NovelToon NovelToon
SANG UTUSAN

SANG UTUSAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Epik Petualangan
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Alenda

Selepas Kematian kedua orangnya, kehidupan yang lebih kejam harus dihadapinya. Namun tanpa disangka, Wira yang tak memiliki ilmu kanuragan sedikitpun, nyatanya dipilih oleh Dewata untuk melawan bangsa Iblis yang hendak menguasai Bumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alenda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dikeroyok

Ucapan keras yang dikeluarkan Wira membuat semua pasang mata para pengunjung beralih kepadanya. Begitu juga dua orang yang sedang menggoda Sinta.

Pemuda itu berjalan mendekati meja Sinta sambil tetap mengarahkan pandangnya ke arah kedua lelaki tersebut.

"Hahaha...! Ternyata yang mau menjadi pahlawan kesiangan hanya seorang pemuda ingusan."

Wira hanya tersenyum kecil mendengar ejekan yang dilontarkan kepadanya. "Kenapa tidak kau jawab pertanyaanku? Bagaimana kalau kau membayarnya dengan kepalamu?"

"Bangsat! Pemuda bermulut comberan! Kau belum tahu sedang berhadapan dengan siapa?"

"Aku heran, setiap orang yang akan bertarung denganku selalu lupa siapa dirinya. Apa kalian-kalian ini sudah lupa dengan siapa nama kalian? Sayang sekali! Masih belum tua, tapi sudah pikun," ejek Wira.

Beberapa pengunjung yang kemarin ikut melihat turnamen dan mengenali wajah Wira, seketika menggumam kecil dengan orang-orang di dekatnya.

"Itu pemuda yang kemarin menang melawan pendekar andalan dari perguruan Macan Putih. Aku yakin bakal terjadi keributan di sini. Ayo kita keluar dari pada terkena dampaknya!" Kata seorang lelaki kepada temannya.

"Kau benar. Aku juga melihatnya kemarin," sahut yang lain.

Satu persatu pengunjung tempat makan tersebut beringsut dari tempat duduknya dan berjalan keluar meninggalkan tempat makan tersebut.

3 orang anggota perguruan Singa Merah yang lainnya ikut berdiri dan bergabung bersama dua orang temanya.

"Ternyata kalian dari sebuah perguruan! Apakah otak-otak kotor itu yang diajarkan guru kalian?" kembali Wira melontarkan ejekannya.

"Bahkan bisa jadi selama di perguruan, kalian melampiaskan hasrat di kamar mandi ataupun sungai," tambahnya.

"Luar biasa... Kau memiliki keberanian yang hebat, Anak muda. Meski kau tahu kami dari perguruan, kau bahkan tidak takut sama sekali. Tapi sayanganya kau memiliki mulut yang pedas," sahut seorang yang terlihat lebih tua dari pada yang lainnya.

"Pedasnya mulutku itu tergantung dari sikap kalian. Otak kotor kalian sepertinya perlu dikeluarkan dari tempurung kepala dan dicuci sampai bersih!"

"Bangsat! kurobek mulutmu itu!" lelaki itu mengepalkan kedua tangannya dengan begitu kuat, hingga urat-uratnya menyembul keluar. Dia sudah tidak bisa menahan emosinya akibat ejekan yang terus dilontarkan Wira.

"Kalau mau bertarung jangan di sini. Tempatnya terlalu sempit. Aku kuatir kalian sulit bergerak di tempat sempit seperti ini. Kita bertarung di luar saja!"

Wira langsung meraih tangan Sinta dan mengajaknya keluar dari tempat makan itu.

"Jangan lari kau!" teriak seorang dari mereka.

Wira tidak mempedulikannya dan tetap berjalan keluar. "Tunggu di situ. Biar aku beri pelajaran kepada mereka." ucapnya kepada Sinta.

"Kau mau ke mana, urusan kita belum selesai!" bentak seorang anggota perguruan Singa Merah itu.

"Ternyata benar kalian sudah pikun. Bukankah aku sudah bilang tadi jika kita bertarung di luar saja?" cibir pemuda itu.

"Masih pedas saja mulutmu itu, bersiaplah!"

"Sebentar!" Wira memajukan tangannya. "Apa kalian mau bertarung satu-satu atau keroyokan sekalian?"

"Sombong sekali kau! Aku sendiri yang akan merobek mulutmu!" Lelaki tersebut langsung menyerang Wira dengan emosi yang sudah memuncak.

Wira tersenyum kecil sebelum menangkis serangan yang dilakukan lelaki itu.

Serangan awal yang gagal, membuat lelaki tersebut semakin berang. Dia kembali menyerang Wira dengan kecepatan yang dimilikinya. Berulang kali dia melepaskan pukulan dan tendangan, namun pemuda tampan itu bisa menghindari setiap serangannya dengan mudah.

"Apa hanya itu saja kemampuan yang kau dapat dari perguruanmu?" ejek Wira.

Lelaki itu semakin memuncak emosinya. Dia tidak bisa menerima semua serangannya dapat dipatahkan dengan mudah oleh pemuda tersebut.

"Sekarang giliranku!" teriak Wira. Dia langsung melesatkan pukulannya yang mengena dengan telak di dada lelaki tersebut.

Bugh!

Aaaakh!

Lelaki tersebut terjungkal ke belakang dan langsung memuntahkan cairan merah dari mulutnya. Sesaat berikutnya, dia jatuh pingsan.

"Percuma kalian melawan satu-persatu, kalian tidak akan bisa mengalahkanku jika sendirian. Sebaiknya majulah semua biar sedikit seimbang!" cibir pemuda itu.

Keempat lelaki lainnya memandang Wira dengan geram. Mereka baru sadar kalau pemuda tersebut memiliki kemampuan yang tidak rendah. Sehingga menyerangnya bersama-sama adalah opsi terbaik yang bisa mereka ambil. Mereka berempat akhirnya bergerak maju dan menyerang Wira secara bersamaan.

Pertarungan tersebut tak pelak memantik perhatian penduduk Kotaraja yang berada di sekitar pertarungan tersebut. Pandangan mata heran terlihat jelas di mata mereka semua. Anggota perguruan Singa Merah yang terkenal menjunjung tinggi kebenaran, ternyata sedang mengeroyok seorang pemuda.

Dan yang membuat mereka heran, pemuda itu terlihat begitu santai menghadapi keroyokan 4 orang tersebut.

Memang benar, Wira terlihat tidak gugup sama sekali meski dikeroyok 4 orang tersebut. Dia dengan tenang menghindari setiap serangan yang terarah kepadanya. Bahkan dalam waktu yang tak lama, dua orang bisa dibuatnya terjengkang ke belakang dengan mudah.

Dua orang yang masih tersisa terus menyerang Wira. Bukannya mendapat hasil sesuai yang diharapkan, kedua orang itu akhirnya menyusul ketiga temannya yang sudah tergeletak.

Wira berjalan pelan mendekati kelima orang tersebut. Senyumnya sedikit mengembang setelah melihat Sinta tersenyum kepadanya.

"Kalau sudah begini, siapa yang malu? Kalian belajar ilmu kanuragan apa hanya untuk mengganggu orang lain? Kalau aku mau, aku bisa dengan mudah membunuh kalian semua! Sekarang kembalilah ke perguruan kalian. Berlatihlah lebih giat jika ingin membalas dendam atas kekalahan kalian kali ini."

Tidak ada satu pun dari mereka yang berani menyambut tantangan Wira. Kelima orang itu membisu ketakutan dan juga mengalami rasa malu yang besar. Mereka tak menduga jika kedatangan mereka ke Kotaraja untuk mendukung seorang temannya, harus berakhir dengan cara yang tragis, dikalahkan seorang pemuda.

Meski tidak berani membalas ucapan Wira, namun rasa dendam sudah terpatri di hati mereka. Besarnya malu yang mereka dapat, harus bisa terbalaskan.

Wira melambaikan tangannya memanggil Sinta dan mengajaknya untuk kembali ke rumah besar Lesmana. Pemuda itu merasa tidak perlu melanjutkan lagi rencana menyusuri Kotaraja. Dua kejadian yang baru dialaminya, membuatnya kuatir dengan keselamatan kekasihnya tersebut.

Sepeninggal pemuda tersebut, kelima orang anggota perguruan Singa Merah itupun akhirnya sepakat untuk kembali ke perguruan. Mereka berencana membawa lebih banyak saudara seperguruannya untuk membalaskan dendam kekalahan mereka hari ini.

Sementara itu, situasi di alon-alon Kotaraja tempat berlangsungnya turnamen begitu ramai, sama seperti hari kemarin. Sorak sorai ratusan penonton terdengar begitu keras memberi dukungan kepada jagoannya masing-masing.

Di antara ratusan penonton tersebut, terlihat juga beberapa bandar judi yang sibuk berkeliling menawarkan taruhannya. Mereka tidak takut apa yang mereka lakukan itu ketahuan prajurit istana. Judi, minuman keras dan prostitusi adalah hal yang dilegalkan di kotaraja Sanggawana.

Di saat bersamaan dengan kembalinya Wira dan Sinta menuju kediaman Lesmana, Raden Sanjaya yang sedang menuju alon-alon Kotaraja bersama 2 orang prajuritnya, melihat dengan jelas dua orang yang sedang dicarinya berada di depannya.

1
Allian Author
alurnya bagus dan mengalir
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Gas🚬🗿
Vina Manis: belum🤣
total 3 replies
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Bagus lagi kalau namanya BAHLILudin 👍🏻☕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!