NovelToon NovelToon
Unexpected Marriage

Unexpected Marriage

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Action / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: chiechi

Cerita berlatarkan negara luar

Meira seorang gadis berusia 21 tahun, ia tinggal bersama seorang ayahnya yang hanya tinggal sendiri karena kedua orangtuanya telah berpisah saat Meira masih berusia 7 tahun. Ibu Meira menikah lagi dengan seorang aktor terkenal, sementara Meira menjalani kehidupan seperti biasa bersama ayah nya yang hanya memiliki satu perusahaan kecil.

"Meira.. tolong teruskan perusahaan itu demi papa." ucap papa Meira, dan menjadi pesan terakhirnya sebelum ia meninggalkan putrinya untuk selamanya.

*
Suatu saat perusahaan mengalami penurunan drastis hingga Meira harus meminta pertolongan pada perusahaan besar yang di pimpin oleh pria dingin.

"Permohonan mu saya terima dengan satu syarat." ucap si pria itu.

"A-apa?"

"Menikahlah dengan ku."

Ucapan itu membuat Meira terkejut bagaikan di sambar petir di siang bolong. Namun rencananya terhalang oleh seseorang.

Simak yuk 👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chiechi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

"atas dasar apa kamu mendorong dia hah?!" ucap pria yang datang menghampiri Meira dan berjongkok di sebelahnya.

Bella hanya terdiam kaku ketika ia melihat siapa yang menolong Meira. "bagaimana bisa dia kenal dengan seorang CEO ternama?" batin Bella.

Meira yang sedang melihat goresan di tangannya menoleh ke arah pria itu yang tak lain adalah Alexi. Ingin rasanya Meira berkata namun ia menahannya dan berpura-pura tidak mengenal nya untuk menghindari gosip kampus. Namun lain lagi hal nya dengan Alexi yang memberi peringatan pada Bella dan membantu Meira untuk kembali berdiri.

"ku peringatkan satu hal, jangan pernah mencoba menyentuhnya lagi atau kau...! gak akan bisa melihat matahari besok!" tegas Alexi pada Bella.

Ia pun merangkul Meira dan pergi meninggalkan area kampus. Alexi menyuruh Nino untuk segera menuju ke rumah sakit, walau luka Meira gak seberapa namun ia tidak bisa membiarkan gadis miliknya terluka sedikit saja.

"bodoh! bisa-bisanya kamu di perlakukan seperti itu dengan orang lain!" ucap Alexi yang begitu kesal.

"diamlah jika kamu gak tau utusannya." ucap Meira sambil menahan pedih di tangannya.

"besok adalah hari penting dan bersejarah, kenapa kamu gak bisa menjaga diri dengan baik?"

"bawel! diem sih!" bentak Meira.

Seketika Alexi terdiam mengerti dengan apa yang di rasakan Meira. Selang beberapa menit Nino memarkirkan mobilnya di sebuah parkiran rumah sakit. Alexi pun bergegas turun dan membawa Meira bertemu dengan dokter pribadinya yang praktik di rumah sakit itu. Tanpa mengetuk sebuah pintu ia menerobos masuk ke dalam ruangan dokter itu dan mendapati nya sedang ngobrol bersama dengan seorang dokter wanita. "kerja apa mau pacaran?" tanya Alexi datar.

Mendengar suara yang tak asing baginya, dokter itu menoleh ke arah nya dan melebarkan senyumnya meski ia tak ingin tersenyum. "tuan.. ada apa anda repot-repot kemari? apa anda sakit atau. . ." ucapannya terpotong oleh pria muda yang di sebut tuan itu.

"obati dia! jangan sampai menimbulkan bekas luka sedikit pun!" perintah Alexi pada dokter Yan.

"mari nona, biar saya obati lukanya." ucap dokter Yan ketika melihat luka di tangan Meira.

ddrttt... ddrttt.... ketika dalam proses pengobatan, ponsel Meira berdering dan Ayumi lah yang menelponnya. Ia mencoba meraih tas nya dengan sebelah tangan namun semuanya gagal. Tanpa sebuah kata Alexi mengambil ponsel milik Meira dan menjawab panggilan tersebut.

"yaaaa.. ayangie kamu dimana? kok gak ada di sekitaran kampus?"

"dia bersama ku." saut Alexi dan menutup telponnya.

"yasshh.. belum selesai ngomong main matiin aja." ujar Ayumi.

*

"aku mau ke perusahaan." ujar Meira.

Tanpa sebuah kata atau ekspresi, Alexi berjalan lebih dulu menuju mobil nya.

Sesampainya di perusahaan, Meira hanya masuk seorang diri tanpa ada yang menemani di sisi kanan kirinya. Ia berjalan menuju ruangan nya yang telah beberapa hari tidak ia kunjungi. Sesampainya di depan sebuah ruangan, gadis itu mendorong sebuah pintu dan terlihatlah seorang pria yang sedang duduk santai dan telah menunggunya.

"Sakha? kamu disini?" tanya Meira menghampiri pria itu.

"tentu saja aku disini untuk mengontrol para karyawan ku."

"karyawan mu?" tanya Meira kebingungan.

Sakha mengangguk dan menarik sudut bibirnya hingga terlihat senyum liciknya. Ia pun berdiri dari duduknya dan berjalan mengelilingi Meira hingga akhirnya ia berdiri tepat di belakang gadis itu dan mendekatkan bibirnya ke telinga Meira. "gimana kejutannya? menyenangkan bukan?" bisik Sakha yang di akhiri dengan tawa nya.

Meira melihat ke sekeliling ruangan itu, dan benar saja telah banyak perubahan dalam ruangan nya termasuk nama CEO yang telah berubah menjadi nama Sakha Florence. Meira berjalan menghampiri meja kerja nya dan mencari beberapa berkas penting yang ternyata semuanya telah menjadi milik Florence group.

"ini gak mungkin.... kenapa kamu melakukan semua ini?!" bentak Meira.

"dimana pak Bai?" sambung Meira.

Sakha memberikan sebuah kode pada Regan untuk memanggil sekretaris Bai, tak butuh waktu lama pria yang selama ini menjadi tangan kanan mendiang ayah Meira itu pun tiba di ruangan yang tidak begitu luas. Ia membungkuk untuk menghormat Sakha dan Meira.

"apa pak Bai tau mengenai semua ini?"

"maaf nona, ini semua demi NH dan nasib karyawan lainnya."

"demi NH kamu bilang? jelas-jelas ini semua hanya demi kepentingan kamu sendiri! kenapa kamu melakukan semua ini? kenapa kamu tega mengkhianati kepercayaan mendiang papa?!" bentak Meira dengan amarah yang telah meluap.

"aku gak percaya kalian setega ini, orang-orang yang aku anggap sepeti malaikat penolong, ternyata hanyalah seorang iblis!!" sambung Meira yang mulai mengeluarkan buliran air mata.

Sakha hanya tertawa kecil melihat Meira membludak seperti itu. ia kembali mendekati gadis itu dan merangkulnya dengan begitu erat. "kau bisa saja mendapatkan ini kembali, dengan syarat menikahlah dengan ku." bisik Sakha. Dengan spontan Meira membalikkan tubuhnya dan sebuah tamparan keras pun lolos dari tangannya mendarat di pipi Sakha.

"jangan harap aku bisa menikah dengan seorang iblis sepeti mu!" ucap Meira yang bicara dengan nada menekan dan telunjuk yang mengarah ke hadapan wajah pria itu.

"Meira! berani sekali kamu menampar tuan Sakha? apa kau lupa siapa dia? bahkan sekarang kamu sudah tidak punya apapun! jangan keterlaluan!" bentak sekretaris Bai yang mulai berani.

"diam lah kau! dasar pengkhianat!"

"dan kamu, dengar baik-baik, aku Meira Anastasia Gultom akan mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milik aku, ingat itu baik-baik tuan iblis!" ujar Meira dengan nada bicara yang sangat menekan di hadapan Sakha.

Gadis itu pun bergegas pergi meninggalkan ruangan itu, beberapa karyawan yang berlalu lalang di sekitar membungkuk dan menyapa untuk menghormatinya. Sesampainya di sebuah perkiraan Meira segera masuk ke dalam mobil berwarna hitam pekat yang masih menunggunya.

"Nino, ayo pergi." ucap Meira pada Nino dengan mata yang berkaca-kaca dan suara bergetar.

Alexi hanya melirik sekilas, dan tak bergeming sedikitpun hingga akhirnya Meira mengatakan sesuatu dengan sebuah keterpaksaan. "aku mau menikah dengan mu, tapi dengan syarat." ucap Meira yang menatap Alexi dengan penuh harap.

"tanpa sebuah syarat pun kamu akan tetap menikah dengan ku." saut Alexi tanpa melirik gadis itu.

Mendengar ucapan Alexi yang seperti itu membuat Meira mengeluarkan air matanya yang sudah tidak terbendung lagi. "papa... hiks... maafin Eira yang terlalu bodoh dan gak bisa menjaga perusahaan itu." gumam Meira yang telah berderai air mata dan mengepalkan kedua tangannya yang penuh dengan amarah. "aku janji, akan mengambil semua itu kembali dan akan membunuhnya untuk membayar semua ini?!" gumam Meira sambil menyeka air matanya dan tatapan benar-benar marah.

Alexi hanya melirik dan mengeluarkan smirknya dengan sikapnya yang tetap santai seolah-olah kalau itu bukanlah masalah yang begitu besar.

***

Bersambung. . .

1
Jiong Fauziyah
thor apa kamu mengantuk
Jiong Fauziyah
katanya pinterrr gimana seh
Jiong Fauziyah
harusnya ayumy kan
Jiong Fauziyah
Meira Meira
katanya gadis pintar tapi kok bodoh
selalu bertindak tanpa pikiir terlebih dahulu
Jiong Fauziyah
kadang suka keuheul ka tokoh cerita anu hese di bejaana.
Jiong Fauziyah
aseek suthornya ngantuk ya harusnya Lexy thoor bukan Nino😁🙏
Jiong Fauziyah
apakah ruang Presdir bisa dengan mudah ditemukan oleh orang yang baru pertama kali memasuki kantor?
meski Meira udah 2 kali ke kantor Lexi ttp aja yang pertama kan dia hanya di bagian depanperusahaan
Ni MadeRose Kartoediharjoe
aku nangis thor...nyesek banget ya😭
Anita Kumala Sari
meira juga oon dh punya laki msu aja diajak pergi cwo, biar kt sodara jg bisa jahat ah P. A
Anita Kumala Sari
hhaahh gampang amat, apa dksh obat tidur...
fian widy
👍🏻
Marhaban ya Nur17
ih g kelar" konflik 😀 cmn muter" itu doank
Marhaban ya Nur17
y kan akting
Marhaban ya Nur17
masuk perangkap lu berdua wkwkkw
Marhaban ya Nur17
alexi lg ekting kali y 😁 pura" tuh ama yuri
Marhaban ya Nur17
lagian lakinya udh bilang supaya jangan dekat" ama devan eh malah msh mau aja diajak keluar 🤔 oon padahal kuliah huufff
Marhaban ya Nur17
apakabar Lexi tuh di bar
Marhaban ya Nur17
sukurin lu sok" an se , lembek lu g tegas sikapnya
Marhaban ya Nur17
klasik ,,, di campur sesuatu keminuman
Marhaban ya Nur17
meira sok"an tau se klo ada apa" diem bae g bilang" uh capek kaya gini mh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!