"Aku gak pp mas" jawab Nadira

"Bunda pingsan, bunda pasti kecapean gara gara nganterin kita ke mall? Maafin Ilham sama sifa ya bunda" ujar Ilham menundukkan kepalanya

"Engga nak, bunda gak pp kok" ujar Nadira tersenyum

...Bersambung...

1
falea sezi
ibunya berbunga bunga mau dpet kon.. baru. ampe. lupa. ma anak😒 ma garpu aja. klo gatel. buk. janda gatel
Napiah AL Hafidza
baru nyadar Bayu kemarin2 kemana aja🤔
Larass
aku salfok sama tulisan author nya yang ngagalibrig harus nya kan gemetar ajh gtu🤭😂
Rita Eka Juliana
/Heart//Heart//Heart/
Hanum Anindya
ceritanya bagus kak. semangat ya 😊
Hanum Anindya
wow keren banget kak ceritanya kayanya. ini pernah. mampir deh novel yang menurut aku bagus banget ceritanya. semngat ya kak! maaf baru mampir lagi🙏😘
👑Keluarga author
⭐⭐⭐⭐⭐
Prapti Wati
ini novel sdh gk ada kelanjutanya apa ya.
Adelia Syavira Eryani
jd ga suka ama perannya nadira deh
Siti Aisyah
penerbangan Singapore -jakarta, cm 1jam 50 menit. tidak sampai 2 jam. Mkn author bisa Googling terlebih dulu biar ceritanya terlihat lebih real. cm saran saja. terimakasih atas ceritanya, sangat menarik dan menguras air mata. tp sayang, ada beberapa hal yang selalu diulang2.
Adelia Syavira Eryani
diatas td ktny 2 bula. skrng 2 tahun bingung euy
Adelia Syavira Eryani
bingung deh kan awalny cmn 2 bulan di Singapura ya trus si bayu jg bru 2 bulan nikah ko tbtb udh ada anakny aja ama elsa thor ? ktny jg 2 hari lg dia mau plng dr Singapore tp skrng dia udh ama dokter reza gmn ? bingung
Lory Yati
sangat menarik
winda
alur ceritanya bagus
Sahrul Hasena
setiap anak punya pikirannya masing masing.... mungkin sekarang ilham berpikir bahwa ibunya sudah tak sayang. lagi seperti dulu ..karena terlalu sibuk dg urusannya sendiri 😚😚😚...
seorang anak pun dapat memaafkan kesalahan orang tuanya sendiri seberapa besar pun kesalahannya 😚😚 disiniii kita jangan dulu menghakimi orang lain karena mereka memiliki sudut pandang yang berbeda... 😏😏😏 dg ilham yang merasa di abaikan oleh bundanya☺😢😢dan kemudian datang ke Ayahnya dan disitu dia merasakan kasih sayang ayahnya... 🤗🤗
sesungguhnya seorang anak itu hanya ingin di mengerti , dipahami, dan disayangi. 🤗🤗 tanpa alasan..
Sahrul Hasena
kasihan ilham.... jadi dewasa sebelum waktunya... semoga nanti dikemudian hari tidak ada dendam yang terselip di benak Ilham untuk kedua orang tuanya......... 🤗🤗🤗
Sahrul Hasena
Nad.. kok kamu jadi gini sih😴😴😴😴... benar kata ilham bunda sudah benar benar berubah. 😏😏😏nadira ingat jangan sampai kamu menyesal👿👿👿👿
Sahrul Hasena
nadira sampai disini apa kamu gak ngeh sama perlakuannya ilham??? ilham sebenarnya sayang sama bundanya.. tapi disisi lain iya merasa kecewa karena seolah olah tidak di anggap oleh bundanya. sampai mw fitting baju pun tak pamit dulu sama Ilham...
Nadira kami senang melihatmu bahagia... tapi kenapa kamu melupakan perasaan anak anakmu??? .
Nadira luangkanlah waktumu sebelum ijab kobulmu untuk anak anakmu.... dengarkanlah jeeitan hati mereka😍😢😢😢😢
Sahrul Hasena
salut sama ilham dengan usia yang terbilang masih di bawah umur sudah tau permasalahan yang sedang di hadapi orang tuanya
ilham yang sabar ya naaak.... mungkin bundanya Ilham tidak tau kalo ilham sudah swdewasa ini... dan tak ingin melihat ilham sedih. 😊😊😊
ilham yang semangat ya... untuk memberi semangat pada bunda,, agar Bunda selalu bahagia.. 💪💪😘😘
Poetree Feetria Natazha
Sekarang kehidupan Elsa udah mulai tdk tenang.... selalu dibayang2i ketakutan terkena penyakit mematikan...semoga Aja nanti dgn dpt penyakit yg berbahaya Elsa bisa melupakan niat jahatnya yg Akan menghancurkan kebahagiaan keluarga nadira...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!